Selasa, 14 Juli 2026

Studi modul pertemuan KBG oleh fasilitator di Paroki Lubuk Baja-Batam (Thursday, September 11, 2025, ‏‎2:51:43 PM)

BAB III:

PENDALAMAN KITAB SUCI DALAM KOMUNITAS / KELOMPOK

Pendalaman Kitab Suci dalam komunitas atau kelompok sangat penting untuk memperdalam pemahaman iman, saling menguatkan dalam menghadapi pergumulan hidup, serta membangun relasi persaudaraan yang lebih erat antar sesama anggota.

Tidak hanya itu, pendalaman iman juga berfungsi mengolah batin agar lebih peka terhadap Sabda Allah, yang merupakan pedoman hidup. Untuk mengorganisir kegiatan ini dengan lebih terarah, ada beberapa poin penting beikut perlu kita pahami bersama.

1.     UNTUK APA KITA MENDALAMI KITAB SUCI?

Karena di dalam Alkitab itu adalah Sabda Allah / Allah sendiri yang sedang berbicara, maka kita perlu menanggapinya. Kita menanggapi dengan cara membaca, mendengar, merenungkan, dan menghayatinya dalam hidup.

Dengan cara yang simpatik ini untuk menjawabi-Nya, jelas bahwa Alkitab memiliki daya tarik tersendiri, daya tarik khusus yang tidak sama dengan buku bacaan manapun juga.

 

2.     SEKILAS TENTANG PENDALAMAN KITAB SUCI PRIBADI

Penekanan pada bagian ini adalah ”menyiapkan diri” untuk pendalaman dalam komunitas / kelompok. Seorang pribadi disiapkan dalam berbagai latihan dan kemudian diuji dalam kelompok.

Bahaya yang akan terjadi ialah ketika seseorang tidak mengikuti studi bersama atau latihan bersama. Atau pun mengikuti studi atau latihan, namun tidak mau mengikuti secara penuh atau tidak aktif.

Yang akan terjadi didalam komunitas atau kelompok adalah menyampaikan keluhan dan memiliki konsep sendiri tentang materi/bahan. Bahwa materi atau bahan yang dibawakan itu sulit dan berbagai hal lain. Sehingga rasa simpatik peserta hilang dan tidak ikut studi lagi. Konsep ini yang selalu membebani pemikiran anggota komunitas.

 

3.     PENDALAMAN KITAB SUCI KOMUNITAS / KELOMPOK

Mengapa ada pendalaman Kitab Suci dalam komunitas / kelompok? Dalam Alkitab kita dapat tahu bahwa, Yesus semasa hidupnya, Dia hidup dalam komunitas / kelompok, yaitu bersama dengan para murid dan rasul (Luk. 8: 1-3). Juga semua pelayanan hidup Yesus dilaksanakan dalam komunitas / kelompok (Kis. 2: 41-47).

Selain itu, ada teks-teks Alkitab yang menuntut kita untuk memahami bersama, agar kita sepaham-seide. Hal ini dimaksudkan agar setiap anggota saling membantu dalam satu komunitas.

 

4.     KOMUNITAS / KELOMPOK PENDALAMAN KITAB SUCI (DISARANKAN)

Alkitab ditulis untuk dibacakan dalam jemaat. Karena menyangkut hidup jemaat dan karena itu seluruh jemaat harus mengetahui isinya. Komunitas / kelompok yang ada di paroki / wilayah yang dimaksudkan pertama, komunitas / kelompok studi Alkitab dan kedua komunitas / kelompok pendalaman iman dengan Alkitab sebagai satu jemaat dasar dari Gereja Lokal yaitu KBG.

Sehingga mengapa komunitas / kelompok jemaat semacam ini disarankan untuk ada di setiap paroki / kelompok / komunitas? Sekurang-kurangnya ada tiga alasan. Pertama, sebagai wadah bagi siapa saja yang mempunyai minat terhadap Alkitab. Kedua, sebagai tempat pembelajaran bersama Alkitab. Ketiga, melahirkan mediator / animator / fasilitator yang tahu tentang Alkitab.

