Selasa, 20 Februari 2018

MODUL 2 AKSI PUASA PEMBANGUNAN (APP) 2018 KEUSKUPAN PANGKALPINANG


Pertemuan Kedua
KBG SEBAGAI BAGIAN INTEGRAL
DARI ALAM CIPTAANIKUT BERTANGGUNGJAWAB MENJAGA DAN MEMELIHARANYA

Persiapan:
§  Fasilitator perlu sediakan waktu untuk menganimasi modul pertemuan ini.
§  Bawa Kitab Suci dan Puji Syukur

Tujuan: supaya anggota KBGmenyadari diri sebagai bagian integral dari Alam Ciptaan, dan bertanggung-jawab untuk menjaga serta memelihara keutuhannya.

PENGANTAR
F     Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus,
Selamat malam dan Shalom! Pada pertemuan doa kita malam ini, kita akan mendalami subtema kedua Masa Persiapan Paskah.Pada pertemuan pertama, kita telah mendalami tema tentang KBG Membangun Solidaritas demi Keutuhan Ciptaan, meneladani sikap solider yang mengalir dari misteri inkarnasi Yesus Kristus, Putera Allah yang menjadi manusia.
Pada pertemuan kedua ini, kita akan bergerak lebih jauh mengikuti gerak dan pelayanan Sang Sabda, yang menjadi manusia itu. Sebagaimana Putera Allah rela mengenakan kemanusiaan kita dan hidup sebagai salah seorang di antara kita, dan dalam kemanusiaan-Nya itu Diapun terhubung secara hakiki dengan alam ciptaan-Nya, demikianlah hubungan yang ada antara kita dengan alam ciptaan ini: kita bukanlah orang asing, atau alien (makhluk asing) tetapi kita adalah bagian dari alam ciptaan ini. Inilah subtema kedua untuk pertemuan doa kita, yang akan kita renungkan bersama pada malam ini:KBG Menyadari Diri Sebagai Bagian Dari Alam Ciptaan dan Ikut Bertanggung-jawab Untuk Menjaga dan Memeliharanya.
Mari, kita buka pertemuan kedua ini dengan sebuah lagu pembuka: PS. No. ...........
Penghormatan kepada Sabda Allah
(di rumah, tempat pertemuan doa, tuan rumah telah menyiapkan pentakhtaan Kitab Suci).

F     Mari, kita berdiri:Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus... lalu dilanjutkan dengan mengajak anggota KBG untuk memberikan penghormatan kepada Kristus, Sang Sabda yang hadir di tengah-tengah kita.
       (semua anggota KBG memberikan hormat dengan menundukan kepala).

LANGKAH-LANGKAH SHARING INJIL:

1.       DOA MENGUNDANG TUHAN:
F     Saya persilahkan salah seorang dari kita mengundang Tuhan dalam doa pembuka. Sekali lagi, saya persilakan!

2.     CODE
F    Bapak-Ibu, saudara-saudariyang terkasih, mari kita dengarkan sebuah kisah berikut ini, sebagai CODE untuk mendalami subtema kedua pertemuan kita ini.

TAMU DARI JERMAN
Pastor Paul Klein SVD pernah bertugas sebagai Dosen Teologi Moral di Seminari Tinggi Santo Paulus, di Ledalero, Maumere, Flores.Pada setiap akhir Pekan, ia pergi melayani Umat di Stasi Sta. Maria Fatima, di Nara, bagian dari Paroki Hati Kudus, Ili, Keuskupan Maumere. Selain sebagai dosen, Pastor Paul juga menjadi Pastor untuk Stasi Santa Maria ini.
Suatu kali beliau dikunjungi oleh dua keponakannya, yang datang dari kampungnya di Freisen, Jerman. Kedua ponakan Pastor ini berprofesi sebagai perawat, dan mereka datang ke Flores masing-masing dengan mengajak pacarnya.
Untuk ponakan dan tamunya, Pastor Paul merancang wisata ke danau triwarna Kelimutu. Rombongan yang berangkat terdiri dari Pastor Paul, empat tamunya, seorang frater yang sedang study Teologi, dan seorang sopir dari LK3I Keuskupan Agung Ende di Maumere. Dari ketujuh anggota rombongan wisata ini, hanya sopir yang merokok yang lainnya tidak!
Di jalan menuju Kelimutu, terjadilah bahwa rokok sang sopir sudah habis. Bungkusnya diserahkan kepada frater, dan frater ini secara spontan mau membuang bungkus rokok itu keluar mobil. Namun ketika tindakan itu mau dilakukan, tangan frater itu ditangkap oleh salah seorangtamu dari Jerman, sambil memberi tanda larangan, “Tidak boleh membuang sampah sembarangan!”
Kejadian serupa terulang kembali, ketika rombongan selesai mengunjungi Kelimutu dan kembali ke Maumere. Dalam perjalanan pulang ini, kembali frater yang memegang bungkus rokok yang kosong, bersiap membuangnya keluar dari mobil. Dan sekali lagi, ada tangan yang kuat menangkap tangan frater tersebut, dan peringatan yang sama bergema kembali, “Tidak boleh membuang sampah sembarangan!”

