Tampilkan postingan dengan label Pertemuan KBG Bulan Agustus 2019. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertemuan KBG Bulan Agustus 2019. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Agustus 2019

YESUS HAKIM YANG ADIL MENGGANTIKAN KITA SEBAGAI TERDAKWA (2)


Modul Pertemuan KBG Bulan Agustus 2019

Penanggungjawab Modul:

RD. Marsel Gabriel, RD. Dr. Benny Balun, RD. Ferdinandus Meo Bupu
Ibu Shito Kadari dan Bp. Alfons G. Liwun


Persiapan
§  Fasilitator wajib mempersiapkan diri dengan membaca dan mencermati alur modul ini.
§  Membawa: Puji Syukur dan Kitab Suci
§  Teks Doa: Mohon Penyertaan Yesus Kristus …
§  Mengantisipasi umat yang tidak membawa Kitab Suci, sebaiknya dicopykan teks pada lampiran modul ini

Tujuan
1.     Supaya kita semakin mendekatkan/berpusat pada Yesus yang seharusnya menjadi Hakim tetapi mau-maunya mengambil semua dosa dan kesalahan kita. Menggantikan kita sebagai terdakwa
2.     Supaya kita mengerti bahwa cara Yesus mengadili, tidak seperti dalam pengadilan duniawi, tetapi dengan kasih dan adil
3.     Supaya dalam hidup sehari-hari, kita menyesuaikan diri dengan  pola keadilan Yesus dalam pergaulan kita baik dengan sesama, maupun dengan alam
4.     Supaya kita idak melihat Yesus sebagai hakim yang menakutkan, tetapi yang rela berbuat apa saja asalkan kita terhindar dari kematian kekal

PENGANTAR
Minggu lalu kita melihat bahwa dasar yang dipakai untuk mengadili manusia adalah seberapa peka terhadap kebutuhan sesama, seberapa idak egoisnya seseorang dan jenis perbuatan macam apa yang dilakukan oleh seorang manusia. Dengan demikian, sebenarnya ketika kita berbicara, ketika kita bertingkah laku dan ketika kita berelasi dengan sesama, kita sedang mengadili diri kita sendiri, kita sedang mendorong diri kita apakah ke sebelah kanan ataukah di sebelah kiri; ke arah selamat atau ke arah celaka.
Pertemuan ini mengajak kita untuk melihat lebih jauh, bagamana sebenarnya Tuhan Yesus habis-habisan berjuang agar kita tidak mengalami nasib celaka, terhindar dari kemaian kekal, atau singkatnya jangan sampai kita masuk neraka. Selama kita masih hidup inilah peluang emas untuk bisa merubah keadaan, dari dosa menuju rahmat, dari celaka menuju selamat.

PENGHORMATAN KEPADA SABDA ALLAH
F:    Mari kita berdiri untuk memberikan penghormatan kepada Kristus, Sang Sabda, yang hadir di tengah-tengah kita (Semua umat memberi hormat dengan meundukkan kepala)

LANGKAH-LANGKAH PENDALAMAN IMAN

A.      DOA MENGUNDANG TUHAN
F:    Saya persilahkahkan salah seorang dari kita mengundang Tuhan dalam doa Pembukaan.

B.       MEMBACA KITAB SUCI
F:    Kita buka Kitab Suci kita, Surat Pertama Rasul Petrus Bab 2 ayat 20 sampai 25 (Fasilitator memastikan bahwa semua umat menemukan teks yang dimaksud)

Langkah 1: Membaca Bersama
Mari kita membaca bersama-sama kutipan Surat I Petrus Bab 2 ayat 20-25

20Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah. 21Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. 22Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.  23Ketika Ia dicacimaki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. 24Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. 25Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

Langkah 2: Pemimpin membaca teks
F:    Saya akan membaca sekali lagi kutipan Surat Pertama Rasul Petrus bab 2 ayat 20-25 ini.

Langkah 3: Pendalaman Kitab Suci
F:    Mari kita mendalami makna kutipan Kitab Suci ini, dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini
1.    20Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.

