Sabtu, 18 Februari 2012

KOMUNITAS BASIS ST. THERESIA II PEMALI PAROKI SUNGAILIAT

Komunitas Sta. Theresia 2 termasuk komunitas inti dalam Stasi Pemali. Stasi Pemali mempunyai sebuah bangunan gereja yang lumayan cantik dengan pelindung ”Sta. Theresia dari Kanak-Kanak Yesus. Umat komunitas Sta. Theresia 2 terdiri dari orang-orang Tiong Hoa dan orang Jawa serta beberapa keluarga suku Batak dan Flores. Komunitas ini memiliki banyak aktivis. Dalam kegiatan komunitas, Theresia 2 cukup baik dan teratur dan sebagian besar aktif. Wilayahnya meliputi Pemali, Air Ruay, Sigambir, dan Air Duren (Pohing).

Berdasarkan data sensus paroki pada akhir tahun 2010 sampai awal 2011, komunitas ini beranggotakan 75 jiwa, dengan 27 kepala keluarga. Jumlah umat yang demikian itu, laki-laki sebanyak 36 jiwa dan 39 jiwa perempuan. Berdasarkan jumlah umat tersebut, dapat terbaca bahwa umat yang berumur 0-10 tahun sebanyak 13 jiwa; 10-20 tahun berjumlah 9 jiwa, 21-30 tahun, 11 jiwa; 31-40 tahun 15 jiwa; 41-50 tahun 6 jiwa dan 51-60 tahun sebanyak 7 jiwa serta 61 tahun keata ada 5 jiwa. Umat yang tidak memberikan data umur sebanyak 9 jiwa.

Dari data yang disensuskan paroki itu, muncul bahwa dari segi pendidikan umat komunitas Sta. Theresia 2 terbanyak mengeyam pendidikan sekolah menengah atas, dengan jumlah 25 orang. Sedang TK hanya 1 jiwa, SD sebanyak 12 jiwa, SMP berjumlah 10 jiwa, PT sebanyak 9 jiwa dan tidak memberikan data pribadi soal pendidikan sebanyak 18 jiwa.

Dalam hal partisipasi umat dalam berbagai kegiatan di stasi maupun komunitas komunitas ini terlihat cukup bagus. Umat bukan hanya terlibat pada waktu misa komunitas tetapi juga dalam kegiatan pendalaman iman mingguan dalam komunitas yang telah dijadwalkan.

Kegiatan rutin komunitas Sta. Theresia 2 terdiri dari (1). Misa bulanan komunitas setiap hari Selasa III dalam bulan, jam. 18.00. (2). Ibadat tobat umum di komunitas pada masa adven dan prapaskah sedangkan pengakuan dosa secara pribadi terjadi di gereja stasi 30 menit sebelum misa minggu pagi jam 08.00. (3). Ibadat kelompok yang lain yaitu pendalaman iman di komunitas setiap minggu hari selasa, jam 18.00. (4). Pesta pelindung komunitas yang dilaksanakan setiap tahun tanggal 1 Oktober, pesta Sta. Theresia dari Kanak-Kanak Yesus. (5). Program rutin lain dapat dilihat dalam program tahunan komunitas. 

Satu harapan untuk komunitas ini, supaya setelah Sinode 2 Keuskupan Pangkalpinang, komunitas ini dapat dimekarkan menjadi dua komunitas. ***

Jumat, 17 Februari 2012

KOMUNITAS BASIS ST. THOMAS AQUINO – CHOI HIN PAROKI SUNGAILIAT

Komunitas Basis yang berpelindungkan St. Thomas Aquino ini meliputi wilayah dusun Choi Hin, Merawang, Rebo, dan Si Hin. Sebagian besar anggota komunitas ini adalah saudara kita dari suku Tiong Hoa, satu keluarga dari Jawa dan beberapa keluarga dari Flores. Pekerjaaan rata-rata buruh (TI, pelabuhan, petani, peternak, dll). Komunitas ini anggota kebanyakkan perempuan. Selama ini seluruh kegiatan kelompok diprakarsai oleh Bapak Agus Suratidjo, seorang guru SD di SD Negeri 17 Tanjung Ratu. Kesulitan yang dialami kelompok ini selain pekerjaan yang memakan waktu hingga malam dan bahkan kerjanya sampai pada hari Minggu, juga karena wilayahnya terlalu luas dan jarak tempat tinggal yang berjauhan  satu dengan yang lain.


