Rabu, 13 Mei 2026

KBG MEMBANGUN SPIRITUALITAS SINODAL (TANGGUNGJAWAB BERSAMA DALAM MISI)

PERSIAPAN:

·       Doa Fokus Pastoral 2026

·       Teks Lagu Fokus Pastoral

·       Buku Puji Syukur

·       Meja pentakhta Sabda dan dua lilin

 

TUJUAN: Supaya anggota KBG memahami memahami relasi internal, menyadarinya dan berusaha untuk menyembuhkan dan memperbarui relasi baik dengan Allah, sesama dan alam ciptaan.

 

A.   PEMBUKAAN

1.     Pengantar

F          Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus.

            Pada pertemuan kita kali ini, kita akan mendengarkan Sabda Tuhan tentang saling mengasihi. Saling mengasihi adalah perintah Allah. Dan sebelum diutus ke dalam dunia, kita saling membangun relasi agar persekutuan dengan Allah membawa dampak dalam menyembuhkan dan memperbarui relasi baik dengan sesama maupun dengan alam ciptaan.

           

            Kita juga mendengarkan pengajaran para uskup sedunia dalam Dokumen Akhir (DA/DF) Sinode Para Uskup 2024. Dalam pertemuan kita kita mendengar pengajaran Bapa Uskup, Mgr. Adrianus Sunarko, OFM tentang Gereja Sinodal, dengan penekanan pada keluarga. Bahwa keluarga merupakan tempat yang istimewa untuk belajar dan mengalami praktik-praktik penting Gereja sinodal. (hening sejenak).

 

2.     Lagu Pembukaan

F          Mari kita siapkan hati dan budi kita, untuk memulai pertemuan kita ini dengan menyanyikan sebuah lagu pembuka. (silakan pilih lagu dari Puji Syukur yang dapat dinyanyikan oleh semua umat)

 

3.     Penghormatan pada Sabda

F          Mari, kita berdiri dan memberikan penghormatan kepada Kristus, Sang Sabda, yang hadir di tengah-tengah kita.

 

Hormat: mulai (perlahan-lahan menundukkan kepala mengarah kepada Firman Tuhan yang ditakhtakan di depan).… Amin … (kepala diangkat perlahan-lahan).

 

4.     Tanda Salib

F          Dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus.... Amin

 

B.    LANGKAH-LANGKAH PENDALAMAN

1.     Doa Mengundang Tuhan

F          Saya persilahkan salah seorang dari kita untuk berdoa mengundang Yesus.

 

2.     Kita Membaca Kitab Suci

F          Marilah buka Kitab Suci Perjanjian Baru, Injil Yohanes Bab 13, ayat 34-35.

            Saya ulangi, Injil Yohanes Bab 13, ayat 34-35.

            Saya ulangi sekali lagi, Injil Yohanes, Bab 13, ayat 34-35.

 

Saya persilahkan salah seorang diantara kita membacanya dengan perlahan-lahan dan dalam suasana doa serta dengan suara lantang

 

Apakah diantara kita yang memegang Kitab Suci dari versi lain baik berupa bahasa atau pun lainnya....?

 

Jika ada, silahkan membaca.

 

F          Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih.

Setelah kita mendengarkan Sabda Tuhan, mari kita juga mendengarkan pengajaran para Rasul melalui Bapa Uskup Seluruh Dunia. Bapa Uskup dalam Dokumen Akhir Sidang Para Uskup 2024 menegaskan tentang Gereja Sinodal sebagai berikut:

Unitas sebagai Harmoni

a)      Gereja sinodal dicirikan sebagai ruang di mana hubungan dapat berkembang, berkat kasih timbal balik yang merupakan perintah baru yang ditinggalkan Yesus kepada murid- murid-Nya (DF 34).