Alkisah, Hasan dan sepupunya, Musadiq Ali Bangas, bertemu dengan seorang pemuda berusia 20 tahunan ketika dalam perjalanan menuju sekolahnya. Pemuda itu kemudian menayakan letak sebuah sekolah yang kebetulan merupakan sekolah keduanya. Karena mereka satu jalur, akhirnya ketiganya memutuskan untuk berjalan bersama-sama. Saat berjalan inilah Hasan merasa gelagat pemuda itu semakin aneh, sang sepupu lalu membisikkan bahwa di dada pemuda itu ada rompi aneh yang kemungkinan bom. Padahal saat itu sekolah mereka sedang menggelar upacara bendera, sehingga ada sekitar ribuan pelajar berada di halaman. Karena kecurigaanya semakin besar akhirnya Hasan memberanikan diri mengejar pemuda itu. Menyadari tujuanya sudah di ketahui, pelaku bom bunuh diri itu mempercepat langkahnya namun berhasil dihentikan Hasan tepat di gerbang sekolahnya. Sayangnya karena panik pelaku bom tersebut akhirnya meledakkan dirinya bersama dengan Hasan.

Realitasnya sama: kematian, tetapi apa penilaian kita tentang kematian Hasan dan kematian pemuda pembawa bom?

2.    Kalau seandainya harus memilih, apakah kita memilih mati seperti Hasan ataukah seperti pemuda pembawa bom?
3.    Logika Tuhan Yesus dan Logika kita
(Dibuat dialog singkat untuk memahami prinsip Yesus dalam kutipan di atas).

Logika Manusia
Ayam = berkaki dua
Bebek = berkaki dua
Apa persamaan ayam dan bebek?
Apa perbedaan ayam dan bebek?
Si A = mencaci maki
Si B = mencaci maki
Apa yang sama antara A dan B ?
Apa beda A dan B?
Logika Yesus
Si A = mencaci maki
Yesus = tidak mencaci maki
Apa persamaan Yesus dan si A?
Apa perbedaan Yesus dan si A?

Logika mana yang sering kita pakai?

4.    Dalam peristiwa apa, yang menjadi puncak di mana dosa-dosa manusia ditebus oleh Tuhan Yesus?
5.    Apa yang dimaksudkan bahwa “Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh”?

PENEGASAN
§  Sebagai Hakim, Yesus menegakkan Hukum, hukum Cinta Kasih dan menjamin pelaksanaan hukum itu. Hukum itu jelas bahwa akibat dosa adalah kematian; kematian kekal. Sebagai Jaksa Penuntut, Yesus menunjukkan bukti-bukti, memaparkan fakta. Apa faktanya? Faktanya adalah bahwa manusia itu berdosa. Sebagai Pengacara, Yesus mengemukakan fakta-fakta dan menegakkan hukum. Sayang bahwa bukti-buktinya menunjukkan bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa. Semua manusia berdosa. Sebagai Jaksa Penuntut dan sebagai Pengacara, di mana fakta menunjukkan bahwa manusia tidak ada yang luput dari dosa, seharusnya sebagai Hakim, otomatis, keputusannya jelas, Manusia harus dihukum. Masuk neraka.
§  Sebagai manusia, kita tidak punya solusi apapun kalau bukan Allah sendiri yang turun tangan buat kita. Maka Allah menggantikan posisi kita sebagai terdakwa yang tidak ada lagi jalan keluar, terdakwa yang kepepet dan bertemu dengan jalan buntu. YESUS MENGGANTIKAN KITA SEBAGAI TERDAKWA DAN MENGAMBIL SEMUA DOSA KITA.
§  Betapa luarbiasa: Sang Adil, Hakim yang Agung, Pembela Handal itu telah menggantikan kita sebagai terdakwa. Ia memikul semua kesalahan kita. Itulah keputusan Sang Hakim yang adil.

C.  AKSI NYATA
F:    Mari kita rumuskan aksi nyata kita, misalnya:
-       Bagaimana kita melatih diri, meski sederhana, tetapi bisa mengambil beban sesama.
-       Berani membela yang benar, meskipun untuk itu kita tidak akan disenangi orang
-       Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan
-       Tidak membalas air susu Yesus dengan air tuba kita; Bertobat dari kesalahan dan dosa

D. DOA SPONTAN
F:    Bapa-ibu, saudara-saudari terkasih,
Mari kita sampaikan doa-doa kita secara spontan baik bagi diri kita sendiri, maupun bagi mereka yang membutuhkan doa-doa kita. Kepada Bapa-Ibu, saudara-saudari terkasih, saya persilahkan:
a.    ………………………………………………………………
b.   ………………………………………………………………
c.    ………………………………………………………………
d.   ………………………………………………………………

Doa: Mohon Penyertaan Yesus Kristus Bagi Umat Keuskupan Pangkalpinang.

Mari kita satukan doa-doa kita dengan doa yang diajarkan Tuhan Yesus sendiri: Bapa Kami.

