Selasa, 27 Agustus 2019

MENGENAL YESUS KRISTUS YANG WAFAT DI SALIB (3)


Pertemuan KBG, Bulan Syukur Keuskupan Pangkalpinang 2019

Persiapan:
§  Fasilitator wajib mengikuti studi modul.
§  Fasilitator mempersiapkan diri untuk pertemuan pendalaman, yakni :
-  Kitab Suci dan Puji Syukur
-  Modul Pertemuan yang didukung oleh gagasan dasarnya.
-  Teks Doa Mohon Penyertaan Yesus Kristus  

Tujuan:
§  semakin mengenal pribadi Yesus yang wafat di salib.
§  selalu membangun relasi yang erat dengan Yesus  yang wafat di salib, terutama dalam peristiwa kematian
§  menjadikan Yesus pedoman hidup nyata sehari-hari dalam menerima, menghayati dan memberikan pelayanan pada saat kematian.

A.  PENGANTAR

F    Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus!
Pada pertemuan minggu yang lalu, kita mendalami tema Yesus Kristus yang menderita sengsara. Melalui pertemuan itu, kita berharap mendapat pencerahan dan peneguhan dalam menghadapi penderitaan dan kesengsaraan   hidup sehari-hari.
Dalam pertemuan ini kita mendalami tema “mengenal Yesus yang wafat di salib.” Dengan mengenal Yesus yang wafat di salib, semoga iman kita diteguhkan, kasih kita kepada Yesus dikuatkan, harapan kita akan kehidupan kekal dimekarkan.

Mari, kita membuka pertemuan pendalaman iman ini,  dengan menyanyikan sebuah lagu pembuka dari ..... PS. No. ......

PENGHORMATAN KEPADA SABDA ALLAH

F   Mari, kita berdiri untuk memberikan penghormatan kepada Kristus, Sang Sabda yang hadir di tengah-tengah kita. (semua anggota KBG memberikan hormat dengan menundukkan kepala).

B.  LANGKAH-LANGKAH PENDALAMAN IMAN:

1.    DOA MENGUNDANG TUHAN

F   Saya persilahkan salah seorang dari kita mengundang Tuhan dalam doa pembuka. Sekali lagi, saya persilakan!

2.    Mendalami Teks Kitab Suci:
-  Bentuk empat  kelompok.
-  Setiap kelompok membaca teks dan diskusi pertanyaan     
-  Plenokan.

Teks Kitab Suci dan Kelompok diskusi:
§  Kelompok I, Injil Matius 27: 45 - 56.
Pertanyaan  
1.      Apa arti seruan Yesus di atas salib?
2.      Peristiwa-peristiwa alam apa saja yang mengiringi wafat Yesus di salib?
3.      Apa reaksi para prajurit dan orang-orang yang melihat cara Yesus wafat di salib?
4.      Apa makna peristiwa Yesus wafat di salib bagi kita?

§  Kelompok II, Mrk. 15: 33 - 41.
Pertanyaan  
1.      Peristiwa-peristiwa alam apa saja yang mengiringi wafat Yesus di salib?
2.      Apa reaksi para prajurit dan orang-orang yang melihat cara Yesus wafat di salib?
3.      Apa makna peristiwa Yesus wafat di salib bagi kita?

§  Kelompok III mendalami Luk. 23: 50 -56
Pertanyaan  
1.      Peristiwa-peristiwa alam apa saja yang mengiringi wafat Yesus di salib?
2.      Apa reaksi para prajurit dan orang-orang yang melihat cara Yesus wafat di salib?
3.      Apa makna peristiwa Yesus wafat di salib bagi kita?

§              Kelompok IV mendalami Yoh. 19: 28 – 37
    Pertanyaan
1.      Apa makna sabda Yesus di salib “Sudah selesai?”
2.      Peristiwa-peristiwa alam apa saja yang mengiringi wafat Yesus di salib?
3.      Apa reaksi para prajurit dan orang-orang yang melihat cara Yesus wafat di salib?
4.      Apa makna peristiwa Yesus di salib bagi kita?

