Senin, 30 September 2019

Modul Pertemuan 3 KBG Bulan Oktober 2019

Pertemuan Ketiga:
PANGGILAN KBG UNTUK MELESTARIKAN
PANGAN LOKAL

Persiapan:
§  Fasilitator wajib mengikuti studi modul yang dipimpin oleh Pastor Paroki sebagai Koordinator Fasilitator maupun sebagai Koordinator PIPA Paroki.
§  Fasilitator mempersiapkan diri untuk pertemuan pendalaman iman umat ini, yakni :
-   Kitab Suci dan Puji Syukur
-   Modul Pertemuan yang didukung oleh gagasan dasarnya.
-   Teks Doa Mohon Penyertaan Yesus Kristus Bagi Umat Keuskupan Pangkalpinang (Tahun 2019: Keberpusat-an pada Kristus).

Tujuan:
a.         Memahami semangat dan sikap yang harus dibangun dalam upaya melestarikan pangan lokal.
b.         Menghidupkan dan mengembangkan kearifan lokal dalam melestarikan pangan lokal.

PENGANTAR
F        Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih!
Pada pertemuan pertama kita telah diajak untuk mensyukuri keanekaragaman pangan lokal yang diberikan Tuhan. Kita diharapkan kembali mengkonsumsi dan mencintai pangan lokal. Bukan hanya mengkonsumsi saja, kita pun diharapkan mengembangkan usaha-usaha pangan lokal. Harus diakui banyak faktor yang menyebabkan upaya untuk pelestarian pangan lokal mengalami kendala.  Melihat kenyataan ini maka kita dipanggil untuk melestarikan pangan lokal. Hal ini dapat dilakukan dengan mendukung dan berpartisipasi dalam upaya-upaya dalam mengalakkan pangan lokal sesuai dengan caranya masing-masing.
Mari, kita membuka pertemuan pendalaman iman kita ini, dengan menyanyikan sebuah lagu pembuka. .......... PS. No.

PENGHORMATAN KEPADA SABDA ALLAH
F          Mari, kita berdiri untuk memberikan penghormatan kepada Kristus, Sang Sabda yang hadir di tengah-tengah kita. (semua anggota KBG memberikan hormat dengan menundukkan kepala).
           
Saya persilakan duduk kembali bapak-ibu, saudara-saudariku yang terkasih!

LANGKAH-LANGKAH PENDALAMAN IMAN:

1.        DOA MENGUNDANG TUHAN
F     Saya persilahkan salah seorang dari kita mengundang Tuhan dalam doa pembuka. Sekali lagi, saya persilakan!

2.        CODE
F:    Mari kita simak beberapa cuplikan berita tentang pangan lokal dari para petani, berikut ini!

Cuplikan 1:
Para petani ubi ungu mulai panen di puncak musim kemarau saat ini. Sayangnya, musim panen tahun ini mereka harus merasakan kenyataan bahwa harga panen atas tanaman yang mereka tanam ternyata mendapat harga yang tidak sebanding. "Panen kali ini, harganya anjlok. Cuma Rp1.000 per kilogram. Ini menyedihkan sekali," tutur Totok Abdul Manap, salah satu petani ubi ungu di Desa Jeruk Sok-Sok, Kecamatan Binakal, Kabupaten Bondowoso saat ditemui Merdeka.com di sela-sela memanen hasil tanamannya. (https://www. merdeka.com/uang/petani-merugi-harga-ubi-bahan-baku-saus-turun-drastis.html)

Cuplikan 2:
Petani jagung asal Desa Andongsari Kecamatan Ambulu, Darmanto membenarkan penyakit bulai masih menjadi momok petani jagung di Kabupaten Jember. "Beberapa daerah termasuk daerah saya penyakit Bulai masih menjadi ancaman yang serius, karenanya benih yang tahan terhadap penyakit menjadi pilihan mutlak bagi petani. Dan kerugian akibat gagal panen bisa dihindari," kata petani usia 67 tahun di lokasi lahan jagungnya, (https://www.google.com/ petani+ jagung+merugi +desa+andonosari &oq=petani+jagung+merugi+desa+andonosari (2/9/2017).

