Selasa, 27 Agustus 2019

YESUS KRISTUS: SANG PENGAMPUN DAN PENYEMBUH ORANG-ORANG YANG BERDOSA (1)


Modul Pertemuan KBG Bulan Mei 2019
Penanggungjawab Modul: RD. Marsel Gabriel, RD. Dr. Benny Balun, 
Ibu Shito Kadari, dan Bp. Alfons G. Liwun



Persiapan:
§  Fasilitator wajib mengikuti studi modul yang dipimpin oleh Pastor Paroki sebagai Koordinator Fasilitator maupun sebagai Koordinator PIPA Paroki.
§  Fasilitator mempersiapkan diri untuk pertemuan pendalaman iman umat ini, yakni :
-  Kitab Suci dan Puji Syukur
-  Modul Pertemuan yang didukung oleh gagasan dasarnya.
-  Teks Doa Mohon Penyertaan Yesus Kristus Bagi Umat Keuskupan Pangkalpinang (Tahun 2019: Keberpusatan pada Kristus).

Tujuan:
§ Supaya Umat Allah Keuskupan Pangkalpinang semakin mengenal pribadi Yesus Kristus sebagai Pengampun dan Penyembuh orang-orang berdosa.
§ Supaya Umat Allah Keuskupan Pangkalpinang semakin bersemangat membangun relasi dengan Yesus Kristus.
§ Supaya Umat Allah Keuskupan Pangkalpinang menjadikan Yesus Kristus sebagai pedoman hidup konkrit dalam hidup berkomunitas.

A      PENGANTAR

F     Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus!
Kini kita sudah masuk dalam bulan Mei, bulan Maria dan sekaligus juga bulan Liturgi Nasional (bulinas). Selama Bulan Januari-April 2019, kita telah mendalami tema-tema khusus tentang pribadi dan karya Yesus Kristus. Dari tema-tema itu, kita paling kurang sudah mulai mengenal dan memahami pribadi dan karya Yesus Kristus bagi kita.
Melalui dua modul dan dua Sharing Injil selama bulan Mei ini, kita  disadarkan bahwa mengampuni dan menyembuhkan orang-orang yang berdosa merupakan cara Allah berbelarasa terhadap manusia untuk hidup dalam damai sejahtera yang berpuncak pada Kebangkitan Kristus. Pada pertemuan ini, kita diharapkan:

§  untuk semakin mengenal pribadi Yesus Kristus sebagai Pengampun dan Penyembuh orang-orang berdosa.
§  untuk semakin bersemangat membangun relasi dengan Yesus Kristus.
§  untuk menjadikan Yesus Kristus sebagai pedoman hidup konkrit dalam hidup berkomunitas.

Mari, kita membuka pertemuan pendalaman iman ini,  dengan menyanyikan sebuah lagu pembuka dari ... PS. No. ...

PENGHORMATAN KEPADA SABDA ALLAH
F    Mari, kita berdiri untuk memberikan penghormatan kepada Kristus, Sang Sabda yang hadir di tengah-tengah kita. (semua anggota KBG memberikan hormat dengan menundukkan kepala).

B    LANGKAH-LANGKAH PENDALAMAN IMAN:

1.    DOA MENGUNDANG TUHAN
F    Saya persilahkan salah seorang dari kita mengundang Tuhan dalam doa pembuka. Sekali lagi, saya persilakan!

2.    KODE
F    Mari kita simak bersama satu kisah berikut ini. Saya persilahkan salah seorang di antara kita untuk membacakan kisah berikut ini:

Masihkah kita ingat tentang Mehmet Ali Ağca? Tiga puluh delapan tahun yang lalu, tepatnya tanggal 13 Mei 1981, Mehmet Ali Ağca, menembak almahrum Santo Yohanes Paulus II. Saat itu, Paus kita nyaris terbunuh oleh peluru yang ditembaki Ağca. Darah mengucur dengan derasnya karena penembakan itu, dan Sri Paus segera dilarikan ke rumah sakit. Setelah pulih, pada tahun yang sama itu, Paus mengunjungi Ağca, di penjara di mana Ağca ditahan. Paus tak ragu menggenggam tangan Ağca dan berbincang-bincang dengannya layaknya seorang bapa dengan anaknya. Dalam perjumpaan itu, tergerak oleh ketulusan hati Paus, Ağca pun tak segan mencium tangan Paus. Dan kita pun mengetahui bahwa Paus telah menunjukkan kasih dan pengampunannya kepada Ağca.