b)     Keluarga merupakan tempat yang istimewa untuk belajar dan mengalami praktik-praktik penting Gereja sinodal. Terlepas dari keretakan dan penderitaan yang dialami keluarga, keluarga tetap menjadi tempat di mana kita belajar untuk saling bertukar karunia kasih, kepercayaan, pengampunan, rekonsiliasi, dan pengertian (DF 35).

c)      Berdasarkan kekatolikan, "bagian-bagian individual menawarkan karunia mereka satu sama lain dan kepada seluruh Gereja, sehingga keseluruhan dan bagian-bagian individual mendapat manfaat dari komunikasi timbal balik semua dan dari persatuan mereka menuju kepenuhan" (DF 37)

 

3.     Kita Memilih Kata-Kata Dan Merenungkannya

F          Kita memilih kata-kata atau ungkapan-ungkapan singkat, atau ayat pendek, entah dari teks Kitab Suci atau dari pernyataan Para Uskup Seluruh Dunia, kemudian mendoakannya dengan suara lantang 3 kali, setiap kali diselingi dengan hening sejenak.

            Saya persilakan.....

 

4.     Kita Membiarkan Tuhan Berbicara Kepada Kita Dalam Keheningan

F          Kita berdiam diri selama 2/3 menit, dan mempersilakan Tuhan berbicara kepada kita.

 

5.     Kita Mengungkapkan Apa Yang Telah Kita Dengar Di Dalam Hati.

a.     Kita  saling  berbagi ”kata atau ayat yang direnungkan dalam hati kita” pada saat hening.

b.     Apa kata Tuhan dengan kata atau ayat singkat yang kita renungkan?

c.     Bagaimana kita telah menghayati kata atau ungkapan yang kita renungkan tadi (hendaknya tidak berkhotbah atau diskusi).

 

PENEGASAN:

a)      Perintah baru dari Yesus agar murid-murid-Nya saling mengasihi sama seperti Ia telah mengasihi mereka. Kasih, cara Yesus masuk dalam relasi dengan para murid. Kasih yang sama juga cara Yesus mengasihi kita.

b)     Kasih ini menjadi identitas utama pengikut Kristus, Gereja Sinodal, yang membedakan mereka dari dunia dan menunjukkan bahwa mereka adalah murid Yesus yang sejati. Dengan kasih yang kita terima dari Yesus, dengan kasih yang sama kita membawanya ke dalam dunia.

c)      Melalui dialog, perjumpaan, dan pertukaran karunia yang menjadi ciri khas Gereja sinodal, kita dipanggil untuk membuka diri terhadap hubungan dengan tradisi keagamaan lain, dengan tujuan "membangun persahabatan, perdamaian, harmoni, dan berbagi nilai-nilai moral dan spiritual serta pengalaman dalam semangat kebenaran dan kasih"

d)     Melalui kasih itulah kita disembuhkan Yesus, dan relasi kita dengan Allah diperbarui. Sekarang melalui kasih itu juga, kita dipanggil untuk menyembuhkan dan diperbarui dengan sesama dan dengan alam ciptaan.

 

6.     Kita Membicarakan Dan Menentukan Tugas-Tugas Yang Kita Yakini Diserahkan Tuhan Kepada Komunitas Kita Untuk Dilaksanakan Bersama.

F    Bapak-ibu, saudara-saydari yang terkasih. Mari kita:

a.     Melaporkan tugas yang telah dilaksanakan.

b.     Tugas baru mana yang akan kita lakukan. Siapa buat apa dan bilamana.

c.     Memilih sebuah “Sabda Kehidupan.” Sabda Kehidupan dipilih dari teks Kitab Suci / Pengajaran Para Uskup oleh komunitas untuk dihayati semua anggota komunitas selama satu atau beberapa minggu ke depan.

 

7.     Kita Berdoa Bersama Secara Spontan.

F          Kita semua diundang untuk mengungkapkan doa baik itu doa pujian, doa syukur dan doa permohonan yang keluar dari hati kita secara spontan.

