Tampilkan postingan dengan label Pertemuan KBG Bulan Juli 2019. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertemuan KBG Bulan Juli 2019. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Agustus 2019

“MENGHAYATI RAHMAT KEBANGKITAN YESUS KRISTUS” (2)


Modul Pertemuan KBG Bulan Juli 2019

Penanggungjawab Modul:

RD. Marsel Gabriel, RD. Dr. Benny Balun, RD. Fransiskus Indra Jati H. S.
Ibu Shito Kadari dan Bp. Alfons G. Liwun


Persiapan:
§  Fasilitator wajib mengikuti studi modul yang dipimpin oleh Pastor Paroki sebagai Koordinator Fasilitator maupun sebagai Koordinator PIPA Paroki.
§  Fasilitator mempersiapkan diri untuk pertemuan pendalaman iman umat ini, yakni :
-   Kitab Suci dan Puji Syukur
-   Modul Pertemuan yang didukung oleh gagasan dasarnya.
-   Teks Doa Mohon Penyertaan Yesus Kristus Bagi Umat Keuskupan Pangkalpinang (Tahun 2019: Keberpusatan pada Kristus).

Tujuan:
§ Supaya Umat Allah Keuskupan Pangkalpinang semakin mengenal pribadi Yesus yang bangkit sebagai Pembaharu Hidup dan Pemberi Hidup baru.
§ Supaya Umat Allah Keuskupan Pangkalpinang semakin bersemangat membangun relasi dengan Yesus yang bangkit.
§ Supaya Umat Allah Keuskupan Pangkalpinang menjadikan Yesus Kristus sebagai pedoman hidup konkrit dalam hidup berkomunitas.

PENGANTAR

F     Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus!
Dalam pertemuan yang lalu, kita sudah terbantu untuk memiliki pemahaman yang benar tentang kebangkitan Tuhan Yesus. Kali ini kita akan diarahkan pada upaya menghayati atau menghidupi secara nyata anugerah kebangkitan Tuhan itu dalam kehidupan sehari-hari di antara sesama kita dan alam ciptaan.
Tema yang akan kita dalami bersama adalah, “Menghayati Rahmat Kebangkitan Yesus Kristus”. Harapan yang mau kita capai dalam pertemuan ini ialah:
§  Agar kita semakin mengenal pribadi Yesus yang bangkit sebagai Pembaharu Hidup dan Pemberi Hidup baru.
§  Agar kita semakin bersemangat membangun relasi dengan Yesus yang bangkit.
§  Agar kita menjadikan Yesus Kristus sebagai pedoman hidup konkrit dalam hidup berkomunitas.

Sebelum kita dalami bersama, mari kita siapkan hati dengan menyanyikan bersama lagu, “Berpusat pada Kristus”.

PENGHORMATAN SABDA
F     Mari kita sejenak menundukkan kepala (membungkukkan badan) ke arah Kitab Suci yang ditahtakan, sebagai tanda hormat kita pada Kristus yang hadir dalam Sabda.

LANGKAH-LNGKAH PENDALAMAN KITAB SUCI

DOA MENGUNDANG TUHAN
F     Saya persilakan salah seorang dari antara kita untuk berdoa mengundang Tuhan. Saya persilakan....

KODE:
F    Mari kita simak bersama satu gambar berikut ini, selama satu setengah menit. Setelah itu, kita akan mendalami gambar berikut dengan beberapa pertanyaan.
     
Mari kita simak bersama gambar di bawah ini…..


Pertanyaan pendalaman kode:
 a.    Apa yang sedang terjadi didalam gambar ini?
b.   Bagaimana cara mereka menghayati kebangkitan Kristus dalam hidup mereka?

