Selasa, 18 Maret 2014

MEMBANGUN RELASI ANTAR AGEN PASTORAL GEREJA



TEMA: MEMBANGUN RELASI ANTAR AGEN PASTORAL GEREJA
(materi pertemuan KBG hasil 1 Tim AsIPA Paroki Sungailiat)
Tujuan pertemuan: agar relasi antar agen pastoral terjadi secara keseluruhan mulai dari tingkat tertinggi hingga ke KBG-KBG.
A.    Pembuka                   :
1.Fasilitator mengajak anggota KBG untuk membuka pertemuan ini dengan sebuah lagu pembuka.
2. Fasilitator meminta salah seorang diantara anggota KBG untuk berdoa mengundang Tuhan.
3.Fasilitator mengundang anggota KBG untuk terlibat dalam pendalaman materi pertemuan.
B.    Pendalaman Materi:
NO.
URUTAN PERTEMUAN
MATERI PERTEMUAN
1.
CODE


 Perhatian Fasilitator untuk ‘code’ ini, antara lain: (1). Soal pelaku dalam ‘code’ dan kedudukannya didalam Gereja (terlihat dari tingkatan tangga). Ini menunjukkan bahwa Gereja Katolik mempunyai hierarki – jabatan khusus. (2). Relasi atau hubungan antar para pelaku dalam ‘code’. Kita menemukan bahwa relasi antar uskup dan iman, dan relasi antar umat. Tetapi relasi antar pimpinan Gereja ke umat tidak berjalan/relasi yang terputus. (3). Yesus yang ada di sebelah kanan atas, terlihat sebagai ‘penonton’, walaupun Dia sendiri bersuara. Suara-Nya tidak didengar. Bahkan kharisma-kharisma yang sudah diberikan kepada setiap anggota Gereja-Nya tidak diberdayakan dengan baik, sehingga relasinya macet.
2.
DECODE
1.   Siapa saja yang anda lihat dalam code ini?
2. Bagaimana relasi antar pelaku yang satu dengan pelaku yang lain?
3.  Jika kita menyebut pelaku itu: uskup, imam-pastor dan awam, apa yang kita pikirkan?
4. Halangan apa saja yang dialami antar pelaku, khususnya uskup-imam dan umat awam?
5. Apa yang dikehendaki Yesus tentang hierarti dalam Gereja Katolik itu?
3.
TEKS KITAB SUCI
Teks Kitab Suci : 1Korintus 12: 28-31
4.
PENDALAMAN TEKS KITAB SUCI
1.  Apa tugas pokok Gereja yang merupakan pelaksana tugas pokok Yesus?
2.Apa peran dari rasul, nabi, dan pengajar untuk membangun Gereja?
3. Peran sebagai rasul, nabi dan pengajar itu sekarang diterima oleh siapa saja?
4.Apa solusinya supaya setiap peran itu dilakukan supaya mencapai sebuah Gereja yang Partisipatif?
5.Jika teks Kitab Suci ini kita membandingkan dengan ‘code’, apakah sudah dipandang cocok dan sesuai dalam kenyataan hidup meng-Gereja?
5.
TAMBAHAN
1.Dalam Lumen Gentium (LG) – Konstitusi Dogmatis tentang Gereja artikel 20 menyebut Para Uskup pengganti Rasul. Maka tiga tugas Yesus (sebagai nabi-mengajar, imam-menguduskan dan raja-memimpin) dilanjutkan kepada Para Uskup.
2.Para Uskup menyerahkan tiga tugas kepada orang-orang dengan tingkat yang berbeda-beda (para imam-pastor), LG artikel 28 melalui Sakramen Imamat.
3. Umat Allah yang sudah dibaptis menerima tiga tugas Yesus sebagai imam, nabi, dan raja untuk karya pelayanan, LG artikel 31.
4.  Melalui sakramen Pembaptisan, kita semua (uskup, imam, dan awam) berkomunio – bersekutu dengan Kristus dan bertanggungjawab bersama di dalam Gereja, bdk. MGP No. 239.
5. MGP No. 241, huruf ‘e’ menyebut bahwa para imam, religius, diakon harus bertumbuh dan berkembang dalam membangun persekutuan dan tanggungjawab bersama, karena mereka adalah pribadi-pribadi komuni dan tanggungjawab bersama.
C.    Penutup:
1.      Fasilitator mengundang anggota KBG untuk mengungkapkan doa-doa umat berupa pujian, syukur, dan permohonan.
2.      Fasilitator mengajak anggota KBG berdoa Doa Bapa Kami, sebagai doa penyatuan semua doa yang telah diungkapkan secara spontan.
3.      Lagu Penutup