 

            Mari kita satukan semua doa kita dengan doa yang diajarkan Yesus kepada kita.

 

            Kita doakan doa fokus pastoral 2026 bersama-sama.....

 

C.    PENUTUP

1.     Penghormatan pada Sabda

F          Mari, kita berdiri dan memberikan penghormatan kepada Kristus, Sang Sabda, yang hadir di tengah-tengah kita.

 

Hormat: mulai (perlahan-lahan menunjukkan kepada mengarah kepadas kepada Firman Tuhan yang ditakhtakan di depan!).… Amin … (kepala diangkat perlahan-lahan).

 

2.     Tanda Salib

F          Dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus.... Amin.

 

3.     Lagu Penutup

F          Marilah kita tutup pertemuan ini dengan menyanyikan sebuah lagu. (pilih nyanyian yang diketahui semua).

=***=

Rabu, 06 Desember 2023

"Bertobatlah, … Allah akan mengampuni dosamu” (Markus 1: 1-8)

Pertemuan Adven Kedua:

"Bertobatlah, … Allah akan mengampuni dosamu” (Markus 1: 1-8)

Persiapan:

§  Fasilitator KBG melaksanakan study modul bersama di Paroki atau tempat lain yang disepakati. Pastor Paroki sebagai Koordinator Fasilitator wajib hadir.

§  Sarana yang disiapkan: Kitab Suci, Buku Puji Syukur, Teks Doa & Lagu Tahun Syukur 2023.

Tujuan: supaya anggota KBG menyiapkan diri menerima kedatang Tuhan Yesus keduanya dengan sikap tobat dan saling mengampuni satu sama lain.

PENGANTAR

F.      Mari, kita membuka Pertemuan Pendalaman Iman Modul Pertama pada malam hari ini, dengan menyanyikan sebuah lagu Maria (PS. No. .... atau lagu lain yang sesuai).

 

Penghormatan Kepada Sabda Allah

F       Mari, kita berdiri untuk memberikan penghor-matan kepada Kristus, Sang Sabda yang hadir di tengah-tengah kita. (semua anggota KBG memberikan hormat dengan menundukkan kepala).

 

LANGKAH-LANGKAH PENDALAMAN IMAN: 

1.            Kita Mengundang Tuhan

F:      Silahkan salah seorang dari kita berdoa mengundang Yesus.

 

2.            Kita Membaca Kitab Suci

F:      Mari kita buka Kitab Suci dari Injil Markus bab 1, ayat 1 sampai 8, (ulang lagi....)

 

Silahkan salah seorang diantara kita membacanya dengan perlahan-lahan dalam suasana doa dan dengan suara lantang.

 

Apakah diantara kita yang memegang Kitab Suci dari versi lain baik berupa bahasa atau pun lainnya....? Jika ada, silahkan membaca.

 

3.            Kita Memilih Kata-Kata Dan Merenungkannya

F:      Kita memilih kata-kata atau ungkapan-ungkapan singkat, atau ayat pendek, mendoakannya dengan suara lantang 3 kali, setiap kali diselingi dengan hening sejenak.

 

4.            Kita Membiarkan Tuhan Berbicara Kepada Kita Dalam Keheningan

F:      Kita berdiam diri selama 2 menit, dan mempersilakan Tuhan berbicara kepada kita.

5.            Kita Mengungkapkan Apa Yang Telah Kita Dengar dengan Ber-KATEKESE singkat:

a.      Kabar Baik, merupakan permulaan pemberitaan Injil Markus. Kabar Baik yang disampaikan Markus dimaksudnya ialah Yesus Kristus, Anak Allah. Yesus Kristus, Anak Allah inilah yang membawa perubahan dan kebaruan bagi manusia; menyelamatkan manusia.

