Jumat, 18 Januari 2019

MENGENAL YESUS KRISTUS DALAM IDENTITAS ILAHI-NYA SEBAGAI FIRMAN ALLAH

Modul Pertama Pertemuan KBG di Paroki-Paroki Keuskupan Pangkalpinang
 (Pertemuan KBG Bulan Januari 2019)
Penanggungjawab Modul: RD. Marsel Gabriel, 
RD. Dr. Benny Balun, Ibu Shito Kadari 
dan Alfons Liwun
Persiapan :
§  Fasilitator wajib mengikuti pertemuan untuk simulasi dan studi modul yang dipimpin oleh Pastor Paroki sebagai Koordinator Fasilitator maupun sebagai Koordinator PIPA Paroki.
§  Fasilitator menyediakan berbagai hal atau perlengkapan yang perlu untuk pertemuan pendalaman iman umat ini, yakni :
-   Kitab Suci dan Puji Syukur
-   Modul pertemuan yang didukung oleh gagasan dasarnya.
-   Teks Doa Mohon Penyertaan Yesus Kristus Bagi Umat Keuskupan Pangkalpinang (Tahun 2019: Keberpusatan pada Kristus).

Tujuan :
§  Umat Allah Keuskupan Pangkalpinang semakin mengenal Pribadi, Hidup, dan Karya Yesus Kristus, terutama Identitas Ilahi-Nya sebagai Firman Allah, yang ada pada Allah dan yang bersama-sama dengan Allah.
§  Umat Allah Keuskupan Pangkalpinang semakin bersemangat membangun relasi dengan Yesus Kristus, setelah mengenal-Nya dengan lebih baik.
§  Umat Allah Keuskupan Pangkalpinang menjadikan Yesus Kristus sebagai Pedoman Hidup Konkrit, (misalnya menjadi KBG yang membawa terang kepada masyarakat!)

A.  PENGANTAR
F       Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus!
Selamat datang ke dalam Tahun Baru 2019, dan selamat memasuki Tahun Keberpusatan kita pada Kristus, yang merupakan Fokus dan Prioritas Karya Pastoral kita sepanjang Tahun 2019 ini.

Pada Bulan Januari 2019 ini, kita akan mendalami dua tema, yaitu: pertama, Mengenal Identitas Ilahi Yesus Kristus sebagai Firman Allah, dan kedua, Mengenal Yesus Kristus dan Inkarnasi-Nya menjadi Manusia.
Mari, kita membuka pertemuan pendalaman iman dalam modul pertama ini  dengan menyanyikan sebuah lagu pembuka. ...... PS. No. .... (diusulkan No. 554).

PENGHORMATAN KEPADA SABDA ALLAH
F       Mari, kita berdiri untuk memberikan penghormatan kepada Kristus, Sang Sabda yang hadir di tengah-tengah kita.
(semua anggota KBG memberikan hormat dengan menundukkan kepala).

B.  LANGKAH-LANGKAH SHARING INJIL:

1.  DOA MENGUNDANG TUHAN

F       Saya persilahkan salah seorang dari kita mengundang Tuhan dalam doa pembuka. Sekali lagi, saya persilakan!
                                                     
2.  MEMBACA KITAB SUCI

F      Mari kita membuka Kitab Suci Perjanjian Baru
Kita membuka dari teks Injil Yohanes
Kita mencari bab 1, ayat 1 sampai dengan ayat 5.
Kita mencari Injil Yohanes 1 : 1 - 5.
(diulangi sampai semua peserta mendapatkan teks Injil Yohanes bab 1 ayat 1-5).

Saya persilahkan seorang dari kita membacakan teks tadi, dengan suara yang lantang dan tidak tergesa-gesa.

Adakah di antara kita yang membawa Kitab Suci dari versi bahasa lain? Jikalau ada, saya persilahkan untuk membacakan teks yang sama dari Injil Yohanes 1 : 1-5.


Pertanyaan pendalaman:
a.    Menurut ANDA apa yang ditegaskan dalam Yohanes 1: 1 tentang identitas atau jati-diri Yesus?
b.    Apa saja fungsi atau peran Firman dalam Yohanes 1: 2-3?
c.     Apa lagi peran Firman dalam Yohanes 1 : 4-5?