Seusainya dari kunjungan ke penjara itu, banyak orang bertanya kepada Paus, apakah yang dibicarakannya dengan Ağca. Namun Paus hanya menjawab singkat, “Apa yang kami bicarakan, akan tetap menjadi rahasia antara kami berdua. Aku bicara kepadanya sebagai saudaraku, yang telah kuampuni, dan yang telah memperoleh seluruh kepercayaanku.” Paus kemudian juga menemui ibu Ağca di tahun 1987, dan kakak Ağca, sepuluh tahun berikutnya.

Pertanyaan pendalaman kode:
a.    Apa yang dialami Mehmet Ali Ağca ketika dikunjungi Paus?
b.    Mengapa Paus mau langsung untuk menjumpai penembaknya?
c.     Apa yang terjadi dalam kunjungan Paus itu?

TAMBAHAN:
a. Mehmet Ali Ağca, sangat beruntung sekali menerima kemurahan hati berupa pengampunan dan penyembuhan dari Sri Paus. Sesuatu tindakan yang tidak biasa terjadi secara manusiawi biasa.
b. Pengampunan dan penyembuhan yang diberikan Sri Paus berasal dari kedalaman gerakan hatinya sendiri yang dilandasi kasih Yesus. Cara yang hidup, yang disampaikan Sri Paus ini menandakan hati sang pemimpin yang mengampuni dan menyembuhkan.
c.   Melalui cara yang dihidupkan oleh Sri Paus ini menjadi bukti bahwa model Yesus yang hidup ditengah tengah umat-Nya. Pengampunan dan penyembuhan menjadi cara hidup semua umat Kristiani.

3.    MEMBACA KITAB SUCI
-  Bentuk tiga  kelompok.
-  Setiap kelompok membaca dan mendalami satu teks Kitab Suci
-  Teks Kitab Suci dan pertanyaannya.
-  Plenokan.
Teks Kitab Suci dan Kelompok:
Kelompok I: mendalami teks Injil Lukas 5: 17-25.
Pertanyaan: apa yang membuat pengampunan dan penyembuhan dalam teks tadi menjadi penuh makna?

Kelompok II: mendalami teks Injil Yohanes 20: 21-23.
Pertanyaan: apa yang membuat pengampunan atau penyembuhan dalam teks tadi menjadi penuh makna?

F   Selesai kerja/diskusi/sharing dalam kelompok kecil, mari kita dengarkan apa yang ditemukan oleh setiap kelompok kecil ketika mendalami teks masing-masing:
-  Kelompok 1 …….............................................................................
-  Kelompok 2 …….............................................................................

PENEGASAN:
a.    Mengampuni dan menyembuhkan orang lumpuh dan yang sakit adalah kuasa Allah Bapa, yang nampak didalam diri Pribadi Yesus. Maka dari itu, kuasa mengampuni dan menyembuhkan orang lumpuh dan yang sakitjuga adalah kuasa Yesus (Mrk. 2: 5; Luk. 7: 48). Kuasa Yesus itu berasal dari Bapa-Nya (Mrk. 2: 7).
b.    Allah mengasihi Dia dan menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya (Yoh. 3: 35; 17: 2), diutus sendiri oleh Allah (Yoh. 7: 28), apa yang dikerjakan oleh Bapa, dikerjakan oleh Yesus (Yoh. 5:19,36), kehendak dan wahyu Allah dikerjakan oleh Yesus (Yoh. 1:18; 5:30; 6:38), siapa yang melihat Anak dia melihat Bapa (Yoh. 14:9), dan Allah memberikan kesaksian tentang Yesus adalah benar (Yoh. 5: 32).
c.    Buah pengampunan dan penyembuhan yang dialami orang lumpuh dan yang sakit, sangat kuat didukung oleh niat baik orang-orang yang menolonginya. Rupanya tumbuh kembangnya iman seseorang dibutuhkan dukungan dan kerjasama yang baik serta mempunyai harapan yang sama akan kuasa dari Yesus.
d.   Kebangkitan Yesus menghadirkan damai sejahtera bagi orang-orang yang setia percaya kepada-Nya. Orang-orang yang hidup dalam damai sejahtera (Yoh. 20: 21-23) adalah orang-orang yang suka mengampuni dan menyembuhkan.  Tanpa ini, damai sejahtera yang adalah buah kebangkitan-Nya, tidak bermakna bagi diri-Nya dan sesamanya.
e.    Buah-buah pengampunan dan penyembuhan yang dialami oleh orang-orang beriman pada Allah, seperti pengalaman hidup Mehmet Ali Ağca dan Sri Paus Santo Yohanes Paulus II yang rela berkorban membagikan damai sejahtera kepada penembaknya, merupakan cara yang hidup untuk melaksanakan misi Kristus bagi sesama yang ada disekitar kita.