Sabtu, 01 Maret 2014

Sikap Khawatir: Sulit Menemukan Kerajaan Allah



Khawatir, tentu akan dihadapi oleh semua orang ketika ia berada didalam dua pilihan yang sama-sama kuat, sama-sama benar dan sama-sama menguntungkan. Dan diantara kedua hal yang sama-sama benar, sama-sama kuat dan sama-sama menguntungkan ini, setiap kita dituntut untuk membuat pilihan. Tentu pilihan yang dipilih adalah pilihan yang matang. Dan ketika seseorang tidak mampu membuat pilihan diantara kedua hal tadi, dan ia mau memilih kedua-duanya, ini akan mencul sikap baru, yaitu sikap mendua. Didalam menentukan pilihan, memang tidak mudah. Namun demikian, dituntut untuk memilih satu diantara dua hal itu.

Injil Matius 6:24-34 menampilkan tuntutan Yesus untuk memilih satu hal dasar dari kedua hal pokok dalam hidup seseorang. “Mengabdi kepada Allah atau mengabdi kepada mamon.” Yesus meminta kepada para pengikut-Nya, untuk mengambil sikap yang tegas. Mengabdi kepada Allah berarti seseorang mengutamakan Kerajaan Surga. Mengabdi kepada Allah berarti percaya akan penyelenggara Bapa di surga. Mengabdi kepada Allah berarti juga mencari Kerajaan Allah dengan sebuah sikap yang bijaksana. Itulah, jika pengikut-Nya memilih hal Kerajaan Allah.

Mengabdi kepada mamon berarti hidupnya terjerat dalam harta benda yang ia dapat dalam hidupnya. Mengabdi kepada mamon berarti, memilihara sikap kekhawatiran didalam dirinya, dan seterusnya pun akan khawatir, jika mamonnya diganggugugat oleh orang lain. Hidupnya menjadi tidak aman dan jiwanya melekat pada mamon itu. Itulah, jika ada pengikut-Nya yang memilih mengabdi kepada mamon.

Pilihan ini sangat tergantung kepada seseorang. Karena pilihannya adalah tanggungjawabmu dimasa yang akan datang.***

Gereja Dibangun Diatas Dasar Para Rasul



Ketika ada yang mau belajar untuk masuk menjadi anggota Gereja Katolik, saya selalu ingat akan kalimat yang diucapkan Yesus kepada Petrus. Kalimat itu demikian. “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini, Aku akan mendirikan jemaat-Ku, alam maut tidak akan menguasainya.” (Mat. 16:18).



Refleksi Atas Sabda Yesus
Ketika saya merefleksikan kalimat Yesus ini dalam keheningan, ada tiga hal yang saya temukan. Pertama, mengapa Yesus mengungkapkan kalimat ini kepada Rasul Petrus? Dalam kisah Injil Matius, diceritakan bahwa setelah Yesus dan rombongan-Nya sampai di Kaiserea Filipi, Yesus angkat bicara kepada para Rasul-Nya. Menurut kalian, siapakah Aku ini? Dan saat itu, banyak diantara mereka menyebut Yesus dengan jati diri yang berbeda-beda. Yesus dihubungan dengan para nabi dan nama nenek moyang bangsa Yahudi. Dalam situasi yang boleh dibilang, galau, si pemimpin rombongan para Rasul itu berkata kepada Yesus. “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.” Sebuah ungkapan mirip spontan itu, ternyata adalah sebuah kebenaran. Kebenaran yang diucapkan Petrus, Petrus mendapat gelar baru yaitu sebagai pemimpin jemaat dan diatas pundaknya itu jemaat akan dibangun secara sah.

