Senin, 19 Juni 2023

Bersama Mgr. Adrianus Sunarko, ofm Memperkokoh Gereja Partisipatif Dengan Semangat Sinodal

Mgr. Adrianus dalam Evaluasi Sinode di Kep. Riau

Persiapan:

  • Fasilitator KBG melaksanakan study modul bersama di Paroki atau tempat lain yang disepakati. Pastor Paroki sebagai Koordinator Fasilitator wajib hadir!.
  • Sarana yang disiapkan: Kitab Suci, Buku Puji Syukur, Teks Doa & Lagu Tahun Syukur 2023.

 

Tujuan:

  • Supaya Anggota KBG Memahami (mengerti) Maksud & Tujuan diadakannya Bulan Syukur Keuskupan Pangkal-pinang
  • Supaya anggota KBG berperan aktif mengikuti Pertemuan Doa & Ekaristi Bulan Syukur.
  • Supaya Anggota KBG berpartisipasi aktif dalam Aksi Nyata Pengumpulan Dana Bulan Syukur.

PENGANTAR

F      Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus!

 

Kegiatan Bulan Syukur berupa Pertemuan Pen-dalaman Iman Umat, Doa & Perayaan Ekaristi, berikut Aksi Nyata Pengumulan Dana Bulan Syukur merupakan hal yang sudah biasa kita lakukan di dalam Ziarah Hidup kita sebagai Umat Allah (Gereja) Keuskupan Pangkalpinang.

 

Alokasi waktu untuk kegiatan Bulan Syukur Ke-uskupan Pangkalpinang ini telah berjalan selama Masa Episkopat Mgr Hilarius Moa Nurak SVD (alm.), dan kemudian dilanjutkan pada Masa Episkopat Mgr Adrianus Sunarko, OFM.

 

Pada Masa Episkopat Mgr. Hilarius Moa Nurak SVD, kegiatan Bulan Syukur ini dilaksanakan sepanjang Bulan Agustus. Kemudian pada Masa Episkopat Mgr. Adrianus Sunarko, OFM., ke-giatan Bulan Syukur ini dilaksanakan dalam Bulan Juni. Seharusnya kegiatan ini kita lak-sanakan pada Bulan September untuk mengenangkan Tahbisan Episkopal Bapa Uskup Adrianus, namun karena dalam Bulan September itu ada Modul-modul untuk Pertemuan Bulan Kitab Suci, maka kegiatan Bulan Syukur ini dipindah ke Bulan Juni, di mana pada 28 Juni 2017 Takhta Suci meng-umumkan terpilihnya RP Dr Adrianus Sunarko, OFM menjadi Uskup Keuskupan Pangkalpinang menggantikan almarhum Mgr Hilarius Moa Nurak SVD yang tutup usia pada 29 April 2016.

Kegiatan Bulan Syukur Keuskupan Pangkalpinang ini dikemas dalam bentuk Pertemuan Doa meng-gunakan Modul-modul PIU (Pendalaman Iman Umat) yang disediakan oleh PIPA Keuskupan Pangkalpinang, di dalamnya ada Aksi Nyata un-tuk Pengumpulan Dana Persembahan Bulan Syukur, dan Perayaan Ekaristi untuk mendoa-kan Intensi atau Ujud-ujud Doa yang diberikan Umat bersama dengan persembahan yang di-sampaikan kepada Bapa Uskup. Dana Per-sembahan Bulan Syukur ini akan menjadi bagian dari dana untuk Perjalanan Pastoral Bapa Uskup ke wilayah-wilaya di Keuskupan Pangkalpinang!

 

Untuk Bulan Juni Tahun 2023 ini, PIPA menye-diakan satu Modul saja, untuk Pertemuan Doa di KBG-KBG dan Kelompok-kelompok Katego-rial. Biasanya ada dua Modul PIU untuk Doa & Refleksi Bulan Syukur ini. Namun pada Juni 2023 ini, semua kita di Keuskupan masih lanjut dengan Refleksi & Evaluasi Diri, yang memasuki Tahap Tindak-lanjut dari tingkat KBG naik ke tingkat Paroki. Akan ada Pertemuan PIPA Paroki-paroki pada Bulan Juni 2023 ini, untuk membahas Modul LANGKAH BARU serta menysun usulan dari setiap Paroki tentang Prioritas Pastoral Li-ma Tahun ke depan (2024-2029), dengan meng-acu kepada Hasil Refleksi & Evaluasi Diri, yang telah kita laksanakan sepanjang Bulan Januari hingga Bulan Mei Tahun 2023 ini.

 

Dan pada malam hari ini, kita melaksanakan Pertemuan PIU Modul Bulan Syukur Tahun 2023.

Mari, kita membuka Pertemuan Pendalaman Iman ini, dengan menyanyikan sebuah lagu pembuka dari PS. No. 688 atau 693 atau lagu lain yang sesuai.

Penghormatan Kepada Sabda Allah

 

F      Mari, kita berdiri untuk memberikan penghor-matan kepada Kristus, Sang Sabda yang hadir di tengah-tengah kita. (semua anggota KBG memberikan hormat dengan menundukkan kepala).

 

LANGKAH-LANGKAH PENDALAMAN IMAN:

 

1.        DOA MENGUNDANG TUHAN

F      Mari kita mengundang Tuhan dalam Doa Pem-buka. Kita menggunakan Doa Tahun Syukur. Saya persilakan salah seorang dari antara kita, untuk memimpin kita untuk mendoakannya!