b.      Yohanes Pembaptis, utusan Allah. Dia diutus untuk mempersiapkan jalan bagi Yesus Kristus. Yohanes menyerukan kepada orang untuk mempersiapkan jalan bagi seseorang yaitu Yesus Kristus yang akan datang. Yohanes juga menyerukan ”luruskan jalan bagi Yesus Kristus yang akan datang. Luruskan jalan searti dengan menghilangkan tikungan-tikungan supaya jalan dapat ditempuh dengan lancar dan cepat.

c.       Seruan Yohanes Pembaptis, menandai seruan pertobatan. Tobat yang disampaikan Yohanes Pembaptis ialah semacam revolusi batin untuk mulai hidup menurut kehendak Allah saja.

d.     Mempersiapkan jalan dan luruskan jalan bagi Yesus Kristus bagi kita orang yang beriman akan kedatang Yesus Kristus kedua kalinya adalah:

-        puasa, pantang, dan peduli dengan sesama yang ada disekitar kita

-        Peduli dan merawat lingkungan hidup yang ada disekitar kita.

-        Tidak membuang sampah sembarangan, dll.

6.            Kita Merencanakan Aksi Nyata:

a.   Apa yang dilakukan umat KBG, agar selalu hati-hati, berjaga-jaga menanti kedatangan Tuhan Yesus untuk kedua kalinya?

Umat KBG buat apa, kapan, dimana dan bagaimana?

b.   Kita sepakat memilih sebuah “Sabda Kehidupan.” Sabda Kehidupan dipilih dari teks oleh kelompok atau komunitas untuk dihayati semua anggota kelompok atau komunitas selama satu atau beberapa minggu ke depan.

7.            Kita Berdoa Bersama Secara Spontan

F:      Kita semua diundang untuk mengungkapkan doa yang keluar dari hati kita secara spontan.

Mari kita satukan semua doa-doa kita dengan Doa Syukur, 100 Tahun Keuskupan Pangkalpinang.

Marilah kita tutup pertemuan ini dengan sebuah doa / menyanyikan lagu syukur, 100 tahun keuskupan.

  

=***=

 

Hati-hatilah, Berjaga-jagalah (Markus 13: 33-37)

Pertemuan Adven Pertama

Hati-hatilah, Berjaga-jagalah (Markus 13: 33-37)

Persiapan:

§  Fasilitator KBG melaksanakan study modul bersama di Paroki atau tempat lain yang disepakati. Pastor Paroki sebagai Koordinator Fasilitator wajib hadir.

§  Sarana yang disiapkan: Kitab Suci, Buku Puji Syukur, Teks Doa & Lagu Tahun Syukur 2023.


Tujuan: supaya anggota KBG selalu berpengharapan dengan berhati-hati, berjaga-jaga untuk siap menerima kelahiran Yesus di Nazaret.

 

PENGANTAR

F.      Mari, kita membuka Pertemuan Pendalaman Iman Modul Adven pertama pada malam hari ini, dengan menyanyikan sebuah lagu Maria (PS. No. .... atau lagu lain yang sesuai).

 

Penghormatan Kepada Sabda Allah

F       Mari, kita berdiri untuk memberikan penghor-matan kepada Kristus, Sang Sabda yang hadir di tengah-tengah kita. (semua anggota KBG memberikan hormat dengan menundukkan kepala).

 

LANGKAH-LANGKAH PENDALAMAN IMAN:

1.            Kita Mengundang Tuhan

F:      Silahkan salah seorang dari kita berdoa mengundang Yesus.

2.            Kita Membaca Kitab Suci

F:      Marilah buka Kitab Suci dari Injil Markus Bab 13, ayat 33 sampai ayat 37, (ulang lagi....).

 

Silahkan salah seorang diantara kita membacanya dengan perlahan-lahan dalam suasana doa dan dengan suara lantang.

Apakah diantara kita yang memegang Kitab Suci dari versi lain baik berupa bahasa atau pun lainnya....? Jika ada, silahkan membaca.

