KABARI: PEDULI ANAK BEDUKANG

BEDUKANG – SUNGAI LIAT KABUPATEN BANGKA
”Jangan lihat barang atau harga dari barang yang diberikan oleh Kabari, karena itu bukan tujuan. Lihatlah tujuannya, yaitu mendukung dan mendorong anak-anak dan orangtua supaya setiap bulan giat menabung”, ungkap John Djanu Rombang kepada orang tua anak-anak yang hadir dalam temu anak-anak yang selama ini menabung di Kopdit Kabari Pangkalpinang (1/3/2011)

Anak-anak Bedukang sebanyak 8 orang yang selama ini dengan tekun setiap bulan menabung di Kopdit Kabari Pangkalpinang. Kedelapan anak itu terdiri dari: 3 anak sekolah di SD Negeri 8 Bedukang dan 5 orang lainnya masih anak-anak yang belum sekolah.

Afraela Ivemia Lala atau sering disapa Welci, salah seorang anak perempuan SD Kelas 3 mengungkapkan pengalaman menabung yang selama ini digelutinya sebagai berikut. ”Saya menabung hampir setahun. Sama dengan teman-teman saya yang lain. Saya menabung dari uang saya. Uang, saya dapat dari pemberian bapak dan ibu karena saya membantu mereka mengangkat tandan sawit untuk dijual. Nanti, kalau duit saya sudah banyak, akan saya pakai untuk biaya sekolah saya. Kan saya mau jadi perawat. Itu cita-cita saya.”

Beda dengan Lukas John, anak SD Kelas 5. John, yang sering disapa oleh teman-temannya itu menceriterakan ”Saya bisa menabung karena pulang sekolah saya ikut bapak dan ibu ke TI. Di sana saya ngelimbang timah. Timah yang saya dapat, saya jual dan kemudian saya menabung. Paling kurang setiap bulan Rp. 50.000 saya tabung. Mudah-mudahan uang itu bisa membiayai sekolah saya yang lebih tinggi lagi.”

Acara ”Kopdit Kabari Peduli Anak Bedukang” itu dihadiri belasan anak-anak dan orangtua anak. Kepedulian Kabari kepada anak-anak yang selama ini menabung berupa pemberiaan meja kecil untuk belajar kepada Lukas John, Welci dan Diana Mardiana. Juga berupa alat-alat makan-minum bagi Martinus Riandika Ariel, Elisabeth Lia Yunita, Romanus Viki Farel, Maria Nona Fransika, dan Claudya Yuni Asticha, anak-anak yang belum sekolah. Anak-anak itu, selama ini aktif menabung. Perlengkapan itu semua diserahkan Ibu Bie Lie kepada anak-anak di rumah Ibu Maria Bona di Bedukang.

Wajah anak-anak begitu antusias menerima pemberiaan Kabari. Bahkan  setelah menerima pemberiaan, barang-barang yang diterimakan itu langsung diperagakan di depan orangtua dan para peserta yang hadir.

”Menabung itu penting. Kalau sejak kecil sudah terbiasa dengan menabung, kalau anak-anak sudah besar, pasti tidak akan boros, ungkap Ibu Bie Lie ketika memberikan semua perlengkapan itu kepada anak-anak.

Maria Bona, ketua KBG di St. Yohanes Pemandi, respons dengan begitu baik akan acara sederhana itu. Bona menegaskan bahwa menabung untuk anak-anak di sini, dalam waktu akan datang kami usahakan agar, semakin giat. Bukan hanya jumlah delapan orang saja, tetapi akan ada beberapa anak lagi yang akan bergabung di Kabari. Kalau untuk orangtua, kami punya tempat menabung sendiri yaitu di ”CU Sako Seng” yang setiap bulan dengan iuran bulanan Rp. 15.000.

Menabung sekarang, membebaskan hidup kelak. Menuai sekarang, tanpa menabung, durhaka di masa depan. Menabung itu membebaskan. **abl**

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Refleksi pribadi atas Tulisan Bambang Harsono tentang doa Singkat THS-THM

AsIPA-PIPA dan KBG-SHARING INJIL

Tinjauan Komunitas Basis Gerejawi Menurut Dokumen Resmi Gereja Katolik