TAMBAHAN:
§  Mereka yang dibaptis dalam Kristus dan keluarganya berkumpul bersama dalam satu komunitas.
§  Berkumpul rutin sebagai satu komunitas untuk berdoa, membaca Sabda dan merayakan sakramen-sakramen.
§  Mereka membaca Kitab Suci dan berusaha untuk menjadikan Kitab Suci sebagai cermin hidup harian mereka. Mereka sepakat untuk menjalankan hidup harian sesuai dengan Kitab Suci.
§  Dengan begitu, hidup dalam Sabda berarti hidup didalam Kristus yang bangkit. Hidup dalam persekutuan dengan Kristus.

MEMBACA TEKS KITAB SUCI
F     Bapak-ibu, saudara-saudari, mari kita membuka Kitab Suci dari teks Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma 6:1-13. (diulangi lagi teks Kitab Sucinya sampai semua peserta dipastikan sudah menemukan teksnya).
      
       Saya persilakan salah seorang dari antara kita untuk membaca teks Kitab Suci yang ditemukan tadi dengan suara yang lantang dan perlahan-lahan.

Pertanyaan Pendalaman
1.    Apa maksud Rasul Paulus ‘dibaptis dalam Kristus’?
2.   Cara hidup seperti apakah yang disebut oleh Rasul Paulus agar lebih kita kembangkan, untuk bisa hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus?
3.    Menurut Rasul Paulus apa makna kebangkitan Tuhan Yesus untuk kehidupan umat beriman?

PENEGASAN:
1.    Kebangkitan Kristus disimbolkan dalam baptisan kita. Itu berarti menyamakan diri dengan Kristus dalam kematian dan penguburan-Nya, supaya kita dapat hidup dalam penyatuan dengan hidup kebangkitan-Nya (ay. 4-5). Sebagaimana Kristus telah bangkit dari antara orang mati, demikian pula kita yang memiliki iman yang menyelamatkan yang sejati di dalam Dia akan hidup dalam hidup yang baru (ay. 5).
2.   Bagi orang Kristen baptisan melambangkan kematian dan kebangkitan orang percaya bersama dengan Kristus, namun bukan hanya itu saja. Apabila disertai iman yang sejati, baptisan adalah unsur penolakan dosa kita dan komitmen kepada Kristus, yang menghasilkan aliran kasih karunia yang terus-menerus dan hidup kekal bagi kita (Kis. 22: 16).
3.    Dasar pikiran utama dari Rasul Paulus dalam teks Roma 6: 1-13 ialah kesatuan orang yang percaya dengan Kristus dalam kematian dan kehidupan-Nya. Maka konsekuensinya ialah bahwa jika kita menjadi orang percaya yang sejati, kita telah mati terhadap dosa dan kenyataan itu harus diperhitungkan, dengan maksud:
§  Kita yang percaya pada Kristus, mati terhadap dosa dalam baptisan air. Ketika kita menyatakan kematian kita terhadap dosa dan menyerahkan diri untuk menolak dosa dan hidup bagi Kristus (ay. 3-5).
§  Kita yang percaya pada Kristus telah mati terhadap dosa di hadapan Allah. Dengan itu dianggap oleh Allah telah mati dengan Kristus di salib dan dibangkitkan kembali dalam kebangkitan-Nya (ay. 5-10).
§  Kita yang percaya pada Kristus, mati terhadap dosa ketika dilahirkan kembali oleh Roh Kudus. Inilah rahmat kebangkitan yang dihidupkan dalam satu keluarga dan satu komunitas dalam Kristus Yesus.
4.   Rasul Paulus menasihatkan agar kita mati terhadap dosa dan hidup bagi Allah dalam Yesus Kristus (ay. 11); tidak membiarkan dosa menguasai tubuh kita yang fana (ay. 12); tidak menyerahkan anggota tubuh menjadi senjata kelaliman, tetapi kepada Allah untuk dijadikan senjata kebenaran (ay. 13).
5.    Dalam Syahadat iman kita dikatakan Aku percaya akan kebangkitan badan”, perkataan ini mau mengajak seluruh umat Katolik untuk sekali lagi berfokus pada tujuan akhir, yaitu surga. Dengan mengetahui bahwa suatu saat tubuh kita akan dibangkitkan dan bersatu dengan jiwa dan kemudian hidup dalam kekekalan, maka kita akan mengarahkan semua hal di dunia ini untuk mencapai kebahagiaan kekal.
6.   Ajaran Gereja tentang Aku percaya akan kebangkitan badan ini dapat membantu kita untuk senantiasa tabah dalam menjalankan kehidupan di dunia ini, dengan bertekun dalam kasih akan sesama dan alam ciptaan, dan senantiasa berjuang dalam kekudusan, sehingga pada akhirnya, kita akan menjadi manusia baru di dalam Kristus dan hidup bahagia selamanya di surga untuk selamanya. Kematian Kristus membuka pintu perdamaian antara kita dengan Allah dan oleh kurban Kristus kita dapat memperoleh keselamatan dan hidup yang kekal.

