Sabtu, 21 Juni 2014

Pilihlah Yang Terpenting Dalam Hidup Ini

(refleksi hidup hari ini)

Teks Kitab Suci
25"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? 26Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? 27Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

28Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, 29namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. 30Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? 31Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?

32Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. 33Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. 34Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Penjelasan Teks Kitab Suci dan Relevansinya Untuk Hidup kita:
Teks Kitab Suci hari ini dikisahkan oleh Penginjil Matius dengan amat menarik. Amat menarik karena Yesus berbicara soal hidup yang menyentuh kebutuhan pribadi seseorang. Apa kebutuhan pribadi seseorang itu? Perhatikan pada ayat 25. Bahwa disana Yesus membicarakan soal makan-minum dan pakaian. Makan minum menyangkut kebutuhan lahiriah supaya tubuh kita tidak merasa lapar dan haus secara alamiah. Selain itu diayat yang sama ini, Yesus pun berbicara soal pakaian yang dipakai untuk menutup tubuh. Ada korelasi antara tubuh dan pakaian. Relasi erat itu menyangkut, tubuh kita yang semakin besar dan subur oleh karena makanan dan minuman perlu ditutupi dengan pakaian agar tidak dianggap pornografi. Tidak dianggap tidak sopan santun. Kalau tidak ditutupi, akan memunculkan persoalan baru. Persoalan menyangkut pelanggaran tatakrama hidup sebagai makhluk sosial.

Karena tuntutan menyangkut hal ini, orang lalu ribut-bersungut-sungut tentang mana yang lebih penting. Kepentingan atau kebutuhan hidup lalu bergeser. Pergeseran nilai hidup inilah yang mengundang Yesus untuk angkat bicara dengan meminta tiap-tiap orang melihat, memahami, dan merefleksikan lebih dalam soal pilihan hidup mana yang lebih diutamakan dalam hidup ini.

Yesus mengundang para pendengar-Nya dengan membuat perbandingan. Perbandingan yang diangkat Yesus pun, secara alamiah yang ada disekitar kita. Itu artinya Yesus mau supaya kita manusia pun perlu mempelajari apa yang diberikan Allah melalui alam ciptaan-Nya. Terlihat sangat lucu bahwa manusia yang berakal budi, diminta Yesus untuk belajar dari burung-burung, yang tidak berakal. Sebuah kritikan besar Yesus untuk manusia. Bahwa sebetulnya, tidak perlu kuatir akan hidup soal makan dan minum. Manusia dengan akal budi yang diberikan Allah harus jauh lebih hebat: hebat dalam pengaturan hidup, hebat dalam membuat pilihan yang lebih penting, dan hebat dalam pengelolaan ekonomi hidup yang ada; yang dimiliki manusia.

Untuk melihat, memahami dan merefleksikan soal pengutamaan kebutuhan makan-minum, Yesus memberi contoh tentang burung-burung di langit (ayat 26-27). Bahwa burung-burung itu, tidak bekerja tetapi justru bisa hidup. Hidup burung-burung ternyata disediakan juga oleh Allah. Bahkan burung-burung pun tidak banyak memikirkan hal soal makan dan minum, tetapi dengan cara mereka, mereka bisa hidup. Mereka terbang kesana kemari, dan hinggap. Mereka lalu dipelajari oleh manusia modern sehingga menghasilkan ‘burung-burung besi.’ Ha..., ternyata berguna juga iya burung-burung ini.

Hal yang sama soal makan minum, Yesus pun menekankan soal pakaian (ayat . 28-31). Jelas bahwa Yesus tidak meminta bahwa manusia harus berpakaian yang mewah dan yang berkualitas tinggi. Karena apa? Karena Yesus lebih menekankan kekudusan dan kesucian tubuh manusia. Mengapa? Karena didalam tubuh manusia itu ‘kemah Allah’. Allah yang sedang bekerja-mendorong manusia untuk lebih hidup, hidup yang mengutamakan diri-Nya sendiri, bukan soal makan minum dan pakaian. Maka tidak heran, Yesus meminta kita manusia untuk belajar dari bunga bakung. Juga belajar dari kemewahan Salomo tidak tertandingkan dengan keindahan dan keelokan bunga bakung di ladang.

Setiap perbandingan yang diangkat Yesus, selalu diakhiri dengan pertanyaan untuk para pendengarnya. Mana yang lebih diutamakan, makan-minum atau hidup, pakaian atau tubuh manusia? Pertanyaan ini sudah jelas bahwa Yesus meminta kita memilih soal hidup dan tubuh. Bahwa hidup itu perlu dimaknai secara luas, bukan hanya berjuang untuk mendapatkan makan-minum dan pakaian. Bahwa hidup itu adalah proses. Proses untuk sampai pada persekutuan dengan Allah dalam Yesus. Bukan hidup itu proses hanya sampai pada makan-minum dan berpakaian saja.

Memang hidup itu adalah sebuah pencarian. Pencarian hanya untuk mencapai makan minum dan pakian adalah hidup bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah (ayat 31). Mereka lupa bahwa apa yang dibutuhkan itu telah disediakan oleh Allah. Tinggal bagaimana manusia yang memiliki akal budi itu mengatur, mentana, mengola, dan mengendalikan diri atas segala kepentingan atau kebutuhan tambahan dalam hidup ini. Bisa jadi bukan mereka lupa, tetapi mereka tidak mengenal Allah, karena makan minum dan pakaian adalah ‘topeng’ yang menutup mata mereka untuk melihat dan berjumpa dengan Allah.