PENEGASAN:
-  Ajak anggota KBG membaca teks-teks berikut ini secara bergilir.
-  Berilah penekanan yang penting dalam setiap poin setelah dibaca!

§  Identitas Ilahi Yesus sebagai Firman, menurut Penginjil Yohanes ada dua point, yaitu bahwa pertama Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan kedua bahwa Firman itu adalah Allah! Firman itu satu dengan Allah (Yoh. 1: 1).

§  Peran Firman menurut Penginjil Yohanes sebagai:
-  pencipta (prinsip penciptaan: Yoh. 1: 3).
-  sumber atau pemberi hidup (prinsip hidup: Yoh. 1: 4).
-  prinsip komunio (bersama-sama dengan Allah: Yoh. 1:1-2).

§  Selanjutnya pada Yohanes 1: 4b-5, ditegaskan lagi dua peran yang lain dari Firman, yaitu sebagai sumber hidup dan pemberi terang bagi manusia. Sebagai Terang, Firman itu ada dalam kesatuan dengan Bapa, dan memberi hidup kepada ciptaan.

§  Dalam gaya pertentangan antara Terang melawan Kegelapan, peran yang berikut dari Firman ini adalah untuk menerangi dan menghalau kegelapan, yang merupakan representasi dosa dan kejahatan. Sebagai Firman Allah, Yesus berkuasa mengatasi dosa dan kejahatan manusia!
§  Dalam kaitan dengan hidup bersama dalam lingkup gerejani, Komunitas Yohanes adalah orang-orang yang menerima Terang, dank arena itu di dalam hidupnya, mereka wajib untuk membawa Terang atau menerangi orang lain, yaitu mereka yang masih belum menerima Yesus, yang masih berada dalam kegelapan!

§  Dari khasanah Ajaran dan Liturgi Gereja, Yesus Kristus sungguh Allah dan sungguh manusia (demi keselamatan kita) ditegaskan dalam dua konsili berikut ini:
-  Dalam Konsili Nikea (tahun 325):
ü Kami percaya akan satu Allah, Bapa Yang Mahakuasa, Pencipta segala sesuatu yang kelihatan dan tak kelihatan.
ü Dan akan satu Tuhan Yesus Kristus, lahir dari Bapa, lahir tunggal, yaitu dari hakikat Bapa, Allah dari Allah, terang dari terang, Allah benar dari Allah benar, dilahirkan bukan dijadikan, sehakikat dengan Bapa, segala sesuatu dijadikan oleh-Nya, baik yang di surga maupun yang di bumi. Ia turun untuk kita dan untuk keselamatan kita, dan Ia menjadi daging dan menjadi manusia, wafat kesengsaraan dan bangkit pada hari yang ketiga, naik ke surga dan akan datang untuk mengadili orang hidup dan orang mati.
ü Dan akan Roh Kudus.

-  Dalam Konsili Chalcedon (tahun 451): Maka dengan mengikuti para pendahulu yang suci, kami sekalian sehati sepikir mengajar bahwa mengakui Sang Putra dan Tuhan kita Yesus Kristus sebagai satu dan sama:
ü Yang sama sempurna dalam keilahian dan yang sama sempurna dalam kemanusiaan,
ü Yang sama sungguh Allah dan sungguh manusia (terdiri) dari jiwa berakal dan tubuh,
ü Menurut keilahian sehakikat dengan Bapa dan yang sama sehakikat dengan kita menurut kemanusiaan,
ü Dalam segalanya sama dengan kita, tetapi tanpa dosa (bdk. Ibr. 4:15).
ü Menurut keilahian dilahirkan dari Bapa sebelum segala zaman, tetapi menurut kemanusiaan pada hari-hari akhir itu yang sama dilahirkan dari perawan Maria, Bunda Allah demi untuk kita dan demi untuk selamatan kita.

