Jumat, 27 Desember 2013

MARILAH KITA PERGI KE BETLEHEM



Bapa Uskup Keuskupan Pangkalpinang

Begitulah bunyi judul ”Surat Gembala Natal 2013, Mgr. Hilarius Moa Nurak, SVD, Uskup Keuskupan Pangkalpinang. Judul ini terinspirasi dari teks Injil Lukas 2: 15.

Lebih lanjut Mgr. Hila menyampaikan bahwa ”adat hidup saling kunjung mengunjung” ketika ada keluarga yang dikarunia seorang anak, sahabat kenalan, rekan kerja, dan kerabat dekat, dan lain, pasti akan datang mengunjungi keluarga yang sedang bersukacita itu. Bukan hanya itu, bahkan keluarga yang bersangkutan itu akan merayakan syukuran atas berkat Allah yang telah mereka terima. Kebiasaan saling kunjung ini, kini telah ada dalam praktek hidup ber-KBG kita. Disana kita menhayati kata-kata Rasul Paulus, ”bersukacitalah dengan orang yang bersukacita” (Rom. 12:15).

Dalam rangkaian perayaan Natal, Uskup Pangkalpinang menegaskan bahwa setiap tahun kita merayakan Natal Yesus, 25 Desember. Natal Yesus adalah peristiwa kegembiraan yang dialami oleh Yosep dan Maria. Bukan hanya mereka tetapi juga semua makhluk, baik di surga mapun di bumi.  Dalam Injil Lukas 2:13-15 dan Inil Matius 2:1-12. Bahwa di surga para Malaikat bersukaria, sedang di bumi, para gembala dan tiga majus dari Timur datang dan menyembah Dia yang barusan hadir didalam keluarga Yosep dan Maria. Para Malaikat mempersembahkan kidung kemuliaan dan bunyian sangkakala sedang para gembala berkunjung dan menyembah Dia dengan memberikan anak-anak gembala yang tambun untuk Yesus, dan para maju menyembah Dia dengan membawa emas, kemenyan, dan mur. Persembahan yang mereka berikan, merupakan ungkapan kegembiraan dan sukacita (Mat.2:10).

Kunjunga Bapa Uskup ke KBG St. Dominikus dan Yoh. Pemandi
Ajakan para gembala untuk pergi ke Betlehem, juga ditujukan kepada kita manusia yang hidup pada zaman ini. ”Marilah, kita pergi ke Betlehem”, dengan hati gembira, kita mengunjungi keluarga kudus: Yesus, Maria dan Yosep.

Kunjungan kita ke Betlehem, apa yang harus kita bawa untuk sukacita bersama keluarga kudus Nasareth? Bapa Uskup mengajak kita untuk membawa hati yang penuh dengan pertobatan, bukan materi. Karena tobat merupakan hadiah yang paling berharga untuk Yesus. Di hadapan Yesus dengan hati yang tobat, Yesus akan memberikan nasihat kepada kita. Nasihat Yesus akan menjadi souvenir pada HUT-Nya, sehingga souvenir itu bukan hanya dikenang tetapi Dia meminta kita untuk memiliki, membaca, merenungkan, dan menghayatinya.

Apa souvenir yang kita bawa pada HUT-Nya itu? Bapa Uskup menegaskan bahwa souvernir itu tidak lain adalah nasihat-Nya yang sudah ada di dalam Kitab Suci. Karena didalam Kitab Suci terdapat inti iman kita dengan Yesus, yang adalah pusat. Disinilah kekuatan kita, kalau kita mau berhasil mengalahkan dunia dengan banyak problema dewasa ini.

Lebih dalam lagi, Mgr. Hila mengungkapkan bahwa ada satu hal yang tidak kalah penting untuk kita renungkan adalah apa yang dikatakan oleh Injil Matius 2:12. “Maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain”. Ungkapan teks Matius ini  terlihat secara fisik, bahwa tiga majus itu tidak singgah di istana Herodes. Karena janji Herodes untuk menyembah Yesus adalah “akal-akalan.” Namun, lebih secara rohani, teks ini mau mengatakan kepada kita bahwa “mereka kembali ke negerinya melalui jalan lain” adalah suatu semangat yang baru, dengan cara hidup yang baru, dengan roh pertobatan sebagai orang beriman.
Apa yang dilakukan oleh para majus patut kita teladani. Kita datang ke Betlehem untuk menemui Yesus dan mempersembahkan hati yang penuh tobat. Maka sesuai nasihat malaikat kepada para majus, kita pun harus kembali ke rumah kita masing-masing melalui jalan lain, yaitu jalan pertobatan untuk menghayati iman yang lebih murni dan kuat.

