AKSI TIGA RAJA PAROKI SUNGAILIAT

AKSI TIGA RAJA
“JADILAH PEWARTA CILIK DI KOMUNITAS BASIS”
 
“Pembaptisan merupakan penyucian dosa atas seseorang. Pembaptisan sah secara Katolik terdiri dari dua unsur. Unsur format (rumusan dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus) dan material (air mengalir, dan air yang dikucurkan). Pembaptisan bukan hanya dilakukan oleh imam tetapi bisa juga oleh orang awam, bila dalam keadaan mendesak. Misalnya seorang bayi yang terlahir lemah dan tidak dapat hidup lama lagi, dapat dibaptis oleh orangtuanya ataupun orang lain, bila orang itu dalam satu iman dan ini merupakan pembaptisan darurat,” ungkap Romo Aloysius Kriswinarto, MSF, dalam kotbahnya pada misa Pembaptisan Tuhan Yesus (9/1/2011).
 Lebih lanjut, Romo Kris, yang telah dua tahun berkarya di Paroki Sungailiat itu, dihadapan umat Katolik Sungailiat mengungkapkan bahwa bacaan Injil pada pesta Penampakan Tuhan menunjukan kepada kita dilematis. Yohanes berkata kepada Yesus, ”Akulah yang seharusnya dibaptis oleh Engkau, bukan Engkau yang harus kubaptis.” Yohanes menganggap bahwa Yesus adalah seorang Mesias yang tak berdosa. Jadi tidak pantas Yesus dibaptis oleh Yohanes. Namun demikian, dengan pembaptisan Yesus oleh Yohanes, Yesus ”seolah-olah berdosa”. Hal yang sama pun ketika Yesus disalibkan. Bagi orang Pelestina, seseorang mati disalibkan adalah penjahat. Yesus, dianggap sebagai seorang penjahat. Dengan ungkapan yang demikian, Injil Matius mau mengungkapkan bahwa solidaritas atau kesetiakawanan Allah dengan manusia terlaksana dalam seluruh hidup manusia. Allah selalu hadir dalam hidup manusia. Allah menyertai umat-Nya.

Sebelum berkat penutup, Rm. Kris memanggil anak-anak yang selama ini aktif sekolah minggu baik di paroki maupun stasi untuk tampil di depan altar. Romo mengajak mereka berdoa bersama Doa Anak Misioner Indonesia. Setelah itu, pastor paroki memberikan berkat perutusan sambil berpesan anak-anak dan remaja yang terkasil, jadilah pewarta kecil di komunitas masing-masing.

Menjadi Misionaris Cilik di KBG
Semangat Natal bagi anak-anak dan remaja di paroki yang berpelindungkan Sta. Maria Pengantara Segala Rahmat, berkelanjutan dalam acara Pesta Keluarga Kudus. (26/12/2010). Semangat yang sama, anak-anak dibawah bimbingan orangtua diajak untuk membawakan nyayian dan tarian dalam pesta bersama kelaurga besar MSF.

Bukan hanya itu saja, tetapi lebih lanjut lagi, semangat anak-anak dan remaja itu berkesinambungan untuk menjadi misionaris cilik di komunitas basis, setelah misa pesta penampakan Tuhan Yesus (9/12/2010).
Untuk menjadi pewarta kecil di KBG, anak-anak sekolah minggu dan remaja dibagi dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok didampingi oleh para pembina masing-masing. Kelompok St. Dominikus dan Yohanes Pemandi, langsung menjalankan misinya setelah pulang dari Gereja Paroki. Begitupun kelompok basis Sta. Maria Goretti, St. Theresia 1, St. Vincentius, St. Don Bosco, dan Stasi Pemali. Sedangkan kelompok St. Yosep, St. Petrus, St. Fransiskus Xaverius, Sta. Elisabeth, melaksanakan misinya pada sore hari.
Berdasarkan laporan Ibu Yovita Djanu Rombang, salah seorang pendamping aksi tiga raja, bahwa anak-anak yang berumur SEKAMI begitu banyak di KBG. Aksi tiga raja mereka begitu antusias. Mereka pingin tampil. Mereka pingin menyanyi bersama-sama. Dan bahkan mereka pingin untuk bersama dengan teman-temannya yang lain dari komunitas lain. Ke depan, aksi tiga raja perlu didamping dengan baik. Sejak kecil dilatih untuk membawa misi Yesus. ***maya – alf***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Refleksi pribadi atas Tulisan Bambang Harsono tentang doa Singkat THS-THM

AsIPA-PIPA dan KBG-SHARING INJIL

Tinjauan Komunitas Basis Gerejawi Menurut Dokumen Resmi Gereja Katolik