PENEGASAN:
a.     Menjelang wafatNya di atas salib, Yesus berseru “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Dengan seruan ini, Yesus mengangkat semua penderitaan manusia kepada diriNya sendiri untuk dipersembahkan kepada Bapa. Demikian juga sabda Yesus di atas salib: “Sudah selesai” bermakna bahwa seluruh karya Yesus di dunia ini berpuncak pada salib. Dengan mati di salib, karya penyelamatan Yesus di dunia mencapai kesempurnaan.   

b.    Peristiwa alam mengiringi wafat Yesus di salib, seperti matahari tak bersinar, tirai Bait Allah terbelah dua dari atas ke bawah, bukit-bukti terbuka karena gempa bumi, makam-makam terbuka. Peristiwa-peristiwa alam merupakan reaksi atas ketidakpercayaan manusia terhadap Putera Allah.

c.    Ada beberapa kelompok yang menyaksikan wafat Yesus di salib. Pertama, para prajurit/tentara. Ketiak menyaksikan bagaimana Yesus wafat, mereka mengaku bahwa Yesus sunggu Putera Allah dan orang benar. Artinya, tuduhan palsu, kesaksian palsu dan kesalahpahaman terhadap jati diri Yesus di pengadilan Agama dan pengadilan Negara dijawab oleh pengakuan iman para tentara tersebut. Kedua, para penonton yang menyaksikan Yesus wafat menyatakan penyesalan dengan memukul-mukul diri. Ketiga, para pengikut setia Yesus menyaksikan semua peristiwa seputar wafat Yesus. Mereka kemudian menjadi saksi yang setia terhadap sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus.

d.    Yesus wafat di salib merupakan rahasia rencana Allah untuk menyelamatkan manusia. Perwujudan rencana keselamatan ini terjadi melalui peristiwa manusiawi kematian Yesus: pengadilan agama, pengadilan negara, dan penyaliban Yesus. Dalam peristiwa pengadilan dan hukuman mati, Yesus sebagai orang benar dan tidak mengenal dosa menjadi berdosa demi kita, supaya dalam Yesus,, kita dibenarkan oleh Allah. Jadi, makna kematian Yesus di salib adalah Allah membuat Yesus wafat di salib untuk membebaskan manusia dari kekeuasaan dosa. Ingatlah, kuasa dosa adalah maut!  Dengan mati di salib, Yesus menebus kita dari kuasa maut agar kita dapat bersatu dengan Allah. Dengan demikian, hidup kita adalah suatu persembahan syukur terus-menerus kepada Allah sebagai jawaban atas cinta Allah yang menebus kita dalam Yesus Kristus. 

3.    AKSI NYATA
F       Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih. Mari, kita mengevaluasi pelaksanaan modul Bulan Mei 2019. Dan baru kemudian, kita merencanakan Aksi Nyata untuk Bulan Juni 2019 …..
a.    Petunjuk Teknis Evaluasi :
-  Mohon diisi lembaran evaluasi halaman belakang modul ini.
-  Setelah diisi, mengirimkan hasil evaluasi dengan memphoto lembaran evaluasi kemudian kirim ke WA PIPA Keuskupan: 085264560979 (RD. Marsel Gabriel) dan 0852-64063801 (Alfons Liwun)
b.    Aksi Nyata untuk pendalaman iman modul ini: 
-  Sebagai KBG, apa yang dapat kita lakukan bersama untuk memaknai kematian Yesus di salib?
-  Sebagai pribadi, apa yang dapat kita lakukan sebagai wujud rasa syukur atas keselamatan yang diberikan Yesus?

4.       DOA SPONTAN :
F    Bapak-ibu, Mari kita sampaikan doa-doa pujian, ucapan syukur ataupun permohonan secara spontan kepada Tuhan kita Yesus :
a.    ....................................................................................................
b.   ....................................................................................................
c.    ....................................................................................................

Kita lanjutkan dengan Doa Tahun Keberpusatan kepada Kristus, dan kita satukan dengan Doa Bapa kami!

Mari, kita tutup pertemuan kita dengan menyanyikan lagu: Berpusat pada Kristus!
=***=

YESUS KRISTUS YANG MENDERITA SENGSARA (2)


Modul Pertemuan Komunitas Basis Gerejawi (KBG)
Bulan Syukur Keuskupan Pangkalpinang, Juni 2019
Penanggungjawab Modul: RD. Marsel Gabriel, RD. Dr. Benny Balun, 
RD. Aloy Angus, Ibu Shito Kadari, dan Bp. Alfons G. Liwun



Persiapan:
§  Fasilitator wajib mengikuti studi modul
§  Fasilitator mempersiapkan diri untuk pertemuan yakni :
-  Kitab Suci dan Puji Syukur
-  Modul Pertemuan yang didukung oleh gagasan dasarnya.
-  Teks Doa Mohon Penyertaan Yesus Kristus

Tujuan:
§ Semakin mengenal pribadi Yesus Kristus yang menderita sengsara.
§ Semakin erat membangun relasi dengan Yesus Kristus terutama pada saat kita mengalami penderitaan.
§ Menjadikan Yesus Kristus sebagai pedoman hidup konkrit dalam menghadapi pengalaman hidup yang menderita.

