Senin, 17 Desember 2018


REKOMENDASI KOMISI KOMUNIKASI SOSIAL 
KEUSKUPAN PANGKALPINANG





 RUMAH RETRET KEUSKUPAN
PURI SHADANNA  PANGKALPINANG
14-15 DESEMBER 2018

A. PENGANTAR
1.      Misa pembuka kegiatan Pelatihan Jurnalistik, tanggal 14 Desember 2018 oleh RP. Nugroho Krisusanto, SS.CC, Vikjend Keuskupan Pangkalpinang. Dalam kotbahnya, Romo yang sering disapa, Romo Nug ini, menekankan hal yang mendasar dari jurnalistik itu. Hal yang mendasar itu ialah bahwa seorang jurnalis berani mewartakan kebenaran dari sebuah peristiwa atau kejadian atau moment yang terjadi walaupun itu berbahaya sekalipun.

2.      Menjadi pewarta kebenaran inilah, yang juga hal mendasar bagi kita sekarang ini, yang sedang bergelut dalam ‘Pelatihan Jurnalistik’. Kegiatan Pelatihan Jurnalistik adalah ‘jalan baru’ bagi ‘BERKAT’ untuk meretas dirinya supaya lebih maju dalam ‘communio’ dan menjadi pembawa kabar sukacita bagi umat Keuskupan Pangkalpinang. ‘Laetentur Insulae Multae’.

B.  DASAR JURNALISTIK KATOLIK
3.      Dalam berpastoral Komunikasi Sosial, sumber dasar jurnalistik Katolik adalah Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Inilah yang disebut ‘tiga pilar sumber’. Didalam ketiga sumber dasar inilah seorang jurnalist menggali dan mendapat inspirasi untuk menjadi corong Kabar Sukacita Kristus.

4.      Sumber dasar jurnalistik Katolik yang perlu digali secara khusus untuk menjadi corong Kabar Sukacita Kristus, telah dimulai sejak Konsili Vatikan II (1961-1965). Salah satu dekrit yang dihasilkan Konsili Vatikan II untuk pastoral Komunikasi Sosial adalah dekrit Inter Mirifica (1963), dekrit tentang upaya-upaya komunikasi sosial yang didalamnya juga, membicarakan seputar teknologi komunikasi sosial. Dari dalam inilah, dasar tugas perutusan Gereja, sebagai tanda Gereja hadir dan ikutserta dalam mengembangkan Media Sosial.
5.      Selain sumber tadi, masih ada sumber lain seperti Communio et Progressio (1971) dan Aetatis Novae (1992) – terbitnya suatu era baru. Dalam Communio et Progressio ditandaskan bahwa Kristus menjadi pusat pewartaan Gereja, yang diungkap antara lain melalui corong - media keuskupan kita. Pewartaan Gereja adalah kewajiban Gereja. Rasul Paulus mengatakan ‘Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil’ (1Kor. 9:16).
6.      Melalui Media Sosial Keuskupan Pangkalpinang: ‘BERKAT’, ‘BERKAT’ melanjutkan ‘Evangelisasi Baru’, sebagai salah satu cara umat Keuskupan Pangkalpinang melaksanakan perintah Injil: ‘Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil’ (1Kor.9:16).

C. PELAKSANAAN PELATIHAN JURNALISTIK
7.      Puri Shadanna, rumah retret Keuskupan Pangkalpinang menjadi tempat Pelatihan Jurnalistik Komisi Komunikasi Sosial (KOMSOS) Keuskupan Pangkalpinang. Pelatihan ini berkat kerjasama dengan KOMSOS KWI dan dengan paroki-paroki se-kevikepan Bangka Belitung. Pelatihaan diselenggarakan dari tanggal 14 – 15 Desember 2018.

8.      Hadir dalam pelatihan 9 peserta dari paroki-paroki kevikepan Bangka Belitung, Proki Katedral mengutus 3 orang (Willy Defiandi, Jafri Niko Sella dan Mateus Gunawan), Paroki Sungailiat 1 orang (Ignatius Aditya), Paroki Koba 3 orang (Margareta Puji Rahayu, Albertus Guntur M.P dan Laurentia Dwi D.P), Paroki Belinyu 1 orang (Josephine Olivia) dan Paroki Tanjungpandan 1 orang (Yohanes Junisan). Hanya Paroki Mentok dan St. Bernadeth yang tidak mengirim utusannya.