 

2. KODE

F      Mari kita simak bersama satu kisah berikut ini. Saya persilahkan salah seorang di antara kita untuk membacakan kisah berikut ini:

 

Doa Syukur Charles Neubronner

 

F      (Membacakan Kisah dalam Kode berikut ini!)

Charles Neubronner adalah seorang Katolik ke-turunan Jerman berkebangsaan Singapore. Ketika Paroki Santo Yoseph Tanjungbalai Karimun mem-bangun Tempat Ziarah & Stasi Jalan Salib Bunda Maria Guadalupe, Charles menjadi salah satu do-natur yang membantu Pembangunan Stasi Jalan Salib di sana. Dan dia memilih untuk membiayai Pembangunan Jalan Salib, Stasi V “Yesus ditolong oleh Simon dari Kirene.”

 

Setelah Stasi V itu selesai dikerjakan, Charles datang berkunjung. Setelah melihat Stasi tersebut, Charles berkata kepada Pastor Paroki Santo Yoseph, Tanjungbala, Karimun saat itu, “Terima kasih, Tuhan Yesus. Saya boleh melakukan sesuatu bagi Gereja-ku di Indonesia” [“Thank you, Lord Jesus! Now, I can do something for my Church in Indonesia!” ]

F      Pertanyaan pendalaman kode:

  • Apa isi Doa Syukur Charles Neubronner dalam KODE ini?
  • Sebagai siapakah, Charles menyatakan hubungannya dengan Gereja Katolik Indonesia, yang dalam hal ini adalah Gereja Santo Yoseph, Tanjungbalai, Karimun?
  • Apa yang saudara rasakan, saat mendengarkan Doa Syukur Charles tersebut, dalam hubungannya dengan Identitas Keuskupan kita sebagai Gereja Partisipatif-Sinodal? Fokuskan perhatianmu pada apa yang dilakukan Charles terkait aspek “Partisipasi” dan “Sinodalitas” dalam kehidupan menggereja?

 

TAMBAHAN:

  1. Charles Neubronner bersyukur kepada Tuhan, karena memberi dia kesempatan untuk melakukan sesuatu bagi Gereja-nya (Charles!) di Indonesia!
  2. Sekalipun berkebangsaan Singapore dan datang ke Karimun hanya sebagai pelancong, namun apa yang dilakukan Charles – yakni membantu pem-bangunan Tempat Ziarah Bunda Maria Guadalupe, khususnya Stasi V Jalan Salib,- donasi atau sum-bangannya itu mengalir dari pemahamannya yang mendalam, bahwa sebagai orang Katolik, maka Gereja Katolik – di wilayah manapun tempat-nya,- adalah juga Gereja-nya dia sebagai orang Katolik. Aspek-aspek Gereja yang “satu, kudus, katolik, dan apostolik” itu menjadi pendorong bagi apa yang dilakukan Charles ini!
  3. Terharu sekaligus ditantang: kalau orang Katolik dari negara lain, juga mau peduli (dalam arti mau berpartisipasi dan mau berjalan bersama / sinodal), dengan apa yang diusahakan Gereja di Parokiku,- apa saya sebagai orang Katolik di wilayah Parokiku sendiri tidak mau berpartisi-pasi dan berjalan bersama (sinodal) dengan apa yang sedang diusahakan Gereja di Parokiku sendiri?

 

F      Apakah ada umat yang mau sharing terkait pertanyaan ketiga ini? (diberi kesempatan kepada satu sampai tiga orang untuk sharing: mengapa mereka terharu atau merasa tertantang?).

 

3. MEMBACA KITAB SUCI

F  Mari kita membuka teks Kitab Suci yang diambil Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma Bab 8 Ayat 1-8. (diulang sampai semua anggota KBG menemukan teks Kitab Suci)

         

Saya persilakan salah seorang diantara kita untuk membaca teks Kitab Suci tadi.

 

Adakah diantara kita yang memegang Kitab Suci dari versi lain baik berupa bahasa atau pun lainnya.... diminta untuk membaca teksnya yang sama. (mungkin)

 

F.     Pertanyaan pendalaman:

  1. Ketika Rasul Santo Paulus menggambarkan Gereja sebagai satu Tubuh, yang digerakkan oleh Roh Allah. Apa konsekuensinya jika Identitas Keuskupan kita yang adalah Gereja Partisipatifr & Sinodal itu?
  2. Apakah Partisipasi dan Sinodalitas (hal Berjalan Bersama) di antara “organ-organ” atau “bagian-bagian dari Tubuh Gereja” itu, bersifat “wajib dan mengikat” atau “tidak wajib dan tidak mengikat?”
  3. Apa hubungan Roh Allah itu dengan partisipasi dan sinodalitas itu menyangkut hal apa saja?
  4. Bagaimana situasi dan realitas/kenyataan menge-nai Partisipasi dan Sinodalitas dari organ-organ yang kita miliki dalam Organ & Struktur Karya Pastoral Paroki di KBG/Paroki kita : apakah sudah berjalan bersama secara maksimal dengan melibatkan semua? Atau belum maksimal karena semua organ belum dilibatkan?