4.    AKSI NYATA
F   Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih! Mari, kita mengevaluasi pelaksanaan modul Bulan April 2019, setelah itu baru kita merencanakan Aksi Nyata untuk Bulan Mei 2019 …...

a.    Evaluasi Pelaksanaan & Aksi Nyata Modul Bulan April 2019
-  Siapakah Yesus yang kita temukan dalam Pertemuan Modul PIU satu atau dua pertemuan pada bulan April 2019?
-  Bagaimana Aksi Nyata yang dilakukan KBG untuk kedua Pertemuan Bulan April 2019 tersebut?
b.   Petunjuk Teknis Evaluasi :
-  Mohon diisi lembaran evaluasi pelaksanaan modul pada halaman belakang modul ini.
-  Setelah diisi, pengurus KBG-KBG / fasilitator yang bersangkutan mengirimkan hasil evaluasi dengan memphoto lembaran evaluasi kemudian kirim ke WA PIPA Keuskupan: 085264560979 (RD. Marsel Gabriel) dan 0852-64063801 (Alfons Liwun) serta Shito K (0813-6714-0595)

c.    Aksi Nyata untuk pendalaman iman modul ini: 
-  Bagaimana sikap atau cara yang dilakukan oleh para orangtua supaya dapat menghayati pengampunan dan penyembuhan yang dikehendaki oleh Yesus?
-  Bagaimana sikap atau cara yang dilakukan oleh para orang muda agar dapat menghayati pengampunan dan penyembuhan yang dikehendaki oleh Yesus?
-  Bagaimana sikap atau cara yang dilakukan para anak dan remaja supaya dapat menghayati pengampunan dan penyembuhan yang dikehendaki oleh Yesus?

5.      DOA SPONTAN:
F    Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih. Mari kita sampaikan doa-doa pujian, ucapan syukur ataupun permohonan secara spontan kepada Tuhan kita Yesus Kristus, karena Dia adalah Allah, Dialah yang menawarkan Kerajaan-Nya kepada kita umat-Nya :
a)     ................................................................................................
b)      ................................................................................................
c)      ................................................................................................

Kita lanjutkan dengan Doa Tahun Keberpusatan kepada Kristus, dan kita satukan dengan Doa Bapa kami!

Mari, kita tutup pertemuan kita dengan menyanyikan lagu: Berpusat pada Kristus!

=***=

MELAYANI YESUS BERARTI MELAYANI ORANG MENDERITA (3)


PERTEMUAN KBG BULAN APRIL 2019
Penanggungjawab Modul: RD. Marsel Gabriel, RD. Dr. Benny Balun, 
Ibu Shito Kadari, dan Bp. Alfons G. Liwun

Persiapan:
§  Fasilitator wajib mengikuti studi modul yang dipimpin oleh Pastor Paroki sebagai Koordinator Fasilitator maupun sebagai Koordinator PIPA Paroki.
§  Fasilitator mempersiapkan diri untuk pertemuan pendalaman iman umat ini, yakni :
-  Kitab Suci dan Puji Syukur
-  Modul Pertemuan yang didukung oleh gagasan dasarnya.
-  Teks Doa Mohon Penyertaan Yesus Kristus Bagi Umat Keuskupan Pangkalpinang (Tahun 2019: Keberpusatan pada Kristus).

Tujuan:
§  Supaya kita semakin mengenal Yesus yang berpihak dan menolong orang menderita.
§  Supaya relasi kita dengan Yesus semakin erat dengan mengembangkan sikap solider kepada orang yang menderita
§  Supaya kita meneladani Yesus yang berpihak dan menolong prang yang menderita melalui tindakan nyata dengan menolong orang menderita

A.  PENGANTAR

F    Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus!
Pertemuan minggu lalu kita telah membahas dan mendalami makna penderitaan yang ditegaskan dalam Kitab Suci terutama Kitab Suci Perjanjian Baru. Yesus telah menyakinkan kita bahwa penderitaan bukanlah ganjaran atas dosa melainkan partisipasi manusia dalam penderitaan Kristus. Pada pertemuan kali ini kita akan diajak untuk menyadari bahwa wujud nyata dari partisipasi manusia terhadap penderitaan Yesus adalah seperti apa yang dilakukan Yesus yaitu menolong orang yang menderita. Yesus tidak hanya mengajarkan makna penderitaan untuk kita  tetapi Ia pun melaksanakan apa yang diajarkannya.
Maka pertemuan kita malam hari ini bertujuan:
§  Supaya kita semakin mengenal Yesus yang berpihak dan menolong orang menderita.
§  Supaya relasi kita dengan Yesus semakin erat dengan mengembangkan sikap solider kepada orang yang menderita
§  Supaya kita meneladani Yesus yang berphak dan menolong prang yang menderita.