RENCANA AKSI NYATA:
F   Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih! Mari, kita mengevaluasi pelaksanaan modul Bulan Juni 2019, setelah itu baru kita merencanakan Aksi Nyata untuk Bulan Juli 2019 …...

a.    Evaluasi Pelaksanaan & Aksi Nyata Modul Bulan Juni 2019
§  Siapakah Yesus yang kita temukan dalam Pertemuan Modul PIU satu atau dua pertemuan pada bulan Juni 2019?
§  Bagaimana dengan Aksi Nyata yang dilakukan KBG untuk kedua Pertemuan Bulan Juni 2019 tersebut?

b.   Petunjuk Teknis Evaluasi :
§  Mohon diisi lembaran evaluasi pelaksanaan modul pada halaman belakang modul ini.
§  Setelah diisi, pengurus KBG-KBG / fasilitator yang bersangkutan mengirimkan hasil evaluasi dengan memphoto lembaran evaluasi kemudian kirim ke WA PIPA Keuskupan: 085264560979 (RD. Marsel Gabriel) dan 0852-64063801 (Alfons Liwun) serta Shito K (0813-6714-0595)

c.    Aksi Nyata untuk pendalaman iman modul ini: 
§  Apa yang harus keluarga lakukan agar tetap semangat memelihara sakramen-sakramen inisiasi (baptis, krisma dan ekaristi) bagi anggota keluarganya?
§  Apa yang harus KBG lakukan agar tetap semangat memelihara sakramen-sakramen inisiasi (baptis, krisma dan ekaristi) bagi anggota KBGnya?
DOA SEPONTANITAS
F     Bapak-Ibu, saudara-saudari yang terkasih. Saya persilakan untuk menyampaikan doa-doa kepada Tuhan, terutama yang berkaitan dengan rencana aksi kita tadi.....

Mari kita lanjutkan dengan mendoakan bersama “Doa Mohon Penyertaan Yesus Kristus, bagi Umat Keuskupan Pangkalpinang”.

Kita menyimpulkan seluruh doa-doa tadi dengan bersama mengucapkan doa yang diajarkan Tuhan Yesus sendiri kepada kita, “Bapa Kami”.

Kegiatan ditutup dengan menyanyikan bersama lagu, “Berpusat pada Kristus”.

=***=

“DASAR KEPERCAYAAN AKAN KEBANGKITAN YESUS KRISTUS” (1)


Modul Pertemuan KBG Bulan Juli 2019

Penanggungjawab Modul:
RD. Marsel Gabriel, RD. Dr. Benny Balun, RD. Fransiskus Indra Jati H. S.
Ibu Shito Kadari dan Bp. Alfons G. Liwun


Persiapan:
§  Fasilitator wajib mengikuti studi modul yang dipimpin oleh Pastor Paroki sebagai Koordinator Fasilitator maupun sebagai Koordinator PIPA Paroki.
§  Fasilitator mempersiapkan diri untuk pertemuan pendalaman iman umat ini, yakni :
-   Kitab Suci dan Puji Syukur
-   Modul Pertemuan yang didukung oleh gagasan dasarnya.
-   Teks Doa Mohon Penyertaan Yesus Kristus Bagi Umat Keuskupan Pangkalpinang (Tahun 2019: Keberpusatan pada Kristus).

