Sabtu, 16 Mei 2026

KBG MEMAHAMI MAKNA DAN DIMENSI SINODALITAS (TANGGUNGJAWAB BERSAMA DALAM MISI)

 

Alm. Mgr. Hilarius, Uskup Keuskupan Pangkalpinang ketika ikut terlibat dalam Sharing Injil dalam GA AsIPA V di Sri Lanka


PERSIAPAN:

·       Doa Fokus Pastoral 2026

·       Teks Lagu Fokus Pastoral

·       Buku Puji Syukur

·       Meja pentakhta Sabda dan dua lilin

 

Tujuan: Supaya anggota KBG memahami Sabda Tuhan dan pengajaran para rasul sehingga mampu Berlayar Bersama dalam Satu Perahu Petrus.

 

A.   PEMBUKAAN

1.     Pengantar

F          Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus.

            Pertemuan kita kali ini, kita akan mendengarkan Sabda Tuhan tentang ”perjalanan dua murid Yesus ke Emaus”. Sampai di Emaus bukan menjadi tujuan. Tetapi kembali ke Yerusalem dan berkumpul bersama para murid yang lain, menjadi proses sionodalitas yang memerlukan refleksi yang mendalam.

           

            Bapa Uskup kita, penerus pengajaran para rasul, mengajak kita memahami ”Makna dan Dimensi Sinodalitas” (hening sejenak)

2.    

Lagu Pembukaan

F          Mari kita siapkan hati dan budi kita, untuk memulai pertemuan kita ini dengan menyanyikan sebuah lagu pembuka. (silakan pilih lagu dari Puji Syukur yang dapat dinyanyikan oleh semua umat)

 

3.     Penghormatan pada Sabda

F          Mari, kita berdiri dan memberikan penghormatan kepada Kristus, Sang Sabda, yang hadir di tengah-tengah kita.

 

Hormat: mulai (perlahan-lahan menunjukkan kepada mengarah kepadas kepada Firman Tuhan yang ditakhtakan di depan!).… Amin … (kepala diangkat perlahan-lahan).

 

4.     Tanda Salib

F          Dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus.... Amin


 

B.    LANGKAH-LANGKAH PENDALAMAN

1.     Doa Mengundang Tuhan

F          Saya persilahkan salah seorang dari kita untuk berdoa mengundang Yesus.

 

2.     Kita Membaca Kitab Suci

F          Marilah buka Kitab Suci Perjanjian Baru, Injil Lukas, bab 24, ayat 13 sampai 35.

            Saya ulangi, Injil Lukas, Bab 24, ayat 13-35.

            Saya ulangi sekali lagi, Injil Lukas, Bab 24, ayat 13 35.

 

Saya persilahkan salah seorang diantara kita membacanya dengan perlahan-lahan dan dalam suasana doa serta dengan suara lantang

 

Apakah diantara kita yang memegang Kitab Suci dari versi lain baik berupa bahasa atau pun lainnya....?

 

Jika ada, silahkan membaca.

 

F          Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih. Setelah kita mendengarkan Sabda Tuhan, mari, kita juga mendengarkan pengajaran para Rasul melalui Para Bapa Uskup Seluruh Dunia. Para Bapa Uskup dalam Dokumen Akhir menegaskan tentang ”makna dan dimensi sionodalitas” sebagai berikut:

”Sinodalitas adalah perjalanan umat Kristen bersama Kristus dan menuju Kerajaan Allah, dalam persatuan dengan seluruh umat manusia; Berorientasi pada misi, hal ini melibatkan berkumpul dalam pertemuan di berbagai tingkatan kehidupan gerejawi, saling mendengarkan, dialog, kearifan bersama, pembentukan konsensus sebagai ekspresi kehadiran Kristus yang hidup dalam Roh, dan pengambilan keputusan dalam tanggung jawab bersama yang berbeda. Secara sederhana dan ringkas, dapat dikatakan bahwa sinodalitas adalah jalan pembaharuan spiritual dan reformasi struktural untuk menjadikan Gereja lebih partisipatif dan misioner, yaitu, untuk menjadikannya lebih mampu berjalan bersama setiap pria dan wanita, memancarkan terang Kristus” (No. 28 DF).