A.      PENGANTAR

F     Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus!
Kini kita sudah masuk bulan Juni. Selama Bulan Januari-Mei 2019, kita telah mendalami tema-tema khusus tentang pribadi dan karya Yesus Kristus. Dari tema-tema itu, kita sudah mulai mengenal dan memahami pribadi dan karya Yesus Kristus.
Melalui modul-modul dan Sharing Injil selama ini, kita  semestinya makin memahami karya besar Allah bagi manusia dalam diri Yesus Kristus.
Pada pertemuan ini, kita diharapkan makin mengenal Yesus yang menderita sengsara, membangun relasi yang erat dengan Dia ketika kita mengalami kesengsaraan, dan menjadikan penderitaan Yesus kekuatan bagi kita menghadapi pengalaman sulit dalam hidup kita.  
Mari, kita membuka pertemuan ini  dengan menyanyikan sebuah lagu pembuka dari ... PS. No. ...

PENGHORMATAN KEPADA SABDA ALLAH
F    Mari, kita berdiri untuk memberikan penghormatan kepada Kristus, Sang Sabda yang hadir di tengah-tengah kita. (semua anggota KBG memberikan hormat dengan menundukkan kepala).

B.  LANGKAH-LANGKAH PENDALAMAN IMAN:

1.     DOA MENGUNDANG TUHAN
F    Saya persilahkan salah seorang dari kita mengundang Tuhan dalam doa pembuka. Sekali lagi, saya persilakan!

2.    MEMBACA KITAB SUCI
-  Bentuk 4  kelompok.
-  Setiap kelompok mendalami satu teks dan diskusikan pertanyaan
-  Plenokan.

Teks Kitab Suci dan Kelompok:
Kelompok I: mendalami teks Injil Matius 26: 36 – 46     
Pertanyaan:  
a.      Bagaimana perasaan Yesus dan para murid jelang memasuki saat-saat  kesengsaraan?
b.      Apa yang dilakukan Yesus dan para murid pada saat menjelang sengsara?
c.       Apa doa Yesus yang terkenal di taman Getsemani? Apa artinya?
d.      Bagaimana perasaan kita sendiri ketika mengalami penderitaan dan apa biasanya yang kita lakukan?

Kelompok II: mendalami teks Injil Markus 14: 53 - 65
Pertanyaan:  
a.    Siapa saja yang mengadili Yesus dalam Pengadilan Agama Yahudi?
b.    Apa saja tuduhan terhadap Yesus, dan bagaimana jawaban Yesus?
c.    Bagaimana biasanya sikap dan reaksi kita terhadap gossip, fitnah dan tuduhan palsu yang dilakukan orang lain terhadap kita dalah hidup sehari-hari?

Kelompok III: mendalami teks Injil Lukas  23: 8 – 12
Pertanyaan
a.    Mengapa Yesus diam terhadap pertanyaan-pertanyaan raja Herodes?
b.    Perlakuan apa saja yang dialami Yesus di hadapan raja Herodes? Bagaimana reaksi Yesus?
c.    Bagaimana biasanya sikap kita terhadap penistaan dan penghinaan yang kita alamai dalam hidup sehari-hari?
d.    Belajar dari Yesus, bagaimana sebaiknya sikap kita terhadap penghinaan yang kita alami? Mengapa?

Kelompok IV: mendalami teks Injil Yohanes 19: 16 – 27
Pertanyaan
a.    Mengapa Pilatus tetap menghukum mati Yesus walaupun semua tuduhan terhadap Yesus tak terbukti?
b.    Penghinaan apa saja yang diterima Yesus ketika diadili di pengadilan Negara?
c.    Mengapa Pilatus memasang tulisan INRI di atas kepala Yesus?
d.    Pernahkan kita mengalami penderitaan karena ketidakadilan?   Bagaimana sikap dan reaksi kita?

