KOMUNITAS BASIS GEREJANI ST. YOHANES PEMANDI PAROKI SUNGAILIAT

Wilayah komunitas basis ini meliputi lingkungan Bedukang dan Air Hantu. Komunitas ini terdiri dari orang-orang yang berasal dari suku Flores dan satu-dua keluarga suku Tiong Hoa di Air Hantu. Hampir seluruh anggota kelompok adalah para pekerja TI, maka sulit diajak untuk berkumpul. Mereka lebih sibuk dengan kerja menambang timah. Apalagi pulang kerjapun sudah terlalu malam. Dengan alasan seperti ini maka rasanya sulit untuk mereka hadir dalam setiap kali ada pertemuan doa, bahkan misa kelompok. Sampai dengan saat ini, sudah ada keluarga yang menetap di komunitas ini.

Berdasarkan sensus umat yang dilaksanakan oleh paroki pada akhir tahun 2010 sampai dengan awal 2011, KBG St. Yohanes Pemandi memiliki 28 Kepala Keluarga, dengan jumlah umat 72 jiwa; 42 jiwa laki-laki dan 30 jiwa perempuan. Dari jumlah umat itu, umur 0-10 tahun sebanyak 23 jiwa, umur 10-20 tahun, 7 jiwa, 21-30 tahun 21 jiwa, 31-40 tahun ada 16 jiwa, umur 41-50, sebanyak 4 jiwa dan umur 51-60 ada 3 jiwa dan 61 tahun ke atas ada 2 jiwa. Data sesuai dengan umur ini sebenarnya mengindikasikan bahwa umur anak-anak merupakan terbanyak di komunitas ini. Setelah itu umur produktif, umur yang aktif bekerja. Dengan begitu ada konsekuensi logisnya bahwa kegiatan-kegiatan komunitas tidak banyak yang terlibat karena lebih sibuk bekerja.

Dari jumlah umat yang ada itu, umur SD berjumlah 24 jiwa, SMP sebanyak 11 jiwa, SMA berjumlah 6 orang, dan 39 jiwa tidak memberikan data tentang pendidikan. Jika kita melihat jumlah pendidikan yang ada di komunitas ini, maka komunitas ini sebenarnya punya tenaga untuk menjadi fasilitator dan pemimpin, namun karena kesibukan bekerja, komunitas ini cukup sulit untuk melakukan suatu kegiatan yang melibatkan banyak umat. Tenaga fasilitator di komunitas ini dibantu oleh Bapak Yohanes Djanu Rombang dari paroki.

Komunitas Basis St. Yohanes Pemandi selama ini dipimpin oleh bapak Mateus Modang dan operasional kegiatan dijalankan oleh isterinya, ibu Maria Bona. Kegiatan rutin: (1). Misa komunitas Minggu II dalam bulan (2). Ibadat tobat, pada adven dan pra paskah, sedang mingguan dilaksanakan di gereja paroki. (3). Ibadat lain, sesuai dengan bahan / kegiatan dari paroki (APP, Bulan Maria, Bulinas, PDPL, Bulan Kibab Suci) (4). Pesta Pelindung, 24 Juni setiap tahun (5). Kegiatan khusus, dapat dilihat dalam program tahunan. Sejak 2011, komunitas basis ini mempunyai sebuah kapel dan sekaligus difungsikan untuk tempat sekolah minggu bagi anak-anak dari komunitas ini. (*)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Refleksi pribadi atas Tulisan Bambang Harsono tentang doa Singkat THS-THM

AsIPA-PIPA dan KBG-SHARING INJIL

Tinjauan Komunitas Basis Gerejawi Menurut Dokumen Resmi Gereja Katolik