TAMBAHAN:

  • Konsekwensi tentang gambaran Gereja sebagai Satu Tubuh dengan banyak anggota, terhadap Partisipasi dan Sinodalitas antar semua organ atau bagian dalam Organ & Struktur Karya Pastoral Gereja (di KBG / Wilayah / Paroki / Kevikepan / Keuskupan), merupakan sesuatu yang wajib dilakukan, bukan soal suka atau tidak suka, sibuk atau tidak sibuk, bahwa orang harus me-luangkan waktu untuk melakukan hal ini. Misalnya: Apakah Pastor Kepala Paroki sebagai Koordinator PIPA & Koordinator Fasilitator Paroki, beliau memberikan waktunya untuk ikut ambil-bagian (berpartisipasi & bersinode) dalam Pertemuan-pertemuan PIPA atau mem-biarkan organ-organ itu berjalan sendiri?
  • Partisipasi dan Sinodalitas antara organ-organ dalam Struktur Karya Pastoral Gereja ini, terkait dengan berbagai kegiatan pastoral seperti. Dalam ekklesiologi Paulus, Partisi[aso dan Sinodalitas ini meliputi seluruh aspek kehidupan sebagai “satu tubuh.” Kita refleksikan beberapa hal berikut ini lebih mendalam tentang “Peluang” Sinodalitas & Partisipasi di dalam Gereja ini!
  • Ketika Fasilitator mempersiapkan diri untuk Studi Modul PIU sebelum mereka bertugas ke KBG-KBG ....
  • Ketika Membuat Perencanaan Kegiatan Ta-hunan dimulai di tingkat KBG lalu ke tingkat Paroki : apakah dibicarakan bersama-sama dengan semua anggota KBG atau hanya Para Pengurus KBG (Seksi) yang bicara dan me-mutuskan sendiri?
  • Ketika melakukan Pengambilan Keputusan untuk berbagai hal hidup menggereja? Apa-kah Pastor “memiliki hak perogratif” sehing-ga “menolak atau tidak mau mendengarkan umat?”
  • Realitas Pastoral di masing-masing wilayah (KBG/Paroki/Kevikepan) bisa disharingkan berdasarkan Pertanyaan pada nomor b dalam Tambahan ini!

PENEGASAN TENTANG

IDENTITAS KEUSKUPAN PANGKALPINANG.

 

F.      (Membacakan Penegasan berikut ini!).

 

Identitas (Gereja) Umat Allah Keuskupan Pangkalpinang, sampai dengan akhir Tahun 2021 terdiri dari VISI + MISI + SPIRITUA-LITAS.

 Pada VISI terdapat rumusan, UMAT ALLAH KEUSKUPAN PANGKALPINANG, DIJI-WAI OLEH ALLAH TRITUNGGAL MAHA-KUDUS, BERTEKAD MENJADI GEREJA PARTISIPATIF.”

Pada bagian MISI ditegaskan bahwa kita MEMBANGUN KBG dengan sejumlah ciri seperti: inklusif-dialogal, berakar pada iman dan ajaran Gereja, peduli terhadap lingkungan hidup, profetis, berpihak pada yang miskin, transformatif, kekeluargaan, dan memberdayakan.

 Pada SPIRITUALITAS ada dua point, yakni KEMURIDAN dan HAMBA ALLAH.

Mulai Tahun 2022, sejalan dengan semangat “Berjalan Bersama” yang mengalir dari Teks-teks Instrumentum Laboris untuk Persiapan Sinode Para Uskup Sedunia, yang akan ber-langsung pada Sidang di Roma Bulan Oktober 2023 ini, ada perubahan dan tambahan pada VISI. Rumusan Visi, seperti yang muncul dalam Doa Syukur 100 Tahun Keuskupan Pangkal-pinang, menjadi lebih pendek berikut ada penambahan satu aspek baru. Rumusan Visi yang baru itu adalah: (UMAT ALLAH KEUSKUPAN PANGKALPINANG, DIJIWAI OLEH ALLAH TRITUNGGAL MAHAKUDUS) MENJADI GEREJA PARTISIPATIF SINODAL).

 

Dengan demikian, Gereja Partisipatif yang kita bangun melalui KBG dengan tiga Bintang (Berpusat Pada Kristus + Membangun Komu-nio + Melaksanakan Misi), dengan cara hidup sebagai seorang Murid sekaligus Hamba Allah, diperkaya dengan SINODALITAS (Berjalan Bersama) sebagai sebuah cara kerja atau cara berpastoral.

 

F      Ketika kita “Tidak Sinodal” atau “Tidak Ber-jalan Bersama dalam Membangun Gereja Parti-sipatif” ini, maka kita akan terjebak ke dalam Cara-cara Hidup Menggereja  yang “tidak par-tisipatif dan tidak sinodal”, yang seharusnya sudah lama kita tinggalkan.

 

Berikut ini ada 7 Cara Hidup Menggereja yang bertolak-belakang dengan Gereja Partisipatif-Sinoda kita. Kita perlu tahu, supaya tidak mem-berinya ruang dalam kehidupan menggereja kita! Kita dengarkan sambil merefleksikan apakah cara-cara hidup menggereja seperti ini masih ada di KBG/Paroki/Kevikepan/Keuskupan kita?