3.            Kita Memilih Kata-Kata Dan Merenungkannya

F:      Kita memilih kata-kata atau ungkapan-ungkapan singkat, atau ayat pendek, mendoakannya dengan suara lantang 3 kali, setiap kali diselingi dengan hening sejenak.

 

4.            Kita Membiarkan Tuhan Berbicara Kepada Kita Dalam Keheningan

F:      Kita berdiam diri selama 2 menit, dan mempersilakan Tuhan berbicara kepada kita.

 

5.            Kita Mengungkapkan Apa Yang Telah Kita dengar dengan Ber-KATEKESE singkat:

a.      Teks Injil Markus yang kita baca ini, secara keseluruhan merupakan teks wejangan atau nasihat akhir zaman. Nasihat akhir zaman ini ialah nasihat Yesus kepada para murid-Nya yang didalamnya berisi tentang sejumlah petunjuk tentang sikap dan cara hidup yang diharapkan Yesus dari para murid-Nya.

b.      Kedatangan Putra Manusia, disebut Markus bahwa ketidakpastian saatnya. Ketidakpastian saatnya itu, karena tidak seorang pun yang tahu. Namun, Markus menegaskan bahwa ada empat waktu dimana ketidakpastian saat itu akan terjawab, yaitu: menjelang malam atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta. Keempat waktu atau saat yang disebutkan Markus, ternyata sangat sulit bagi seseorang. Karena itu, tegas Markus supaya seseorang harus berhati-hati, berjaga-jagalah.

c.       Hati-hatilah, berjaga-jagalah. Adalah suatu kalimat nasihat yang bernada peringatan. Kalimat ”hati-hatilah, berjaga-jagalah” disebutkan Markus dengan maknanya demikian, yaitu senantiasa siap menjalankan tugas kehambaan dengan sebaik mungkin (ay. 34). Tugas kehambaan itu seperti apa? Tugas kehambaan yang dimaksudkan adalah “menjalankan tanggungjawab sebagai seorang hamba, “penjaga pintu” dengan sebaik-baiknya. Ketika seorang hamba menjalankan tanggungjawab dengan sebaik mungkin, nabi Yesaya menegaskan “Allah sebagai Pribadi bagi seorang hamba yaitu Allah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan Dia” (Yes. 64:4).

d.     Kita adalah umat Allah, yang sedang menanti-nantikan kedatangan-Nya. Tugas kita seperti ditegaskan Markus, hati-hatilah, berjaga-jagalah, dengan setia dan tekun menjalankan tugas sebagai seorang hamba Tuhan.

6.            Kita Merencanakan Aksi Nyata:

a.      Apa yang dilakukan umat KBG, agar selalu hati-hati, berjaga-jaga menanti kedatangan Tuhan Yesus untuk kedua kalinya?

Umat KBG buat apa, kapan, dimana dan bagaimana?

b.      Kita sepakat memilih sebuah “Sabda Kehidupan.” Sabda Kehidupan dipilih dari teks oleh kelompok atau komunitas untuk dihayati semua anggota kelompok atau komunitas selama satu atau beberapa minggu ke depan.

7.            Kita Berdoa Bersama Secara Spontan

F:      Kita semua diundang untuk mengungkapkan doa yang keluar dari hati kita secara spontan.

Mari kita satukan semua doa-doa kita dengan Doa Syukur, 100 Tahun Keuskupan Pangkalpinang.

Marilah kita tutup pertemuan ini dengan sebuah doa / menyanyikan lagu syukur, 100 tahun keuskupan.

=***=

bersambung ke modul II:

 https://alfonsliwun.blogspot.com/2023/12/bertobatlah-allah-akan-mengampuni.html


KBG MEMBANGUN SPIRITUALITAS SINODAL (TANGGUNGJAWAB BERSAMA DALAM MISI)

PERSIAPAN: ·        Doa Fokus Pastoral 2026 ·        Teks Lagu Fokus Pastoral ·        Buku Puji Syukur ·        Meja pentakhta Sabd...