 

3.     Kita Memilih Kata-Kata Dan Merenungkannya

F          Kita memilih kata-kata atau ungkapan-ungkapan singkat, atau ayat pendek, entah dari teks Kitab Suci atau dari pernyataan Para Uskup Seluruh Dunia, kemudian mendoakannya dengan suara lantang 3 kali, setiap kali diselingi dengan hening sejenak.

            Saya persilakan.....

 

4.     Kita Membiarkan Tuhan Berbicara Kepada Kita Dalam Keheningan

F          Kita berdiam diri selama 2/3 menit, dan mempersilakan Tuhan berbicara kepada kita.

 

5.     Kita Mengungkapkan Apa Yang Telah Kita Dengar Di Dalam Hati.

a.     Kita  saling  berbagi ”kata atau ayat yang direnungkan dalam hati kita” pada saat hening.

b.     Apa kata Tuhan dengan kata atau ayat singkat yang kita renungkan?

c.     Bagaimana kita telah menghayati kata atau ungkapan yang kita renungkan tadi (hendaknya tidak berkhotbah atau diskusi).


PENEGASAN:

a)    Belajar dari pribadi Bunda Maria, kita melihat ciri-ciri Gereja sinodal, misioner, dan penuh belas kasihan yang bersinar terang: mendengarkan, berdoa, bermeditasi, berdialog, mendampingi, membedakan, memutuskan, dan bertindak.

b)    Dari Bunda Maria, kita belajar seni mendengarkan, perhatian terhadap kehendak Allah, ketaatan kepada Firman-Nya, kemampuan untuk memahami kebutuhan orang miskin, keberanian untuk berangkat, kasih yang menolong, nyanyian pujian, dan sukacita dalam Roh. Karena alasan ini, seperti yang ditegaskan oleh Santo Paulus VI, "tindakan Gereja di dunia adalah seperti perpanjangan dari kepedulian Maria" (MC 28).

c)     Sinodalitas merujuk pada tiga aspek berbeda dalam kehidupan Gereja:

§  pertama, aspek "gaya (style) khas yang menjadi ciri kehidupan dan misi Gereja, yang mengungkapkan hakikatnya sebagai perjalanan bersama dan pertemuan atau perjumpaan Umat Allah, yang dipanggil oleh Tuhan Yesus dalam kuasa Roh Kudus untuk mewartakan Injil.

§  kedua, "sinodalitas kemudian menunjukkan, dalam pengertian yang lebih spesifik dan dari sudut pandang teologis dan kanonik, struktur-struktur dan proses gerejawi di mana sifat sinodal Gereja diungkapkan pada tingkat institusional, dan begitu pula pada berbagai tingkat realisasinya: lokal, regional, dan universal.

§  ketiga, sinodalitas mengacu pada "terjadinya peristiwa-peristiwa sinodal...., sesuai dengan prosedur khusus yang ditentukan oleh disiplin gerejawi, yang melibatkan dengan berbagai cara, di tingkat lokal, regional, dan universal,.... untuk memenuhi evangelisasinya".

d)    Sinodalitas dalam konsep persekutuan, mengungkapkan substansi mendalam dari misteri dan misi Gereja, yang bersumber dan berpuncak pada perayaan Ekaristi: persatuan dengan Allah Tritunggal dan kesatuan di antara pribadi-pribadi manusia yang terwujud dalam Kristus melalui Roh Kudus.

e)    Dengan menghargai semua karisma dan pelayanan, sinodalitas memungkinkan Umat Allah untuk mewartakan dan memberi kesaksian tentang Injil kepada perempuan dan laki-laki di setiap tempat dan waktu, menjadi "sakramen yang terlihat" (LG 9) dari persaudaraan dan kesatuan dalam Kristus yang dikehendaki Allah. Sinodalitas dan misi terkait erat: misi menerangi sinodalitas dan sinodalitas mendorong menuju misi.