 

  1. Gereja yang menyiapkan segala sesuatu”. Umat   awam   menungu   imam   untuk   mengambil segala  prakarsa  dan  menyiapkan  apa  yang diperlukan.
  2. Kaum awam adalah ”para pembantu imam. Dalam ”gagasan tentang Gereja” ini, kaum awam dianggap sebagai ”perpanjangan tangan dari klerus”.
  3. Suatu Gereja yang terpisah antara klerus dan awam. Banyak kegiatan Gereja - namun cuma sedikit waktu untuk Kristus. 
  4. Beberapa orang memimpikan suatu Gereja yang melaksanakan banyak proyek dan kegiatan. Bahayanya ialah penekanan yang berlebihan atas kegiatan-kegiatan lahiriah dan melupakan pusat segala-galanya: Kristus itu sendiri.
  5. Paroki  adalah  suatu  persekutuan  orang  perorangan pada hari Minggu.
  6. Gereja sebagai kelompok tugas Dalam suatu ”Gereja sebagai kelompok tugassebagian  besar  anggota  Gereja  tinggal  pasif, walaupun adanya banyak komisi dan kelompok-kelompok tugas yang barangkali sibuk dalam paroki itu.
  7. Gereja yang melihat ke dalam dirinya sendiri.

 

F.     Ketika Cara-cara Menggereja seperti ini masih ada dan hidup di dalam diri para petugas pastoral kita, baik imam maupun awam), pertumbuhan kita menuju Gereja yang Partisipatif-Sinodal itu akan terhambat.

        Karena itu, baiklah kita tegaskan lagi aspek-aspek Gereja Partisipatif-Sinodal yang sedang kita bangun selama ini:

  • Dalam satu Gereja Partisipatif-Sinodal semua umat beriman, baik klerus maupun awam, ambil bagian dalam hidup dan karya perutusan Kristus.
  • Dalam   satu   Gereja   Partisipatif-Sinodal   pertama-tama   kita berbicara tentang karya perutusan kita yang sama sebagai   orang-orang   Kristen   dan   baru   kemudian tentang perbedaan panggilan antara klerus dan awam.
  • Semua umat beriman merayakan partisipasi mereka dalam hidup dan karya perutusan Kristus dengan merayakan Ekaristi secara bersama-sama (sinodalitas pastoral yang mengalir dari liturgis / persekutuan dengan Allah Tritunggal)..
  • KBG-KBG merupakan salah satu dari sarana partisipasi yang terbaik dalam karya perutusan Kristus pada suatu lingkungan tertentu.
  • Beberapa organisasi dan komisi Gereja ber-partisipasi dalam kehidupan intern paroki, yang lain ambil bagian dalam karya perutusan kita yang sama kepada dunia melampaui batas-batas paroki mereka.
  • PIPA Paroki (Dulu: DPP). terdiri dari para anggota Jemaat KBG-KBG   dan   kelompok-ke-lompok   yang   lain.
  • Mereka tidak hanya memimpin” paroki, te-tapi mesti bertanya diri, ’Apa yang Kristus kehendaki kita perbuat dalam paroki ini, di sini dan saat ini?
  • Seluruh persekutuan Paroki merupakan suatu tanda kepada dunia, tentang suatu masyarakat baru di mana orang dapat hidup bersama-sama secara damai, saling mengampuni, bekerja sama, memuliakan Allah, menjadikan Allah tampak bagi dunia ini.
  • Perencanaan    pastoral   dalam Gereja  Partisi-patif-Sinodal diarahkan oleh dua pertimbangan berikut:Apakah kegiatan-kegiatan kita berpusat pada Kristus? Apakah kegiatan-kegiatan pastoral kita melibat-kan umat dan membangun persekutuan?
  • Para petugas pastoral purna waktu melihat diri mereka sendiri sebagai orang yang membuka peluang”, yang mengilhami, melatih dan me-nyertai mereka yang berpartisipasi dan me-rasa sama-sama   bertanggung jawab dalam karya perutusan Gereja lokal.
  • Sebelum lanjut ke Aksi Nyata, mari kita tegaskan bahwa “Partisipasi” dan “Sinodalitas” sebagai-mana yang muncul dalam ke-10 Tema Refleksi & Evaluasi Diri, yang kita lakukan dari Januari hingga Mei 2023 ini, adalah hal yang melekat pada jati-diri (identitas) Umat Allah (Gereja) Keuskupan kita. Maka ketika ada pihak yang membatas-batasi partisipasi dan sinodalitas ini, pihak yang bersangkutan harus digolongkan sebagai “musuh” untuk Gereja Partisipatif-Sinodal yang sedang dan terus-menerus kita bangun di Keuskupan kita hingga hari ini dan ke depannya!

 

4. AKSI NYATA

F      Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih! Mari kita diskusikan aksi nyata kita. Kita ingat Tema Modul PIU kita, “BERSAMA MGR. DR. ADRI-ANUS SUNARKO, OFM., MEMPERKOKOH GEREJA PARTISIPATIF DENGAN SEMA-NGAT SINODAL,” dan bahwa Mgr Adrianus sendirilah yang telah menegaskan tentang “Aspek Sinodalitas” ini untuk ditambahkan ke dalam Identitas Gereja (Umat Allah) Keuskup-an kita, maka melalui Pertemuan Doa Bulan Syukur ini, mari kita lihat, “Apa saja yang bisa kita lakukan sebagai bentuk partisipasi dan sinodalitas dari KBG/Klp Kategorial kita, kepa-da Keuskupan (khususnya: Bapa Uskup!) da-lam upaya untuk memperkokoh Gereja Partisi-patif dengan Semangat Sinodal itu?”

 

Kegiatan apa yang kita lakukan sebagai anggota KBG kita untuk mewujudkan Tema Modul Bulan Syukur tersebut di atas, bersama Bp Uskup Mgr Adrianus Sunarko, OFM?