Pertanyaan pendalaman:
a.    Apa yang terjadi dengan frater dan tamu dari Jerman yang menangkap tangan frater?
b.    Mengapa tamu Jerman tadi mau konsisten menangkap tangan frater?
c.     Apakah pengalaman dalam cerita tadi,  ada juga dengan situasi kita di jaman sekarang ini? (mohon satu atau dua orang dapat mensyeringkan pengalamannya).

TAMBAHAN:
·      Frater membuang bungkus rokok sebanyak dua kali. Dan sebanyak dua kali pula,  salah seorang tamu Jerman itu menangkap tangan sang frater. Secara tidak langsung, sang frater seakan terlepas dari lingkungan hidup, menjadikan alam itu penuh sampah, seakan alam itu ‘kotak sampah’ sedang tamu Jerman secara konsisten merasa bahwa lingkungan hidup dengan dirinya, terikat erat, alam dan dirinya adalah satu alam ciptaan.
·      Manusia adalah bagian dari Alam Ciptaan. Karena itu, menjaga dan merawat alam ciptaan sesungguhnya adalah juga menjaga dan merawat diri sendiri. Atau membiarkan alam ciptaan dipenuhi sampah, sama saja artinya dengan memperlakukan Alam Ciptaan itu sebagai sesuatu yang asing (bukan bagian dari diri sendiri). Ketika sampah itu menghasilkan limbah yang berbahaya, manusia jugalah yang ikut merasakan dan menanggung akibatnya.
·      Membuang sampah sembarangan, dalam arti tertentu menjadikan alam sebagai tempat sampah, mencemarkan situs rahmat, tempat perjumpaan manusia dengan Allah. Dan dengan demikian, hubungan antara manusia dengan alam ciptaan, tidak lagi berlangsung dalam kondisi saling mendukung kehidupan masing-masing…

3.   MEMBACA KITAB SUCI :
F    Mari kita membuka Kitab Suci Perjanjian Lama
Kita membuka dari teks Kitab Kejadian
Kita mencari bab1, ayat 1 sampai dengan ayat 31
Kita mencari Kitab Kejadian1:1 - 31.
(diulangi sampai semua peserta mendapatkan teks Kitab Kejadian1: 1-31.

Saya persilahkan seorang dari kita membacakan teks tadi, dengan suara yang lantang dan tidak tergesa-gesa.

Adakah di antara kita yang membawa Kitab Suci dari versi lain? Jikalau ada, saya persilahkan untuk membaca-kan teks yang sama dariKitab Kejadian 1: 1-31.

Pertanyaan pendalaman:
a.    Apa tujuan Allah menciptakan alam ciptaan dengan kondisi yang begitu baik dan teratur?
b.    Apa sumbangan alam ciptaan untuk kehidupan manusia?
c.     Mengapa manusia ditugaskan Allah untuk memelihara dan mengolah alam ciptaan?