Apa gunanya berkunjung ke Betlehem, tetapi kembali melewati jalan yang sama? Kembali mengikuti jalan yang sama ketika datang, berarti menuruti permintaan Herodes. Permintaan Herodes kepada para Majus merupakan taktik Herodes mau membunuh Yesus. Taktik Herodes sama dengan taktik Iblis dunia ini, yang mau menghancurkan sang kebenaran dan keadilan.

Permintaan Herodes tidak dituruti para Majus, anak-anak di Betlehem menjadi korban. Untung bahwa melalui mimpi Yosep dan Maria membawa Yesus ke Mesir. Usaha Herodes gagal. Maka suatu pertanyaan refleksi untuk kita saat ini: apakah kita mau seperti Herodes dewasa ini, jika kita pergi ke Betlehem dan kembali melewati jalan yang sama?

Jelas bahwa kita bukan Herodes. Kita adalah pengikut Yesus seperti para gembala dan para majus yang penuh sukacita yang datang mengunjungi Yesus karena percaya. Maka kita pun pulang dengan tingkah laku dan cara hidup yang baru sesuai dengan ajaran dan tuntunan Yesus. Kita semua pasti mau supaya Yesus menjadi penghuni dan pusat didalam hati kita.

Sharing Injil 7 Langkah Tim AsIPA bersama KBG Sta. Sisilia pada masa adven 2013
Bagaimana caranya supaya Yesus menjadi penghuni dan pusat didalam hati kita? Hasil Sinode II telah menetapkan misi kita yaitu: membentuk KBG. Didalam KBG kita membangun rasa persaudaraan, kekeluargaan, dan solidaritas antar semua anggota yang dijiwai tiga bintang. Bintang berpusat pada Kristus, menjadikan nasihat Yesus, maka Kitab Suci menjadi pusat, sumber, dan misi kita. Karena itu, ajakan yang paling sederhana adalah kita pergi ke KBG, disana kita menemui Yesus dalam Sabda-Nya.

Kita mampu membaca dan merenungkan serta menghayati Sabda-Nya melalui Sharing Injil. Sharing Injil cara yang paling tepat, sederhana, dan dapat diikuti oleh semua lapisan umat dengan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda.

Sharing Injil dengan tujuh Langkah merupakan cara yang cocok untuk menumbuhkembangkan KBG dan aksi nyata sebagai anggota Gereja, pengikut Yesus. Melalui langkah demi langkah  dalam Sharing Injil, kita sharingkan dan kita melakukan aksi nyata sehingga problem-problem dalam KBG dan Gereja kita, dapat teratasi dengan baik dan benar.

Selamat Natal 2013
dan
Salam Bahagia Tahun Baru 2014
Semoga selalu dilindungi dan diberkati Tuhan
Pangkalpinang, 1 Desember 2013,

Mgr. Hilarius Moa Nurak, SVD 
Uskup Keuskupan Pangkalpinang

Rabu, 18 Desember 2013

Membangun KBG: Kerjasama Kaum Tertahbis dan Keluarga

Pastor: "Linda, nanti pastor kunjung ke rumahmu"
Berawal dari kunjungan kaum tertahbis, umat akan mengetahui bahwa kaum tertahbis adalah yang pertama agen pastoral Gereja, walaupun Gereja itu sendiri dipahami sebagai "Umat Allah".

Melalui kunjungan kepada keluarga-keluarga, umat akan merasa disapa dan terpanggil untuk hidup dalam persekutuan dengan Gereja Universal. Kunjungan kaum tertahbis merupakan cara pastoral awal ketika Gereja sebagai Umat Allah hadir secara lokal.

Mama: Pak, kata Linda nanti malam Pastor kunjung ke rumah kita
Menerika kaum tertahbis dalam sebuah keluarga, sama dengan menerima "anggota keluarga sendiri"? Mengapa? Karena kaum tertahbis berasal dari anggota keluarga. Keluarga adalah seminarium kecil, menjadi bibit unggul untuk menjadi Gembala Umat.