Cuplikan 3:
Sulitnya mendapat pasokan air di musim kemarau mengakibatkan 380 hektare padi di Kepulauan Bangka Belitung terancam gagal panen.  Analisis Pasar Hasil Pertanian Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Babel, Intan Fortuna mengatakan, sebanyak 380 hektare tanaman padi sawah terancam gagal panen tersebut tersebar di Kabupaten Belitung Timur seluas 140 hektare dan Bangka Selatan 240 hektare. (https://www.liputan6.com/regional /read/4030131/ratusan-hektare-sawah-di-kepulauan-babel-terancam-gagal-panen).

Cuplikan 4:
Lasno (45) petani asal Bunguran Tengah mengatakan, beberapa jenis sayur mayur yang mengalami penurunan harga diantaranya kacang panjang dijual dengan harga Rp3 ribu perkilogram yang semula Rp5 ribu sampai Rp8 ribu. Kemudian, sayur Kecipir semula harga Rp15 ribu perkilogramnya sekarang hanya Rp10 ribu. Lainnya. Mentimun dijual harga Rp 3 ribu perkilogram yang semula mencapai Rp5 ribu. ”Untuk harga sayur kering memang lagi merosot. Sebab permintaan dari pedagang di Pasar Ranai sangat sedikit. Sedangkan hasil panen para petani melimpah,” ungkap Lasno di Kota Ranai, kemarin. (http://tanjungpinangpos.id/harga-sayuran-merosot-petani-merugi)

Pertanyaan Pendalaman
a.        Apa yang terjadi pada cuplikan berita-berita diatas?
b.        Mengapa petani pangan lokal seringkali merugi?
c.         Menurut kita, apa akar masalah penyebab petani pangan lokal sering kali merugi?

TAMBAHAN
a.        Code diatas menceritakan informasi tentang panen pangan lokal yang gagal. Ubi ungu, jagung, beras dan sayur-sayuran merupakan pangan lokal yang dibutuhkan oleh masyarakat. Kita pun kerap mendengar berita nasib para petani yang sering gagal panen. Imbas dari gagal panen adalah kesejahteraan petani terpuruk.
b.        Kegagalan panen pangan lokal tersebut disebabkan banyak faktor,seperti faktor cuaca, daya  beli masyarakt rendah, bibit yang kurang baik, gaya hidup masyarakat lebih menyukai pangan asing dan lain-lain.
c.         Indonesia memiliki keanekaragaman pangan bahkan Indonesia merupakan negara yang kaya dengan hasil pertanian dan perkebunan. Namun sering kali para petani gagal panen.
d.        Paus Fransiskus menegaskan kegagalan dunia pertanian dan perkebunan serta usaha pelestarian lebih disebabkan  karena perusakan lingkungan yang selama ini terjadi secara masif. Hilangnya keanekaragaman hayati ini memicu eksploitasi hama dan penyakit, berkurangnya ketersediaan air, iklim yang tidak menentu. Bahkan Paus Fransikus mengingatkan ancaman yang serius juga dikarenakan ekonomi pasar mengalahkan tanggung jawab moral.

3.        BELAJAR DARI KITAB SUCI
a.     Bentuk tiga  kelompok.
b.     Setiap kelompok membaca dan mendalami satu teks Kitab Suci dibawah ini.
c.     Siapkan teks Kitab Suci dan pertanyaannya.
d.    Plenokan.