§  Yesus Kristus tetap Allah sekaligus juga manusia sejati’ dalam nyanyian Liturgi Romawi (Ibadat Pagi 1 Januari), yang diwartakan dan dinyanyikan oleh Santo Yohanes Krisostomus: ‘O Putera yang tunggal dan Sabda Allah, walaupun tidak dapat mati, Engkau berkenan demi keselamatan kami, menerima daging dari Maria Bunda Allah yang suci dan tetap perawan. Tanpa perubahan Engkau menjadi manusia dan disalibkan, O Kristus, Allah; melalui kematian-Mu Engkau menghancurkan kematian; Engkau adalah satu dari Tritunggal Kudus, dimuliakan bersama Bapa dan roh Kudus : selamatkanlah kami.” (KGK 469).

3.  AKSI NYATA
F      Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih. Mari, kita merencanakan aksi nyata yang perlu kita jalankan bersama.
a.    Keluarga: Apa yang dilakukan keluarga agar para anggotanya semakin bertumbuh dalam pengenalan akan Yesus Kristus dalam Identitas-Nya sebagai Firman Allah?
Beberapa kemungkinan yang dapat dibuat:
-   Bersama-sama dalam kesatuan sebagai keluarga, mendoakan Syahadat Panjang (PS. no. 2).
-   Membaca dan merenungkan Katekismus Gereja Katolik tentang Pribadi, Hidup, dan Karya Yesus Kristus.
-   Mengikuti Sharing Injil dan pertemuan pendalaman iman umat di KBG, dll.
b.    KBG: Apa yang dilakukan oleh KBG agar umat di KBG semakin bertumbuh dalam pengenalan akan Yesus Kristus dalam Identitas-Nya sebagai Firman Allah?
c.       Paroki: Apa yang diusahakan oleh Pastor Paroki agar para Fasilitator di KBG-KBG sungguh disiapkan untuk dapat mendampingi umat di KBG-KBG-nya dengan baik?
4.  DOA SPONTAN
F      Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih. Mari kita sampaikan doa-doa pujian, ucapan syukur ataupun permohonan secara spontan kepada Tuhan kita Yesus Kristus, karena Dia adalah Allah: Pencipta, Pemberi Hidup dan Pemberi Terang. Karena Dia berkuasa mengatasi dan mengalahkan kegelapan dosa kita ......
a)  ........................................................................................................
b)  ........................................................................................................
c)   ........................................................................................................
d)  ........................................................................................................
Kita lanjutkan dengan Doa Tahun Keberpusatan kepada Kristus, dan kita satukan dengan Doa Bapa kami!

F       Mari, kita tutup pertemuan kita dengan menyanyikan sebuah lagu! [PS 613]

=***=

Senin, 17 Desember 2018


REKOMENDASI KOMISI KOMUNIKASI SOSIAL 
KEUSKUPAN PANGKALPINANG





 RUMAH RETRET KEUSKUPAN
PURI SHADANNA  PANGKALPINANG
14-15 DESEMBER 2018

A. PENGANTAR
1.      Misa pembuka kegiatan Pelatihan Jurnalistik, tanggal 14 Desember 2018 oleh RP. Nugroho Krisusanto, SS.CC, Vikjend Keuskupan Pangkalpinang. Dalam kotbahnya, Romo yang sering disapa, Romo Nug ini, menekankan hal yang mendasar dari jurnalistik itu. Hal yang mendasar itu ialah bahwa seorang jurnalis berani mewartakan kebenaran dari sebuah peristiwa atau kejadian atau moment yang terjadi walaupun itu berbahaya sekalipun.

2.      Menjadi pewarta kebenaran inilah, yang juga hal mendasar bagi kita sekarang ini, yang sedang bergelut dalam ‘Pelatihan Jurnalistik’. Kegiatan Pelatihan Jurnalistik adalah ‘jalan baru’ bagi ‘BERKAT’ untuk meretas dirinya supaya lebih maju dalam ‘communio’ dan menjadi pembawa kabar sukacita bagi umat Keuskupan Pangkalpinang. ‘Laetentur Insulae Multae’.

