Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

K-liwu Koda - Lewo Igo Rian Sina

Gambar
Klake Kbele Lewo Tana (25/4/2011) di Koko Kawaliwu Kata “Koda” sebuah kata lokal Lama Holot. Lama Holot sendiri adalah sebuah budaya yang ada dan hadir serta berkembang di ujung Timur Pulau Flores. Kata “koda” sehari-hari sering divokalkan oleh masyarakat Lama Holot Lewo Lema dengan kata “kodak”. Ada penambahan sebuah huruf konsonan “k” dibelakangnya. Namun, arti katanya sama yaitu “berbicara”. Koda, hubungannya dengan orang dan alam sekitarnya. Ada orang yang “koda” dan ada orang yang mendengarkan “koda”. Sama-sama “koda” berarti tidak ada yang mendengarkan. Jarang sekali dalam budaya Lama Holot hal ini terjadi. Jika terjadi, maka budaya Lama Holot menegaskan bahwa ini “tidak sopan”. Tidak menghargai yang di-koda-kan. Maka disinilah, yang muda memposisikan diri sebagai pendengar lebih dahulu sementara yang tua lebih dulu koda. Bp. B. Belawa Liwun-Ketua Ata Klake (5/5/2015) Budaya Lama Holot hampir semuanya, awalnya tidak mengenal tulis menulis. Para pencari masa lal

Misa Pekan Suci 2020 Keluarga Keuskupan Pangkalpinang Mengikuti Secara Live Streaming

Gambar
Dok. Komsos Pangkalpinang Ketika virus Corona merebak secara global, perjumpaan umat dalam jumlah besar ditiadakan. Perjumpaan dalam perayaan Ekaristi harian maupun mingguan dibatasi, bahkan tidak diperbolehkan. Pertemuan rutin mingguan pendalaman modul tahun komunio atau pertemuan doa lain pun di KBG-KBG dibekukan untuk sementara waktu. Keluarga adalah harapan satu-satunya yang bisa melakukan perjumpaan secara komunal namun itu pun harus dijaga jaraknya. Bahkan diminta untuk memakai masker alias penutup hidung dan mulut. Tim BERKAT mencoba menghubungi beberapa keluarga di wilayah Keuskupan Pangkalpinang dan meminta komentar mengenai keterlibatan keluarga dalam perayaan Ekaristi melalui live strimeng dari Kapel Keuskupan Pangkalpinang. Dokkel. Bpk. Frans S. Sungailiat Keluarga FX. Subyantoro , asal Paroki Sungailiat, KBG St. Fransiskus Xaverius Bangka, menceritakan bahwa mengikuti misa live strimeng pada awalnya masih membutuhkan konsentrasi ekstra Karena siaran

IN MEMORIAM “RAJA HOGA BERA TUAN RATU LANA”

Gambar
Dokpri, tahun April 2011 Tobo du kaka Bapa di Rie Lima Wana Korke Bale Sinar Hading Hidup ditengah dunia dengan segala pertempuran antara pikiran dan fisik, perjuangan dan persaingan, antara moral dan imoralitas, antara gembira dan duka, antara perajutan tradisi dan penghilangan budaya, tak mengetarkan hati para pejuang budaya kehidupan ini. Mereka justru bersikap hati-hati, mau maju dibilang tidak patuh pada adat dan tradisi. Mau mundur dikatakan kolot. Unik memang! Namun, bagi saya ini adalah situasi “petuah-petuah” kita. Ketika suatu hari (lupa tanggal, maklum sudah tua) pulang kuliah, saya sempat nongol di Kampung Lama, Lango Bele. Sudah sore sekali. Saya dengan rankel di punggung, dengan jeans terbela di lutut kiri dan kanan. Naik dari “mada” dari jauh saya memanggilnya. “Tenga,… o… tenga”. Orangtua itu, muncul dari samping Lango Bele. Dengan khas gayanya, dia menyapa saya. “No, moe ane gere jam pi. Goe be pasang pelita. Goe porit ape pe rura, goe ksa gewalik. Ta