9.      Kegiatan jurnalist ini diprakarsai oleh KOMSOS Keuskupan Pangkalpinang yang dikomandoi oleh RD. Stefanus Tomeng Kelen. Hadir juga para penggiat KOMSOS keuskupan Pangkalpinang, Fennie (ketua panitia), Dhina (bendahara dan notulis), Isidorus Sandy (sie. transportsi), Bayu (sie. dokumentasi), Septian (sie. perlengkapan) dan Alfons Liwun (sie. acara).

10. Narasumber Pelatihan Jurnalistik antara lain: KOMSOS KWI (Pastoral KOMSOS KWI), Delegatus KOMSOS Keuskupan Pangkalpinang, dan Ibu Fennie-Babel Preview, sekaligus sebagai wakil KOMSOS Keuskupan Pangkalpinang

D. ‘BERKAT’ – CORONG INFORMASI KEUSKUPAN PANGKALPINANG
11. ‘BERKAT’ adalah corong dalam rupa sebagai media informasi Keuskupan Pangkalpinang yang didirikan pada tahun 1968, kini telah masuk usia ke-50 tahun. Media ini muncul dari aspirasi umat dalam pertemuan Musyawarah Pastoral (Muspas) Keuskupan Pangkalpinang. ‘BERKAT’ dimulai dengan cetak stensilan (1968-1994) kemudian beralih dalam bentuk majalah (1995-2003), pernah menjadi tabloid (2003-2014) dan kini kembali ke bentuk majalah (2015-sekarang) lagi.

12. ‘BERKAT’ itu posisinya adalah milik umat-sarana informasi umat yang tersebar di pulau-pulau. Karena itu yang diberitakan adalah tentang informasi umat yang dihidup di KBG-KBG dalam paroki, yang ada di pulau-pulau. Dalam KBG-KBG di setiap Paroki ada banyak aktivitas-kegiatan umat. Kegiatan-kegiatan itu yang kita informasikan-kita beritakan. Disinilah sebenar peran kita. Memberitakan apa yang terjadi di KBG-KBG sehingga KBG-KBG yang lain di paroki-paroki kita mendapat informasi, dan siapa tahu bisa memberikan dukungan sebagai respons balik informasi tersebut.

13. Ulasan berita dalam ‘BERKAT’ ialah ulasan yang memiliki nilai Katolik dan Gerejawi. Mungkin inilah ‘sudut pandang-angle’ kita terhadap suatu peristiwa secara benar, yang diungkapkan dalam 5W + 1H. Apalagi dilengkapi dengan photo-photo atas sebuah peristiwa atau kejadian tersebut. Karena itu dalam ulasan pemberitaan, seorang jurnalist menulis berita dengan memperhatikan lima karakter, yaitu: (1). tepat, benar, singkat dan jelas; (2). kelengkapan; (3). kedalaman; (4). kelanjutan; dan (5). kepercayaan / dipercayai. Setiap berita yang ditulis oleh jurnalist harus memiliki ‘nilai-nilai baru’ (new value) yaitu: aktual, tokoh, kedekatan, draamatic, magnitude, unique, trend, new angle, kontroversial, relevant, exclusive dan first time.

E.  TINDAK LANJUT DARI PELATIHAN JURNALISTIK
14. Peserta yang ikut pelatihan jurnalistik tanggal 14-15 Desember 2018: 9 orang, menjadi kontributor ‘BERKAT’ di setiap paroki masing-masing.

15. ‘BERKAT’ mulai diterbitkan dengan berita-berita dari KBG-KBG dan paroki-paroki di Utara dan Selatan. Tahun 2019, fokus kita pada ‘Berpusat pada Kristus’. Maka pemberitaan jurnalis pun diarahkan pada fokus pastoral keuskupan kita.

