Postingan

SHARING INJIL TUJUH LANGKAH DALAM AKTIVITAS PAROKI, KOMUNITAS BASIS GEREJAWI DAN KELOMPOK-KELOMPOK KATOLIK LAIN

Ketika Sharing Injil Tujuh Langkah menjadi pokok pembicaraan baik di tingkat paroki maupun di tingkat KBG atau kelompok lain, banyak orang seakan kaget dan malahan bingung. Dalam kebingungan itu, ada banyak orang juga bertanya, kalau Sharing Injil digalakan, bagaimana dengan doa Ibadat Sabda yang selama ini sudah sering dilakukan? Apakah Sharing Injil bisa atau boleh untuk setiap ibadat doa yang lain seperti doa Rosario, doa arwah, doa HUT Santo-santo pelindung KBG, HUT anggota KBG, dan lain-lain? Lalu bagaimana cara mempraktekan Sharing Injil Tujuh Langkah ini dalam setiap kesempatan ini? Sharing Injil merupakan Cara Baru Hidup Menggereja (a New Way of Being Church) saat ini. Cara baru ini menyangkut perubahan cara berpikir (habitus lama-habitus baru), berkarya (kerja prioritas dan terprogramkan),   dan   cara berdoa dari Ibadat Sabda menjadi Sharing Injil. Cara Baru ini yang dibawakan oleh Yesus sendiri. Berdasarkan catatan di atas tadi dan proses belajar bersama Sharing I

'Batu Hitam' Dari Sawah Lunto Sumatera Barat

Gambar
'Batu Hitam' Disimpan Dalam Kotak Disebut ‘Batu Hitam’ sebetulnya bukan berasal dari batu. Menurut cerita salah satu keluarga yang tinggal di Paroki St. Barbara Sawah Lunto, ‘Batu Hitam’ itu berasal dari tulang sapi, dengan proses pembakaran yang cukup memakan waktu selama empat hari. Proses pembakaran Tulang sapi dicampur dengan batu-batu dan serbuk-serbuk kayu, kemudian diletakan diatas tanah, lalu ditutup dengan pasir. Diatas pasir ditumpuk kayu-kayu kemudian dibakar. Proses pembakaran demikian terjadi selama empat hari. Setelah empat hari, tulang sapi yang sudah terbakar yang dalam bentuk arang hitam, digergaji dalam berbagai bentu, misalnya berbentuk segi empat, dan lain-lain, dalam ukuran kecil. Potongan-potongan kecil itu kemudian diambil dan disimpan didalam sebuah kotak untuk dijualkan kepada publik. Mengapa dijual? Rupanya ‘Batu Hitam’ ini memiliki khasiat yang cukup ampuh. Menurut kisah salah satu keluarga yang dijumpai di Pastoran Sawah Lun

Pertemuan Komisi Kateketik se-Regio Sumatera 2014 Di Padang Keuskupan Padang

Gambar
Latarbelakang Bandara Minangkabau Tanah Minang, sungguh elok ketika dipandang dari ketinggian udara dengan besi terbang, Lion Air. Bagi saya yang baru pertama kali, masuk Tanah Minang, ini sebuah berkat Tuhan. Karena, saya yang berasal dari Pulau Flores, yang dulu masa belajar hanya tahu dari peta Indonesia, ternyata bisa menginjakan kaki di Tanah Minang, tanah leluhur pahlawan nasional Muh. Yamin, dan penulis terkenal Hamka. Dari ketinggian udara, terpancar bukit dan gunung yang menghijau mengelilingi Kota Padang. Hamparan tanah leluhur Muh. Yamin, menghijau karena hutan masih terlihat banyak, ketimbang Pulau Bangka. Hamparan sawah yang hijau dan kuning kemuningan, dan rumah-rumah penduduk yang tersusun rapih. Jalur kaki sungai terlihat berkelok mengalir tenang. Padang, kami peserta pertemuan Komisi Kateketik se-regio Sumatera datang, menjumpaimu dalam hening dan tenang. Ketika pesawat landing di Bandara Minangkabau, terlihat sepi saat itu. Namun, dalam kesepiaan itu

Kartu Sharing Injil Tujuh Langkah

Gambar
Catatan atas sharing Injil Tujuh Langkah: Membaca Alkitab dengan Metode Sharing Injil Tujuh Langkah, hampir pasti bahwa semua umat Katolik telah mengetahuinya. Namun, satu pertanyaan ini yang boleh saya ajukan disini: apakah setiap orang atau komunitas basis yang menjalankan sharing Injil Tujuh Langkah ini dengan maksimal, yaitu mengikuti langkah demi langkah secara utuh dan penuh kesadaran?  Jika membaca Alkitab dengan metode ini tidak dijalankan dengan baik, maka hampir pasti orang per orang atau komunitas basis, cepat atau lambat akan merasakan cepat bosan dan mau mencari metode lain lagi. Ingat, metode apapun jika tidak dilaksanakan dengan baik dan tekun, akan sama dengan mentalitas kita yang selalu berubah-ubah. Sharing Injil Tujuh Langkah: duduk bersama Yesus yang bangkit, belajar dari Yesus, membangun komitmen dihadapan Yesus, untuk denga

FKUB Bangka Belitung dan FKUB Kabupaten Propinsi Kep. Bangka Belitung

Gambar
Kegiatan Anjangsana dan Studi Banding yang dilaksanakan pada tanggal 22 September 2014 oleh para tokoh agama yang bergabung dalam FKUB Propinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh biro Kesra Pronpinsi Kepupauan Bangka Belitung dibawah pimpinan Ibu Sulfa Kalsum, S. Pd., M. Si, cs. Studi Banding tidak selamanya harus pergi ke daerah-daerah lain diluar propinsi. Studi Banding juga dapat dijalankan dalam wilayah-wilayah sendiri. Inilah yang merupakan suatu perhatian yang boleh dibilang jarang dilakukan. Belajar dari dalam dulu, mungkin jika ada kesempatan lain, boleh belajar di tempat-tempat lain dalam wilayah propinsi yang lain. Tempat anjangsana dan studi banding di Kabupaten Bangka. Kabupaten Bangka dinilai sebagai sebuah kabupaten yang layak dikunjungi dengan alasan yang sederhana, kabupeten yang kondusif, koordinasi antar tokoh agama yang bergabung dalam FKUB Kabupaten Bangka mudah dan cepat menanggapi kegiatan ini. Selain itu juga tempat-tempat i