Bagi orang yang memaknai hidup dengan mengutamakan hidup sebagai perjuangan dan pencarian makna hidup hingga ber-communio dengan Allah dan memaknai tubuh sebagai ‘kemah Allah’ yang hidup dari tubuh dan darah Kristus, boleh mengutama Kerajaan Allah. Karena mengutamakan Kerajaan Allah (ayat 33-34), Allah dengan tidak henti-hentinya senantiasa menyertai, membimbing dan menuntun kita untuk kuat dan sehat dalam bekerja dan menjadikan kita berkat bagi sesama kita (Mat. 1:23; 18: 20; 28: 20). Karena itu, jangan kuatir soal makan-minum dan pakaian, tetapi gunakan hidup sebagai baiknya untuk merawat tubuh, karena tubuh adalah ‘kemah Allah’, ‘kemah rohani’ yang melaluinya kita manusia mencapai hidup sempurna dalam Yesus. ***

Jumat, 20 Juni 2014

Fokus Pengabdian Manusia: Kepada Allah atau Kepada Harta?

(Reflection of life today)

Text from Matthew 6: 19-24:
19 "Do not lay up treasures on earth, where moth and rust earth destroy, and where thieves break in and steal. 20th but for yourselves treasures in heaven, where moth and rust do not destroy, and where thieves do not break in and steal. 21 For where your treasure is, there will your heart be. 22nd eye is the lamp of the body. If your eyes are good, your whole body of light; 23 if your eye is bad, your whole body gelaplah. So if the light in you is darkness, how great is that darkness. 24 No one can serve two masters ., for either he will hate the one and love the other, or he will be devoted to the one and despise the other. Ye can not serve God and Mammon to. "

Explanation Text:
Evangelist Matthew remind everyone in this life. Firstly , verse 19, which begins with the phrase 'please'. Do not collect treasure on earth. Why? Because the treasure in the earth will gradually destroyed by moth and rust and will be an attraction of others so that others do not have good intentions to come steal it. Secondly, verse 20, Jesus encouraged people to collect treasures in heaven. Because, the treasure which has been 'deposited' man in heaven, will not moth, will not rust, and will not be stolen oranga another. Because only God who determines the pin and guard our deposit.

Collecting treasure for life is a positive attitude and a way of life. But keep in mind that how to get the treasure and the way we behave towards property, that is what needs to be seen again, so do not bring bad effect either for themselves or for others. Because of the way we behave to the property, this is particularly emphasized in this text in paragraph 21. Attitude is too focused and forgotten treasures will be other things that his own spiritual life.

It turns out, how do I get the treasure on earth would make someone else to arouse the desire of all sorts. In fact people will be jealous and have a nasty strategy to get the treasure collected. God will bind us again this attitude, which is contrary to the Law of God himself, 'do not steal' (7), 'do not wish to have your neighbor unjustly' (10).

Of our attitude toward wealth and how we get it, God confirmed to us about ourselves, that within us there are two attitudes are always at odds with each other, ie between 'light and dark' (cf. verse 22). That attitude and how to obtain a true treasure comes from the 'bright' glowing from within. That the light that comes out of us that have been placed by God since man was created. So human beings are basically good and spiritual. His body needs a 'treasure' for life. But the spirit or light given by God it will redirect his life to the Giver of Life.

The darkness of life will emerge if people just focus on collecting treasures alone (cf. verse 23) He no longer directs his life to follow the direction of light that continues to direct his life towards communion with the Eternal Light. Even the attitude that focuses on property, gradually, will cover the divine light that always leads to the treasure of his life. So that the whole self and life, treasure the primary focus in life.

Jesus at the end of this text asking people to make accurate choices in life. Preference will be determined humans, are clearly demonstrated by Jesus himself. That man can not serve two masters (cf. verse 24). Because if you serve two masters, will bring that attitude to love one and hate the other. If this attitude is maintained in life, fairness, honesty, virtue love law, be gone.

Meaning Text For Life Struggle:
Life is a struggle (est vitae militia). Everyone struggles lead to happiness in life. Outer and inner happiness. Happiness was born when basic needs are met such as food, clothing, shelter, and others exist. Inner happiness, such as serenity, comfort, and life rohanih also be a balancing outward life. Both happiness is not dilepaspisahkan each other. It takes what we often call the harmony or conformity.

The struggle of life to gain happiness, of a claim of Jesus. Jesus wanted the life that used not only for self, family and tribal interests, but also to the interests of many people, across families, tribes, and cultures. Therefore, counsel of Jesus in order to put God first is the basic thing. Why? In order not to bring up the attitude of envy, jealousy, pride, and greed both from themselves and from others around us. In other words, promoting the property for a happy life it is okay, but that's not important.


Foremost of these are treasures gained through with a fine and dignified, able to share, to help one another, as the way we deposit a heavenly life. Because it will not moths, will not rust, and will not be stolen by others. The more we deposit to God, multiplies interest. Here may we sandingkan with a servant who received two talents received two talents more profit and a servant who received five talents gained five talents more. God with an attitude to the Fatherhood will invite servant two talents and five as' O good and faithful servant .... come and obey what the master's happiness. (Matt. 25:21, 23). 'For every person who has, to him shall be given, so it abundantly. But who does not have, anything that belongs to him would be taken from him "(Matthew 25:29). ***