Teks Kitab Suci dan pertanyaan pendalaman-nya:
·      Kelompok pertama                :           Markus.4.26-32;
·      Kelompok kedua                    :           Yoh.15:1-8
·      Kelompok ketiga                    :           Lukas 21: 1-13

Pertanyaan Pendalaman untuk Ketiga Teks:
a.    Bagaimana sikap Yesus terhadap alam ciptaan dalam teks-teks tersebut?
b.    Menurut kita, apa yang melatarbelakangi sikap Yesus terhadap alam tersebut?
c.     Apakah sikap kita terhadap alam sama dengan Yesus? Mengapa?

F   Selesai kerja/diskusi/sharing dalam kelompok kecil, mari kita dengarkan apa yang ditemukan oleh setiap kelompo kecil ketika mendalami teks masing-masing:
-  Kelompok 1 …….............................................................
-  Kelompok 2 ……..............................................................
-  Kelompok 3 ……..............................................................

PENEGASAN
a.    Teks-teks di atas menunjukkan kedekatan dan keakraban Yesus dengan pelbagai jenis ciptaan Allah serta proses-proses yang ada di dalam alam. Dari cara Yesus menceritakan perumpamaan dan sikap-Nya memperlihatkan bahwa Yesus memiliki sikap hormat dan kontemplatif (perhatian penuh) terhadap ciptaan.
b.    Dari sikap-sikap tersebut, Yesus menegaskan bahwa alam memainkan peran penting dalam hidup-Nya. Maka dalam pengajaran dan karya-Nya, Yesus menempatkan alam sebagai bagian yang tak terpisah dalam seluruh kenyataan kehidupan. Alam tidak hanya digunakan (obyek) tetapi dari alam kita dapat belajar banyak (subyek) tentang rencana Allah terhadap hidup manusia. 
c.    Dalam Perjanjian Baru juga tidak ditemukan sikap boros masyarakat pada masa itu, yang merusak alam ciptaan dan menghasilkan bencana-bencana atau kepunahan dari alam ciptaan. Beberapa peristiwa bahkan memperlihatkan para murid Yesus diminta untuk menjalani hidup hemat di dunia.
d.   Dalam diri Yesus kita menemukan suatu model pribadi yang melawan konsumsi berlebihan. Sebagai pengikut Yesus, kita (sebagai satu KBG) pun dipanggil pada semangat yang sama, memiliki sikap hormat terhadap alam.
e.    Paus Fransiskus dalam ensiklik Laudato Si (LS) mengingatkan kita bahwa “Alam ciptaan termasuk pangan lokal haruslah dipandang sebagai sesuatu yang ilahi. Pola hidup konsumenristik yang berkembang dewasa ini karena ekonomi pasar (LS. No. 144) menantang kita untuk menemukan jalan-jalan cerdas dalam upaya melestarikan alam termasuk pangan lokal.
f.     Sementara itu, Hari Pangan Sedunia (HPS) mendorong kita untuk melakukan upaya-upaya konkrit seperti pelestarian dan pemurnian bibit-bibit lokal, mengadakan kegiatan pendidikan masyakarakat dengan menyusun menu makanan bergizi dengan menggunakan bajan lokal konkrit dalam pelestarian pangan.

4.        AKSI NYATA

F     Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih. Mari, kita diskusikan aksi nyata yang akan kita laksanakan secara bersama-sama.
a.    Sikap apakah yang dapat keluarga dan KBG lakukan agar ikut berperan dalam melestarikan pangan lokal Indonesia, khususnya di Bangka ini?
b.    Bagaimana bentuk nyata panggilan kita (sebagai satu KBG) untuk melestarikan pangan lokal, khususnya di Bangka ini?

5.        DOA SPONTAN:
F    Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih. Mari kita sampaikan doa-doa pujian, ucapan syukur ataupun permohonan secara spontan kepada Tuhan kita Yesus Kristus, karena Dia adalah Allah, menawarkan Kerajaan-Nya kepada kita umat-Nya :
a.        ............................................................................................
b.        ............................................................................................
c.         ............................................................................................
Kita lanjutkan dengan Doa Tahun Keberpusatan kepada Kristus, dan kita satukan dengan Doa Bapa kami!