Selain Modul PIU, akan ada Modul Langkah Baru, menindak-lanjuti apa yang telah kita lakukan dalam Refleksi & Evaluasi Diri: apa yang ingin kita lakukan terkait soal ini sebagai bagian dari Paroki dan Kevikepan kita?

 Apakah kita akan mengisi Amplop Bulan Syu-kur dengan ujud atau intensi supaya didoakan oleh Bapa Uskup berikut persembahan dana guna mendukung maksud Bulan Syukur Ke-uskupan Pangkalpinang Tahun 2023-2024, yak-ni Perjalanan-perjalanan Pastoral Bapa Uskup?

 Apakah akan mengikuti Misa Penutupan Bulan Syukur tanggal 28 Juni 2023 di Gereja Paroki /Stasi masing-masing : untuk mengum-pulkan Amplop Bulan Syukur berikut Persembahan Dana guna mendukung maksud Bulan Syukur Keuskupan Pangkalpinang Tahun 2023 tersebut di atas?

 

5.   DOA SPONTAN:

F      Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih. Mari kita sampaikan doa-doa pujian, ucapan syukur ataupun permohonan secara spontan kepada Tu-han kita Yesus Kristus, karena Dia adalah Allah yang telah memberi hidup dan memelihara kita dengan aneka berkat dan kasih-karunia-Nya, dan menjadikan kita sebagai “Satu Tubuh di dalam Gereja-Nya yang satu, yang kudus, yang karolik. dan yang apostolik ini.”

 

a.  ....................................................................

b.  ....................................................................

c.  ....................................................................

 

F.     Kita satukan semua doa kita dengan doa yang diajarkan Tuhan kita Yesus Kristus kepada para murid-Nya : Bapa Kami ..........................

 

Kita lanjutkan dengan mendoakan 3 x Salam Maria, sebagai Bunda Gereja.

 

F.     Mari kita berdiri dan memberikan penghormatan pada Sabda-Tuhan Yesus yang hadir ditengah-tengah kita.

 

Mari, kita tutup pertemuan kita dengan menya-nyikan lagu: Gereja bagai Bahtera (PS 621 atau lagu lain yang sesuai!).

=***=


Jumat, 10 Maret 2023

Modul Pertemuan Ketiga KBG APP Keuskupan Pangkalpinang 2023

 


MODUL MASA PRAPASKAH

PIPA Keuskupan Pangkalpinang, dengan ini mem-persembahan kepada seluruh Umat Allah Keuskupan Pangkalpinang, melalui Rm Vikep Kevikepan Kepu-lauan Bangka-Belitung dan Kevikepan Kepulauan Riau: Modul PIU (= Pendalaman Iman Umat) untuk Masa Prapaskah Tahun 2023.

Modul ini terlambat disampaikan kepada anda semua, karena sejak awal direncakanan bahwa selama Masa Prapaskah Tahun 2023, kita konsentrasi pada Modul Refleksi dan Evaluasi Diri yang telah dijadwal untuk kita lakukan dari Bulan Ja-nuari hingga Bulan Mei Ta-hun 2023 ini. Namun mengingat bahwa ada keter-kaitan tema antara Materi APP dengan Materi untuk Refleksi & Evaluasi Diri tersebut, maka Modul PIU untuk Masa Prapaskah ini disediakan untuk kita se-mua. Harapannya adalah bahwa melalui Modul PIU untuk Masa Prapaskah ini, Point-point yang diperoleh dari Refleksi & Evaluasi Diri tersebut, langsung di-terapkan ke dalam Aksi Nyata terkait dengan APP Tahun 2023 ini.

Modul PIU untuk Masa Prapaskah Tahun 2023 ini mengambil materinya dari Bahan APP Komisi PSE-KWI Tahun 2023, yang berjudul: “KEADILAN EKO-SOSIAL: Peduli Pada Sesama & Alam Ciptaan,” dan menggabungkannya dengan Pesan-pesan Bapa Uskup Keuskupan Pangkalpinang dalam Surat Gembala Pra-paskah Tahun 2023.

Dalam Surat Gembala Prapaskah Tahun 2023 ter-sebut, Pimpinan Keuskupan kita telah menegaskan tentang bagaimana “kepedulian terhadap sesama dan alam” dari Komisi Pengembangan Sosial Eko-nomi KWI itu, diwujudkan dalam Aksi Nyata oleh Umat Allah Keuskupan Pangkalpinang melalui ketiga bintang Gereja Partisipatif-Sinodal, yakni (a) Keberpusatan pada Kristus, (b) Membangun Persekutuan atau Komunio, dan (c) Melaksanakan Misi.

Berdasarkan rujukan tersebut di atas, maka akan ada 3 Modul PIU untuk Masa Prapaskah Tahun 2023 ini, yang disusun ke dalam sub-sub tema sebagai berikut:

Modul PIU 1: Umat Allah Keuskupan Pangkal-pinang menghayati Keberpusatan pada Kristus sebagai Dasar & Sumber untuk mewujudkan kepedulian terhadap sesama dan alam. Inspirasi Firman Tuhan untuk Modul PIU 1 Masa Prapaskah ini adalah Bacaan I Hari Rabu Abu, tanggal 22 Februari 2023, yakni Nubuat Nabi Yoel 2: 12 -18.

