Kamis, 24 Februari 2022

Pertemuan KBG Kedua APP 2022

Pertemuan Kedua KBG:

KBG Membangun Solider dan Peduli Dalam Perahu Yesus

Persiapan: Kitab Suci dan Buku Puji Syukur.

Tujuan: Agar KBG membangun Solider dan peduli dalam Perahu Yesus melalui sikap dan tindakan murah hati kepada sesama kita.

 

1.      PENGANTAR

F:         Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus. Pertemuan kita kali ini dengan tema KBG Membangun Solider dan Peduli Dalam Perahu Yesus. Melalui tema ini, kita akan membaca, merenungkan, dan mendalami teks Kitab Suci yang diambil dari Injil Markus 3: 35-41.

 

            Angin ribut dan ombak danau Galie yang dahsyat menerpa perahu Yesus. Air masuk dalam perahu Yesus. Para murid ketakutan akan peristiwa di tengah danau Galilea. Sementara peristi itu terjadi, Yesus sedang tidur. Peristiwa itu mengarahkan mata para murid tertuju pada Yesus. Mereka membangunkan Yesus. Keselamatan mereka terjadi. Mereka sampai ke seberang danau.

 

            Mari, Bapak-Ibu, saudara-saudari, kita membuka pertemuan kita ini dengan sebuah lagu pembuka. PS No. …….. (menyanyikan lagu pembuka)

 

F:         Mari kita berdiri, kita memberikan hormat kepada Sang Sabda….. (semua menundukkan kepala hormat Kitab Suci)

 

2.      LANGKAH-LANGKAH PENDALAMAN

 

(1). Doa Mengundang Yesus

F:         Saya persilakan salah seorang untuk doa mengundang Tuhan. Saya persilakan ……

 

(2). Code:[1]

 


F:           Mari, kita perhatian secara saksama sebuah gambar berikut ini.

              Kemudian jawab beberapa pertanyaan berikut.

Pertanyaan:

a.    Apa yang sedang terjadi dalam gambar ini?

b.    Menurut ANDA, apa kiranya yang menjadi rencana Allah bagi dunia?

c.    Apakah rencana Allah bagi dunia ini, terlaksana juga dalam lingkungan hidup kita sebagai KBG?

 

Tambahan:

§  Rencana Allah bagi dunia adalah keselamatan. Keselamatan secara bersama bukan keselamatan orang perorang atau pribadi (bdk. LG 9).

§  Karena keselamatan itu, Allah mengutus Tuhan Yesus kepada kita agar membawa kita dan seluruh dunia ini kembali kepada Allah (makna ikan dan roti, ekaristi).

§  Dengan menyembuhkan orang-orang sakit, memberi makan kepada yang lapar dan membagi-bagikan kasih-Nya kepada kita, Yesus mewahyukan rencana Allah itu. Inilah cara Yesus memperbaiki situasi alam sekitar kita.

§  Yesus mengharapkan dari kita, para murid dan sahabat-Nya, untuk ambil bagian dalam karya-Nya. Yesus berkata, Sama seperti Bapa Mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu” (Yoh. 20:21).

 

(3). Membaca dan mendalami Teks Kitab Suci

 

F:     Mari, kita membaca teks Kitab Suci yang diambil dari Injil Markus 4: 35-41.

 

Saya persilakan salah seorang membaca teks ini dengan suara yang lantang dan perlahan-lahan.

 

Kita yang lain, mengikutinya dengan melihat teks yang dibaca dengan saksama.

 

Setelah itu, bisa minta lagi salah seorang yang lain, untuk membaca teks yang sama.

 

Beri waktu jedah selama 2 menit untuk semua anggota merenungkan teks yang sudah dibacakan tadi.

 

Lalu, menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut.

 

Pertanyaan:

  1. Siapa saja yang pergi bertolak ke seberang Danau?
  2. Apa yang sedang terjadi tengah laut danau Galilea?
  3. Apa usaha para murid ketika menghadapi angin ribut?
  4. Apa makna kata Yesus “Jangan Takut” kepada mereka yang ikut bertolak ke seberang?

 

PENEGASAN[2]:

a.   Angin ribut dan ombak yang dahsyat menyembur masuk dalam perahu. Tanda alam bahwa Bumi kita sedang krisis. Bagaimana pun semua kita yang merasakan itu harus mengambil langkah untuk bersahabat dengan situasi alam dan langkah konkrit untuk memulihkannya secara terus menerus dan berkelanjutan.


b. Walau dalam situasi Bumi kita yang demikian, “mata kita harus tertuju kepada Yesus” (Ibr.12:2). Yesus meminta setiap orang beriman supaya tidak takut (Mrk. 4:35-41). Iman dimulai ketika kita menyadari bahwa kita membutuhkan keselamatan. Keselamatan tidak untuk diri sendiri tetapi untuk semua.

c.    Ketika kita hanya mengandalkan kekuatan sendiri maka kita sendiri akan ketakutan dan jika kita hanya mau selamat sendiri maka yang akan terjadi adalah kehancuran. Kita harus mengundang Yesus dan membiarkan-Nya masuk ke dalam “perahu” dan “KBG” kehidupan ini. Sebab:

-     Iman Paskah, kita dikuatkan dari kesengsaraan dan menderitaan dalam hidup kita. Sebab Yesus yang bangkit merupakan kemudi hidup kita dan KBG kita.