Tujuan:
§ Supaya Umat Allah Keuskupan Pangkalpinang semakin mengenal pribadi Yesus Kristus yang bangkit sebagai pemersatu orang-orang mati dan hidup dan sebagai pemberi harapan akan iman kita kepada-Nya.
§ Supaya Umat Allah Keuskupan Pangkalpinang semakin bersemangat membangun relasi dengan Yesus Kristus yang bangkit.
§ Supaya Umat Allah Keuskupan Pangkalpinang menjadikan Yesus Kristus yang bangkit sebagai pedoman hidup konkrit dalam hidup berkomunitas.

PENGANTAR

F     Bapak-Ibu, saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Tema Kebangkitan Yesus Tuhan kita, menjadi tema pendalaman kita di KBG kali ini. Pada modul pertemuan pertama kita bulan ini: Dasar Kepercayaan akan Kebangkitan Yesus Kristus’. Melalui modul ini diharapkan:

-  Agar kita semakin mengenal pribadi Yesus Kristus yang bangkit sebagai pemersatu orang-orang mati dan hidup dan sebagai pemberi harapan akan iman kita kepada-Nya.
-  Agar semakin bersemangat membangun relasi dengan Yesus Kristus yang bangkit.
-  Agar kita menjadikan Yesus Kristus yang bangkit sebagai pedoman hidup konkrit dalam hidup berkomunitas.

Tema, “Dasar Kepercayaan akan Kebangkitan Yesus Kristus” mau mengarahkan perhatian kita pada prinsip-prinsip sederhana yang seharusnya kita miliki, supaya tujuan modul kita ini dapat dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari.

Mari mengawali pertemuan ini dengan bersama menyanyikan lagu, “Berpusat pada Kristus”.

PENGHORMATAN SABDA:

F     Mari kita sejenak menundukkan kepala (membungkuk-kan badan) ke arah Kitab Suci yang ditahtakan, sebagai tanda hormat kita pada Kristus yang hadir dalam Sabda.

LANGKAH-LANGKAH PENDALAMAN KITAB SUCI:

DOA MENGUNDANG TUHAN:

F     Saya persilakan salah seorang dari antara kita untuk mengungkapkan doa mengundang Tuhan. Saya persilakan….


KODE:
F    Mari kita simak bersama gambar-gambar berikut ini, selama satu setengah menit. Setelah itu, kita akan mendalami gambar-gambar berikut dengan beberapa pertanyaan.
     
      Mari kita simak bersama gambar-gambar di bawah ini…..


Pertanyaan pendalaman kode:
1.    Apa yang sedang terjadi didalam setiap gambar di atas?
2.   Apa yang ada dibenak kita ketika kita mendengar kata kebangkitan?
3.    Apa makna setiap peristiwa yang ada di dalam keempat gambar di atas?

TAMBAHAN:
§  Kebangkitan Yesus itu menyatukan yang sudah mati dan yang masih hidup. Disini, Yesus mau mengajarkan iman akan kebangkitan-Nya. Bahwa Allah yang kita Imani bukan Allah orang mati, tetapi Allah kita ialah Allah orang hidup. (bdk. gambar 1).
§  Kebangkitan Yesus yang mulia mengalahkan atau menghancurkan kejahatan dan tubuh kita yang fana. Yesus mau mengajarkan bahwa kebangkitan-Nya memenangkan kembali tubuh yang fana menjadi hidup kembali. (bdk. gambar 3).
§  Melalui kebangkitan-Nya, Yesus menghubungkan iman dengan diri-Nya. Aku adalah kebangkitan dan hidup. Yesus mau menegaskan bahwa dasar kepercayaan akan kebangkitan ialah diri-Nya sendiri yang mampu menyatukan yang mati dan yang hidup didalam Allah Tritunggal mahakudus (bdk. gambar 3).
§  Kebangkitan ialah hidup kembali, hidup baru. Hidup baru yang mau ditegaskan Yesus ialah hidup baru sebagai satu umat Allah (communion), dan didalamnya Ekaristi sebagai sumber, pusat dan misi-Nya. (bdk. gambar 4).