Mari, kita membuka pertemuan pendalaman iman umat ini,  dengan menyanyikan sebuah lagu pembuka. ..... PS. No. ......

PENGHORMATAN KEPADA SABDA ALLAH

F   Mari, kita berdiri untuk memberikan penghormatan kepada Kristus, Sang Sabda yang hadir di tengah-tengah kita. (semua anggota KBG memberikan hormat dengan menundukkan kepala).

B.   LANGKAH-LANGKAH PENDALAMAN IMAN:

1.    DOA MENGUNDANG TUHAN
F   Saya persilahkan salah seorang dari kita mengundang Tuhan dalam doa pembuka. Sekali lagi, saya persilakan!

2.    KODE
F    Saya persilahkan kita memperhatikan gambar dan keterangan singkat yang ada di bawah gambarberikut ini. Mohon salah seorang diantara kita membacakan keterangan tersebut  dengan suara yang lantang dan perlahan-lahan agar semua kita dapat mendengarnya!



(data World Bank bahwa hampir separuh jumlah penduduk Indonesia harus hidup dengan hanya Rp 20.000,- per hari. Separuh jumlah penduduk Indonesia yang hidup dengan hanya Rp 20.000,- per hari, di mana pun ia tinggal, baik di desa apalagi di kota-kota, jelas tidak termasuk kategori orang yang sejahtera)
http://www.gmniyogyakarta.com/menyoal-kemiskinan/

Pertanyaan pendalaman
a.    Apa yang dikatakan gambar dan keterangan gambar di atas?
b.    Menurut anda, siapakah yang bertanggung jawab atas kemiskinan?

TAMBAHAN:
a.    Data bank dunia menunjukkan masih banyak penduduk Indonesia yang hidupnya belum sejahtera. Untuk mengatasi kemiskinan, pemerimtah telah mengulirkan beraneka program. Tidak disebutkan program pemerintah itu apa saja. Bisa kita sebut program-program tersebut seperti perluasan lapangan kerja dll.
b.   Dalam gambar ditunjukkan bahwa tanggung jawab itu ada pada pemerintah. Pertanyanannya adalah: apakah hanya pemerintah yang bertanggung jawab pada orang-orang miskin dan menderita?

3.    Mendalami Teks Kitab Suci:
a.     Bentuk tiga  kelompok.
b.     Setiap kelompok membaca dan mendalami teks-teks Kitab Suci
c.     Siapkan teks Kitab Suci dan pertanyaannya.
d.    Plenokan.
Teks Kitab Suci dan Kelompok:
Kelompok I mendalami teks Kitab Suci: Mat. 11: 2-5 dan Mat. 25: 35-36.
Kelompok II mendalami teks Kitab Suci: Luk. 14: 12-13 dan Mrk. 10: 46-52
Pertanyaan kelompok 1 dan 2:
1.    Siapakah orang-orang yang diperhatikan oleh Yesus?
2.    Apakah yang menggerakkan Yesus untuk menolong orang-orang yang menderita?

Kelompok III mendalami teks Kitab Suci: Mat. 25: 37-46
Pertanyaan pendalaman untuk kelompok 3: Apa yang Yesus tegaskan agar kita memperoleh hidup kekal?