B.  DASAR JURNALISTIK KATOLIK
3.      Dalam berpastoral Komunikasi Sosial, sumber dasar jurnalistik Katolik adalah Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Inilah yang disebut ‘tiga pilar sumber’. Didalam ketiga sumber dasar inilah seorang jurnalist menggali dan mendapat inspirasi untuk menjadi corong Kabar Sukacita Kristus.

4.      Sumber dasar jurnalistik Katolik yang perlu digali secara khusus untuk menjadi corong Kabar Sukacita Kristus, telah dimulai sejak Konsili Vatikan II (1961-1965). Salah satu dekrit yang dihasilkan Konsili Vatikan II untuk pastoral Komunikasi Sosial adalah dekrit Inter Mirifica (1963), dekrit tentang upaya-upaya komunikasi sosial yang didalamnya juga, membicarakan seputar teknologi komunikasi sosial. Dari dalam inilah, dasar tugas perutusan Gereja, sebagai tanda Gereja hadir dan ikutserta dalam mengembangkan Media Sosial.
5.      Selain sumber tadi, masih ada sumber lain seperti Communio et Progressio (1971) dan Aetatis Novae (1992) – terbitnya suatu era baru. Dalam Communio et Progressio ditandaskan bahwa Kristus menjadi pusat pewartaan Gereja, yang diungkap antara lain melalui corong - media keuskupan kita. Pewartaan Gereja adalah kewajiban Gereja. Rasul Paulus mengatakan ‘Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil’ (1Kor. 9:16).
6.      Melalui Media Sosial Keuskupan Pangkalpinang: ‘BERKAT’, ‘BERKAT’ melanjutkan ‘Evangelisasi Baru’, sebagai salah satu cara umat Keuskupan Pangkalpinang melaksanakan perintah Injil: ‘Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil’ (1Kor.9:16).

C. PELAKSANAAN PELATIHAN JURNALISTIK
7.      Puri Shadanna, rumah retret Keuskupan Pangkalpinang menjadi tempat Pelatihan Jurnalistik Komisi Komunikasi Sosial (KOMSOS) Keuskupan Pangkalpinang. Pelatihan ini berkat kerjasama dengan KOMSOS KWI dan dengan paroki-paroki se-kevikepan Bangka Belitung. Pelatihaan diselenggarakan dari tanggal 14 – 15 Desember 2018.

8.      Hadir dalam pelatihan 9 peserta dari paroki-paroki kevikepan Bangka Belitung, Proki Katedral mengutus 3 orang (Willy Defiandi, Jafri Niko Sella dan Mateus Gunawan), Paroki Sungailiat 1 orang (Ignatius Aditya), Paroki Koba 3 orang (Margareta Puji Rahayu, Albertus Guntur M.P dan Laurentia Dwi D.P), Paroki Belinyu 1 orang (Josephine Olivia) dan Paroki Tanjungpandan 1 orang (Yohanes Junisan). Hanya Paroki Mentok dan St. Bernadeth yang tidak mengirim utusannya.

9.      Kegiatan jurnalist ini diprakarsai oleh KOMSOS Keuskupan Pangkalpinang yang dikomandoi oleh RD. Stefanus Tomeng Kelen. Hadir juga para penggiat KOMSOS keuskupan Pangkalpinang, Fennie (ketua panitia), Dhina (bendahara dan notulis), Isidorus Sandy (sie. transportsi), Bayu (sie. dokumentasi), Septian (sie. perlengkapan) dan Alfons Liwun (sie. acara).

10. Narasumber Pelatihan Jurnalistik antara lain: KOMSOS KWI (Pastoral KOMSOS KWI), Delegatus KOMSOS Keuskupan Pangkalpinang, dan Ibu Fennie-Babel Preview, sekaligus sebagai wakil KOMSOS Keuskupan Pangkalpinang

D. ‘BERKAT’ – CORONG INFORMASI KEUSKUPAN PANGKALPINANG
11. ‘BERKAT’ adalah corong dalam rupa sebagai media informasi Keuskupan Pangkalpinang yang didirikan pada tahun 1968, kini telah masuk usia ke-50 tahun. Media ini muncul dari aspirasi umat dalam pertemuan Musyawarah Pastoral (Muspas) Keuskupan Pangkalpinang. ‘BERKAT’ dimulai dengan cetak stensilan (1968-1994) kemudian beralih dalam bentuk majalah (1995-2003), pernah menjadi tabloid (2003-2014) dan kini kembali ke bentuk majalah (2015-sekarang) lagi.