Gereja tanpa kaum tertahbisa sama dengan "sumur tanpa dasar". Begitu juga, kaum tertahbis tanpa keluarga sama dengan "sayur tanpa garam". Maka enaknya adalah berjalan bersama-sama membangun persekutuan sejati yaitu "Gereja Abadi" dimana Yesus adalah tuan rumah Gereja itu sendiri.

Pastor mengobrol dengan keluarga Linda
Panggilan hidup untuk membangun persekutuan merupakan panggil Roh Kudus. Panggilan ini membutuhkan jawaban dari semua Umat Allah: kaum tertahbis dan awam. Panggilan menuju partisipasi bersama merupakan cara yang pas untuk membangun Gereja. Maka visi-misi-spitirtualitas Keuskupan Pangkal pinang yang baru "Menjadi Gereja Partisipatif" merupakan sebuah gerak bersama menjadi anggota Gereja yang partisipatif.
Jadi Gereja Partisipatif bukan hanya kaum tertahbis tetapi semua umat beriman yang telah dibaptis turut ambil bagian dalam membangun Gereja Partisipatif dengan tiga bintang menjadi misi utama kita, berpusat pada Kristus, membangun persekutuan dalam KBG dan melaksanakan misi Yesus membangun Kerajaan Allah.

Natal: kerjasama keamanan dengan sesama yang lain
Natal, pesta dan peringatan Yesus lahir, masuk dan hidup bersama seluruh makhluk. Kehadiran-Nya disambut gegap gempita oleh para Malaikat di Surga. Wakil para kudus yang menghuni Surga. Kehadiran-Nya juga disambut dengan penuh keserhanaan dan gegap dan kegembiraan oleh para gembala dan para ahli perbintangan dari Timur Tengah, wakil sukacita makhluk di bumi.

Maka pesta dan peringatan Natal, moment membangun kebersamaan, menuju misi Gereja yang melaksanakan tiga bintang tadi. Langkah demi langkah Gereja melaksanakan kebersamaan dengan semua manusia agar damai seperti di surga hadir juga dalam bumi ini. 

Selamat Natal 2013 dan Tahun Baru 2014.

Selasa, 19 November 2013

HASIL LOMBA KBG ST. ANDREAS PANGKALPINANG

Christo, Juara 1 Lomba Melukis

Laurensius Patrick, Juara II Melukis
Wiro, Juara III Melukis
Maria Nurdiana, Juara I Mewarna Tingkat SD Kelas 1-3

 
Natashia, Juara II Mewarnai Tingkat SD Kelas 1-3
Edward, Juara III Mewarnai Tingkat SD kelas 1-3
Klara, Juara I Mewarnai Tingkat TK

Carlos Fernando, Juara II Mewarnai Tingkat TK
Nesia, Juara III Mewarnai Tingkat TK

Peserta Lomba Lektor
Peserta Lomba Mewarna bersama pendampingnya

Peserta Lomba Melukis bersama pendampingnya

Orangtua menghantar anaknya untuk ikut perlombaan

Ketua KBG memberikan pengantarahan untuk acara perlombaan

Peserta mendengarkan penganrahan ketua KBG

Nauli, peserta terkecil ikut lomba mewarnai.

Peserta terkecil mewarnai gambar dengan gonta-ganti tangan. Kalau tangan kiri capek, ganti tangan kanan. Ha....
 Terima kasih adik2ku yang sudah meluangkan waktu untuk ikut dalam perlombaan ini. KBG itu milik kita semua, anak-anak, laki-laki, perempuan, remaja, kaum muda dan orang dewasa.
Mari kita membangun KBG kita ke arah tiga bintang: berpusat pada Kristus, membangun persekutuan, dan menjalankan misi bersama-sama.

ANEKA LOMBA MENJELANG PESTA PELINDUNG KBG ST ANDREAS PAROKI BERNADETH PANGKALPINANG



Membidik Arah KBG St. Andreas Paroki Bernadeth:
Kemana arah KBG St. Andreas berlabu? Ini suatu pertanyaan yang harus selalu kita sadari sehingga sebagai satu komunitas beriman, tidak kehilangan arah hidup kita. Arah hidup itu penting sehingga kerja dan aktivitas kita tidak terlepas dari keterikatan kita sebagai umat yang beragama Katolik, beriman kepada Yesus yang selalu hidup.