Komunitas St. Thomas Aquino hingga saat ini diketuai oleh bapak Agus Suratidjo. Beliau seorang guru SD di Tanjung Ratu. Sensus Paroki mencatat, komunitas St. Thomas mempunyai 22 kepala keluarga, dengan jumlah anggota anak-anak sampai dewasa sebanyak 40 jiwa yang terdiri dari 20 laki-laki dan 20 perempuan. Dari jumlah umat yang tinggal di komunitas St. Thomas itu, 19 jiwa menamatkan sekolah dasar, 4 jiwa SMP, 7 jiwa SMP dan PT sebanyak 3 jiwa; sedang 7 jiwa tidak memberikan data pribadinya.

Keterlibatan umat dalam berbagai kegiatan komunitas, paling banyak yaitu mengikuti perayaan ekaristi bulanan. Sedangkan kegiatan yang lain sangat sulit karena jarak tempat tinggal lumayan jauh dan juga karena wilayah ini sangat luas. Dari segi umur kita bisa membaca bahwa orang-orang yang terlibat dalam kegiatan komunitas berkisar umur 31-50 tahun yaitu 17 jiwa. Sedangkan umur 50 ke atas hanya 7 orang dan umur remaja hanya 2 orang.

Komunitas St. Thomas Aquino memiliki kegiatan rutin antara lain: (1). Misa komunitas yang dilaksanakan pada Minggu IV dalam bulan (2). Ibadat Tobat  pada adven dan Prapaskah, sedang tobat mingguan dapat dilaksanakan di gereja paroki (3). Ibadat lain, sesuai dengan bahan dari paroki (APP, Bulan Rosari, Bulinas, PDPL, Bulan Kibab Suci, Bulan Maria, Adven dll) (4). Pesta Pelindung, 28 Januari setiap tahun (5). Program khusus, dapat dilihat dalam program tahunan komunitas. (*)

Kamis, 16 Februari 2012

KOMUNITAS BASIS GEREJANI ST. YOHANES PEMANDI PAROKI SUNGAILIAT

Wilayah komunitas basis ini meliputi lingkungan Bedukang dan Air Hantu. Komunitas ini terdiri dari orang-orang yang berasal dari suku Flores dan satu-dua keluarga suku Tiong Hoa di Air Hantu. Hampir seluruh anggota kelompok adalah para pekerja TI, maka sulit diajak untuk berkumpul. Mereka lebih sibuk dengan kerja menambang timah. Apalagi pulang kerjapun sudah terlalu malam. Dengan alasan seperti ini maka rasanya sulit untuk mereka hadir dalam setiap kali ada pertemuan doa, bahkan misa kelompok. Sampai dengan saat ini, sudah ada keluarga yang menetap di komunitas ini.

Berdasarkan sensus umat yang dilaksanakan oleh paroki pada akhir tahun 2010 sampai dengan awal 2011, KBG St. Yohanes Pemandi memiliki 28 Kepala Keluarga, dengan jumlah umat 72 jiwa; 42 jiwa laki-laki dan 30 jiwa perempuan. Dari jumlah umat itu, umur 0-10 tahun sebanyak 23 jiwa, umur 10-20 tahun, 7 jiwa, 21-30 tahun 21 jiwa, 31-40 tahun ada 16 jiwa, umur 41-50, sebanyak 4 jiwa dan umur 51-60 ada 3 jiwa dan 61 tahun ke atas ada 2 jiwa. Data sesuai dengan umur ini sebenarnya mengindikasikan bahwa umur anak-anak merupakan terbanyak di komunitas ini. Setelah itu umur produktif, umur yang aktif bekerja. Dengan begitu ada konsekuensi logisnya bahwa kegiatan-kegiatan komunitas tidak banyak yang terlibat karena lebih sibuk bekerja.

Dari jumlah umat yang ada itu, umur SD berjumlah 24 jiwa, SMP sebanyak 11 jiwa, SMA berjumlah 6 orang, dan 39 jiwa tidak memberikan data tentang pendidikan. Jika kita melihat jumlah pendidikan yang ada di komunitas ini, maka komunitas ini sebenarnya punya tenaga untuk menjadi fasilitator dan pemimpin, namun karena kesibukan bekerja, komunitas ini cukup sulit untuk melakukan suatu kegiatan yang melibatkan banyak umat. Tenaga fasilitator di komunitas ini dibantu oleh Bapak Yohanes Djanu Rombang dari paroki.