Modul PIU 2: Umat Allah Keuskupan Pangkal-pinang menghayati Komunio sebagai “Perse-kutuan Rekan-rekan seperjalanan” dalam me-wujudkan kepedulian terhadap sesama dan alam. Inspirasi Firman Tuhan untuk Modul PIU 2 Masa Prapaskah ini adalah Bacaan II Hari Rabu Abu, tanggal 22 Februari 2023, yakni Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus 5: 20 – 6: 2.

Modul PIU 3: Umat Allah Keuskupan Pangkal-pinang mewujudkan kepedulian terhadap sesa-ma dan alam sebagai bagian dari Misi Gereja Partisipatif-Sinodal. Inspirasi Firman Tu-han untuk Modul PIU 3 Masa Prapaskah ini adalah Bacaan Injil Hari Rabu Abu, tanggal 22 Februari 2023, yakni Mateus 6: 1-6. 16-18.

Tujuan Modul PIU Masa Prapaskah

Tujuan Modul PIU Masa Prapaskah Tahun Syukur 2023, adalah mewujudkan Surat Gembala Prapaskah Bapa Uskup Pangkalpinang Tahun 2023, sebagaimana yang ditegaskan pada kutipan berikut ini:

Masa Prapaskah adalah masa penuh rahmat, masa dan kesempatan bagi kita untuk lebih membuka hati kepada Tuhan. Masa Prapaskah juga selalu kita maknai sebagai masa pertobatan. Berbagai ulah tapa berupa pantang dan puasa kita lakukan bukan demi pantang dan puasa itu sendiri, me-lainkan dalam rangka pertobatan (metanoia), yaitu: perubahan orientasi hidup. Agar kita ber-ubah dari orang yang berpusat dan memi-kirkan diri sendiri menjadi orang yang lebih terarah kepada Allah dan sesama, terutama mereka yang menderita, termasuk alam ciptaan.

Pada tahun ini kita memasuki masa Prapaskah ke-tika sedang merayakan tahun syukur atas 100 ta-hun Keuskupan Pangkalpinang. Kita juga ingin me-ngisi tahun syukur ini dengan mengadakan refleksi dan evaluasi atas upaya kita bersama untuk makin berpusat pada Kristus, membangun komunio dan melaksanakan misi. Selama Ma-sa Prapaskah ini kiranya baik kita memberi per-hatian pada aspek pertobatan dalam ketiga hal tersebut. Kita diajak untuk bertanya tentang pertobatan apa yang perlu dilakukan agar kita makin dekat dengan Kristus, makin ru-kun satu sama lain serta makin mampu me-wujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah secara konkret”, (Surat Gembala Paskah hal 1 alinea 1 dan 2 & Tema APP Nasional).”

Demikian beberapa Catatan Pengantar dari kami, untuk Modul-modul PIU Masa Prapaskah Tahun Syukur 2023.

 

Pangkalpinang: Rabu, 02 Maret 2023.

PIPA Keuskupan Pangkalpinang.

 

RD. Marcel Gabriel

Sekretaris.

 

PERTEMUAN KETIGA

UMAT ALLAH KEUSKUPAN PANGKALPINANG

MEWUJUDKAN KEPEDULIAN TERHADAP SESAMA & TERHADAP ALAM SEBAGAI BAGIAN DARI MISI GEREJA PARTISIPATIF-SINODAL

 

A.     PEMBUKA

1.      Lagu Pembuka

F.     Bapak-ibu, saudara-saudari yang dikasih Yesus. Mari, kita buka pertemuan kita ini dengan menya-nyikan sebuah lagu. (PS No. 490 atau Lagu lain yang sesuai dengan Tema & Masa Advent).

 

2.      Penghormatan pada Kitab Suci

F.     Mari, kita berdiri dan memberikan penghormatan kepada Kristus, Sang Sabda yang hadir di tengah-tengah kita.


Hormat mulai… (tunduk kepala perlahan-lahan kepada Firman Tuhan yang ditakhtakan di depan!)

Amin… (kepala diangkat perlahan-lahan)

 

3.      Kata Pengantar

F      Bapak-Ibu, saudara-saudari yang terkasih. Untuk Pertemuan malam ini kita mendalami Modul Ketiga, dengan Tema, “Umat Allah Keuskupan mewujudkan kepedulian terhadap sesama dan terhadap alam, sebagai Bagian dari Misi Gereja Partisipatif-Sinodal.”

 

B.     LANGKAH-LANGKAH PENDALAMAN KITAB SUCI.

4.     Doa Mengundang Tuhan

F      Saya persilakan salah seorang diantara kita un-tuk Meng-undang Tuhan hadir di tengah-tengah kita dalam Doa. Saya persilakan…. (Usulan: PS 88: Doa di Masa Prapaskah).