-     Iman Salib, adalah jangkar keselamatan kita. Sebab jangkar salib-Nya kita berteduh sejenak menghadapi situasi penderitaan.

-     Arah mata kita tetap tertuju kepada Yesus, akan memberikan kita selalu harapan. Harapan bahwa kita setia dalam “perahu-Nya” siap untuk terus disembuhkan dan dipeluk-Nya, demi untuk bersatu, persekutuan dengan kasih-Nya.

 

d.   Ungkapan makna yang lebih dalam dari kata-kata Yesus “Jangan Takut” memberikan kita cara hidup:

-     Tetap bersahabat alam dan berjuang untuk memulihkan alam. Sikap murah hati, solider, dan peduli kepada orang yang berkekurangan ketika kita mendapatkan “ikan dan roti” dari danau dan alam kehidupan kita.

-     Berinisiatip membangunkan Yesus agar menyelamatkan kita semua yang berada dalam “perahu KBG” kita. Sikap murah hati, solider, dan peduli kepada saudara-saudari kita yang berbeda agama, politik, kepentingan, dll untuk menyelamat dunia dari egoisme agama, politik, dan kepentingan pribadi / kelompok tertentu.

 

(4). Melaksanakan Aksi Nyata

 

F:         Mari, kita merencanakan aksi nyata yang hendak kita jalankan bersama dalam hidup.

Siapa, kapan, dimana, dan bagaimana yang harus kita lakukan supaya “KBG dapat membangun sikap murah hati, solider, dan peduli dalam perahu Yesus?”

 

3.   PENUTUP

a.    Doa spontan (mohon salah seorang dari antara kita untuk menutup pertemuan kita ini)

b.    Kolekte (diedarkan pada saat lagu penutup).

c.    Lagu penutup (pilih sebuah lagu yang bisa dinyanyikan oleh semua anggota KBG). 

=***=


Salah satu KBG di Paroki Regina Pacis - Belitung

 Copyarigth@PIPA Keuskupan Pangkalpinang, 2022



[1]Gambar sebagai Code ini diambil dari Modul C2 AsIPA.

[2]bdk. beberapa poin dari Leaflet APP KWI 2022, Mata tertuju sampai panggilan untuk bertindak.

Pertemuan KBG Pertama APP 2022

Pertemuan Pertama KBG APP 2022:

KBG Berjalan Bersama Alam Semesta Menuju Allah

Perlu disiapkan: Kitab Suci dan Buku Puji Syukur.

Tujuan: Supaya KBG berjalan bersama alam semesta menuju Allah melalui pemulihan alam yang rusak.

 

1.      PENGANTAR

F:         Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih! Pertemuan kita kali ini, kita mempersiapkan diri merayakan Paskah Tuhan. Pertemuan ini dengan tema “KBG berjalan Bersama alam semesta menuju Allah”. Tema setiap pertemuan selama masa Prapaskah terinspirasi dari tema umum APP 2022 “Memulihkan Kehidupan – Bumi Sehat Manusia Sejahtera”

 

      Tema pertemuan kita ini, akan kita membaca, merenungkan, dan mendalam teks Kitab Suci yang diambil dari Yohanes 3: 1-7. Kisah Nikodemus, salah seorang Farisi datang malam-malam untuk menjadi “katekumen’ Yesus. Dalam kegelapan malam, Nikodemus menemukan Cahaya menerangi hati dan budinya sehingga ia dilahirkan kembali dalam kerohaniannya. Tentu kita akan belajar dari Nikodemus ini.

 

      Mari, kita membuka pertemuan kita dengan sebuah lagu pembuka. PS No….. (nyanyikan lagu pembuka).

 

F:        Mari kita bangkit berdiri. Kita memberikan hormat kepada Sang Sabda dengan menundukkan kepala.

 

2.      LANGKAH-LANGKAH PENDALAMAN

 

(1).       Doa Mengundang Tuhan

 

F:         Saya persilakan salah seorang dari kita berdoa, doa mengundang Tuhan. Saya persilakan….

 

(2).       Code[1]

 


F:         Mari, kita memperhatikan secara saksama sebuah gambar berikut ini.

                  Kemudian menjawab beberapa pertanyaan dibawah ini.

Pertanyaan:

a.    Apa yang ANDA lihat pada gambar ini?

b.    Apa dampak keuntungan dan kerugian membangun pabrik seperti terlihat pada gambar?

c.    Apa yang harus semestinya kita lakukan untuk pembangunan seperti ini, jika mirip seperti dalam gambar ini ada di sekitar kita?

 

Tambahan:

§  Gedung-gedung pabrik yang sedang beroperasi di tengah kota dengan padat penduduknya.

§  Membangun pabrik-pabrik untuk mengejar kesukses hidup secara pribadi dan hanya segelintir orang yang bermodal.

