Persiapan:
· Doa Fokus Pastoral 2026
· Teks Lagu Fokus Pastoral
· Buku Puji Syukur
· Meja pentakhta Sabda dan dua
lilin
Tujuan:
Supaya
anggota KBG memahami KBG sebagai fokus dan tempat kita mempraktekkan Gereja
Sinodal.
A.
PEMBUKAAN
1.
Pengantar
F Bapak-ibu,
saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus.
Pertemuan
kita kali ini, kita akan mendengarkan Sabda Tuhan yang diambil dari Surat
Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus (12: 4-5), yang menekankan
persatuan dalam keberagaman karunia rohani dan pelayanan dalam gereja, yang
semuanya bersumber dari Roh dan Tuhan yang sama. Tekst ini mengajarkan bahwa
meskipun setiap orang memiliki karunia dan cara melayani yang berbeda-beda,
semuanya berasal dari satu sumber (Roh Kudus) untuk tujuan yang sama, yaitu
membangun tubuh Kristus.
Tidak hanya itu, kita juga mendengar pengajaran dari Bapa
Uskup, Mgr. Adrianus Sunarko, OFM, pengganti para rasul yang meneruskan
pengajaran para rasul. Bapa Uskup mengajak kita merenungkan spiritualitas
Sinodal. Bahwa "Roh Kudus adalah penuntun yang pasti, dan tugas pertama
kita adalah belajar membedakan suara-Nya, karena Ia berbicara dalam setiap
orang dan dalam segala hal" (hening sejenak).
2.
Lagu Pembukaan
F Mari kita
siapkan hati dan budi kita, untuk memulai pertemuan kita ini dengan menyanyikan
sebuah lagu pembuka. (silakan pilih lagu dari Puji Syukur yang dapat
dinyanyikan oleh semua umat)
3.
Penghormatan
pada Sabda
F Mari, kita berdiri dan
memberikan penghormatan kepada Kristus, Sang Sabda, yang hadir di tengah-tengah
kita.
Hormat: mulai (perlahan-lahan
menunjukkan kepada mengarah kepadas kepada Firman Tuhan yang ditakhtakan di
depan!).… Amin … (kepala diangkat perlahan-lahan).
4.
Tanda
Salib
F Dalam nama
Bapa, dan Putera dan Roh Kudus.... Amin
B.
LANGKAH-LANGKAH
PENDALAMAN
1.
Doa
Mengundang Tuhan
F Saya
persilahkan salah seorang dari kita untuk berdoa mengundang Yesus.
2.
Kita
Membaca Kitab Suci
F Marilah
buka Kitab Suci Perjanjian Baru, Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di
Korintus, Bab 12, ayat 4 sampai dengan ayat 5.
Saya
ulangi, 1Korintus, Bab 12, ayat 4-5.
Saya
ulangi sekali lagi, 1Korintus, Bab 12, ayat 4-5.
Saya
persilahkan salah seorang diantara kita membacanya dengan perlahan-lahan dan
dalam suasana doa serta dengan suara lantang
Apakah
diantara kita yang memegang Kitab Suci dari versi lain baik berupa bahasa atau
pun lainnya....?
Jika
ada, silahkan membaca.
F Bapak-ibu,
saudara-saudari yang terkasih. Setelah kita mendengarkan Sabda Tuhan, mari,
kita juga mendengarkan pengajaran para Rasul melalui Para Bapa Uskup Seluruh
Dunia. Para Bapa Uskup
dalam Dokumen Akhir Sidang Para Uskup 2024 menegaskan tentang Spiritualitas
Sinodal demikian:
Percakapan dalam Roh adalah alat yang, meskipun memiliki keterbatasan, terbukti bermanfaat dalam memungkinkan pendengaran dan kearifan
"apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat" (Wahyu 2: 7). Praktiknya telah menginspirasi sukacita, kekaguman,
dan rasa syukur dan telah dialami sebagai jalan pembaharuan yang
mengubah individu, kelompok, dan Gereja. Kata "percakapan" mengungkapkan sesuatu
yang lebih dari sekadar dialog sederhana:
ia secara harmonis
menjalin pikiran dan perasaan serta menghasilkan dunia hidup bersama. Karena alasan ini, dapat dikatakan
bahwa pertobatan dipertaruhkan dalam percakapan. Ini adalah fakta
antropologis (ilmu tentang manusia) yang ditemukan dalam berbagai bangsa dan budaya,
yang dipersatukan oleh praktik berkumpul dalam solidaritas untuk membahas dan memutuskan
isu-isu komunitas yang vital. Kasih karunia menyempurnakan pengalaman manusia ini: bercakap-cakap
"dalam Roh" berarti
mengalami pengalaman saling berbagi dalam terang iman dan dalam pencarian kehendak Allah, dalam
suasana Injili di mana Roh Kudus dapat
membuat suara-Nya yang tak salah lagi
terdengar (dikenal)
(DF 45)
3.