Jika komunitas / kelompok ini sungguh-sungguh mau digarap maka ada beberapa hal pokok yang perlu diperhatikan: pertama, jumlah anggota komunitas / kelompok kecil: 5 – 12 orang. Kedua, Rutinitas berkumpul (tergantung dari kesepakatan bersama / tergantung dari jadwal kesibukan pokok / tergantung dari profesi, dll.) Ketiga,  mempunya tujuan yang jelas yaitu belajar / merenungkan teks Alkitab (mengambil hikmah / manfaat bagi anggota komunitas / kelompok). Keempat, membentuk kelompok yang kuat serta handal dalam iman pada Kristus.

a.     Komitmen Komunitas / Kelompok.

Membangun komitmen anggota komunitas / kelompok untuk sepakat mendalami Alkitab bersama. Hal ini untuk mengetahui perhatian, persepsi / pandangan anggota komunitas / kelompok tersebut tentang Alkitab.

Penentuan runitas perjumpaan – amat tergantung dari situasi komunitas / kelompok. Maka perlu sekali musyawarah mufakat. Hal ini terjadi baik jika anggota sungguh mencinta Alkitab dan merasakan bahwa Alkitab adalah Sabda Allah – Allah sendiri yang sedang memanggil kita dan kita menanggapi-Nya.

Penentuan tempat pertemuan komunitas / kelompok secara bergilir / tetap di suatu tempat asal mudah dijangkau oleh semua anggota komunitas / kelompok.

 

b.    Penentuan Animator / Fasilitator.

Animator atau fasilitator Komunitas Basis Gerejawi (KBG) adalah anggota atau penggerak umat yang terpilih dalam suatu komunitas / kelompok. Mereka bertugas menghidupkan persekutuan, memimpin pertemuan, menggerakkan kegiatan dan mendampingi anggota KBG agar dapat bertumbuh dalam iman, pelayanan, serta persaudaraan sejati di KBG wilayah suatu paroki.

Sebagai penggerak KBG, agar KBG berfungsi sebagai "cara baru hidup menggereja", bukan sekadar organisasi keagamaan biasa. Sebagai pendampingiIman KBG, animator atau fasilitator membantu anggota memahami dan merefleksikan Kitab Suci serta pengajaran Gereja dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai animator / fasilitator pertemuan KBG, animator / fasilitator memandu jalannya pertemuan rutin KBG supaya dialog antarumat berjalan aktif, terbuka, dan membawa solusi atas masalah bersama. Hal yang cukup mendasar disini ialah ”animator / fasilitator mengenal Alkitab dengan lebih baik. Karena dengan mengenal Alkitab lebih baik, animator / fasilitator mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tepat untuk mengarahkan, mendampingi anggota KBG dengan Tuhan.”

Untuk diangkat secara resmi, para animator / fasilitator, biasanya melalui proses pemilihan oleh umat KBG dan dilantik bersama perangkat organ pastoral lainnya di paroki.

Untuk itu, setiap anggota komunitas / kelompok menjadi animator / fasilitator komunitas / kelompok. Karena itu, dalam proses menjadi animator / fasilitator – diperlukan pelatihan yang dijalankan dalam komunitas / kelompok / wilayah / paroki tersebut secara sederhana / hal-hal praktis.

Komunitas / kelompok / wilayah / paroki perlu memiliki bahan-bahan panduan yang mendukung bagi seorang animator / fasilitator komunitas / kelompok. 

c.     Anggota Komunitas / Kelompok.

Tentang anggota komunitas / kelompok ada beberapa hal pokok yang diperhatikan. Jenis kelompok: pertama, homogen. Kelompok sejenis / semacam saja / setipe / sewatak. Misalnya pria saja / ibu-ibu saja / seprofesi saja, dll. Kedua, heterogen. Kelompok serba serbi / kelompok campuran dari berbagai macam jenis kelamin, umur, profesi, bakat, pendidikan, dll. Keheterogenan dalam komunitas / kelompok adalah suatu komunitas / kelompok yang berharga karena memiliki banyak pengetahunan dan pengalaman hidup.

Hal yang lebih mendasar dari anggota komunitas / kelompok. Pertama, saling mendengarkan – menghargai pendapat dan sikap hidup. Kedua, hindari sikap saling menguasai khusus dalam sharing / pengungkapan pendapat. Ketiga, tiap anggota komunitas / kelompok bersikap saling terbuka.

****