 

5.  Mendalami KODE

F.     Bapak-ibu, saudara-saudari terkasih, mari kita membaca kutipan Surat Gembala Prapaskah berikut ini:

 

        Tentang ‘melaksanakan misi’: Kita tidak ingin menjadi Gereja yang tertutup dan sibuk me-ngurusi diri sendiri. Gereja perlu keluar untuk melaksanakan misi, mewartakan dan mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah seba-gaimana dilakukan Yesus selama hidup-Nya (solider, menolong orang menderita, menyembuhkan orang sakit, mengampuni orang berdosa, dll). Kita mengetahui bersama, tantangan yang dihadapi dunia aktual sungguh kompleks. Penderitaan memiliki wujud yang beraneka ragam: orang miskin, korban aksi kekerasan dan perang, mereka yang kesepian, para pengungsi, korban perdagangan manusia, bumi yang diperkosa, dll. Marilah mewujud-kan pertobatan kita dengan solider dan pe-duli pada mereka. Marilah mulai dengan me-reka yang paling dekat dan dengan tindakan-tindakan sederhana sesuai dengan ke-mampuan kita masing-masing. Pada kesempatan yang baik ini saya ingin meneruskan himbauan dari ketua KWI agar kita memberikan bantuan dana bagi korban gempa bumi di Turki dan Syria yang telah menelan puluhan ribu korban. Unit-unit pastoral dipersilahkan menentukan cara (kolekte kedua atau cara lain) untuk mengumpulkan dana dan mengirimkannya ke Keuskupan untuk selanjutnya dikumpul-kan ke KWI melalui Caritas Indonesia yang akan menyalurkannya melalui jaringan Caritas Internasional. (Surat Gembala Prapaskah Tahun 2023 hal 2 alinea 5).”

   

F.     Pertanyaan pendalaman :

(1).  Apa saja yang dikatakan dalam kutipan Surat Gembala tersebut di atas tentang Melaksanakan Misi (tindakan Amal-kasih)?

(2).  Adakah kata-kata atau ungkapan dalam kutipan Surat Gembala tersebut yang me-negaskan tentang Sumber dan Dasar Karya Misi Gereja (tindakan Amal-kasih)?

(3).  Adakah kata atu ungkapan yang menegaskan tentang Fokus Karya Misi (tindakan Amal-kasih) untuk Tahun 2023 ini?

 

TAMBAHAN:

(a)      Melalui Surat Gembala ini, Bapa Uskup menegaskan, bahwa “Kita tidak ingin menjadi Gereja yang tertutup dan sibuk me-ngurusi diri sendiri. Gereja perlu keluar untuk melaksanakan misi, mewartakan dan mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah se-bagaimana dilakukan Yesus selama hidup-Nya (solider, menolong orang menderita, me-nyembuhkan orang sakit, mengampuni orang berdosa, dll).”

Dari penegasan ini, makna yang kita tarik tentang “Melaksanakan Misi”, adalah, ber-gerak untuk ke luar dari diri sendiri dengan maksud ‘menghadirkan nilai-nilai Kerajaan Allah’, kepada ‘sesama manusia yang ada di sekeliling kita, terutama yang sakit, yang miskin, dan yang men-derita!’

(b).  Di dalam kutipan Surat Gembala ini, kita temukan kata-kata atau ungkapan yang me-nunjukkan Sumber & Dasar Kartya Misi atau Tindakan Amal-kasih yang dilakukan Gereja. Kata-kata penting dalam Surat Gembala tersebut adalah, bahwa “Gereja perlu keluar untuk melaksanakan misi, mewartakan dan mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah sebagaimana dilakukan Yesus selama hidup-Nya.”

      

       Melalui ungkapan ini, kita menemukan sifat atau ciri dari Karya Misi (Tindakan Amal-kasih) Gereja, yakni “Kristosentris” atau berpusat pada Kristus, atau lebih tepat lagi “melakukan seperti apa yang telah dilakukan Yesus Kristus semasa hidup-Nya.” Hidup dan karya Yesus merupakan Dasar dan Sumber untuk Karya Misi Gereja!

(c).   Tentang Karya Misi (Tindakan Amal-kasih) Gereja, ada tujuan umum tetapi juga ada untuk fokus karya, karena panggilan situasi tertentu. Tujuan umum, kita dapati dalam Injil, “Pergilah ke seluruh dunia, dan beritakanlah Injil kepada segala makhluk, (Markus 16:15).”

 

Untuk Tahun 2023, Fokus Karya Misi atau Tindakan Amal-kasih Gereja dalam Masa Prapaskah ini, sebagai mana yang ditegas-kan oleh Mgr. Adrianus Sunarko, OFM dalam Surat Gembala Prapaskah tersebut, adalah, “Pada kesempatan yang baik ini saya ingin meneruskan himbauan dari ketua KWI agar kita memberikan ban-tuan dana bagi korban gempa bumi di Turki dan Syria yang telah menelan puluhan ribu korban”.

 

Bagaimana Aksi Amal-kasih ini dilakukan, juga sudah ditentukan di dalam Surat Gembala tersebut. Tinggal kita menggunakan kesempat-an selama Masa Prapaskah ini untuk mewujud-nyatakannya!

 

6.     Membaca Sabda Tuhan

F      Mari kita membuka Injil Mateus

Sekali lagi Injil Mateus

Injil Mateus Bab 6

Injil Mateus Bab 6 Ayat 1-6. 16-18

Saya ulangi: Injil Mateus Bab 6 Ayat 1-6. 16-18

 

Saya mempersilakan seorang laki-laki dan seorang perempuan  untuk membacakan peri-kop ini dengan suara lantang, secara perlahan dan dalam suasana doa  “Laki-laki dan pe-rempuan membacakan secara berganti-an, antara ayat ganjil dan genap“.

F      Bagi Bapak, Ibu, saudara-saudari yang memiliki Kitab Suci dalam versi lain atau bahasa yang lain, saya mempersilakan untuk membaca perikop ini dengan suara lantang, secara perlahan dan dalam suasana doa (bila diberi kesempatan untuk membaca. Jika tidak ada, fasilitator langsung membaca perikop yang sama).