PENEGASAN:
§  Kondisi Alam Ciptaan ini, sejak hari pertama diciptakan oleh Allah adalah baik dan teratur (Kej.1: 4), dan berkembang dengan tetap baik dan tetap teratur dari hari ke hari hingga menjadi “sungguh amat baik” pada hari terakhir karya penciptaan Allah (Kej. 1: 31).
§  Kondisi yang melekat pada Alam Ciptaan, yaitu sungguh amat baik, menuntun manusia untuk menjaga dan merawatnya. Karena hanya manusia-lah diberi sebagai ‘mahkota Allah’.Kondisi Alam Ciptaan yang sungguh amat baik, tidak memberi peluang kepada kita, apa yang sering diyakini orang sebagai hari baik dan atau hari buruk. Konsep ‘hari baik dan atau hari buruk’ justrumelawan tujuan penciptaan Allah.
§  Kesadaran bahwa Manusia dihidupi dan dipelihara oleh Alam Ciptaan (Kej.1:29), harus diimbangi dengan semangat bertanggung-jawab untuk menjaga dan memelihara Alam Ciptaan. Atau dengan kata lain, menolak untuk memelihara Alam Ciptaan akan berarti menolak untuk dipelihara atau dihidupi oleh Alam Ciptaan, dan hal itu akan sama saja dengan bunuh diri!
§  Kata “berkuasa”yang diberikan kepada manusia dalam Kitab Kejadian 1: 26 tadi, tidak boleh dilepaskan maknanya dari status yang diterimanya dari penciptaannya, yaitu sebagai “gambar dan rupa Allah.”
§  Kita tidak akan pernah bisa menjadi sepenuhnya gambar dan rupa Allah, kalau kita menolak Allah yang adalah Pencipta kita termasuk Alam. Namun, kepada kita Allah memberi kemampuan, untuk menghadirkan karakter atau sifat Allah, yakni ketika kita saling mengasihi, ketika kita bersikap sabar atau mengampuni seseorang, dan ketika kita bersikap baik dan setia, serta ketika kita bersahabat dengan alam.
§  Pada kita ada rupa dan gambar Allah, karena itu, kita wajib saling menjaga, saling menghargai dan saling menghormati, termasuk juga kepada Alam ciptaan-Nya. Dengan merendahkan Alam ciptaan atau mengeritik diri kita dalam konteks bahwa kita adalah gambar dan rupa Allah ini, akan berarti bahwa kita tidak menghargai aneka kemampuan yang diberikan Allah ke dalam diri kita.
§  Karena gambar dan rupa Allah ini juga diberikan kepada sesama kita, maka bukan hanya diri pribadi kita yang harus kita jaga dan kita hormati, tetapi juga terhadap sesama manusia, semua orang, harus kita berikan perlakuan yang sama! Karena kita semua mengambil-bagian dalam gambar dan rupa-Nya itu!
§  Tugas manusia terhadap Alam Ciptaan, yang sekalipun digambarkan dengan ungkapan “berkuasa” tersebut di atas, tidak dimaknai sebagai eksploitasi melainkan sebagai tugas untuk pemeliharaan dan perawatan terhadap Alam Ciptaan (Kej. 2: 15). KGK Nomor 378 menegaskan hal ini, “Bukti hubungan baik dengan Allah ialah bahwa Allah menempatkan manusia dalam ‘kebun’. Ia hidup di dalamnya, ‘untuk mengusahakan dan memelihara’ taman itu (Kej. 2: 15). Pekerjaan itu untuk pria dan wanita bukan kerja paksa, melainkan kerja-sama dengan Allah demi penyempurnaan ciptaan yang kelihatan.”

4.       AKSI NYATA:
a.    Keluarga: apa yang dilakukan keluarga untuk menunjukkan bahwa para anggotanya adalah bagian integral dari Alam Ciptaan: sikap terhadap lingkungan di sekitar rumah dan halaman?
b.    KBG: Apa yang dilakukan oleh KBG supaya menjadi bagian integral dari Alam Ciptaan?
c.    Paroki: Apa yang diusahakan oleh paroki agar lingkungan pastoran yang berwawasan ekologis atau lingkungan pastoran yang selaras dengan Alam Ciptaan?

5.       DOA SPONTAN
F     Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih. Mari kita secara spontan menyampaikan doa-doa pujian, ucapan syukur ataupun permohonan sehubungan tugas & tanggung-jawab kita  terhadap Alam Ciptaan :

Kita mulai dengan Ujud-ujud pribadi (kalau ada!) :
a)       ...............................................................................................................................
b)       ..............................................................................................................................
c)        ..............................................................................................................................

Mari, kita satukan semua doa dengan berdoa bersama dari Teks DOA MOHON PENYERTAAN ALLAH BAGI UMAT KEUSKUPAN PANGKALPINANG DALAM MEWUJUDKAN IDENTITAS KEUSKUPAN.

Mari, kita tutup Doa kita untuk Pertemuan Kedua ini, dengan menyanyikan Lagu dari PS 706 atau 707 (Pilih salah satu!).