F   Selesai diskusi dalam kelompok, mari kita dengarkan apa yang ditemukan oleh masing-masing kelompok:
-  Kelompok 1 ……......................................................................
-  Kelompok 2 ……......................................................................
-  Kelompok 3: …………………………………………………
-  Kelompok 4: …………………………………………………

PENEGASAN:
a.    Mengalami peristiwa yang mendatangkan kesengsaraan bukanlah hal yang mudah. Pikiran dan perasaan diliputi kegelisahan dan ketakukan. Penderitaan bertambah berat karena kita merasa tak sanggup menghadapinya. Yesus memberi teladan sangat penting bahwa kita membawa segala kesengsaraan kita kepada Bapa dalam doa. Dalam doa kita berserah diri dan menyerahkan masalah kita kepada kebijaksaan Allah (Mat 26: 36-46).

b.    Yesus mengalami kesengsaraan dihina, diolok-olok,  disesah, diludahi, dimahkotai duri, minum anggur asam, lalu disalibkan. Semua ini terjadi karena tuduhan dan kesaksian palsu di pengadilan agama Yahudi maupun pengadilan Negara. Terhadap semua tuduhan dan kesaksian palsu itu, Yesus tidak membela diri. Ia hanya diam. Sebab Yesus tahu, semua itu terjadi dalam rencana Allah untuk menyelamatkan manusia. Inilah “diam ilahi.” Dalam hal ini, Yesus memberi teladan yang bijaksana bahwa dalam menghadapi kesengsaraan, kadang-kadang sikap diam adalah pilihan sikap lebih baik.

c.    Pilatus memasang tulisan INRI di atas kepala Yesus. INRI adalah singkatan dari kata bahasa Latin:    Iesu Nazarenus, Rex Iudaeorum.  Artinya Yesus orang Nazaret, raja orang Yahudi. Tulisan ini semacam tuduhan resmi sebagai alasan oleh Pilatus untuk menghukum mati Yesus.

d.   Yesus harus menderita sengsara untuk masuk dalam kemuliaanNya (Luk 24: 26). Kesengsaraan Yesus disebabkan oleh banyak faktor yakni penolakan oleh tua-tua Yahudi, imam-imam kepala, para ahli Taurat. Pewartaan dan perbuatan Yesus menimbulkan salah paham di kalangan orang-orang   Yahudi, terutama para pemimpin Yahudi. Semua ini melahirkan tuduhan palsu dan keliru di pengadilan agama dan pengadilan Negara. Akhirnya, kesengsaraan Yesus terjadi karena ketegaran hati dalam ketidakpercayaan (KGK 574).  

3.    AKSI NYATA
F   Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih! Mari, kita mengevaluasi pelaksanaan modul Mei 2019, setelah itu baru kita merencanakan Aksi Nyata untuk Juni 2019 …...
a.    Evaluasi Pelaksanaan & Aksi Nyata Modul Bulan April 2019
-  Siapakah Yesus yang kita temukan dalam Pertemuan Modul  satu atau dua bulan Mei 2019?
-  Bagaimana Aksi Nyata yang dilakukan KBG untuk kedua Pertemuan Bulan Mei  2019?
b. Petunjuk Teknis Evaluasi :
-  Mohon diisi lembaran evaluasi pelaksanaan modul pada halaman belakang modul ini.
-  Setelah diisi, pengurus KBG / fasilitator mengirimkan hasil evaluasi dengan memphoto lembaran evaluasi kemudian kirim ke WA PIPA Keuskupan: 085264560979 (RD. Marsel Gabriel) dan 0852-64063801 (Alfons Liwun) serta Shito K (0813-6714-0595)

c.    Aksi Nyata untuk pendalaman iman modul ini:  
-  Belajar dari cara Yesus menghayati kesengsaraan, bagaimana seharusnya kita menghayati penderitaan dalam hidup sehari-hari? Kita dapat menyusun rencana aksi nyata pribadi.
-  Sebagai KBG, apa yang dapat kita lakukan bersama untuk mengatasi penderitaan sesama? Kita dapat menyusun rencana aksi nyata bersama dalam KBG

4.      DOA SPONTAN:
F    Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih. Mari kita sampaikan doa-doa pujian, ucapan syukur ataupun permohonan secara spontan kepada Tuhan kita Yesus Kristus, karena Dia adalah Allah, Dialah yang menawarkan Kerajaan-Nya kepada kita umat-Nya :
a.    ................................................................................................
b.    ................................................................................................
c.    ................................................................................................

Kita lanjutkan dengan Doa Tahun Keberpusatan kepada Kristus, dan kita satukan dengan Doa Bapa kami!

Mari, kita tutup pertemuan kita dengan menyanyikan lagu: Berpusat pada Kristus!

=***=