Kita Memilih Kata-Kata Dan Merenungkannya
F Kita memilih kata-kata atau
ungkapan-ungkapan singkat, atau ayat pendek, entah dari teks Kitab Suci atau
dari pernyataan Para Uskup Seluruh Dunia, kemudian mendoakannya dengan suara
lantang 3 kali, setiap kali diselingi dengan hening sejenak.
Saya persilakan.....
4.
Kita Membiarkan Tuhan Berbicara Kepada Kita Dalam
Keheningan
F Kita berdiam diri selama 2/3 menit, dan mempersilakan
Tuhan berbicara kepada kita.
5.
Kita Mengungkapkan Apa Yang Telah Kita Dengar Di Dalam
Hati.
a.
Kita saling berbagi ”kata atau ayat yang direnungkan dalam hati kita” pada saat hening.
b.
Apa kata Tuhan dengan kata atau ayat singkat yang kita
renungkan?
c.
Bagaimana kita telah menghayati kata atau ungkapan yang
kita renungkan tadi (hendaknya tidak berkhotbah atau diskusi).
PENEGASAN:
a) Teks 1Korintus 12: 4-5, merupakan bagian dari ajaran
rasul Paulus mengenai karunia-karunia Roh Kudus di dalam jemaat. Makna utamanya
ajaran rasul Paulus itu: (1). keberagaman (Rupa-rupa). Allah
memberikan karunia dan pelayanan yang berbeda-beda kepada setiap orang percaya.
(2). kesatuan (Satu Roh / Tuhan). Meskipun karunianya berbeda,
semuanya berasal dari Roh Kudus yang sama dan melayani Tuhan yang sama.
Tujuannya adalah agar tidak ada kesombongan karena perbedaan karunia, melainkan
saling melengkapi dalam satu tubuh Kristus.
b) Kita mengenali buahnya ketika kehidupan
sehari-hari Gereja ditandai dengan persatuan dan harmoni dalam keberagaman. Tidak seorang pun dapat berjalan sendirian di jalan spiritualitas yang otentik. Kita membutuhkan dukungan, termasuk pembinaan dan bimbingan spiritual, baik sebagai
individu maupun sebagai komunitas..
c) Kita dipanggil bukan hanya untuk menerjemahkan buah
dari pengalaman spiritual pribadi ke dalam proses komunitas, tetapi juga untuk mengalami
bagaimana praktik perintah baru tentang kasih timbal balik merupakan tempat
dan bentuk perjumpaan dengan Tuhan. Dalam pengertian ini, perspektif
sinodal, sambil memanfaatkan warisan spiritual
Tradisi yang kaya,
berkontribusi untuk memperbarui
bentuk-bentuknya: doa yang terbuka untuk partisipasi, kearifan yang
dialami bersama, energi misioner yang lahir dari
berbagi dan memancar sebagai pelayanan.
6.
Kita Membicarakan Dan Menentukan Tugas-Tugas Yang Kita
Yakini Diserahkan Tuhan Kepada Komunitas Kita Untuk Dilaksanakan Bersama.
F Bapak-ibu, saudara-saydari yang terkasih.
Mari kita:
a.
Melaporkan tugas yang telah dilaksanakan.
b.
Tugas baru mana yang akan kita lakukan. Siapa
buat apa dan bilamana.
c.
Memilih sebuah “Sabda Kehidupan.” Sabda Kehidupan
dipilih dari teks Kitab Suci / Pengajaran Para Uskup oleh komunitas untuk
dihayati semua anggota komunitas selama satu atau beberapa minggu ke depan.
7.
Kita Berdoa Bersama Secara Spontan.
F Kita semua diundang untuk mengungkapkan
doa baik itu doa pujian, doa syukur dan doa permohonan yang keluar dari hati
kita secara spontan.
Mari kita satukan semua doa kita dengan doa yang diajarkan Yesus kepada
kita.
Kita doakan doa fokus pastoral 2026 bersama-sama.....
C.
PENUTUP
1.
Penghormatan pada Sabda
F Mari, kita berdiri dan memberikan
penghormatan kepada Kristus, Sang Sabda, yang hadir di tengah-tengah kita.
Hormat: mulai (perlahan-lahan
menunjukkan kepada mengarah kepadas kepada Firman Tuhan yang ditakhtakan di
depan!).… Amin … (kepala diangkat perlahan-lahan).
2.
Tanda Salib
F Dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh
Kudus.... Amin.
3.
Lagu Penutup
F Marilah kita tutup pertemuan ini dengan
menyanyikan sebuah lagu. (pilih nyanyian yang diketahui semua).
=***=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar