Postingan

PRA-RAT DAN RAT KOPDIT KABARI 2013:“SALING MELAYANI”

Gambar
‘Saling melayani’, itulah tema Pra-RAT dan Rapat Anggota Tahun (RAT) tahun buku 2012 Koperasi Kredit Karya Bersama Lestari (Kopdit Kabari) Pangkalpinang Bangka. Pra-RAT dilaksanakan pada 12 Maret 2013 bertempat di gedung Setya Bhakti Kelurahan Pasir Putih Pangkalpinang. Pra-RAT yang dihadiri sekitar 600-an anggota dari total keseluruhan anggota Kopdit Kabari 2012, 1.599 orang. Sedang RAT diselenggarakan pada 24 Maret 2013 di Hotel Aston Pangkalpinang, dari pukul 13.00-15.00 wib. Target jumlah anggota yang hadir dalam RAT sebanyak 200-an orang, namun kenyataannya hanya hadir sekitar 100-an orang. Melayani dalam kebersamaan Pendaftaran peserta RAT pada saat Pra-RAT Dalam acara pra-RAT, anggota diajak untuk menikmati kebersamaan dengan sambil makan bersama ada sosialisasi beberapa hal seperti investasi tanah kavling, kepengurusan baru 2013-2015, pengundian beberapa doorprize dan informasi lain berupa pelaksanaan RAT Kopdit Kabari. Siang itu (12/3/2013) nampak berdatangan anggo

AsIPA: Kunjungan Mgr. Hilarius Moa Nurak SVD ke Sungailiat Bangka

Gambar
B apa Uskup hadir dalam perttemuan para fasilitator Paroki Sungailiat di susteran AK, Jumat, 18 Januari 2013, pukul 16.30—18.00. Terlihat tidak galau. Terus senyum dan matanya bersinar tajam. Begitu fit fisiknya. Inilah ungkapan kegembiraan Bapa Uskup, saat muncul karena dalam pertemuan fasilitator itu ada banyak fasilitator yang hadir. Apalagi Bapa Uskup melihat kehadiran satu atau dua anak kecil berumur SD ikut hadir dalam Sharing Injil bahkan anak-anak itu ikut memilih teks atau kalimat singkat yang menyentuh hati. Bacaan Injil pada Sharing Injil adalah Markus 2: 1-12. Ungkapan Bapa Uskup dalam sharing itu menunjukkan sikap simpati dan bangga dengan hasil penerapan 7 langkah dalam sharing Injil. Tentu, kita berharap supaya di KBG-KBG, tiap kali ada pertemuan KBG, sharing Injil dengan 7 Langkah menjadi agenda utama. Karena 7 Langkah adalah Spiritnya KBG itu sendiri. ***

JADWAL MISA TRI HARI SUCI

Gambar
PAROKI ST. PERAWAN MARIA “PSR” SUNGAILIAT BANGKA KEUSKUPAN PANGKALPINANG Gereja Katolik Sta. Perawan Maria Pengantara Segala Rahmat Sungailiat Jl. Jend. Sudirman No. 87/36 Sungailiat 33211 Telp. 0717-92268, Email: sungailiatparoki@ymail.com Kamis Putih, 28 Maret 2013: Waktu Misa: pukul 18.00 wib Jumat Agung, 29 Maret 2013: Jalan Salib: pukul 08.00 wib. Waktu Ibadat: pukul 15.00 wib. Malam Paskah, Sabtu, 30 Maret 2013: Waktu Misa: pukul 19.00 wib Minggu Paskah, 31 Maret 2013: Waktu Misa: pukul 08.00 wib. Gereja Katolik Sta. Theresia dari Kanak-kanak Yesus Stasi pemali, Jl. K.H. Agus Salim Pemali Sungailiat Bangka Jumat Agung, 29 Maret 2013: Waktu Ibadat: pukul 15.00 wib Minggu Paskah, 31 Maret 2013: Waktu Misa: pukul 17.00 wib. Catatan: untuk Stasi Pemali, misa Kamis Putih dan Malam Paskah terjadi di Pusat Paroki. Jadi semua umat diharapkan untuk ikut misa di pusat paroki, sebagai tanda persatuan dengan umat paroki yang lain. Sungailia