16. Pelatihan Jurnalis sangat dianjurkan untuk berkelanjutan. Selain pelatihan tulis menulis, juga diusulkan pelatihan tentang editing video, memotret yang tepat-fokus, dll untuk peserta yang sekarang ini lagi.

17. Pelatihan Jurnlisti oleh Komsos Keuskupan Pangkalpinang untuk saudara-saudari kita di Paroki dengan kerjasama PIPA Paroki (fakultatif).

18. Pelatihan Jurnalistik internal keuskupan pada pekan Komsos 27 Mei – 2 Juni 2019.

19. Komsos Keuskupan Pangkalpinang bekerjasama dengan Komkep untuk pelatihan Jurnalistik, 2019.

F.  PENUTUP
Demikianlah beberapa catatan penting yang boleh menjadi hasil dari pelatihan ini. Hasil ini juga sekaligus sebagai rekomendasi peserta pelatihan untuk menjalankan tugasnya sebagai pemberita kabar sukacita.

Sambil mengutip pesan Rasul Agung Santo Paulus: ‘Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil’, para peserta berkomitmen untuk membantu ‘BERKAT’ menjadi kontributor di lapangan.

Rumat Retret-Puri Shadanna, 15 Desember 2018

Ketua Panitia,                                                                                       Wakil peserta,



Fennie                                                          Mateus Gunawan                            Josephine Oliva

Mengetahui,
Delegatus Komsos,



RD. Stefanus Tomeng Kelen

Sabtu, 07 Juli 2018

HASIL KERJA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PASTORAL OMK ZAMAN NOW


ANGGOTA KELOMPOK IV KEGIATAN “LIVE IN”

JADI MAHASISWA/MAHASISWI SINGKAT:

(1). Sr. Aurelia, DSY (2). Sr. Jasintha, JMJ (3). Ibu Lusia Wakey 
(4). Bpk. Elias Anwar (5). Bpk. Alfons Liwun



MERANCANG PAKET KEGIATAN



Nama Kegiatan               : LIVE IN

Waktu                              : 5-7 JULI 2018

Sasaran                            : Anak-anak SMA YPPK Adhi Luhur Nabire-Timika
Tema Umum                   : MEKAR: CINTA TUHAN, ALAM DAN SESAMA
                                           (MEKAR: MEMBANGUN KARAKTER)
                                   
Tujuan Umum                   Peserta diajak untuk mengalami perjuangan hidup bersama:
@. Di dalam keluarga
@.  Di Alam

Matriks kegiatan per sesi :
           
Hari/tanggal
Waktu
Kegiatan
Tempat
Penanggung
Jawab
Ket
Kamis, 5 Juli 2018

08.00-
09.00


09.00-10.00




10.00-12.00




12,00-13.00


13.00-18.00







18.00-19.00


19.00-20.00


20.00-21.30

21-30-
...
Berangkat dari Sekolah ke tempat Live In

Ceremoni pembukaan



Menuju ke rumah keluarga baru



Makan siang bersama keluarga

Aktivitas di rumah dan lingkungan bersama umat (bersih-bersih rumah, ke sawah, ke pasar, ke kebun, dll

Istirahat dan mandi


Makan malam


Refeksi malam I

Istirahat, tidur malam
SMA YPPK Adiluhur  Nabire- Timika.

Desa Wanggar Nabire
Gereja Santo Fransiskus Asisi

Rumah keluarga masing-masing




Rumah keluarga masing-masing


Lokasi live in








Rumah keluarga



Rumah keluarga


Balai kampung


Rumah keluarga masing-masing

Ibu Lusia dan
Sr. Jasintha, JMJ


DPP dan Panitia Live In



Orang tua asuh dan panitia lokal




Orang tua asuh



Orang tua asuh








Orang tua asuh



Orang tua asuh


Panitia lokal


Orang tua asuh




Sambutan selamat datang dari Panitia Lokal
Sambutan serah terima anak dari Panitia Live In (SMA) kepada
Panitia Lokal & keluarga




§  Agar menerima situasi apa adanya dari keluarga mereka
§  Supaya mengenal lingkungan hidup dan pekerjaan hidup mereka.
§  Agar bersyukur atas apa yang telah diterima selama seharian.