Allah Tritunggal Adalah Allah yang Maharahim Dan Murahhati

Gambar
Liturgi Katolik: Paskah: Allah membangkitkan Yesus. Kenaikan: Allah mengangkat Yesus ke Surga, Pentakosta: Roh Kudus turun atas para rasul dan Gereja, Tritunggal Mahakudus, umat Kristiani merayakan ketiganya sebagai wujud pokok iman yang nyata. Kata “Allah” adalah kata Arab. Seperti juga kata “Alkitab”. Kata “Al” artinya Mahabesar atau Agung, sementara kata “Kitab” artinya buku. Secara harafiah, Alkitab adalah Buku yang Mahabesar atau buku yang Agung. Dari kata Alkitab, kata “ Allah” terdiri dari Al-ilah; kata “Al” artinya Mahabesar atau Agung dan kata ilah: dewa. Kata: Al-ilah menjadi “ Allah” sebuah perubahan yang menandakan bahwa sesuatu yang Mahabesar mengalahkan yang tidak besar. Dengan begitu, secara harafiah, Allah ialah Dewa yang Mahabesar atau Dewa yang Agung, yang diyakini orang-orang Kristiani sebagai Wujud Tertinggi, asal mulaasal dari kehidupan, dari-Nya segala-galanya ada. Dalam k ekristenan, Allah itu Allah Bapa, Putera, dan Roh Kudus (Allah Tritu

DOA MOHON PENYERTAAN YESUS KRISTUS BAGI UMAT KEUSKUPAN PANGKALPINANG (Tahun 2020: “Tahun Komunio”)

Gambar
Puji dan syukur, ya Allah Tritunggal Mahakudus, Allah y an g E sa dalam tiga pribadi, Bapa, Putera dan Roh Kudus, yang hidup dalam persekutuan cinta I lahi yang utuh sempurna. Kami bersyukur kepada-Mu karena iman y an g mempersatukan kami. Rasa persatuan itu kami nikmati dalam kebersamaan di KBG , di mana kami saling berbagi dalam suka dan duka. Kami yakin akan kehadiran-Mu di tengah-tengah kami sebagai umat yang berkumpul dalam nama-Mu. Kami mohon , semoga cara hidup berkomunitas kami, mencerminkan persekutuan cinta Ilahi di mana kami saling berbelaskasih dan dipenuhi kerahiman serta bermurah hati satu sama lain. Kami saling mengasihi, melayani dan mengampuni. Semoga kami semakin   berpartisipasi aktif dalam komunitas, saling mendukung dan memberikan diri. Dan menjadikan kami sebagai komunitas yang terbuka kepada siapa saja tanpa membedakan suku, agama, ras dan golongan. Semoga kami secara bersama-sama aktif melestarikan lingkungan hidup agar sehat dan asri, sehingga s

Pertemuan Kedua: PERWUJUDAN KOMUNIO: “SEBUAH RUMAH TANGGA DAN KELUARGA BAGI SIAPAPUN JUGA”

Gambar
(Misi Tahun Misi Extraordinari Keuskupan Pangkalpinang)   Persiapan : §   Para Fasilitator Paroki wajib menyediakan waktu untuk studi bersama Modul Pendalaman Iman Umat Tahun Komunio. Studi Modul ini adalah bagian dari Program Kerja Tahunan Paroki! §   Fasilitator / Ketua KBG selalu mengingatkan segenap umat di KBG untuk selalu membawa Kitab Suci, Puji Syukur, Doa dan Lagu Tahun Komunio dalam pertemuan di KBG. Tujuan: 1.    Supaya anggota KBG menyadari misi bahwa mewujudkan misi persekutuan adalah tanggung jawab semua umat Allah, baik secara pribadi maupun bersama sebagai Komunitas.   2.    Supaya anggota KBG, unit-unit,   kelompok   Kategorial,   organ   dan   struktur   KBG, Komunitas   Biara / Pastoran / Sekolah / Yayasan   mendalami   tema-tema tentang   misi   membangun   Komunio   maupun   kegiatan-kegiatan   kreatif   lainnya untuk tujuan ditetapkannya tahun misi/Pastoral Ekstraordinari tahun 2020.   PENGANTAR F       Bapak-ibu, saudara-saudari yang te