Kedua, apa yang dimaksudkan dengan Jemaat yang disebutkan Yesus? Jemaat adalah kumpulan orang yang percaya kepada Yesus karena pemberitaan para Rasul. Kumpulan orang yang menjadi pengikut baru Yesus itulah yang dalam ekklesiologi disebut Jemaat atau Gereja. Para rasul dengan pemimpinnya adalah Petrus, adalah tiang-tiang hidup yang menyanggah hidup jemaat baru dengan warta Yesus. Petrus diangkat oleh Yesus menjadi pemimpin pertama, paus pertama dalam Gereja Katolik. Maka sampai sekarang Gereja Katolik yang begitu banyak dimana-mana, di seluruh dunia ini, Paus menjadi pemimpinnya. Paus meneruskan kepemimpinan dalam Gereja Katolik dengan mengangkat para uskup untuk memimpin Gereja-gereja lokal (keuskupan). Dan di dalam keuskupan, uskup mengangkat pastor dengan tahbisan imamat untuk meneruskan kepemimpinan di Gereja-gereja Paroki.

Ketiga, mengapa kalimat Yesus tadi ditutup dengan kalimat penegasan, alam maut tidak akan menguasainya? Yesus menyadari bahwa anggota-anggota Jemaat yang dibangun di atas para Rasul, berasal dari berbagai suku, budaya, etnis, daerah, dan lain-lain. Anggota yang plural itu, secara manusiawi, sangat rawan untuk pecah belah, entah karena kekuasaan, finansial, entimental pribadi, ataupun karena sikap-sikap yang lain yang mengarah kepada perpecahan. Namun, secara spiritual-teologisnya, semuanya itu dapat dihalaukan karena Yesus Kristus adalah pusatnya dan janjinya senantiasa menyertai Jemaat-Nya. “... akan diberi nama Imanuel-Allah menyertai kita” (Mat. 1:23), “Dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, disitu Aku ada ditengah-tengah mereka” (Mat. 18:20), dan “... Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman” (Mat.28: 20). Janji Yesus untuk menyertai Jemaat-Nya ini, tentu akan membuat segala bencana dan petaka, baik dari dalam diri Jemaat maupun dari luar Jemaat akan dihalaukan oleh Yesus Kristus. Biduk Rasul Petrus akan sampai pada tujuan yaitu Rumah Bapa dengan selamat.

Dari ketiga hal dasar ini, kita boleh bertanya diri, “mana sih Gereja yang dibangun oleh Yesus?” Sebuah barang yang asli, tidak gampang orang membawa keluar dari tempatnya lalu ditawarkannya kepada orang-orang di pinggir-pinggir jalan. Karena efeknya jelas, orang akan mencuri atau merampok. Dan harganya tidak akan dipermainkan oleh harga-harga pasar. Dan sebaliknya, barang-barang yang diobralkan atau dijualkan di pinggir-pinggir jalan atau dari satu rumah ke rumah yang lain dan harganya boleh ditawarkan, jelas bahwa orang-barang itu adalah barang-barang palsu. Tidak original.

Benturan Keinginan dan Beriman pada Yesus
Di tengah era globalisasi yang mahadahsyat dewasa ini, persaingan antar pribadi dan kelompok atau komunitas, tidak terelakan. Pribadi dan kelompok atau komunitas yang kuat, akan menjadi penguasa baru. Sedangkan pribadi dan kelompok atau komunitas yang lemah, akan kalah dan mundur bahkan terpinggirkan. Dalam hal hidup beriman pun akan menjadi sesuatu yang terbalik, dipersoalkan. Hidup beriman bisa saja dikalahkan dan akan muncul penghayatan iman yang baru yaitu kepada keinginan diri sendiri. Yesus yang menjadi penjamin hidup, de facto diakui, namun dalam riil hidup sehari-hari, keinginan diri sendiri menjadi hal yang diutamakan. Yesus hadir dan menjadi penonton bagi hidupnya. Yesus hanya diikuti ketika hari minggu, hari-hari raya besar, dan pada masa-masa tertentu saja. Kebersamaan hanya karena rutinitas bukan karena kebutuhan keselamatan hidup bersama Yesus.

Apa Solusinya?
Berani mengambil keputusan yang jelas dalam hidup ini. Keberanian ini telah dicontohi oleh Petrus. Ia berani mengungkapkan apa yang dikatakan Roh Kudus didalam dirinya. Dengan modal keberanian ini, Yesus tahu bahwa didalam hatinya, bersinar cahaya abadi yang berasal dari Bapa di Surga. Keberanian Petrus mencerminkan keberanian Yesus. Yesus mengambil sikap jelas, diri-Nya dirampas habis-habisan oleh para algoju ketika di Taman Getsemani, ketika berada di rumah bawah tanah, ketika berada di depan Pilatus dan Herodes, ketika berada di pinggir-pinggir jalan menelusuri jalan menuju Golgota dan bahkan di atas puncak salib. Dari sikap keberanian atau dewasa ini disebut patriotisme, Jemaat-Nya pun harus berani mengambil keputusan hidup bersama Yesus dan berbuah atau hidup dalam kutukan seperti pohon ara yang tidak berbuah.