Jumat, 6 Juli 2018

05.00-06.00


06-00-10.00





10.00-12.30-



12.30-13.30


13,30-
18.00



18.00-19.00



19,00-21.30





21-30-
...
Bangun pagi dan cuci muka, sarapan

Aktivitas mengikuti orang tua Ke kebun, pasar, sungai, cari kayu bakar, dll

Jelajah alam



Istirahat dan makan siang bersama

Belajar Budaya: Membuat makanan tradisoanal: bakar batu dan papeda

Aktivitas di rumah keluarga (mandi, dll)

Makan bersama dan sharing budaya bersama masyarakat
Refleksi Malam II

Istirahat, tidur malam
keluarga


Desa Wanggar Timika




Sungai: cari ikan, Proses pembuatan sagu
Rumah keluarga


Alam terbuka




Rumah keluarga



Rumah adat: Honai





Rumah keluarga masing-masing

Orang tua


Orang tua





Panitia Lokal



Orang tua


Panitia lokal




Orang tua asuh



Orang tua asuh, Ketua Adat, Panitia Lokal



Orang tua asuh





§ Supaya melihat dan mengalami sendiri situasi umum masyarakat termasuk budaya.
§ Supaya menerima dan menghargai budaya setempat sebagai kreasi akal budi dan perasaan manusia
§ Agar menyadari diri untuk mengembangkan talenta dan bakat yang dimiliki.








Sabtu, 7 Juli 2018

05.00-06.00


06-00-10.00





10.00-12.30-


12.30-13.30

Bangun pagi dan cuci muka, sarapan

Belajar Budaya: menari yospan, sajojo dan TARIAN SUSU
Refleksi III

CEROMONY PENUTUPAN

Sayonara dan kembali ke sekolah


keluarga


Desa Wanggar Timika




Gereja dan aula


Rumah keluarga, sekolah


Orang tua


Panitia Lokal





Panitia lokal


Panitia lokal dan guru


§  Agar menerima dan menghargai seni yang dimiliki oleh masyarakat setempat
§  Agar menyadari diri sebagai manusia yang memiliki seni yang perlu ditumbuh kembangkan.
           
Alumni 1707: Para Pewarta tentang Keselamatan OMK di zaman Now

-***=

PROSES KEGIATAN HARI PERTAMA
SUBTEMA: MEMBANGUN KEBERSAMAAN DIDALAM KELUARGA BARU

Persiapan:
@. Laptop
@. Infokus
@. Kitab Suci (KEJADIAN 1: 26-27)
@. Teks Lagu

A.     PEMBUKA                  :
1)      Lagu Pembuka      : Hari ini Kurasa Bahagia atau Terima kasih Tuhan
2)      Doa                       : oleh salah seorang dari Anak-anak  SMA
3)      Ice breaking          : -

B.     REFLEKSI  ATAS PENGALAMAN BERSAMA DI DALAM KELUARGA:

PERTANYAAN PENDALAMAN:
1)      Apa yang kamu rasa ketika berjumpa dan berkumpul bersama anggota keluarga baru?
2)      Pengalaman  apa yang paling menyentuh hati atau perasaan ANDA?
3)      Nilai-nilai apa yang ANDA dapat dari pengalaman seharian bersama keluarga baru?
4)      Nilai-nilai mana yang ANDA rasa perlu untuk dikembangkan selanjutnya didalam hidup ANDA?

MEMBACA TEKS KITAB SUCI: KITAB KEJADIAN 1: 26-27

PENEGASAN/PENEGUHAN:
§  Nilai-nilai yang didapat:
o  Bersyukur atas apa yang mereka terima,
o  Terima apa adanya,
o  Belajar untuk sabar dan rendah hati,
o  Kebersamaan dan kekeluargaan.
o  Belajar untuk menempatkan diri atau menyesuaikan diri dengan keadaan keluarga baru
§  Bahwa nilai-nilai yang kita terima ini merupakan usaha atau kerja keras kita. Hal inilah yang membedakan aktivitas kita selama ini yang hanya berada didalam kelas – sekolah.
§  Setiap usaha sekecil apapun akan sangat berharga jika itu dilakukan dengan rasa syukur dan tanggungjawab.
§  Kesaksian hidup secara nyata yang dialami dalam berbagai kegiatan dan perjumpaan bersama orang lain dan bersama alam dan budaya semakin menghantar saya untuk mengalami Tuhan dan sesama.