Komunitas Basis St. Yohanes Pemandi selama ini dipimpin oleh bapak Mateus Modang dan operasional kegiatan dijalankan oleh isterinya, ibu Maria Bona. Kegiatan rutin: (1). Misa komunitas Minggu II dalam bulan (2). Ibadat tobat, pada adven dan pra paskah, sedang mingguan dilaksanakan di gereja paroki. (3). Ibadat lain, sesuai dengan bahan / kegiatan dari paroki (APP, Bulan Maria, Bulinas, PDPL, Bulan Kibab Suci) (4). Pesta Pelindung, 24 Juni setiap tahun (5). Kegiatan khusus, dapat dilihat dalam program tahunan. Sejak 2011, komunitas basis ini mempunyai sebuah kapel dan sekaligus difungsikan untuk tempat sekolah minggu bagi anak-anak dari komunitas ini. (*)

KOMUNITAS BASIS GEREJANI ST. DOMINIKUS DENIANG PAROKI SUNGAILIAT

Sampai dengan Desember 2007, komunitas ini dipimpin oleh seorang guru SD, Bapak Agustinus Wuriyanto. Setelah itu tampuk pimpinan diganti oleh bapak Vincentius Edie Amuk, sampai dengan 21/2/2008. Kemudian sejak Mei 2008 sampai dengan saat ini, KBG yang berjarak lebih kurang 20-an kilometer dari paroki pusat ini diganti lagi oleh bapak Petrus Don Pedro. Seorang MC yang bagus dan cukup cekatan dalam setiap kegiatan yang direncanakan bersama.

Mgr. Hilarius bersama umat KBG St. Dominikus (februari 2008)
Berdasarkan sensus umat yang dilaksnakan pada akhir 2010 sampai awal 2011, komunitas St. Dominikus mempunyai 21 Kepala Keluarga; dengan jumlah anggota umat Katolik sebanyak 64 jiwa yaitu 30 laki-laki dan 34 perempuan. Dari jumlah ini, dapat diklasifikasikan bahwa umur sekolah mulai dari TK atau Play Gorup, berjumlah 6 jiwa, SD: 17 jiwa, SMP: 11 jiwa, SMA: 17 jiwa dan PT: 1 jiwa. Lebih kurang 12 jiwa tidak mau memberikan data soal pendidikan yang dijalankannya.

Keterlibatan umat dalam kegiatan komunitas ini, masih sebatas misa komunitas. Kegiatan lain belum banyak. Kendalanya jarak antar tempat tinggal umat lumayan jauh. Selain itu, kita boleh memahaminya dari sisi umur umat yang menetap di komunitas ini. Dari sisi umur, umat Komunitas St. Dominikus berkisar 61 ke atas sebanyak 10 jiwa, 51-60 tahun berjumlah 11 jiwa, umur 41-50 tahun sebanyak 8 jiwa, 31-40 tahun berjumlah 8 jiwa, 21-30 tahun, 7 jiwa; 10-20 tahun, 10 jiwa dan 0-10 tahun, 6 jiwa. Maka diprediksikan partisipasi umat untuk kegiatan misa, pendalaman iman umat dan kegiatan lain-lain berkisar umur 31-50 tahun. Sedang umur muda dan tua jarang mengikuti kegiatan komunitas.

Jadwal rutin kegiatan rutin komunitas ini adalah (1). Misa Minggu I dalam bulan, (2). Ibadat tobat yaitu adven dan pra paskah, sedangkan setiap minggu boleh hanya dilaksanakan di gereja paroki. (3). Ibadat lain, sesuai dengan bahan dari paroki (APP, Bulan Maria, Bulinas, PDPL, Bulan Kitab Suci,dll) (4). Pesta Pelindung, setiap tahun tanggal 8 Agustus. (5). Kegiatan khusus           lain dapat dilihat dalam program tahunan komunitas.

Komunitas basis ini memiliki wilayah paling luas di paroki ini. Wilayahnya meliputi Simpang Bedukang, Deniang, Kayu Arang sampai Mapur. Sedangkan situasi umat, sebagian besar adalah umat sederhana yang saling berjauhan antara yang satu dengan yang lainnya. Ketika ketua kelompok masih dipimpin oleh almahrum bapak Agus Wuriyanto,  kelompok ini cukup aktif dan tekun baik dalam rutinitas pertemuan umat maupun dalam perayaan ekaristi. Semangat ini pun tidak pudar ketika ketua kelompok digantikan oleh Bpk. Vincentius Eddy (Ko Amuk) dan sekarang Bpk. Don Pedrosa. (*)