MEMBACA TEKS KITAB SUCI:
F     Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih!
Mari kita membuka Kitab Suci dari teks Injil Lukas 24:1-12. (diulangi lagi teks Kitab Sucinya sampai semua peserta dipastikan sudah menemukan teksnya).
      
       Saya persilakan salah seorang dari antara kita untuk membaca teks Kitab Suci yang ditemukan tadi dengan suara yang lantang dan perlahan-lahan.

Pertanyaan Pendalaman
1.    Siapa saja yang dikisahkan dalam teks Injil Lukas tadi? Dan apa saja yang mereka lakukan?
2.   Apakah teks Injil Lukas tadi dapat membantu Anda untuk memahami misteri kebangkitan Yesus secara lebih baik?
3.    Dasar seperti apakah yang seharusnya kita miliki untuk percaya pada misteri kebangkitan Yesus?
4.   Bagaimana Anda memahami makna misteri kebangkitan Yesus selama ini?

PENEGASAN:
1.    Dalam teks Lukas 24:1-12 dan ketiga Injil lainnya, bercerita tentang kisah kebangkitan lebih kurang, menunjuk hal yang sama, kendati dengan cara dan gaya bercerita yang berbeda.
§  Tentang bukti makam kosong atau tidak ditemukan jenazah Yesus didalam kubur. Penginjil Lukas membuka mata para perempuan dan rasul dengan memakai kata Tuhan Yesus pada ayat ke-3. Maksud lebih jauh dari itu, penginjil Lukas mau mengajak para perempuan dan rasul, serta kita bahwa makam kosong atau jenazah Yesus tidak didalam kubur, tidak perlu bingung atau heran karena memang Yesus telah bangkit. Kubur kosong mau mengalahkan kebingungan dan keheranan kita untuk tetap berharap pada Yesus yang telah bangkit.
§  Kristus telah bangkit diperkuat oleh pernyataan kedua malaikat yang berdiri di dekat para perempuan. Setelah pernyataan kedua malaikat itu, para perempuan menundukkan kepala (ayat 5-7). Menundukkan kepala mau mengajak kita untuk tetap merenung akan misteri iman kita yaitu bahwa walaupun bumi menahan orang-orang yang mati, namun tidak mampu menahan Yesus Kristus. Maka kebangkitan Yesus menyatukan langit dan bumi, menyatukan yang hidup dan mati, yang fana dan yang hidup kekal.
§  Kebangkitan Yesus menghantar para perempuan untuk meyakinkan makna kebangkitan yang sebenarnya kepada para rasul (ayat 9-11). Peran para perempuan seakan sia-sia, karena tidak meyakinkan para rasul. Namun, rasul Petrus ‘bangun’ dan mau pergi ke kubur. Petrus bukan rasul yang sempurna, namun masih mau berusaha untuk menjadi sempurna. Maka kubur kosong menjadi fokusnya bukan Yesus yang bangkit. Disini, kita diajak untuk tetap merenung akan misteri kebangkitan yang akan mengarahkan kita pada sikap rendah hati dan pasrah pada Kristus yang akan mengubah hidup kita menjadi serupa dengan hidup-Nya.
2.   Perayaan Paskah adalah perayaan kebangkitan Yesus Kristus. Perayaan Agung akan misteri iman Gereja. Gereja Katolik memaknai kebangkitan Yesus Kristus sebagai keseluruhan misteri, yaitu sengsara, wafat, kebangkitan dan kenaikan Tuhan Yesus ke Surga (lih. KGK 1067).  Jadi Gereja mengartikan Paska sebagai rangkaian perayaan misteri iman selama Tri-hari Suci): perayaan Kamis Putih, dimana Yesus memberikan diri-Nya (makna pengorbanan), perayaan Jumat Agung, dimana Yesus menghancurkan dosa dan maut kita, dan berpuncak pada kebangkitan-Nya, yang membangun kembali hidup kita dengan makna yang baru.
3.    Dalam tulisan-tulisan Perjanjian Baru, kebangkitan Kristus diperkuat dengan dasar kepercayaan pada sejumlah peristiwa penampakan Kristus setelah kebangkitan-Nya (tercatat 17 kali) kepada para Rasul dan para murid yang lain (1Kor. 15:5-8). Penampakan Kristus itu disertai dengan bukti-bukti bekas penyaliban pada tangan, kaki dan lambung Yesus. Rasul yang ragu-ragu untuk percaya pada fakta kebangkitan-Nya pun kemudian ditegur oleh Tuhan Yesus (Mrk. 16:14).
4.   Dalam tradisi Gereja juga menyebutkan bahwa misteri kebangkitan Yesus Kristus adalah suatu kejadian yang melebihi kejadian fisik-historis. Bahwa Tubuh Yesus yang bangkit adalah benar tubuh yang sama dengan yang disiksa dan disalibkan (Luk. 24:40). Namun, melalui kuasa kebangkitan Bapa-Nya, Tubuh Yesus yang bangkit itu telah memiliki sifat-sifat tubuh yang sudah dimuliakan, yang dipenuhi kuasa Roh Kudus. Kodrat kemanusiaan-Nya sudah termasuk dalam dunia ilahi Allah Bapa (Yoh. 20:17).
5.    Akhirnya, kita harus selalu percaya akan kebangkitan Yesus dalam konteks iman. Bahwa kuasa Allah Tritunggal maha-kudus-lah yang membangkitkan Yesus Kristus, Putra-Nya (Kis. 2:24).