PENUTUP:
1)      Doa penutup      :  dari Mazmur 148.
2)      Lagu Penutup     :  Tingkatkan Karya serta Karsa membangun dunia,
    MB No. 533

=***=

PROSES KEGIATAN HARI KEDUA:
SUBTEMA: BELAJAR BERSAMA KELUARGA DALAM MEMBANGUN BUDAYA YANG MENGHIDUPKAN
Persiapan: 
@. Laptop
@. Infokus
@. Kitab Suci (KEJADIAN 1: 11-12)  
@. Teks Lagu
@. Teks Doa: Umat Kristen bersama semua makhluk (LS)
@. Video (BAKAR BATU DAN PROSES PEMBUATAN SAGU)

A.     PEMBUKA                :
1)      Lagu Pembuka   : Hari ini Kurasa Bahagia atau Terima kasih Tuhan
2)      Doa                               : oleh Salah seorang dari Anak-anak SMA
3)      Ice breaking                 : -

B.     REFLEKSI  ATAS PENGALAMAN BERSAMA DI DALAM KELUARGA:

MENYAKSIKAN VIDEO:

PERTANYAAN PENDALAMAN:

1)    Apa yang ANDA rasakan ketika berjumpa dan berkumpul dengan orang-orang yang memiliki daya kreasi yang berbeda dari ANDA?
2)      Pengalaman  apa yang paling menyentuh hati atau perasaan ANDA?
3)   Nilai-nilai apa yang ANDA dapat dari pengalaman seharian bersama dalam belajar budaya setempat?
4)     Nilai-nilai mana yang ANDA rasa perlu untuk dikembangkan selanjutnya didalam hidup ANDA?

MEMBACA KITAB SUCI: KEJADIAN 1: 11-12

PENEGASAN/PENEGUHAN:
§  Nilai-nilai yang didapat:
o  Kebersamaan-kerjasama-tolong menolong-saling membantu
o  Menghargai satu sama lain, menerima budaya setempat sebagai daya kreasi hidup masyarakat
o   
§  Bahwa budaya setempat yang kita terima dari masyarakat merupakan suatu proses perjalanan yang panjang dan kreatif. Sebagai daya kreasi suatu masyarakat, yang menggambarkan ciri khas masyarakat itu, itulah yang sebenarnya penjelmaan talenta yang dimiliki oleh setiap orang dalam masyarakat.
§  Budaya yang hidup didalam suatu masyarakat, mencerminkan karakter hidup masyarakat itu. Oleh sebab itu, perlu menerima dan menghargai budaya tersebut, sebagai bagian dari kebhinekaan. Karena budaya dapat mempersatukan tanpa membeda-bedakan, sebagai sarana yang mempererat sesama.
§  Untuk itu, kita patut menyadari dan sekaligus melakukan sesuatu yang baik supaya sampai kepada semua orang dengan cara mewartakan budaya itu sendiri dengan cara kita.

C.      PENUTUP:
1)     Doa penutup: 

Doa Umat Kristen bersama semua makhluk

Kami memuji Engkau, Ya Bapa,
bersama semua makhluk-Mu,
yang berasal dari tangan-Mu yang kuat.
Mereka adalah milik-Mu,
dipenuhi dengan kehadiran dan cinta-Mu yang lembut.

Terpujilah Engkau!
Putra Allah, Yesus, segala sesuatu diciptakan melalui Engkau.
Engkau dibentuk dalam rahim Maria,
Engkau telah menjadi bagian dari bumi ini,
dan Engkau telah melihat dunia dengan mata manusia.
Sekarang ini Engkau hidup dalam setiap makhluk dengan kemuliaan kebangkitan-Mu.

