Postingan

Menampilkan postingan dengan label Fasilitator

KBG: LABORATORIUM PENGHARAPAN BAGI KELUARGA DAN GEREJA DI MASA DEPAN

Gambar
A.       KELUARGA 1.           Keluarga adalah sel dasar Komunitas Basis Gerejawi. Sebagai sel dasar, keluarga adalah sekolah kemanusiaan yang menjadi tempat pertama seseorang belajar hidup bersama dengan orang lain dan menerima nilai-nilai luhur dan warisan iman (GS 53).   2.         Keluarga, tempat anggota keluarga belajar hidup bersama, maka relasi-komunikasi didalam keluarga menjadi unsur yang sangat pokok. Relasi yang baik, yang menghidupkan, dan yang membangun, diungkapkan secara nyata didalam komunikasi etis dan bertanggungjawab. 3.        Dalam relasi-komunikasi yang bersifat membangun, nilai-nilai luhur diungkapkan serta warisan iman dihidupkan, maka keluarga menjadi penentu masa depan Gereja Katolik. Karena itu, keluarga-keluarga saat ini, perlu sekali didampingi dan diberdayakan untuk aktif dalam hidup menggereja dan dalam masyarakat. 4.         Keluarga adalah sel pertama yang sangat penting bagi masyarakat (bdk. FC 42). Karena menjadi sel pertama untuk

KOMUNITAS BASIS GEREJAWI: PARADIGMA FUNDAMENTAL DALAM GEREJA

Gambar
Oleh Uskup Peter Kang, Uskup Keuskupan Cheju, Korea Selatan Disampaikan pada Program Exposure untuk Uskup Jerman, 14-22 April 2009 Pemberdayaan Anak Sekami di KBG St. Yoh. Pemandi Bedukang A. Gereja Awal Yesus tidak bekerja sendiri tetapi selalu bekerja sama dengan rekan-rekannya untuk membentuk sebuah komunitas murid. Ia mengirim orang-orang ini ke dunia sebagai rasul.  Para rasul pertama tidak memiliki tempat yang stabil untuk mengatur pekerjaan evangelisasi-pewartaan mereka. Mereka selalu mewartakan Injil, hanya dengan bepergian dari satu tempat ke tempat lain. B. Mereka berkumpul di rumah. Mereka berkumpul di rumah-rumah keluarga rekan mereka untuk mendengarkan Firman Tuhan, berbagi roti, dan berdoa bersama-sama. Perkumpulan keluarga ini dalam Gereja adalah unit dasar dari kekristenan perdana. Dalam rumah tangga Helenis - Romawi, tuan rumah, ayah dalam keluarga, mempunyai otoritas yang tak terucapkan, dan struktur keluarga di zaman kuno adalah bentuk hierarki yang nyata. Seb