Postingan

Participatoris Church: Ungkap Mgr. Hila Dalam Serah Terima Para Pejabat Gereja Keuskupan Pangkalpinang

Gambar
Janji Para Pejabat Gereja di depan Uskupnya Perlengkapan misa tersusun begitu rapi di atas Meja Altar. Sedangkan baju-baju misa dengan warna hijau bergantungan di cabang pohon di depan pintu masuk ke gua Maria Ratu Para Imam. Begitu juga kabel-kabel sound systemnya. Terlihat di depan gua Maria di halaman belakang Keuskupan Pangkalpinang, terpasang dua buah tenda. Menariknya, hiasan tenda-tenda itu, seakan didominasi oleh kain-kain berwarna putih dan merah, terpampang menjadi ‘Merah Putih’. Sehingga seperti ada upacara kenegaraan. Padahal moment (4/6/2015) itu, tepat pukul 10.00 wib sebenarnya adalah sebuah upacara serahterima pejabat Gereja dilingkungan Keuskupan Pangkalpinang, dalam perayaan resmi Gereja, perayaan Ekaristi Kudus. Koor dan Umat yang hadir dalam Upacara Serahterima Koor upacara serah terima dikomando oleh Novisiat KKS. Bapa Uskup, Keuskupan Pangkalpinang dalam kata pengantarnya menjelaskan bahwa hari ini (4/6/2015), terasa sangat lain dari biasanya. B

Menyiapkan Katekumen Menjadi Anggota Gereja yang Handal

Gambar
Asli bukunya dapat dilihat Buku ini ditulis oleh Mgr. Oswald Hirmer, seorang Uskup di Afrika Selatan. Data tentang Mgr. Oswald Hirmer dapat dibaca didalam: http://en.wikipedia.org/wiki/Oswald_Georg_Hirmer . Buku ini diperuntukan bagi calon anggota baru dalam Gereja Katolik, yang sering kita sebut ‘Katekumen’. Didalam buku ini berisi bahan-bahan pertemuan untuk katekumen dengan jarak waktu yang cukup lama. Bahan pertemuan sebanyak 47 kali pertemuan dan ditambah dengan beberapa bahan pertemuan mistagogi. Dari keseluruhan isi buku yang ditulis Oswald Hirmer di Afrika Selatan sebagai bahan pertemuan untuk Lumko, sebuah institut misiologi dan kebudayaan Gereja di Afrika Selatan. Buku yang dalam bahasa Inggris dengan judul ‘Our Journey Together’ – Catechetical Sessions For Christian Initiation Of Adults’ kemudian diadaptasi oleh Team Singapore Pastoral Institute Catechetical Office, antara lain: Wendys Louis (eds), Josephine Leow, dan Doris Woon, yang diilustrasi oleh Rev. Jos

Kunjungan Pastoral Bapa Uskup Pangkalpinang Ke Stasi Air Sena

Gambar
Sejak sepulang dari kunjungan ad limina di Roma, sepulang ke Indonesia, Bapa Uskup Pangkalpinang langsung mengadakan kunjungan pastoralnya ke wilayah Kepulauan Anambas: di stasi Tarempa, stasi Mengkait dan stasi Air Sena (7-14/3), Paroki Tanjung Pinang, Pulau Bintang Kepulauan Riau. Umat Stasi Air Sena Jemput Bapa uskup Dalam kunjungan Bapa Uskup Pangkalpinang ke Stasi Air Sena, Mgr. Hilarius Moa Nurak, SVD dijemput umat stasi Air Sena di pelabuhan Air Sena setelah sepulang dari stasi Mengkait. Kunjungan Mgr. Hila ke stasi Air Sena kali ini dengan banyak kegiatan. Mulai dari menerima sakramen Krisma bagi umat, merayakan ekaristi bersama, hingga dialog bersama umat. Dalam acara dialog bersama umat di Stasi Air Sena, Bapa Uskup menekakan fokus pastoral keuskupan Pangkalpinang yang sedang diperjuangkan, yaitu cara hidup menggereja yang baru. Cara hidup menggereja baru yang dimaksudkan Bapa Uskup adalah Komunitas Basis Gerejawi (KBG) harus berjalan di Stasi Air Sena ini.

Keluarga Dalam Desiran Arus Zaman Dewasa Ini

Gambar
Sebuah Refleksi tentang Hidup Berkeluarga Ditengah Pergerakan Zaman Modernitas Dewasa ini. Mengajak Anak bermain-main dengan anak tetangga Hidup berkeluarga adalah sebuah panggilan untuk mengabdi pada Sang Khalik. Ini motivasi hidup yang perlu dipikirkan dengan matang sebelum mengarungi bahtera bersama sang pasangan hidup. Jika, hal ini tidak dipikirkan dengan baik, hidup dalam bahtera adalah sebuah petaka yang hanya melakoni rutinitas belaka. Maka, yang harus dipikirkan lagi setelah mengarungi bahtera adalah memaknai rutinitas hidup setiap hari. Tanpa pemaknaan rutinitas yang terus menerus, hidup dalam bahtera seperti ‘jiwa dipenjarai tubuh’, kata sang pemikir Plato. Jiwa harus dibebaskan. Pembebasan jiwa yang terpenjara itu hanya dapat dilakoni oleh cara berpikir atau dengan kata yang ngetrend saat ini ‘pola berpikir’. Melalui ‘cara berpikir’, solusi ditemukan, aksi nyata atas solusi ditindaklanjuti bersama. Hidup dalam bahtera menjadi lebih hidup untuk menemukan art