Terpujilah Engkau!
Roh Kudus, dengan terang-Mu
Engkau mengarahkan dunia ini kepada kasih Bapa
dan menyambut rintihan segala makhluk;
Engkau juga hidup dalam hati kami
untuk mendorong kami melakukan apa yang baik.

Terpujilah Engkau!
Ya Allah Tritunggal, persekutuan kasih yang agung dan tanpa batas,
ajarkan kami untuk menatap Engkau dalam keindahan alam semesta,
di mana segala sesuatu berbicara tentang Dikau.
Bangkitkan puji dan syukur kami
atas semua makhluk ciptaan-Mu.

Anugerahilah kami
agar dapat merasakan ikatan mendalam dengan semua yang ada.
Allah yang mahakasih, tunjukkan tempat kami di dunia ini
sebagai sarana kasih-Mu
untuk semua makhluk di bumi ini,
karena tiada yang Engkau lupa.

Terangilah para pemegang kekuasaan dan modal
agar mereka menjaga diri
terhadap dosa ketidakpedulian,
mencintai kesejahteraan umum,
memajukan orang lemah,
dan merawat dunia yang kami huni.
Orang-orang miskin bersama bumi memohon:

Ya Tuhan, peganglah kami
dengan kuasa dan terang-Mu
untuk melindungi segenap yang hidup,
untuk menyiapkan masa depan yang lebih baik
untuk mendatangkan Kerajaan-Mu,
Kerajaan keadilan, damai, cinta, dan keindahan.
Terpujilah Engkau!
Amin.

2)      Lagu Penutup     :  Laudato Si
=***=
 

PROSES KEGIATAN HARI KETIGA
SUBTEMA KE-3: MERAYAKAN KEBERSAMAAN DALAM SENI

Persiapan: 
@. Laptop
@. Infokus
@. Kitab Suci (MAZMUR 8: 2-10)
@. Teks Lagu
@. Video (TARIAN SUSU)

A.     PEMBUKA                         :
Lagu Pembuka                   : Hari ini Kurasa Bahagia atau Terima kasih Tuhan
Doa                                    : oleh Salah seorang dari Anak-anak SMA
Ice breaking                       : -

B.     REFLEKSI  ATAS PENGALAMAN BERSAMA DI DALAM MASYARAKAT:


Pertanyaan pendalaman:

    1)    Apa pendapat ANDA tentang seni yang ditampilkan atau dirayakan dalam
         kebersamaan?
    2)    Bagaimana perasaan ANDA ketika meyaksikan atau merayakan seni
         itu?           
    3)    Nilai-nilai atau manfaat apa saja yang ANDA dapat dari pentas seni dalam
         kebersamaan itu?
    4)   Bagaimana cara ANDA mewartakan seni itu agar dapat diketahui dan
         dirasakan oleh semua orang?

MEMBACA TEKS KITAB SUCI: MAZMUR 8: 2-10

PENEGASAN/PENEGUHAN:
§  Nilai-nilai yang didapat:
o  Seni itu karya ciptaan dan kreasi masyarakat setempat
o  Seni itu warisan dari leluhur yang terus menerus dipertahankan dan dilestarikan
o  Seni itu Membawa kegembiraan-sukacita-persaudaraan dalam keragaman
o  Seni itu menjadi bagian dari hidup manusia karena didalamnya ada nilai refreshing atau rekreasi manusia.

§  Bahwa setiap kita memiliki seni dan kekuatannya yang berbeda-beda. Perbedaan inilah yang semestinya mendorong kita untuk tetap saling menghargai.
§  Karena itu seni harus dihargai. Sekaligus menuntut kita untuk mengucapkan rasa syukur dan tanggungjawab seni yang kita miliki.
§     Seni yang dimiliki itu indah dan menarik serta mempunyai daya kekuatan spiritual maka seni  itu perlu diwartakan kepada semua orang yang kita jumpa.

PENUTUP:

    1)    Doa penutup                  :  Salah seorang siswa/i SMA.
    2)    Lagu Penutup                 :  Syukur bagimu ya Tuhan, MB No. 488 (1-4)

=***=
Alumni 1707: Para Pewarta Keselamatan bagi OMK di zaman Now