Studi modul
pertemuan KBG oleh fasilitator di Paroki Lubuk Baja-Batam (Thursday, September 11, 2025, 2:51:43 PM) |
BAB III:
PENDALAMAN
KITAB SUCI DALAM KOMUNITAS / KELOMPOK
Pendalaman Kitab Suci dalam komunitas atau kelompok sangat penting untuk memperdalam pemahaman iman, saling menguatkan dalam menghadapi pergumulan hidup, serta membangun relasi persaudaraan yang lebih erat antar sesama anggota.
Tidak hanya itu, pendalaman iman juga berfungsi mengolah batin agar lebih peka terhadap Sabda Allah, yang merupakan pedoman hidup. Untuk mengorganisir kegiatan ini dengan lebih terarah, ada beberapa poin penting beikut perlu kita pahami bersama.
1.
UNTUK
APA KITA MENDALAMI KITAB SUCI?
Karena
di dalam Alkitab itu adalah Sabda Allah / Allah sendiri yang sedang berbicara,
maka kita perlu menanggapinya. Kita menanggapi dengan cara membaca, mendengar,
merenungkan, dan menghayatinya dalam hidup.
Dengan
cara yang simpatik ini untuk menjawabi-Nya, jelas bahwa Alkitab memiliki daya
tarik tersendiri, daya tarik khusus yang tidak sama dengan buku bacaan manapun
juga.
2.
SEKILAS
TENTANG PENDALAMAN KITAB SUCI PRIBADI
Penekanan
pada bagian ini adalah ”menyiapkan diri” untuk pendalaman dalam komunitas
/ kelompok. Seorang pribadi disiapkan dalam berbagai latihan dan kemudian diuji
dalam kelompok.
Bahaya
yang akan terjadi ialah ketika seseorang tidak mengikuti studi bersama atau
latihan bersama. Atau pun mengikuti studi atau latihan, namun tidak mau
mengikuti secara penuh atau tidak aktif.
Yang
akan terjadi didalam komunitas atau kelompok adalah menyampaikan keluhan dan
memiliki konsep sendiri tentang materi/bahan. Bahwa materi atau bahan yang
dibawakan itu sulit dan berbagai hal lain. Sehingga
rasa simpatik peserta hilang dan tidak ikut studi lagi. Konsep ini yang selalu
membebani pemikiran anggota komunitas.
3.
PENDALAMAN
KITAB SUCI KOMUNITAS / KELOMPOK
Mengapa
ada pendalaman Kitab Suci dalam komunitas / kelompok? Dalam Alkitab kita dapat
tahu bahwa, Yesus semasa hidupnya, Dia hidup dalam komunitas / kelompok, yaitu
bersama dengan para murid dan rasul (Luk. 8: 1-3). Juga semua pelayanan hidup
Yesus dilaksanakan dalam komunitas / kelompok (Kis. 2: 41-47).
Selain
itu, ada teks-teks Alkitab yang menuntut kita untuk memahami bersama, agar kita
sepaham-seide. Hal ini dimaksudkan agar setiap anggota saling membantu dalam
satu komunitas.
4.
KOMUNITAS
/ KELOMPOK PENDALAMAN KITAB SUCI (DISARANKAN)
Alkitab
ditulis untuk dibacakan dalam jemaat. Karena menyangkut hidup jemaat dan karena
itu seluruh jemaat harus mengetahui isinya. Komunitas / kelompok yang ada di
paroki / wilayah yang dimaksudkan pertama, komunitas / kelompok
studi Alkitab dan kedua komunitas / kelompok pendalaman iman
dengan Alkitab sebagai satu jemaat dasar dari Gereja Lokal yaitu KBG.
Sehingga
mengapa komunitas / kelompok jemaat semacam ini disarankan untuk ada di setiap
paroki / kelompok / komunitas? Sekurang-kurangnya ada tiga alasan. Pertama, sebagai wadah bagi
siapa saja yang mempunyai minat terhadap Alkitab. Kedua, sebagai tempat pembelajaran bersama Alkitab. Ketiga, melahirkan mediator /
animator / fasilitator yang tahu tentang Alkitab.
