Postingan

Tim KPP Paroki Mendapat Pembekalan dari Komisi Keluarga Keuskupan

Gambar
Puri Shadana: Rumat Retret P uri Shadana, rumah retret milik Keuskupan Pangkalpinang, dihiasi bunga-bunga hijau di sekelilingnya. Teduh dan tenang, aroma suasana yang terasa ketika para peserta tim Kursus Persiapan Perkawinan (KPP) separoki Bangka Belitung selama dua hari (14-15/3) menginap disana. Terdengar suara tawa para peserta yang saling berjumpa dan menikmati manuman sore sebelum acara pembekalan dimulai. Tepat pukul 16.30 wib, para peserta diundang untuk masuk ke ruang pertemuan. Acara dimulai dengan sepatah kata dua dari RP. Aloysius Lioe Fut Khin, MSF. RP. Fut Khin begitulah sapaan khas sehari-hari oleh umat Keuskupan Pangkalpinang, mengungkapkan kepada para peserta yang hadir bahwa pertemuan selama dua hari ini, dengan tujuan menyamakan materi Kursus Persiapan Perkawinan (KPP) di setiap paroki. Karena selama ini disetiap paroki materi KPP yang diberikan ragam variasinya. RP. Fut Khin, Ketua Komisi Keluarga Keuskupan Pangkalpinang Selain tujuan tadi, la

Siswa-siswi Katolik SMKN 1 dan SMAN1 Sungailiat: Sharing Injil Di Aula Paroki

Gambar
Kuzuk dalam saat hening Siang bolong pada hari Jumat (27/2) arakan sepeda motor siswa-siswi SMK Negeri 1 dan SMA Negeri 1 Sungailiat memasuki halaman Aula Gereja Katolik Sungailiat di Jalan Jendral Sudirman. Arakan siswa-siswi itu dikomandani oleh Bpk. Elias Fransiscus Sitinjak, guru PNS agama Katolik di SMKN 1 dan Bpk. Ferdiro, guru PNS agama Katolik di SMAN1 serta guru BP di SMKN1 Bpk. Ignatius Graha   Primayoga. Ketiga komandan ini dikenal sebagai fasilitator Sharing Injil. Kali ini mereka membawa 20-an siswa-siswi ke Aula Paroki untuk mengadakan Sharing Injil bersama. Terlihat siswa-siswi itu masih berseragam sekolah. Rupanya, hari panas di siang itu, tidak mengendorkan semangat mereka. Mengapa tidak, jika saudara-saudari kita muslim hari Jumat ke Mesjid, maka siswa-siswi Katolik pun kami ajak untuk hari Jumat berkumpul di Aula untuk melaksanakan Sharing Injil, tandas Bpk. Elias Sitinjak. Lanjut Elias, Sharing Injil bukan suatu kegiatan baru bagi siswa-siswi

Berani Mengendalikan Diri: Itulah seorang Kristiani (Prapaskah I 2015)

Renungan Minggu Prapaskah I 2015 Bacaan I                : Kej. 9: 8 – 15 Bacaan                   : 1Ptr. 3: 18 – 22 Bacaan Injil          : Mrk. 1: 12 - 15 B acaan pertama, dalam Kitab Kejadian menceritakan tentang Nabi Nuh sekeluarga selamat dari air bah. Nabi Nuh sekeluarga diselamatkan karena berperilaku selalu baik dan benar dihadapan Allah. Keselamatan Nuh sekeluarga inilah menjadi janji Allah kepada manusia. Bahwa tidak akan ada lagi air bah yang menghayutkan manusia. Air tidak hanya menghayutkan ciptaan Allah tetapi air juga yang menjadi tanda keselamatan manusia yang selalu baik dan benar dihadapan Allah. Dalam artian ini, fungsi air adalah akan terus membersihkan manusia sehingga manusia tetap selamat menjumpai Allah. Disinilah makna air, disatu sisi bisa menghayutkan (menghancurkan) manusia namun disini lain, makna air itu membersihkan-menyelamatkan manusia. Rasul Petrus dalam bacaan kedua, menegaskan kepada para pengikut dan murid Yesus bahw

Tunggal Hati Seminari (THS) - Tunggal Hati Maria (THM):

(sebuah catatan kritis terhadap tulisan Mas Bambang Harsono tentang: DEMO (Pertunjukan) sebagai sarana Promosi THS-THM) Tulisan saya ini sebatas ulasan pribadi yang bertolak dari pengalaman yang sedikit yang saya miliki. Selain sebagai ulasan pribadi, juga saya berharap tulisan kecil saya dapat menjadi pelengkap untuk sesama anggota THS-THM dimana pun kita berada. Juga untuk menjawabi tulisan yang cukup mengagumkan dari ulasan Mas Bambang. Saya memulai ulasan kritis saya ini sebagai berikut. A.   Secuil Pengalaman Kecil dari Kepulauan Anambas: Pengalaman pribadi menjadi anggota THS-THM adalah sebuah pengalaman pribadi yang bagi saya sulit untuk dibagikan kepada orang lain. Mungkin ini alasan soal pribadi yang tidak pede karena penampilan saya yang bukan seperti seorang pesilat dan olaragawan, merasa belum banyak tahu, kurang percaya diri, takut dibilang sombong, takut dikatakan pengacau, dan lain-lain. Karena dengan alasan ini, saya pun secara pribadi ‘diam-diam’ saja