Postingan

KOMUNITAS BASIS GEREJAWI: PARADIGMA FUNDAMENTAL DALAM GEREJA

Gambar
Oleh Uskup Peter Kang, Uskup Keuskupan Cheju, Korea Selatan Disampaikan pada Program Exposure untuk Uskup Jerman, 14-22 April 2009 Pemberdayaan Anak Sekami di KBG St. Yoh. Pemandi Bedukang A. Gereja Awal Yesus tidak bekerja sendiri tetapi selalu bekerja sama dengan rekan-rekannya untuk membentuk sebuah komunitas murid. Ia mengirim orang-orang ini ke dunia sebagai rasul.  Para rasul pertama tidak memiliki tempat yang stabil untuk mengatur pekerjaan evangelisasi-pewartaan mereka. Mereka selalu mewartakan Injil, hanya dengan bepergian dari satu tempat ke tempat lain. B. Mereka berkumpul di rumah. Mereka berkumpul di rumah-rumah keluarga rekan mereka untuk mendengarkan Firman Tuhan, berbagi roti, dan berdoa bersama-sama. Perkumpulan keluarga ini dalam Gereja adalah unit dasar dari kekristenan perdana. Dalam rumah tangga Helenis - Romawi, tuan rumah, ayah dalam keluarga, mempunyai otoritas yang tak terucapkan, dan struktur keluarga di zaman kuno adalah bentuk hierarki yang nyata. Seb

Doa 24 Jam Untuk Tuhan di Paroki Sungailiat

Gambar
Paus Fransiskus , sejak setahun menjadi pimpinan tertinggi Gereja Katolik sedunia, merencanakan doa 24 jam untuk Tuhan. Rencana itu pernah dijalankan pada tanggal 13-14 Maret 2015 yang lalu . Dasar yang disampaikan untuk umat berdoa 24 jam ialah u ntuk mengenang hari pengangkatan menjadi Paus , mau memb eri makna baru pada masa prapaskah 2016 ini . Doa 24 jam untuk Tuhan dijalankan pada tanggal 4-5 Maret 2016 dengan cara: p intu gereja dibuka selama 24 jam , k esempatan umat untuk mengaku dosa secara pribadi, berd oa secara komunitas dan pribadi dihadapan Allah, dan bahkan diberi kesempatan kepada setiap umat untuk m embuat percakapan / spiritual counseling dengan para imam. Juga, bapa Paus Franiskus meminta para imam untuk siap melayani para peniten yang mencari pengampunan Tuhan. Waktu doa 24 jam untuk Tuhan yang dimaksud Paus Fransiskus, selain sudah disebutkan tadi bisa juga sebagai kesempatan untuk refleksi dan doa, untuk menemukan kembali rahmat besar Allah di jant

Pernyataan Terakhir Sidang Umum VII AsIPA di Bangkok Thailand

SIDANG UMUM VII AsIPA "PERGILAH, AKU SELALU MENYERTAI KALIAN’ (Mat. 28: 19-20) KBG   HIDUP DENGAN ORANG YANG BERBEDA IMAN DAN KEYAKINAN Kamis, 22 - Rabu, 28 Oktober 2015 Baan Phu Waan - Pusat Pelatihan Pastoral, Keuskupan Agung Bangkok, Thailand PERNYATAAN FINAL PENDAHULUAN 1.      Sebanyak 118 peserta yang hadir dalam Sidang Umum AsIPA VII. Ke-118 peserta itu terdiri dari: 34 awam, 14 religius, 57 imam, dan 13 uskup; yang berasal dari 15 negara (Bangladesh, India, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Myanmar, Pakistan, Filipina, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, Vietnam , Afrika / SECAM-Ghana, dan Jerman). Mereka datang bersama-sama di Baan Phu Waan, Pusat Pastoral di Keuskupan Agung Bangkok di Thailand untuk berpartisipasi dalam Sidang Umum Pendekatan Pastoral secara Integral di Asia (AsIPA) VII; yang dilaksanakan dari 22-28 Oktober 2015. Kami datang dengan tujuan untuk memperdalam persekutuan kami dan untuk menemukan sumber inspirasi dari Firman dan Ekaris