f)     Sinodalitas menawarkan "kerangka penafsiran yang paling tepat untuk memahami pelayanan hierarkis itu sendiri" (Fransiskus, Pidato untuk Peringatan 50 Tahun Pendirian Sinode Para Uskup, 17 Oktober 2015) dan menempatkan dalam perspektif yang tepat mandat yang Kristus percayakan, dalam Roh Kudus, kepada para Gembala.

 

6.     Kita Membicarakan Dan Menentukan Tugas-Tugas Yang Kita Yakini Diserahkan Tuhan Kepada Komunitas Kita Untuk Dilaksanakan Bersama.

 

F    Bapak-ibu, saudara-saydari yang terkasih. Mari kita:

a.     Melaporkan tugas yang telah dilaksanakan.

b.     Tugas baru mana yang akan kita lakukan. Siapa buat apa dan bilamana.

c.     Memilih sebuah “Sabda Kehidupan.” Sabda Kehidupan dipilih dari teks Kitab Suci / Pengajaran Para Uskup oleh komunitas untuk dihayati semua anggota komunitas selama satu atau beberapa minggu ke depan.

 

7.     Kita Berdoa Bersama Secara Spontan.

F          Kita semua diundang untuk mengungkapkan doa baik itu doa pujian, doa syukur dan doa permohonan yang keluar dari hati kita secara spontan.

           

            Mari kita satukan semua doa kita dengan doa yang diajarkan Yesus kepada kita.

 

            Kita doakan doa fokus pastoral 2026 bersama-sama.....

 

C.    PENUTUP

1.     Penghormatan pada Sabda

F          Mari, kita berdiri dan memberikan penghormatan kepada Kristus, Sang Sabda, yang hadir di tengah-tengah kita.

 

Hormat: mulai (perlahan-lahan menunjukkan kepada mengarah kepadas kepada Firman Tuhan yang ditakhtakan di depan!).… Amin … (kepala diangkat perlahan-lahan).

 

2.     Tanda Salib

F          Dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus.... Amin.

 

3.     Lagu Penutup

F          Marilah kita tutup pertemuan ini dengan menyanyikan sebuah lagu. (pilih nyanyian yang diketahui semua).

=***=

KBG MEMAHAMI DASAR-DASAR SAKRAMENTAL UMAT ALLAH (TANGGUNGJAWAB BERSAMA DALAM MISI)

 

Aksi Nyata KBG-KBG dalam suatu Wilayah (2) menanggung Koor pada saat Misa Palma 2026 di Paroki Sta. Bernadeth Pangkalpinang

PERSIAPAN:

·       Doa Fokus Pastoral 2026

·       Teks Lagu Fokus Pastoral

·       Buku Puji Syukur

·       Meja pentakhta Sabda dan dua lilin

 

Tujuan: Supaya anggota KBG memahami KBG sebagai fokus dan tempat kita mempraktekkan Gereja Sinodal.

 

A.   PEMBUKAAN

1.     Pengantar

F          Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus.

 

            Pertemuan kita kali ini, kita akan mendengarkan Sabda Tuhan yang diambil dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus. Kita akan mendengarkan ”beragam karunia dari setiap orang, namun kita satu dalam Kristus. Kristus-lah menyatukan kita menjadi satu.”

 

            Tidak hanya itu, kita juga mendengar pengajaran dari Bapa Uskup, Mgr. Adrianus Sunarko, OFM, pengganti para rasul yang meneruskan pengajaran para rasul, mengajak kita untuk berjalan bersama dengan Gereja Universal, dengan Dasar-dasar Sakramental Umat Allah.  (hening sejenak)

 

2.     Lagu Pembukaan

F          Mari kita siapkan hati dan budi kita, untuk memulai pertemuan kita ini dengan menyanyikan sebuah lagu pembuka. (silakan pilih lagu dari Puji Syukur yang dapat dinyanyikan oleh semua umat)

 

3.     Penghormatan pada Sabda

F          Mari, kita berdiri dan memberikan penghormatan kepada Kristus, Sang Sabda, yang hadir di tengah-tengah kita.