 

Saya akan membaca perikop ini sekali lagi untuk membantu kita agar Sabda Yesus bisa menggema dalam pendengaran dan hati kita. (fasilitator membacakan perikop ini, untuk membantu umat mengendapkan Sabda Yesus. Setelah itu, dia melanjutkan):

 

7.      Hening-Diam Dihadapan Tuhan

 

F      Marilah kita kembali hening selama satu menit untuk mengendapkan kata-kata mutiara Sabda-Nya sambil kita bertanya dalam hati: “Tuhan, bersabdalah hamba-Mu mau mendengarkan-Mu”

 

8.     Pendalaman Sabda Tuhan:

F      Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih. Ada beberapa pertanyaan pendalaman untuk teks yang tadi kita baca dan merenungkan.

 

        Pertanyaannnya sebagai berikut:

a.       Apa saja yang dikelompokkan sebagai praktek “hidup keagamaan” di dalam teks ini? Dan apa yang dihendaki Yesus terkait dengan praktek hidup keagamaan tersebut?

 

b.       Cara hidup keagamaan mana yang ber-hubungan dengan Modul PIU kita malam ini?

 

PENEGASAN:

(a).    Ungkapan “Hidup keagamaan” me-ngandung makna yang sangat luas, yakni mencakup keseluruhan sikap, tindakan, tata ibadah, hukum dan peraturan, dll. Dalam teks kita, hanya tiga hal dari sekian banyak hal hidup keagamaan, yakni: Sedekah, Doa dan Puasa.

§   Di dalam tindakan memberi sedekah di sana kita menemukan tentang bagai-mana seorang beriman menghayati hubungannya dengan sesama manusia!

§   Di dalam tindakan Berdoa di sana kita menemukan tentang bagaimana seo-rang beriman menghayati hubungan-nya dengan Tuhan Allahnya.

§   Di dalam tindakan Melaksanakan Puasa di sana kita menemukan tentang bagaimana seorang beriman menghayati hubungan-nya dengan diri-nya sendiri!

§   Teks kita dalam Modul PIU 3 ini (Matius 6: 1-6. 16-18), ketiga cara hidup keagamaan ini diminta oleh Tuhan kita Yesus Kristus, supaya tidak dilakukan dalam rangka thetrikal atau pamer (= dalam arti supaya dilihat orang!). Ka-rena dilakukan agar supaya dilihat orang, maka nilai atau kadar keagama-annya sesungguhnya tidak membawa berkat bagi diri sendiri maupun bagi sesama!

(b)        Khusus tentang kepeduulian terha-dap sesama. Dari ketiga cara hidup ke-agamaan yang ditegaskan dalan teks ini, cara yang sejalan dengan tema Modup PIU 3 ini adalah Sedekah, yang dalam Surat Gembala Bapa Uskup sudah jelas diarahkan untuk menjadi ungkapan kepedulian kita untuk se-sama manusia yang sedang menderita, yang dalam hal ini adalah korban gempa bumi di Turki dan di Suriah! Tinggal melaksanakan-nya saka! Silahkan Warga KBG berbagi tugas untuk mengumpulkan dana ini.

 

9.  Aksi Nyata

F        Dari tema: Umat Allah Keuskupan Pangkalpinang mewujudkan ke-pedulian terhadap sesama sebagai bagian dari Misi Gereja Partisipatif-Sinodal,” kita barangkali menemukan diri, bahwa ada banyak hal yang perlu kita perbaharui (metanioia):

(a)   Siapakah “orang-orang terdekat dengan kita” yang kita tahu bahwa mereka ter-masuk orang-orang yang menderita, yang sakit, dan yang miskin, yang mem-butuhkan uluran tangan kita dalam konteks APP Tahun 2023 ini? Apa yang bisa kita lakukan untuk mereka ini?

(b)   Apa yang perlu kita lakukan untuk para korban gempa di Turki dan di Suriah, sebagai tanggapan kita untuk menja-wabi Surat Gembala Prapaskah dari Bapa Uskup kita.  

 

10.     Doa Spontan

F        Bapak-Ibu, saudara-saudari dalam Kristus. Setelah kita membaca Sabda Tuhan, mendalaminya, mari kita mengungkapkan doa pujian, permohonan, dan syukur kita kepada Tuhan atas berkat-Nya, sebagai bagian dari Gereja yang berpusat pada Kristus, yang membangun Komunio, dan yang melaksanakan Misi Yesus Kristus di dalam dunia ini!

         

Saya persilakan……

                  

Mari kita satukan semua doa-doa kita, dengan Doa yang di-ajarkan Kristus kepada kita, Bapa Kami …..

 

Mari, kita tutup pertemuan kita dengan Doa Tahun Misi.

 

11.     PENUTUP

F   LAGU PENUTUP

          PS nomor No 490 dan atau LAGU TAHUN MISI (Bila ada, kolekte dijalankan, mengajak umat untuk memberikan persembahan).

 

Penghormatan kepada Sang Sabda:

Marilah Kita Semua Berdiri, Untuk Menghormati Sang Sabda Yang Menjadi Pedoman Hidup Kita! (Penghormatan Dimulai.......Amin).

 

=***=


Logo, arti, dan Doa 100 Tahun Keuskupan Pangkalpinang
(27 Desember 1923-27 Desember 2023)

=***=