Mari, kita tutup Pertemuan kita dengan menyanyikan lagu: Berpusat pada Kristus
=***=

YESUS ADALAH HAKIM YANG ADIL (1)


Modul Pertemuan KBG Bulan Agustus 2019

Penanggungjawab Modul:

RD. Marsel Gabriel, RD. Dr. Benny Balun, RD. Ferdinandus Meo Bupu
Ibu Shito Kadari dan Bp. Alfons G. Liwun


Persiapan:
§  Fasilitator wajib mempersiapkan diri dengan membaca dan mencermati alur modul ini.
§  Membawa: Puji Syukur dan Kitab Suci
§  Memotong teks pada Lampiran: Matius 25:31-46
§  Teks Doa: Mohon Penyertaan Yesus Kristus …

Tujuan:
1.     Supaya kita semakin mendekatkan/berpusat pada Yesus yang pada akhirnya entah kita mau atau tidak, harus diadili oleh-Nya.
2.     Supaya kita mengerti bahwa cara Yesus mengadili, tidak seperti dalam pengadilan duniawi, tetapi dengan kasih dan adil.
3.     Supaya dalam hidup sehari-hari, kita menyesuaikan diri dengan  pola keadilan Yesus dalam pergaulan kita baik dengan sesama, maupun dengan alam
4.    Supaya kita tidak melihat Yesus sebagai hakim yang menakutkan, tetapi yang rela berbuat apa saja asalkan kita terhindar dari kematian kekal.

PENGANTAR
Dalam mendalami tema ini kita tidak terhindar untuk terlebih dahulu berkenalan dengan tata hukum yang kita miliki sebagai kerangka dasar untuk membantu kita memahami apa yang terkandung dalam kalimat Yesus adalah Hakim yang adil. Tata hukum negara kita, memiliki catur wangsa atau 4 lembaga yang berperan dalam Penegakan Hukum yakni: Pembela / Pengacara / Advokat yang membela terdakwa, ada jaksa yang menuntut, hakim yang memutuskan perkara dan polisi yang menjamin keamanan proses penegakkan atau pengadilan perkara terdakwa. Yang berkepentingan langsung dalam pengadilan adalah: Terdakwa, Jaksa, Hakim dan Pengacara. Catur Wangsa itu lembaga yang berdiri sendiri. Hakim, dengan lembaganya Mahkama Agung, Jaksa, lembaganya Kejaksaan Agung, Polisi dengan Mabes POLRI dan Advokat dengan Komite Kerja Advokat Indonesia (KKAI).
Sementara Yesus adalah sekaligus menjadi Hakim, Pengacara dan Jaksa. Tuhan Yesus telah diserahi Bapa untuk menghakimi.
Mari kita buka pertemuan ini dengan sebuah lagu….

PENGHORMATAN KEPADA SABDA ALLAH
F:       Mari kita berdiri untuk memberikan penghormatan kepada Kristus, Sang Sabda, yang hadir di tengah-tengah kita (Semua umat memberi hormat dengan menundukkan kepala)

LANGKAH-LANGKAH PENDALAMAN IMAN

A.   DOA MENGUNDANG TUHAN
F:       Saya persilahkahkan salah seorang dari kita mengundang Tuhan dalam doa Pembukaan.

B.   CODE: MENGAMATI TEKS “CREDO”
F:       Mari kita membuka Puji Syukur no.1, atau dari sarana apa saja yang ada Tulisan Syahadat iman kita. Kita pasti sudah hafal. Maka mari kita ucapkan bersama, Syahadat iman kita

Aku percaya akan Allah,
Bapa yang Mahakuasa,
pencipta langit dan Bumi
Dan akan Yesus Kristus,
PutraNya yang tunggal, Tuhan kita
Yang dikandung dari Roh Kudus,
dilahirkan oleh perwan Maria.
Yang menderita sengsara
dalam pemerintahan Ponsius Pilatus,
disalibkan wafat dan dimakamkan,
Yang turun ketempat penantian,
pada hari ketiga bangkit
dari antara orang mati
Yang naik kesurga,
duduk disebelah kanan
Allah bapa yang Mahakuasa.
Dari situ ia akan datang
mengadili orang hidup dan mati.
Aku percaya akan Roh Kudus,
Gereja katolik yang Kudus,
persekutuan para kudus
Pengampunan Dosa,
Kebangkitan badan,
Kehidupan kekal. Amin.

Pertanyaan diskusi
1.    Siapa saja yang Anda percaya ketika mengucapkan “Aku percaya ”?
2.   Siapakah Tuhan Yesus dalam Credo kita?
3.    Di mana kita temukan pernyataan bahwa Tuhan Yesus adalah Hakim?