 

Hormat: mulai (perlahan-lahan menunjukkan kepada mengarah kepadas kepada Firman Tuhan yang ditakhtakan di depan!).… Amin … (kepala diangkat perlahan-lahan).

 

4.     Tanda Salib

F          Dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus.... Amin

 

B.    LANGKAH-LANGKAH PENDALAMAN

1.     Doa Mengundang Tuhan

F          Saya persilahkan salah seorang dari kita untuk berdoa mengundang Yesus.

 

2.     Kita Membaca Kitab Suci

F          Marilah buka Kitab Suci Perjanjian Baru, Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus, Bab 12, ayat 12 sampai dengan ayat 13.

            Saya ulangi, 1Korintus, Bab 12, ayat 12-13.

            Saya ulangi sekali lagi, 1Korintus, Bab 12, ayat 12-13.

 

Saya persilahkan salah seorang diantara kita membacanya dengan perlahan-lahan dan dalam suasana doa serta dengan suara lantang

 

Apakah diantara kita yang memegang Kitab Suci dari versi lain baik berupa bahasa atau pun lainnya....?

 

Jika ada, silahkan membaca.

 

F          Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih. Setelah kita mendengarkan Sabda Tuhan, mari, kita juga mendengarkan pengajaran para Rasul melalui Para Bapa Uskup Seluruh Dunia. Para Bapa Uskup dalam Dokumen Akhir Sidang Para Uskup 2024 menegaskan tentang Dasar-dasar Sakramental Umat Allah demikian:

 

”Perjalanan sinodal Gereja telah membawa kita untuk menemukan kembali bahwa beragam panggilan, karisma, dan pelayanan memiliki satu akar: "Oleh satu Roh kita semua dibaptis menjadi satu tubuh" (1Kor. 12:13). Baptisan adalah dasar kehidupan Kristen karena memperkenalkan setiap orang kepada karunia terbesar: menjadi anak-anak Allah, yaitu, peserta dalam hubungan Yesus dengan Bapa dalam Roh Kudus. Tidak ada yang lebih tinggi dari martabat ini, yang diberikan secara sama kepada setiap orang, yang memungkinkan kita untuk mengenakan Kristus dan dicangkokkan kepada-Nya seperti ranting-ranting pada pokok anggur. Nama "Kristen" yang dengan bangga kita sandang mengandung rahmat yang merupakan dasar kehidupan kita dan yang memungkinkan kita untuk berjalan bersama sebagai saudara dan saudari”(No. 21 DF)

 

3.     Kita Memilih Kata-Kata Dan Merenungkannya

F          Kita memilih kata-kata atau ungkapan-ungkapan singkat, atau ayat pendek, entah dari teks Kitab Suci atau dari pernyataan Para Uskup Seluruh Dunia, kemudian mendoakannya dengan suara lantang 3 kali, setiap kali diselingi dengan hening sejenak.

            Saya persilakan.....

 

4.     Kita Membiarkan Tuhan Berbicara Kepada Kita Dalam Keheningan

F          Kita berdiam diri selama 2/3 menit, dan mempersilakan Tuhan berbicara kepada kita.

 

5.     Kita Mengungkapkan Apa Yang Telah Kita Dengar Di Dalam Hati.

a.     Kita  saling  berbagi ”kata atau ayat yang direnungkan dalam hati kita” pada saat hening.

b.     Apa kata Tuhan dengan kata atau ayat singkat yang kita renungkan?

c.     Bagaimana kita telah menghayati kata atau ungkapan yang kita renungkan tadi (hendaknya tidak berkhotbah atau diskusi).