RENCANA AKSI NYATA:
F   Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih! Mari, kita mengevaluasi pelaksanaan modul Bulan Juni 2019, setelah itu baru kita merencanakan Aksi Nyata untuk Bulan Juli 2019 …...
a.    Evaluasi Pelaksanaan & Aksi Nyata Modul Bulan Juni 2019
§  Siapakah Yesus yang kita temukan dalam Pertemuan Modul PIU satu atau dua pertemuan pada bulan Juni 2019?
§  Bagaimana dengan Aksi Nyata yang dilakukan KBG untuk kedua Pertemuan Bulan Juni 2019 tersebut?
b.   Petunjuk Teknis Evaluasi :
§  Mohon diisi lembaran evaluasi pelaksanaan modul pada halaman belakang modul ini.
§  Setelah diisi, pengurus KBG-KBG / fasilitator yang bersangkutan mengirimkan hasil evaluasi dengan memphoto lembaran evaluasi kemudian kirim ke WA PIPA Keuskupan: 085264560979 (RD. Marsel Gabriel) dan 0852-64063801 (Alfons Liwun) serta Shito K (0813-6714-0595)
c.    Aksi Nyata untuk pendalaman iman modul ini: 
§  Apa yang harus keluarga lakukan agar semangat komunio dari kebangkitan Kristus dapat dirasakan atau dialami oleh anggota keluarga?
§  Apa yang harus KBG lakukan agar semangat komunio dari kebangkitan Kristus dapat dirasakan atau dialami oleh anggota KBG?

DOA SEPONTANITAS
F     Bapak-Ibu, saudara-saudari, saya persilakan untuk menyampaikan aneka doa ke hadapan Tuhan, terutama yang berkaitan dengan rencana aksi kita tadi.......
                                    
Mari kita lanjutkan dengan mendoakan bersama “Doa Mohon Penyertaan Yesus Kristus, bagi Umat Keuskupan Pangkalpinang”.

Kita menyimpulkan seluruh doa-doa tadi dengan bersama mengucapkan doa yang diajarkan Tuhan Yesus sendiri kepada kita, “Bapa Kami”.

Kita tutup dengan menyanyikan bersama lagu, “Berpusat pada Kristus”.

=***=