=***=

MODUL 1 AKSI PUASA PEMBANGUNAN (APP) 2018 KEUSKUPAN PANGKALPINANG


Modul Pertama:
KBG MEMBANGUN SOLIDARITAS SOSIAL: CITA-CITA DAN HARAPAN DEMI
KEUTUHAN CIPTAAN

§  Persiapan:
-  Para fasilitator menyediakan waktu untuk studi bahan  bersama di tingkat paroki.
-  Anggota KBG membawa Kitab Suci dan Puji Syukur secara pribadi.
§  Tujuan      :
-  Agar anggota KBG menyadari diri sebagai bagian integral dari alam ciptaan Allah, sehingga dengan tahu dan mau membangun solidaritas antar sesama dan dengan alam ciptaan Allah yang lain.

PENGANTAR
F     Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus.
Kini saatnya, kita masuk dalam masa prapaskah.Sebuah masa, dimana seluruh umat Katolik menyiapkan dirimerayakan paskah.Selama masa persiapan ini, puasa, pantang, doa-doa, merayakan ekaristi, tobat, dan aksi nyata bersama adalah kegiatan-kegiatan yang mendukung kehidupanrohani kita, menyiapkan diri merayakan Paskah. Karena itu, lebih cocok masa prapaskah, kita sebut sebagai masa retret agung.
Selama masa retret agung tahun 2018 ini, kita dituntun dengan tema umum: Membangun Solidaritas Sosial demi Keutuhan Ciptaan’. Dari tema umum ini, akan kita jabarkan menjadi empat subtema, yang akan kita renungkan selama masa prapaskah ini.
Saudara-saudari yang terkasih, untuk pertemuan pertama didalam KBG kita kali ini,dengan subtema: ‘KBG Membangun Solidaritas Sosial: Cita-cita dan Harapan Demi Keutuhan Ciptaan’.Didalam pertemuan pertama ini, kita akan menyadari kembali makna solidaritas sosial dengan berlandas pada prinsip kesetiakawanan dan rasa sepenanggungan sebagai makhluk ciptaan Allah.
Menyadari makna solidaritas sosial dalam hidup kita, akan kita belajar dari pribadi Yesus dalam Injil Markus 1: 12-15.Roh Allah yang memimpin Yesus pergi ke Padang Gurun untuk  membangun solidaritas sosial dengan alam, binatang liar dan dengan malaikat. Allah menguji Yesus setelah dibaptis itu hingga dewasa. Yesus yang telah dewasa, kemudian kembali dengan sikap kedewasaan-Nya untuk mewartakan Kerajaan Allah, yang berawal dengan seruan pertobatan.
Saudara-saudari yang terkasih, mari kita membuka pertemuan pertama ini dengan sebuah lagu yang diambil dari PS.........

PENGHORMATAN KEPADA SABDA
(di rumah, tempat pertemuan doa, tuan rumah telah menyiapkan pentakhtaan Kitab Suci).

F                      Mari, kita berdiri:Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus... lalu dilanjutkan dengan mengajak anggota KBG untuk memberikan penghormatan kepada Kristus, Sang Sabda yang hadir di tengah-tengah kita.
            (semua anggota KBG memberikan hormat dengan menundukan kepala).

LANGKAH-LANGKAH SHARING INJIL:

1.          DOA MENGUNDANG TUHAN
F       Saya persilahkan salah seorang dari kita membuka pertemuan ini dengan doa mengundang Tuhan.

2.          CODE:[1]
F       Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih, mari kita perhatikan sebuah code berikut ini. Kita diajak untuk memperhatikan secara saksama code berikut selama dua menit.



Pertanyaan pendalaman code:
a.    Apa yang sedang terjadi didalam codetadi?
b.    Apa  makna atau maksud dari solidaritas dan solidaritas sosial menurut code tadi?
c.     Apakah situasi dalam code tadi, juga terjadi dalam KBG / paroki /  keuskupan kita selama ini? Mengapa?
d.    Apakah solidaritas sosial hanya dibangun ketika ada musibah? Adakah satu atau dua anggota KBG yang mau mensyeringkan pengalamannya yang berhubungan dengan solidaritas sosial?