Sebagai anggota KBG St. Andreas, tempat labu kita adalah Kerajaan Surga. Untuk sampai pada Kerajaan Surga, Sinode II Keuskupan Pangkalpinang, sebagai Pedoman Pastoral Keuskupan, Post Sinode II, menghendaki supaya kita perlu mempunyai Visi, Misi, dan Spiritualitas (bdk. MGP, No. 155-1557).

Visi kita, secara ringkas  adalah “Menjadi Gereja Partisipatif”. Menjadi Gereja Partisipatif, kita sebagai satu umat beriman senantiasa dibimbing oleh Allah Tritunggal, kapan dan dimana saja dalam keseluruhan hidup kita. 

Untuk mewujudkan visi, kita punya misi. Misi kita ialah membangun KBG, yang mengarah pada tiga bintang, sehingga KBG kita inklusif (terbuka terhadap dunia luar), dialogal (dialog dengan dunia sekitar), berakar pada iman dan ajaran Gereja, peduli terhadap lingkungan hidup, profetis (membawa suara kenabian), berpihak pada yang miskin, transformatif (berubah ke arah lebih baik dalam cara berpikir, kerja dan berdoa), kekeluargaan dan memberdayakan. 

Supaya visi dan misi kita semakin hari semakin jelas dan terarah, kita mempunyai spiritualitas. Spiritualitas adalah Roh penggerak, pendorong, semangat hidup. Kita ingat dalam Injil Luk. 6:43-45. Buah yang baik berasal dari pohon yang baik. Tidak mungkin buah yang baik berasal dari pohon yang tidak baik. Itu artinya bahwa Roh dapat dilihat dari buah-buah perilaku yang dinyatakan didalam kehidupan setiap hari melalui relasi dengan sesama dan alam sekitarnya. Menghasilkan perilaku yang baik dalam kenyataan hidup karena relasi yang baik dan benar dengan pokoknya yaitu Allah sendiri. Maka spiritualitas kita adalah spiritualitas kemuridan dan hamba Allah, yang kita dapat belajar dari pribadi Yesus Kristus.

Aneka Lomba Pesta Pelindung KBG St. Andreas Paroki Bernadeth Pangkalpinang:
Dalam pelaksanaan perlombaan untuk acara Pesta Pelindung KBG, St. Andreas, para pengurus KBG menyerahkan pelaksanaan tugas kepada beberapa orang anggota KBG kita menjadi koordinator utama. Untuk lomba mewarnai, tingkat TK dan SD Kelas 1-3, Ibu Rosa Lili menjadi koordinator utamanya. Sedangkan untuk melukis tingkat SD Kelas 4-6, Ibu Suyati dan untuk lomba Lektor tingkat SMP-SMA, Ibu Jujui Sagala.
Dari rangkaian perlombaan ini, diumumkan hasilnya sebagai berikut:

Untuk lomba mewarnai tingkat TK, juara ke-3, atas nama: Nesia, Juara ke-2, diraih oleh Carlos Fernando dan Juara pertama dipegang oleh Klara. Untuk lomba mewarnai tingkat SD Kelas 1-3, Juara pertama diraih oleh Maria Nurdiana, Juara ke-2 oleh Natashia dan Juara ke-3 oleh Edward. Untuk lomba melukis, Tim juri memutuskan, juara ke-3 dipegang oleh Wiro, Juara ke-2 oleh Laurensius Patrick, dan Juara pertama oleh Christo. Sedangkan untuk lomba lektor tingkat SMP-SMA, Juara pertama diraih oleh Margaretha Windi, Juara ke-2 oleh Maria Laurensia, dan Juara ke-3 oleh Maria Wulan.Demikian pengumuman Tim Juri, atas perhatian kami mengucapkan terima kasih. Terima kasih juga kami sampaikan kepada anak-anak kita yang belum memiliki kesempatan untuk juara. Sedang untuk lomba gaple bagi bapak-bapak lintas anggota KBG lain sedang dalam proses lomba. 

Photo-Photo Lomba dan Hasil Mewarnai dan Melukis:
Peserta Lomba Lektor dan Tim Juri


Peserta Melukis SD Kelas 4-6
Christo Juara 1 Melukis
 
 


Peserta mewarnai Tingkat TK dan SD Kelas 1-3

bersambung ke File lain...