Mari, kita tutup pertemuan kita dengan menyanyikan lagu: Berpusat pada Kristus!

=***=

Modul Pertemuan 2 KBG Bulan Oktober 2019


Pertemuan Kedua:
MENSYUKURI KEANEKARAGAMAN PANGAN LOKAL: 
HADIAH GRATIS DARI ALLAH

Persiapan:
§  Fasilitator wajib mengikuti studi modul yang dipimpin oleh Pastor Paroki sebagai Koordinator Fasilitator maupun sebagai Koordinator PIPA Paroki.
§  Fasilitator mempersiapkan diri untuk pertemuan pendalaman iman umat ini, yakni :
-   Kitab Suci dan Puji Syukur
-   Modul Pertemuan yang didukung oleh gagasan dasarnya.
-   Teks Doa Mohon Penyertaan Yesus Kristus Bagi Umat Keuskupan Pangkalpinang (Tahun 2019: Keberpusat-an pada Kristus).

Tujuan:
a.     Membangun kesadaran anggota KBG untuk kembali pada pola konsumsi pangan pokok dan lokal.
b.     Mengembangkan berbagai bentuk olahan pangan yang berbahan baku sumber pangan lokal.
c.     Berpartisipasi dalam aksi gerakan bersama Gereja Katolik Indonesia pada Hari Pangan Sedunia tanggal 16 Oktober 2019 dengan mengkonsumsi makanan lokal.

PENGANTAR
F        Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih!
Bulan Oktober adalah Bulan Maria. Selain itu, bulan Oktober juga bulan Pangan Sedunia dan Misi. Untuk bulan pertemuan kali ini kita diajak untuk mendalami tema khusus: mensyukuri keaneragaman pangan lokal sebagai hadiah gratis dari Allah untuk kita semua.
Dalam pertemuan ini, harapan yang ingin kita capai adalah: pertama, membangun kesadaran anggota KBG untuk kembali pada pola konsumsi pangan pokok dan local. Kedua, mengembangkan berbagai bentuk olahan pangan yang berbahan baku sumber pangan local. Ketiga, berpartisipasi dalam aksi gerakan bersama Gereja Katolik Indonesia pada Hari Pangan Sedunia tanggal 16 Oktober 2019 dengan mengkonsumsi makanan lokal.
Mari, kita membuka pertemuan pendalaman iman kita ini, dengan menyanyikan sebuah lagu pembuka. .......... PS. No. ...

PENGHORMATAN KEPADA SABDA ALLAH

F          Mari, kita berdiri untuk memberikan penghormatan kepada Kristus, Sang Sabda yang hadir di tengah-tengah kita. (semua anggota KBG memberikan hormat dengan menundukkan kepala).
           
Saya persilakan duduk kembali bapak-ibu, saudara-saudariku yang terkasih!

LANGKAH-LANGKAH PENDALAMAN IMAN:

1.        DOA MENGUNDANG TUHAN
F     Saya persilahkan salah seorang dari kita mengundang Tuhan dalam doa pembuka. Sekali lagi, saya persilakan!

2.        CODE
https://perpuscacing.files.wordpress.com/2012/07/karikatur_petani-lokal-terinjak-importir.jpgF     Mari kita simak bersama sebuah code berikut ini.
Pertanyaan pendalaman code:
a.    Apa yang terjadi didalam code ini?
b.    Bagaimana cara kita menghargai karya petani lokal kita?
c.     Apa yang mesti kita lakukan agar kita tidak menjadi ímportir?