TAMBAHAN:
§  Terlihat di dalam code itu, ada sebuah kota atau kelurahan di dunia ini, yang terkena banjir besar. Seluruh perumahan masyarakat dipenuhi air setinggi dua meter. Sungai meluap. Hutan-hutan disekitar sungai digundulin. Batu-batu dan pasir-pasir yang ada  yang selama ini menahan air pun dikerok dan diambil.
§  Dalam situasi begitu, muncul banyak bantuan dari berbagai kalangan masyarakat. Bahkan terlihat didalam code bahwa ada seorang pastor yang sedang menolong warga, menarik perahu kayu, membawa warga ke tempat pengungsian.
§  Dalam aksi nyata yang dilakukan pastor itu, ia sekaligus menyadari warga akan pentingnya keutuhan ciptaan. Bahwa alam yang rusak tidak ada kedamaian bagi manusia maupun bagi alam itu sendiri.
§  Kedamaian dalam diri manusia pun mempunyai relasi yang erat dengan alam. Menyadari akan pentingnya keutuhan ciptaan ini, sang pastor pun mengajak warga untuk bersama-sama menata kembali semua yang kurang tertata, dan mengambil bagian dalam setiap karya serta sekaligus menghidupinya didalam iman. Solidaritas sosial merupakan bagian dari iman karena itu setiap saat solidaritas sosial harus selalu dibangun didalam diri setiap umat beriman.
§  Dengan cara demikian, solidaritas secara pribadi yang telah diletakan oleh Allah didalam diri setiap makhluk ciptaan-Nya menyata di dalam solidaritas sosial, yaitu adanyakesatuan, persaudaraan, rasasalingpercaya, kesetiakawanan, saling menghormati, dan rasa sepenanggungan di antara individusebagaianggotakelompok,yang berasal dari Sang Pencipta yang sama.

3.          MEMBACA SABDA TUHAN:
F       Mari kita membuka Kitab Suci Perjanjian Baru(2x)
Kita membuka dari Injil Markus.
Kita mencari Injil Markusbab 1
Injil Markus bab 1, ayat 12.
Injil Markus bab 1, ayat 12 sampai dengan ayat 15.
(diulangi sampai semua peserta mendapatkan teks Injil Markus 1:12-15).

Saya persilahkan salah seorang dari kita membacakan teks tadi, dengan suara lantang, dan tidak tergesa-gesa.

Adakah di antara kita yang membawa Kitab Suci dari versi lain, (misalnya Alkitab Kabar Baik Dalam Bahasa Indonesia sehari-hari)?

Jikalau ada, saya persilahkan untuk membacakan teks Injil Markus 1: 12-15 ini dari versi yang ada dalam Alkitab-nya, dengan suara lantang dan tidak tergesa-gesa!

Pertanyaan pendalaman teks Kitab Suci:
a.    Apa maksud Roh Allah memimpin Yesus yang telah dibaptis itu pergi ke Padang Gurun?
b.    Apa saja yang dilakukan Yesus di Padang Gurun selama 40 hari itu?
c.     Bagaimana cara Yesus menyatakan Misi Kerajaan Allah, didalam hidup-Nya setelah kembali dari Padang Gurun?