Kesetiaan pada iman. Kesetiaan telah ditunjukkan oleh Rasul Petrus, cs. Mereka setia pada Yesus hingga mati baik sebagai martir maupun mati karena dianggap sebagai penjahat dan tidak taat kepada para raja dunia ini. Kesetiaan yang diteladani oleh Petrus, cs karena mereka mau belajar dari kesetiaan Yesus kepada Bapa-Nya. Ketika Dia dihadapkan pada Pilatus, Dia sungguh berjuang untuk menunjukkan kebenaran, karena kebenaran adalah kesetiaanan-Nya pada Bapa-lah yang menyelamatkan hidup-Nya.***

Selasa, 18 Februari 2014

Photo-Photo Pra RAT Kopdit Kabari Pangkalpinang

Rapat Anggota Tahunan (RAT) Kopdit Kabari Pangkalpinang dilaksanakan pada tanggal 2 Maret 2014 bertempat di Pangkalpinang. Sebelum RAT, Kabari pun hampir tiga tahun terakhir ini melaksanakan Pra RAT, suatu kegiatan bersama seluruh anggota sebelum pelaksanaan RAT. Kegiatan Pra RAT ini, lebih pada "melempar isu". Mengapa? Karena bukan RAT tetapi melaksanakan kegiatan untuk membangun kebersamaan dengan cara makan bersama, undian berhadiah, dan mensosialisasikan beberapa informasi seadanya sebelum RAT. Pra RAT tahun buku 2013 dilaksanakan di Green Garden, 16 Februari 2014, sekaligus merayakan 25 tahun Kopdit Kabari hadir di Pangkalpinang, 15 Februari 1989. Selamat Kopdit Kabari atas tegak berdiri selama 25 tahun. 25 Tahun sangat muda, banyak tantangan dan godaan, umur demikian rasanya seperti di tengah gelombang samudra.

Anggota Pra RAT berdesakan mengikuti Registrasi, karena hujan lebat

Pra RAT diikuti orangtua, kaum muda, anak-anak. Anggota dari berbangai lapisan masyarakat
Mega, dkk lagi berpose dulu ahhhh, dari pada pusing melayani anggota yang datang membeludak registrasi
Serius ahhhh, biar cepat diundikan. Soalnya ribut benar kalau banyak orang....
Setiap anggota Registrasi mendapat nomor undian seperti ini. Nomor undian ini tidak pernah beruntung....
Sedang undian berjalan di depan, beberapa anggota sedang sibuk bertanya dan mengkritisi hasil laporan RAT. Mereka ini tidak peduli dengan undian, mereka peduli terhadap laporan RAT. Diskusi ko biar sampai RAT 2 Maret nanti bisa banyak bertanya....

Anggota Kabari cabang Sungailiat pun ikut hadir. Mereka malahan lagi membaca hasil laporan para pengurus. Sibuk John Djanu Rombang: Kok...kredit laluinya besar kali. Tapi "uang tidur pun banyak, tidur sampai ngorok kok banyak anggota yang tidak dengar ya untuk pinjam. Tetangganya menjawab: lebih bagus tidur ngorok dari pada dipinjam tapi lalai...."
Terlihat Beni Chandra mendapat undian kompor gas yang bagus merek Einstein...
Terlihat ada pengurus yang sibuk mengurus Pra RAT tetapi ada juga yang duduk sebagai penonton. Mereka adalah tim pengamat lalu lintas Pra RAT. 
Kenangan Kabari berupa payung, ketika meminjam. Tahun ini tidak ada lagi undian hadiah payung, padahal hujan di Bangka cukup banyak bahkan saat Pra RAT hujan lebat sekali, banyak anggota yang basah kuyup karena tidak ada payung.
Terima kasih Kopdit Kabari, sampai jumpa di RAT 2 Maret 2014. Salam harmoni!