TAMBAHAN:
§  Dalam code ini terlihat bahwa petani lokal, tidak dihargai hasil pekerjaannya. Hasil pekerjaannya kalah dengan hasil-hasil produk petani dari luar (import).
§  Hasil pekerjaan petani kita sendiri tidak dihargai karena akibat dari kita sendiri tidak mau memanfaatkan produk lokal kita dan mentalitas kita yang menyepelekan hasil produk lokal.
§  Mencintai Pangan Lokal, adalah ajakan KWI untuk kita. Sebagai satu gerakan bersama, kita tidak boleh tutup mata terhadap produk lokal sendiri. Karena bagaimana pun produk-produk lokal kita itu jauh lebih sehat, segar, dan nyaman bila dibandingkan dengan produk-produk import.
§  Mari, kita bangun kearifan lokal kita dengan cara mengola dan mencintai pangan lokal dengan membeli dan mengkonsumsi makanan olahan lokal kita sendiri.

3.        MEMBACA KITAB SUCI
-  Bentuk tiga  kelompok.
-  Setiap kelompok membaca dan mendalami satu teks Kitab Suci dibawah ini.
-  Siapkan teks Kitab Suci dan pertanyaannya.
-  Plenokan.

a.    Teks Kitab Suci dan pertanyaan pendalaman-nya:
-    Kelompok 1: Kejadian 1: 29-31
· Apa pesan pokok dari teks Kejadian ini?
· Apa saja makanan untuk manusia dan binatang?

-    Kelompok 2: Kejadian 2: 15-17
· Apa pesan pokok dari teks Kejadian ini?
· Apa saja yang menjadi makanan manusia?
· Apa sikap manusia terhadap perintah Allah soal makanan?

-    Kelompok 3: Kejadian 3: 17-19
· Apa pesan pokok dari teks Kejadian ini?
· Bagaimana cara manusia memperjuangkan hidupnya?

F     Selesai kerja/diskusi/sharing dalam kelompok kecil, mari kita dengarkan apa yang ditemukan oleh setiap kelompokkecil ketika mendalami teks masing-masing:
-  Kelompok 1 …….............................................................
-  Kelompok 2 ……..............................................................
-  Kelompok 3 ……..............................................................

b.   PENEGASAN:
§  Keanekaragaman pangan lokal yang ada disetiap wilayah atau daerah kita adalah hadiah gratis dari Allah. Dan semuanya itu sungguh amat baik. Yang dimaksudkan sungguh amat baik ialah sehat, segar, nyaman dan sejahtera.
§  Karena itu, yang perlu kita sadar adalah bahwa “Allah  menganugerahkan  bumi  kepada  seluruh  umat manusia  supaya  menjadi  sumber  kehidupan  bagi  semua  anggotanya, tanpa mengecualikan atau mengutamakan siapa pun  juga. Dan lebih tegas lagi dikatakan “bentuk  pembangunan  yang  tidak menghormati dan tidak memajukan hak-hak asasi manusia, pribadi  dan sosial,  ekonomi  dan  politik,  termasuk  hak-hak bangsa  dan  masyarakat,  tidak  akan  sungguh  layak  untuk manusia.” (LS 93).
§  Allah telah membagi makanan untuk manusia dan untuk binatang. Makanan untuk manusia pun ada yang harus dimakan dan ada yang tidak harus dimakan. Pembagian untuk manusia ini, soal sehat, segar atau tidak. 
§  Dengan memanfaatkan pangan lokal kita, kita telah mengambil bagian dalam melindungi para petani lokal. Kita menghargai para petani lokal yang setia mengusahakan dan memelihara alam yang selaras dengan alam itu sendiri. Melalui cara ini, kita ingin wujudnyatakan “kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan orang-orang zaman ini, terutama mereka yang miskin, lapar, menjadi kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan murid-murid Kristus pula”(GS 1).

4.    AKSI NYATA
F     Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih. Mari, kita diskusikan aksi nyata yang akan kita laksanakan secara bersama-sama.
a.    Apa sikap-sikap kita sebagai satu KBG terhadap hasil-hasil para petani, nelayan, dan peternak kita?
b.    Bagaimana bentuk nyata kita mengkonsumsi makanan lokal sebagai partisipasi dalam aksi gerakan bersama Gereja Katolik Indonesia pada Hari Pangan Sedunia tanggal 16 Oktober 2019?