PENEGASAN:

a)     Melalui Baptisan, "umat Allah yang kudus juga turut serta dalam tugas kenabian Kristus, memberikan kesaksian hidup tentang Dia, terutama melalui kehidupan iman dan kasih" (LG 12).

b)    Melalui Baptisan, semua orang Kristen berpartisipasi dalam sensus fidei. Sensus fidei (perasaan iman/naluri iman) adalah karunia Roh Kudus yang diberikan kepada seluruh umat beriman (Gereja), yang memungkinkan mereka untuk secara intuitif mengenali, menerima, dan menghayati kebenaran iman Katolik. Ini bukan pendapat pribadi, melainkan pemahaman batiniah kolektif yang mendalam yang membuat Gereja secara keseluruhan tidak dapat sesat dalam beriman (No. 23 DF). 

c)     Baptisan tidak dapat dipahami sepenuhnya kecuali dalam konteks Inisiasi Kristen, yaitu perjalanan yang dengannya Tuhan, melalui pelayanan Gereja dan karunia Roh, memperkenalkan kita pada iman Paskah dan memasukkan kita ke dalam persekutuan Tritunggal dan gerejawi (No. 24 DF).

d)    Dalam perjalanan Inisiasi Kristen, sakramen Penguatan memperkaya kehidupan umat beriman dengan pencurahan Roh Kudus yang khusus demi kesaksian (No. 25 DF)

e)     Perayaan Ekaristi, khususnya pada hari Minggu, adalah cara pertama dan mendasar di mana Umat Allah yang kudus berkumpul dan bertemu satu sama lain. Dalam perayaan Ekaristi, "kesatuan Gereja ditandai dan diwujudkan" (UR 2).

f)      Perayaan sinodal adalah peristiwa yang merayakan persatuan Kristus dengan Gereja-Nya melalui karya Roh Kudus. Dialah yang memastikan kesatuan Tubuh Gerejani Kristus dalam kebaktian Ekaristi dan sinodal. Liturgi berarti mendengarkan Firman Allah dan menanggapi inisiatif perjanjian-Nya (No. 27 DF).

 

6.     Kita Membicarakan Dan Menentukan Tugas-Tugas Yang Kita Yakini Diserahkan Tuhan Kepada Komunitas Kita Untuk Dilaksanakan Bersama.

F    Bapak-ibu, saudara-saydari yang terkasih. Mari kita:

a.     Melaporkan tugas yang telah dilaksanakan.

b.     Tugas baru mana yang akan kita lakukan. Siapa buat apa dan bilamana.

c.     Memilih sebuah “Sabda Kehidupan.” Sabda Kehidupan dipilih dari teks Kitab Suci / Pengajaran Para Uskup oleh komunitas untuk dihayati semua anggota komunitas selama satu atau beberapa minggu ke depan.

 

7.     Kita Berdoa Bersama Secara Spontan.

F          Kita semua diundang untuk mengungkapkan doa baik itu doa pujian, doa syukur dan doa permohonan yang keluar dari hati kita secara spontan.

            Mari kita satukan semua doa kita dengan doa yang diajarkan Yesus kepada kita.

            Kita doakan doa fokus pastoral 2026 bersama-sama.....

 

C.    PENUTUP

1.     Penghormatan pada Sabda

F          Mari, kita berdiri dan memberikan penghormatan kepada Kristus, Sang Sabda, yang hadir di tengah-tengah kita.

 

Hormat: mulai (perlahan-lahan menunjukkan kepada mengarah kepadas kepada Firman Tuhan yang ditakhtakan di depan!).… Amin … (kepala diangkat perlahan-lahan).


2.     Tanda Salib

F          Dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus.... Amin.

 

3.     Lagu Penutup

F          Marilah kita tutup pertemuan ini dengan menyanyikan sebuah lagu. (pilih nyanyian yang diketahui semua).

=***=