12. ‘BERKAT’ itu posisinya adalah milik umat-sarana informasi umat yang tersebar di pulau-pulau. Karena itu yang diberitakan adalah tentang informasi umat yang dihidup di KBG-KBG dalam paroki, yang ada di pulau-pulau. Dalam KBG-KBG di setiap Paroki ada banyak aktivitas-kegiatan umat. Kegiatan-kegiatan itu yang kita informasikan-kita beritakan. Disinilah sebenar peran kita. Memberitakan apa yang terjadi di KBG-KBG sehingga KBG-KBG yang lain di paroki-paroki kita mendapat informasi, dan siapa tahu bisa memberikan dukungan sebagai respons balik informasi tersebut.

13. Ulasan berita dalam ‘BERKAT’ ialah ulasan yang memiliki nilai Katolik dan Gerejawi. Mungkin inilah ‘sudut pandang-angle’ kita terhadap suatu peristiwa secara benar, yang diungkapkan dalam 5W + 1H. Apalagi dilengkapi dengan photo-photo atas sebuah peristiwa atau kejadian tersebut. Karena itu dalam ulasan pemberitaan, seorang jurnalist menulis berita dengan memperhatikan lima karakter, yaitu: (1). tepat, benar, singkat dan jelas; (2). kelengkapan; (3). kedalaman; (4). kelanjutan; dan (5). kepercayaan / dipercayai. Setiap berita yang ditulis oleh jurnalist harus memiliki ‘nilai-nilai baru’ (new value) yaitu: aktual, tokoh, kedekatan, draamatic, magnitude, unique, trend, new angle, kontroversial, relevant, exclusive dan first time.

E.  TINDAK LANJUT DARI PELATIHAN JURNALISTIK
14. Peserta yang ikut pelatihan jurnalistik tanggal 14-15 Desember 2018: 9 orang, menjadi kontributor ‘BERKAT’ di setiap paroki masing-masing.

15. ‘BERKAT’ mulai diterbitkan dengan berita-berita dari KBG-KBG dan paroki-paroki di Utara dan Selatan. Tahun 2019, fokus kita pada ‘Berpusat pada Kristus’. Maka pemberitaan jurnalis pun diarahkan pada fokus pastoral keuskupan kita.

16. Pelatihan Jurnalis sangat dianjurkan untuk berkelanjutan. Selain pelatihan tulis menulis, juga diusulkan pelatihan tentang editing video, memotret yang tepat-fokus, dll untuk peserta yang sekarang ini lagi.

17. Pelatihan Jurnlisti oleh Komsos Keuskupan Pangkalpinang untuk saudara-saudari kita di Paroki dengan kerjasama PIPA Paroki (fakultatif).

18. Pelatihan Jurnalistik internal keuskupan pada pekan Komsos 27 Mei – 2 Juni 2019.

19. Komsos Keuskupan Pangkalpinang bekerjasama dengan Komkep untuk pelatihan Jurnalistik, 2019.

F.  PENUTUP
Demikianlah beberapa catatan penting yang boleh menjadi hasil dari pelatihan ini. Hasil ini juga sekaligus sebagai rekomendasi peserta pelatihan untuk menjalankan tugasnya sebagai pemberita kabar sukacita.

Sambil mengutip pesan Rasul Agung Santo Paulus: ‘Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil’, para peserta berkomitmen untuk membantu ‘BERKAT’ menjadi kontributor di lapangan.

Rumat Retret-Puri Shadanna, 15 Desember 2018

Ketua Panitia,                                                                                       Wakil peserta,



Fennie                                                          Mateus Gunawan                            Josephine Oliva

Mengetahui,
Delegatus Komsos,



RD. Stefanus Tomeng Kelen