§  Membangun pabrik-pabrik seperti itu, membawa polusi udara, suara, penglihatan bagi penduduk sekitar yang padat. Pemukiman kota sangat tidak layak untuk berdiri gedung-gedung pabrik apapun alasannya.

           

(3).    Membaca dan mendalami Teks Kitab Suci

 

F:   Kita mendengarkan Sabda Tuhan yang diambil dari Injil Yohanes 3: 1-7.

 

Saya persilakan salah seorang membaca teks ini dengan suara yang lantang dan perlahan-lahan.

 

Kita yang lain, mengikutinya dengan melihat teks yang dibaca dengan saksama.

 

Setelah itu, bisa minta lagi salah seorang yang lain, untuk membaca teks yang sama.

Beri waktu jedah selama 2 menut untuk semua anggota merenungkan teks yang sudah dibacakan  tadi.  Lalu, menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut.

 

Pertanyaan:

a.   Siapa saja tokoh yang kita temukan dalam bacaan tadi? Siapakah mereka itu?

b.   Menurut ANDA kata-kata mana dari dialog mereka itu yang memberikan inspirasi kepada ANDA?

c.    Apa makna yang lebih dalam dari kata “dilahirkan kembali” bagi Nikodemus?

d.   Apa makna yang lebih dalam dari kata “dilahirkan kembali” bagi hubungan manusia dan alam semesta?

 

PENEGASAN:

a.   Nikodemus, salah seorang Farisi yang bersimpatik secara diam-diam pada Yesus. Karena itu, ia datang pada malam hari dan menjadi “katekumen” pada Yesus.

 

b.   Malam hari, simbol kegelapan. Kegelapan identik dengan kurang bercahaya, kesulitan mencari jalan pemecahan, dan kurang pengetahuan.

-     Kegelapan, kurang bercahaya berarti alam yang kurang/tidak bercahaya. Kegelapan alamiah, kegelapan yang wajar akibat bergerakan matahari. Bulan dan bintang-bintang bercahaya terang. Yesus hadir dalam malam itu menjadi sumber terang bagi Nikodemus.

-     Kurang bercahaya juga akibat kerusakan alam, sebagai akibat dari ulah manusia, seperti pembangunan pabrik-pabrik, menebang kayu berlebihan, penambangan, dll. Kegelapan hati Nikodemus karena menghayati ragi orang Farisi.

-     Kegelapan, kesulitan mencari jalan pemecahan karena sikap ragu-ragu, rasa takut, dan kurang pengetahuan. Nikodemus termasuk dalam kategori ini. Karena itu, ia datang kepada Yesus. Ia menemukan jawaban pada Yesus sebagai sumber yang mengatasi kegelapan, keraguraguan, dan kurang pengetahuannya.

 

c.    Wabah Pandemi Covid-19, diungkapkan Paus Fransikus sebagai salah satu bentuk kerusakkan alam. Covid-19, salah satu bentuk Bumi yang rusak merespons ulah manusia selama ini. Solusi atas ulah manusia, Paus memberikan solusi demikian:[2]

-     Diperlukan pemulihan segera, terpadu, global dan inklusif; karena pemulihan yang dilakukan bukan hanya untuk saat ini, tetapi juga perlu membangun kehidupan masa depan yang lebih sehat, lebih sejahtera dan adil serta egenerative.

-     Pemulihan dilakukan dalam terang Injil, keutamaan-keutamaan iman dan prinsip-prinsip ajaran sosial Gereja.

-     Umat manusia harus membangun “ekologi integral” sebagai upaya serius untuk menyelamatkan bumi rumah kita bersama dan memulihkan kehidupan pasca pandemi.

 

d.   Jika makna “dilahirkan kembali” bagi Nikodemus mengerti kelahiran secara rohani yaitu pembaharuan hidup, berbalik kepada Allah, Sang Pencipta alam semesta. Maka bagi kita, “kelahiran kembali” ialah “bertobat” menerima alam semesta sebagai teman seperjalanan untuk berjumpa Sang pencipta.

e.    Relasi manusia dan alam, sebuah relasi yang erat, saling membangun diri untuk mencapai maksud dan tujuan penciptaan alam semesta dan segala isinya oleh Allah (Kej. 1 dan Mzr. 8).

 

(4). Melaksanakan Aksi Nyata:

F:   Mari, kita merencanakan aksi nyata yang hendak kita jalankan bersama dalam hidup.

 

      Siapa, kapan, dimana, dan bagaimana yang harus kita lakukan supaya “kita dapat berjalan bersama alam semesta dengan bijaksana” untuk memulihkan Bumi kita?”

 

3.   PENUTUP

 

a.    Doa spontan (mohon salah seorang dari antara kita untuk menutup pertemuan kita ini)

b.    Kolekte (diedarkan pada saat lagu penutup).

c.    Lagu penutup (pilih sebuah lagu yang bisa dinyanyikan oleh semua anggota KBG).

=***=

 

Salah satu KBG di Paroki Sungailiat Bangka

Copyright@PIPA Keuskupan Pangkalpinang, 2022

[1]Code diambil dari Copyright  AP Photo

[2]bdk. Leaflet APP 2022 KWI Pengantar sampai dengan Tantangan yang dihadapi.