5.      DOA SPONTAN:
F    Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih. Mari kita sampaikan doa-doa pujian, ucapan syukur ataupun permohonan secara spontan kepada Tuhan kita Yesus Kristus, karena Dia adalah Allah, menawarkan Kerajaan-Nya kepada kita umat-Nya :
a)     ............................................................................................
b)      ............................................................................................
c)      ............................................................................................

Kita lanjutkan dengan Doa Tahun Keberpusatan kepada Kristus, dan kita satukan dengan Doa Bapa kami!

Mari, kita tutup pertemuan kita dengan menyanyikan lagu: Berpusat pada Kristus!

=***=

Modul Pertemuan 1 KBG Bulan Oktober 2019


Pertemuan Pertama KBG:
Bulan Oktober Bulan Maria
(Sharing Injil 7 Langkah)
(Fasilitator menyediakan salah satu teks Kitab Suci tentang Maria)

F     Mari, kita membuka pertemuan pendalaman iman umat ini,  dengan menyanyikan sebuah lagu pembuka. ... PS. No.....

Penghormatan Kepada Sabda Allah
F    Mari, kita berdiri untuk memberikan penghormatan kepada Kristus, Sang Sabda yang hadir di tengah-tengah kita. (semua anggota KBG memberikan hormat dengan menundukkan kepala).

LANGKAH-LANGKAH SHARING INJIL TUJUH LANGKAH

1.        Kita Mengundang Tuhan
F     Mari kita hening sejenak dan kita menyadari kehadiran Tuhan dalam hidup kita.
Dapatkah seorang dari kita mengundang Yesus dengan doa pembuka?

2.        Kita Membaca Teks Kitab Suci (Alkitab)
F     Marilah membuka ............ ayat ……. sampai ………… (ulang lagi sebanyak 2-3 kali: sampai semua peserta telah menemukan teks yang sama)

Dapatkah seorang diantara kita membaca teks… bab…. ayat…. sampai…....
Adakah diantara kita yang memegang Kitab Suci dari versi lain baik berupa bahasa atau pun lainnya....diminta untuk membaca teksnya yang sama. (mungkin)

3.        Kita memilih kata-kata yang menyentuh dan merenungkannya.
F     Kita memilih kata-kata atau ungkapan-ungkapan singkat, mendoakannya dengan suara lantang 3 kali, setiap kali diselingi dengan hening sejenak.

4.        Kita membiarkan Tuhan berbicara kepada kita dalam keheningan.
F     Kita berdiam diri selama .........menit, dan mempersilakan Tuhan berbicara kepada kita dan kita memberikan pesan cinta kepada-Nya.

5.        Kita mengungkapkan apa yang telah kita dengar di dalam hati.
F     Kata-kata mana yang menyentuh anda pribadi?
Bagaimana kita telah menghayati kata atau ungkapan yang menyentuh kita (jangan berkhotbah atau diskusi).
Mari, kita sharingkan apa yang Tuhan bicarakan kepada kita dalam keheningan tadi....

Kita memilih Sabda Kehidupan.

6.        Kita membicarakan tugas yang kita yakini harus kita laksanakan bersama.
F     Mari kita laporkan tugas yang telah dilaksanakan pada rencana aksi kita di minggu lalu....
Mari, kita diskusikan rencana aksi baru: tugas mana akan kita lakukan. Siapa buat apa dan bilamana.

7.   Kita berdoa bersama secara spontan.
F      Marilah kita ungkapan doa permohonan, doa syukur dan doa pujian secara spontan

Kita satukan semua doa dengan doa yang diajarkan Yesus kepada kita: Bpa kami....
Tutup dengan sebuah lagu, pilih lagu yang bisa dinyanyikan oleh semua peserta.
=***=