PENEGASAN:
a.    Kitab-kitab Injil mencatat Yesus dalam hidupnya menolong orang menderita. Mereka adalah orang buta, orang lumpuh, orang kusta dan orang tuli (Mat. 11:5; Mat. 25:35; Luk. 14:13-21; 16:20; Mrk. 10:46-52). Yang disebut miskin tidak hanya pengemis, yang memelas karena kelemahan fisik, tetapi termasuk juga buruh harian yang menganggur, budak yang melarikan diri; orang-orang yang mengungsi dan orang-orang yang harus lari karena tidak bisa membayar utang.
b.    Pada zaman Yesus, di Palestina kehidupan orang tidak hanya berat tetapi sungguh-sungguh miskin. Rakyat dihisap oleh penjajah Romawi. Mereka yang miskin sungguh-sungguh lapar, sakit dan haus. Yesus sendiri mengidentifikasikan dirinya dengan mereka yang miskin.
c.     Yesus menegaskan supaya kita memperoleh hidup kekal, caranya adalah: “Segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku" Pernyataan Tuhan ini tentu merupakan jawaban yang sangat mengagetkan bagi banyak orang. Bagaimana mungkin Tuhan mengidentikkan diri-Nya dengan orang-orang yang paling hina, orang-orang yang dipinggirkan? Bagaimana mungkin Tuhan mengidentikkan diri-Nya dengan orang asing, gelandangan, bahkan para narapidana? (bdk. 36-40, 42-45). Bukankah mereka adalah orang-orang yang tidak penting dan tidak pantas diidentikkan dengan Tuhan?. Sepanjang hidupnya Yesus mendedikasikan hidup-Nya justru untuk orang-orang yang hina dina ini.
d.    Bulla Misericordiae Vultusart. 6 memastikan bahwa Yesus menolongorang- orang orang-orang berdosa, orang-orang miskin, dan orang-orang menderita bertujuan untuk mengajarkan kita tentang kerahiman. Ia merasakan belas kasihan yang mendalam terhadap mereka (bdk. Mat 9:36). Atas dasar kasih yang penuh belas kasihan ini Ia menyembuhkan orang-orang sakit yang dibawa kepada-Nya (bdk. Mat 14:14).
e.    Paus Fransiskus menegaskan bahwaYesus Kristus adalah wajah kerahiman Bapa. Kata-kata ini merangkum misteri iman Kristiani. Kerahiman telah menjadi hidup dan kasat mata dalam Yesus dari Nazaret, mencapai puncaknya dalam diri-Nya. (Misericordiae Vultusart. 1)
f.     Kerahiman adalah kata yang mengungkapkan sungguh-sungguh misteri Tritunggal Mahakudus. Kerahiman adalah tindakan utama dan tertinggi yang olehnya Allah datang untuk menemui kita. Kerahiman adalah hukum dasar yang berdiam di dalam hati setiap orang yang memandang dengan tulus ke dalam mata saudara dan saudarinya di jalan kehidupan.(MC, art. 2). Kerahiman adalah wajah Allah yang ditunjukkan Yesus melalui karya dan hidupnya yang menolong orang-orang menderita.

4.    AKSI NYATA
F       Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih. Mari, kita mengevaluasi pelaksanaan modul Bulan Maret 2019. Dan baru kemudian, kita merencanakan Aksi Nyata untuk Bulan April  2019 …..
a.    Evaluasi Pelaksanaan & Aksi Nyata Modul Bulan Maret 2019
-  Siapakah Yesus yang kita temukan dalam Pertemuan Pertama Modul PIU Bulan Maret 2019?
-  Apa tujuan yang kita temukan dalam Pertemuan Kedua Modul PIU Bulan Maret 2019?
-  Bagaimana Aksi Nyata yang dilakukan KBG untuk kedua Pertemuan Bulan Maret tersebut?

b.   Petunjuk Teknis Evaluasi :
-  Mohon diisi lembaran evaluasi pelaksanaan modul pada halaman belakang modul ini.
-  Setelah diisi, pengurus KBG-KBG / fasilitator yang bersangkutan mengirimkan hasil evaluasi dengan memphoto lembaran evaluasi kemudian kirim ke WA PIPA Keuskupan: 085264560979 (RD. Marsel Gabriel) dan 0852-64063801 (Alfons Liwun)

c.      Aksi Nyata untuk pendalaman iman modul ini: 
-  Apa yang harus keluarga lakukan agar dapat menolong sesama yang menderita?
-  Apa yang harus KBG lakukan agar dapat menolong sesama yang menderita?


5.       DOA SPONTAN :
F    Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih. Mari kita sampaikan doa-doa pujian, ucapan syukur ataupun permohonan secara spontan kepada Tuhan kita Yesus Kristus, karena Dia adalah Allah, Dialah yang menawarkan Kerajaan-Nya kepada kita umat-Nya :
a.    ........................................................................................................
b.    ........................................................................................................
c.    .......................................................................................................

Kita lanjutkan dengan Doa Tahun Keberpusatan kepada Kristus, dan kita satukan dengan Doa Bapa kami!

Mari, kita tutup pertemuan kita dengan menyanyikan lagu: Berpusat pada Kristus!
=***=