PENEGASAN:
§  Peristiwa ‘Roh memimpin Yesus ke Padang Gurun’, setelah Yesus dipermandikan oleh Yohanes di Sungai Yordan. Maksud Roh Allah ialah ‘menguji kematangan baptisan yang diterima-Nya’ demi karya penyelamatan yang dijalankan Yesus.
§  Padang Gurun adalah suatu daerah yang tak berpenghuni manusia, suatu tempat yang sepi, suatu tempat yang ideal bagi Yesus:
-  Untuk membangun komunikasi dengan Bapa-Nya. Relasi Yesus dengan Bapa-Nya, tidak terputuskan. Allah hadir mendampingi Yesus dalam rupa Malaikat.
-  Tidak hanya itu, tetapi juga Dia dicobai oleh Iblis. Markus tidak menyebut jenis cobaan yang dihadapi Yesus. Tentang jenis cobaan yang dialami Yesus, hanya ada dalam Injil Lukas (4: 1-13) dan Matius (4: 1-11).
-  Tinggal bersama-sama dengan binatang-binatang liar, selama 40 hari lamanya. Secara tidak langsung, Yesus yang penuh dengan Roh Kudus itu diutus untuk masuk ke Padang Gurun. Membangun communio dengan alam Padang Gurun.
§  Yesus diutus Allah ke Padang Gurun untuk menghidupkan solidaritas-Nya dan membangun solidaritas sosialdengan alam di Padang Gurun. Bersama Allah, Yesus menghidupkan kesatuan, rasa menghargai danrasa bersaudara dengan alam ciptaan Bapa-Nya di Padang Gurun.
§  Membangun Kerajaan Allah adalah Misi Allah yang diteruskan oleh Yesus. Setelah kembali dari Padang Gurun, Yesus yang telah ‘matang’ mulai menyatakan Misi Bapa-Nya, dengan mengajak seluruh umat untuk ‘bertobat dan percaya kepada Injil’. Bertobat, bukan dalam arti membawa manusia kepada baptisan, justru bagi Yesus, bertobat adalah pola hidup baru yang mengarah kepada percaya akan Injil.
§  Solidaritas dan solidaritas sosial adalah makna dari pertobatan dan menjadi pola hidup baru yang kita bangun selama masa retret agung, 40 hari ini. Yesus menghidupkan solidaritas-Nya dengan menghidupkan solidaritas sosial dengan alam di Padang Gurun, kemudian melanjutkan-Nya dalam misi-Nya. Karena itu, solidaritas sosial semestinya dibangun secara terus menerus dalam hidup kita, tidak terbatas pada situasi tertentu seperti musibah.
§  Maka sebagai satu KBG yang terikat dengan Gereja Paroki:
-  KBG dipanggil untuk menghidupkan solidaritas individu dengan membangun solidaritas sosialdalam satu KBG sebagai buah dari perjalanan retret agung, 40 hari ini.
-  KBG diutus untuk menghidupkan dan membangun ‘pola hidup baru’ seperti rasa kesatuan, persaudaraan, saling menghargai, saling menghormati, belarasa, dan tanggungjawab yang didasarkan pada keadaan moral dan kepercayaan yang dianut bersama yang diperkuat oleh pengalaman emosional bersama bagi masyarakat luas yang ada disekitar KBG kita.
-  KBG didesak juga untuk membangun solidaritas sosial antar generasi sosial. Sebab, KBG sebagai medan perjumpaan keluarga kristiani bertekad untuk membangun solidaritas yang adil antar generasi dan intra generasi. Paus Fransiskus menegaskan,” Bahwa kita tidak bisa bicara tentang pembangunan berkelanjutan tanpa solidaritas antar generasi manusia, karena bumi yang kita huni adalah juga milik generasi mendatang. Karena itu, kitalah yang  pertama-tama  berkepentingan  untuk  mewariskan  planet  yang layak huni bagi generasi selanjutnya’ (LS No. 159).
-  Masa prapaskah adalah masa padang gurun. Dalam puasa di Padang Gurun, Yesus sendiri mengalami dua kekuatan, yaitu kekuatan Allah dan kekuatan iblis. Dalam realitas hidup sosial, kedua kekuatan ini pun muncul dalam bentuk kekuatan egois seperti merusak alam, sedangkan kekuatan solidaritas (Allah yang solider) seperti memelihara, merawat dan mengolah dengan rasa tanggungjawab terhadap alam. 

4.          AKSI NYATA KBG:
-  Keluarga: apa yang dilakukan anggota keluarga agar solidaritas antar anggota keluarga dan solidaritas sosial antar keluarga dalam KBG tetap dibangun dan dihidupkan dalam hidup sehari-hari?
-  KBG: Apa yang dilakukan oleh KBG supaya menghidupkan dan membangun solidaritas sosial dengan masyarakat dan alam sekitar KBG-nya?

5.          DOA SPONTAN
F       Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih.
Mari kita sampaikan doa-doa pujian, ucapan syukur ataupun permohonan sehubungan karya ciptaan Allah yang telah kita terima dalam hidup kita baik sebagai pribadi maupun sebagai satu keluarga Allah.

a)    ......................................................................................................................
b)  .......................................................................................................................
c)   .......................................................................................................................

Mari, kita satukan semua doa dengan berdoa bersama dari Teks DOA MOHON PENYERTAAN ALLAH BAGI UMAT KEUSKUPAN PANGKALPINANGDALAM MEWUJUDKAN IDENTITAS KEUSKUPAN.
  
Dan kita tutup pertemuan kita dengan menyanyikan sebuah lagu!
=***=



[1]Majalah Inspirasi No. 114, hal. 1, Tahun 2016.