Jika komunitas / kelompok ini sungguh-sungguh mau digarap maka ada beberapa hal pokok yang perlu diperhatikan: pertama, jumlah anggota komunitas / kelompok kecil: 5 – 12 orang. Kedua, Rutinitas berkumpul (tergantung dari kesepakatan bersama / tergantung dari jadwal kesibukan pokok / tergantung dari profesi, dll.) Ketiga, mempunya tujuan yang jelas yaitu belajar / merenungkan teks Alkitab (mengambil hikmah / manfaat bagi anggota komunitas / kelompok). Keempat, membentuk kelompok yang kuat serta handal dalam iman pada Kristus.
a.
Komitmen
Komunitas / Kelompok.
Membangun
komitmen anggota komunitas / kelompok untuk sepakat mendalami Alkitab bersama.
Hal ini untuk mengetahui perhatian, persepsi / pandangan anggota komunitas / kelompok
tersebut tentang Alkitab.
Penentuan
runitas perjumpaan – amat tergantung dari situasi komunitas / kelompok. Maka
perlu sekali musyawarah mufakat. Hal ini terjadi baik jika anggota sungguh
mencinta Alkitab dan merasakan bahwa Alkitab adalah Sabda Allah – Allah sendiri
yang sedang memanggil kita dan kita menanggapi-Nya.
Penentuan
tempat pertemuan komunitas / kelompok secara bergilir / tetap di suatu tempat
asal mudah dijangkau oleh semua anggota komunitas / kelompok.
b.
Penentuan
Animator / Fasilitator.
Animator atau fasilitator Komunitas Basis Gerejawi
(KBG) adalah anggota atau penggerak umat yang terpilih dalam suatu komunitas /
kelompok. Mereka bertugas menghidupkan persekutuan, memimpin pertemuan, menggerakkan
kegiatan dan mendampingi anggota KBG agar dapat bertumbuh dalam iman,
pelayanan, serta persaudaraan sejati di KBG wilayah suatu paroki.
Sebagai penggerak KBG, agar KBG berfungsi sebagai
"cara baru hidup menggereja", bukan sekadar organisasi keagamaan
biasa. Sebagai pendampingiIman KBG, animator atau fasilitator membantu anggota
memahami dan merefleksikan Kitab Suci serta pengajaran Gereja dalam kehidupan
sehari-hari. Sebagai animator / fasilitator pertemuan KBG, animator /
fasilitator memandu jalannya pertemuan rutin KBG supaya dialog antarumat
berjalan aktif, terbuka, dan membawa solusi atas masalah bersama. Hal yang
cukup mendasar disini ialah ”animator / fasilitator mengenal Alkitab dengan
lebih baik. Karena dengan mengenal Alkitab lebih baik, animator / fasilitator
mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tepat untuk mengarahkan, mendampingi
anggota KBG dengan Tuhan.”
Untuk diangkat secara resmi, para animator /
fasilitator, biasanya melalui proses pemilihan oleh umat KBG dan dilantik bersama
perangkat organ pastoral lainnya di paroki.
Untuk itu, setiap anggota komunitas / kelompok
menjadi animator / fasilitator komunitas / kelompok. Karena itu, dalam proses
menjadi animator / fasilitator – diperlukan pelatihan yang dijalankan dalam komunitas
/ kelompok / wilayah / paroki tersebut secara sederhana / hal-hal praktis.
Komunitas / kelompok / wilayah / paroki perlu memiliki bahan-bahan panduan yang mendukung bagi seorang animator / fasilitator komunitas / kelompok.
c.
Anggota
Komunitas / Kelompok.
Tentang anggota komunitas / kelompok ada beberapa
hal pokok yang diperhatikan. Jenis
kelompok: pertama, homogen.
Kelompok sejenis / semacam saja / setipe / sewatak. Misalnya pria saja /
ibu-ibu saja / seprofesi saja, dll. Kedua, heterogen. Kelompok serba serbi /
kelompok campuran dari berbagai macam jenis kelamin, umur, profesi, bakat,
pendidikan, dll. Keheterogenan dalam komunitas / kelompok adalah suatu komunitas
/ kelompok yang berharga karena memiliki banyak pengetahunan dan pengalaman
hidup.
Hal yang lebih mendasar dari anggota komunitas / kelompok. Pertama,
saling mendengarkan – menghargai pendapat dan sikap hidup. Kedua, hindari sikap saling menguasai khusus dalam sharing /
pengungkapan pendapat. Ketiga,
tiap anggota komunitas / kelompok bersikap saling terbuka.
****