KAMI DATANG DARI TIMUR UNTUK MENYEMBAH SANG RAJA BARU

Gambar
Y erusalem, kota yang sekarang diperebut oleh dua negara (Israel dan Palestina) Kota ini kini menjadi bulan-bulanan. Karena di kota itu, terjadi peperangan yang besar dari zaman dulu hingga dengan sekarang ini. Terkadang menjadi pertanyaan: mengapa kota Yerusalem ini terus menerus diperebut oleh para penguasa? Bacaan pertama (Yes. 60: 1-6), pada minggu ini mengetengahkan seruan Yesaya mengenai Yerusalem, kota yang sekarang diperebut banyak orang. Yesaya menandaskan bahwa di Yerusalem akan muncul kemuliaan Tuhan. Dan benar bahwa seorang Raja Baru muncul di Yerusalem. Raja baru ini akan menjadi terang yang bercahaya menerangi bumi. Terang itu telah ada, dan akan terus ada. Terang itu, dalam bacaan kedua (Ef. 3: 2-3a, 5-6), diungkapkan sebagai pembuka rahasia. Dan rahasia itu diwahyukan didalam diri seorang putera yaitu Yesus sendiri. Ia menampakan diri-Nya dan para bangsa akan menjadi pewaris perjanjian itu. Dan dengan perjanjian itu bukan hanya orang Yahudi saja yang menja

GO, YOU ARE SENT FORTH! FOLLOWING JESUS IN MISSION: SMALL CHRISTIAN COMMUNITIES SERVING AND MINISTERING

Gambar
AsIPA General Assembly VI Chintana Center, Nainamadama, Sri Lanka 18-24 October 2012 FINAL STATEMENT 1.       COMING TOGETHER 1.1. We the participants of the AsIPA General Assembly VI of the Asian Integral Pastoral Approach (AsIPA) - 57 lay people, 71 clergy, 11 bishops, 12 religious from 16 countries (Bangladesh, India, Indonesia, Korea, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Pakistan, Philippines, Singapore, Sri Lanka, Taiwan, Thailand; also from Germany, South Africa, Switzerland) came together here at Chintana Center, Nainamadama in Sri Lanka from 18-24 October 2012, to share our experiences, to deepen communion among us and to reflect on the theme of mission. 1.2. The Federation of Asian Bishops’ Conferences Office of Laity and Family (FABC OLF), AsIPA (BEC) Desk and participants of this assembly express our deep gratitude to the Church in Sri Lanka, especially the local organizers of this event led by the Most Reverend Kingsley Swampillai, Bishop of Trincomalee, fo

SMP ST. MARIA GORETTI SUNGAILIAT: UNTUKMU GURUKU UNTUKMU SEKOLAHKU, KAMI DATANG...

Gambar
Halaman SMP Maria Goretti, sore itu (29/9/12) berubah menjadi merah ditengah musim kemarau. Warna merah bukan kembangnya bunga-bunga di taman tetapi baju kaos merah yang dipakai alumni angkat 1982. Mereka datang ke SMP Maria Goretti Sungailiat, Kabupaten Bangka Propinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk menoreh kenangan-kenangan manis-pahit semasa sekolah 30 tahun silam.  Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia dengan tema khusus "Untukmu Guruku, Untukmu Sekolahku, Kami datang..." Ita Kometa, salah seorang alumni angkatan '82 mengenang gurunya dalam sebuah puisi yang diucapkan pada saat acara hening cipta untuk mengenang para penjasa dan teman-teman yang telah berpulang ke pangkuan Allah begini. "Guruku.....Engkau adalah setetes embun di pagi hari...., Engkau adalah seberkas cahaya di gelap gulita...Engkau adalah pahlawan tanpa tanda jasa.... Kini....Aku kembali guruku, untuk hanya mengucapkan kata terima kasih, yang tak berarti." Kehadiran a

MENJADI MURID PILIHAN YESUS

Gambar
Benarkah kita semua ini dipilih Tuhan untuk menjadi murid-Nya? Pertanyaan ini ditujukan kepada kita untuk merefleksikan jawaban kita atas pilihan Tuhan pada pribadi kita sebagai murid-Nya. Menjadi pilihan Tuhan itu pertama-tama karena kemauan Tuhan, bukan karena kemauan diri sendiri. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Tuhan yang memilih kita dengan menaruh Roh-Nya didalam diri tiap-tiap kita. Dan Roh-Nya yang ada dalam diri kita itu akan mengarahkan daging kita untuk tetap bersatu dengan Dia. Dalam proses mengarahkan antara keinginan daging dengan keinginan Roh, Kitab Bilangan (11: 25 – 29) menguatkan kita bahwa Musa adalah teladan bagi kita. Musa, orang yang mampu mengalahkan keinginan dan memberikan ruang dalam dirinya untuk Roh Allah berkarya. Karena itu, Roh yang ada padanya dibagikan kepada umat Israel yang lain sehingga sama-sama menjadi pemimpin dan pewarta bagi Allah. Ternyata apa yang dilakukan Musa tidak disetujui oleh Yosua. Yosua b