PENDALAMAN
·      Aku Percaya akan: 1. Allah Bapa 2. Yesus Kristus 3. Roh Kudus 4. Gereja Katolik yang Kudus 5. Persekutuan para kudus 6. Pengampunan dosa 7. Kebangkitan badan 8. Kehidupan kekal.
·      Yesus Kristus: Putra Tunggal Bapa, Tuhan kita, dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria. Menderita sengsara, Wafat, dimakamkan, turun ke tempat penantian, Bangkit, naik ke Surga, duduk di sebelah kanan Allah. Dari surga, datang mengadili orang yang hidup dan orang yang mati.
·      Yesus Hakim disebutkan dalam kalimat “Mengadili orang yang hidup dan mati”.

Bagaimana Kiab Suci mengungkapkan Yesus sebagai Hakim? Mari kita buka Kitab Suci kita

C.  MEMBACA KITAB SUCI
Langkah 1: Pemimpin mengambil potongan no. 1 (Matius ayat 31-33) dan membagikan ke 13 (no. 2-14) potongan lainnya kepada 13 orang umat.

Langkah 2: Pemimpin membacakan potongan no. 1 yaitu 3 ayat pertama  (31-33) kemudian dilanjutkan berurutan dengan ayat-ayat selanjutnya (ayat 34-46-no 2-14).
Langkah 3: Membaca berpasangan:
no. 1
no 2 lalu  no 9
no 3 lalu  no 10
no 4 lau no 11
No 5, 6, 7 lalu No 12
No 8 lalu  no 13
No 13

Langkah 4: Pendalaman
1.    Indikator atau atas dasar apakah pembagian tempat di sebelah kiri dan kanan dalam bacaan di atas?
2.   Perbuatan: memberi makan, memberi minum, memberi tumpangan, memberi pakaian dan mengunjungi orang sakit atau yang dipenjara (ayat 37-39) disimpulkan dalam satu kata dalam ayat 44 (teks no 12) Istilah apa yang dipakai?
3.    Apa arti: Melayani Yesus dalam Injil di atas?

PENEGASAN
1.    Dalam menentukan seseorang berada pada situasi Bahagia atau Menderita, Surga atau Neraka, acuannya atau alat ukurnya adalah bagaimana Hukum kasih kepada Allah dan Kepada sesama itu diwujudkan dalam hidup kita sehari-hari. “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” (Mat. 7: 21).
2.   Melakukan kehendak Bapa dalam kehidupan konkret adalah dengan mengambil posisi melayani sesama. Mengasa kepekaan akan kebutuhan sesama, mempunyai kepedulian akan penderitaan dan kebutuhan sesama. Hidup kita hanya ada artinya, kalau kita berati bagi orang lain. Kehadiran kita ditunggu, diharapkan dan membawa kesejukan kepada orang.
3.    Yesus sendiri menegaskan bahwa sesama yang menderita, yang membutuhkan, yang sedang krisis, yang dicibir orang, yang menjadi bahan gosip kita, yang sedang galau,..Yesus hadir dalam mereka, Yesus memposisikan diri dalam situasi sulit itu. “segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

D.       AKSI NYATA
F:       Bapak-ibu, saudara-saudari terkasih, terinspirasi oleh kisah Injil dalam pendalaman kita ini, mari kita rumuskan aksi nyata yang bisa kita lakukan minggu ini kepada mereka yang secara fisik, badani maupun secara jiwa, rohani membutuhkan pelayanan kita
-       Memberi  makan kepada yang lapar
-       Memberi  minum kepada yang haus
-       Memberi tumpangan
-       Memberi pakaian
-       Mengunjungi orang sakit
-       Mengunjungi orang yang dipenjara

E.        DOA SPONTAN
F:       Bapa-Ibu, saudara-saudari terkasih,
Mari kita sampaikan doa-doa kita secara spontan baik bagi diri kita sendiri, maupun bagi mereka yang membutuhkan doa-doa kita. Kepada Bapa-Ibu, saudara-saudari terkasih, saya persilahkan:
a.      …………………….
b.      …………………….
c.      …………………….
d.      …………………….
Doa: Mohon Penyertaan Yesus Kristus Bagi Umat Keuskupan Pangkalpinang.

Mari kita satukan doa-doa kita dengan doa yang diajarkan Tuhan Yesus sendiri: Bapa Kami.

Mari, kita tutup Pertemuan kita dengan menyanyikan lagu: Berpusat pada Kristus
=***=