Sabtu, 16 Mei 2026

KBG MEMAHAMI DASAR-DASAR SAKRAMENTAL UMAT ALLAH (TANGGUNGJAWAB BERSAMA DALAM MISI)

 

Aksi Nyata KBG-KBG dalam suatu Wilayah (2) menanggung Koor pada saat Misa Palma 2026 di Paroki Sta. Bernadeth Pangkalpinang

PERSIAPAN:

·       Doa Fokus Pastoral 2026

·       Teks Lagu Fokus Pastoral

·       Buku Puji Syukur

·       Meja pentakhta Sabda dan dua lilin

 

Tujuan: Supaya anggota KBG memahami KBG sebagai fokus dan tempat kita mempraktekkan Gereja Sinodal.

 

A.   PEMBUKAAN

1.     Pengantar

F          Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus.

 

            Pertemuan kita kali ini, kita akan mendengarkan Sabda Tuhan yang diambil dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus. Kita akan mendengarkan ”beragam karunia dari setiap orang, namun kita satu dalam Kristus. Kristus-lah menyatukan kita menjadi satu.”

 

            Tidak hanya itu, kita juga mendengar pengajaran dari Bapa Uskup, Mgr. Adrianus Sunarko, OFM, pengganti para rasul yang meneruskan pengajaran para rasul, mengajak kita untuk berjalan bersama dengan Gereja Universal, dengan Dasar-dasar Sakramental Umat Allah.  (hening sejenak)

 

2.     Lagu Pembukaan

F          Mari kita siapkan hati dan budi kita, untuk memulai pertemuan kita ini dengan menyanyikan sebuah lagu pembuka. (silakan pilih lagu dari Puji Syukur yang dapat dinyanyikan oleh semua umat)

 

3.     Penghormatan pada Sabda

F          Mari, kita berdiri dan memberikan penghormatan kepada Kristus, Sang Sabda, yang hadir di tengah-tengah kita.

 

Hormat: mulai (perlahan-lahan menunjukkan kepada mengarah kepadas kepada Firman Tuhan yang ditakhtakan di depan!).… Amin … (kepala diangkat perlahan-lahan).

 

4.     Tanda Salib

F          Dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus.... Amin

 

B.    LANGKAH-LANGKAH PENDALAMAN

1.     Doa Mengundang Tuhan

F          Saya persilahkan salah seorang dari kita untuk berdoa mengundang Yesus.

 

2.     Kita Membaca Kitab Suci

F          Marilah buka Kitab Suci Perjanjian Baru, Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus, Bab 12, ayat 12 sampai dengan ayat 13.

            Saya ulangi, 1Korintus, Bab 12, ayat 12-13.

            Saya ulangi sekali lagi, 1Korintus, Bab 12, ayat 12-13.

 

Saya persilahkan salah seorang diantara kita membacanya dengan perlahan-lahan dan dalam suasana doa serta dengan suara lantang

 

Apakah diantara kita yang memegang Kitab Suci dari versi lain baik berupa bahasa atau pun lainnya....?

 

Jika ada, silahkan membaca.

 

F          Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih. Setelah kita mendengarkan Sabda Tuhan, mari, kita juga mendengarkan pengajaran para Rasul melalui Para Bapa Uskup Seluruh Dunia. Para Bapa Uskup dalam Dokumen Akhir Sidang Para Uskup 2024 menegaskan tentang Dasar-dasar Sakramental Umat Allah demikian:

 

”Perjalanan sinodal Gereja telah membawa kita untuk menemukan kembali bahwa beragam panggilan, karisma, dan pelayanan memiliki satu akar: "Oleh satu Roh kita semua dibaptis menjadi satu tubuh" (1Kor. 12:13). Baptisan adalah dasar kehidupan Kristen karena memperkenalkan setiap orang kepada karunia terbesar: menjadi anak-anak Allah, yaitu, peserta dalam hubungan Yesus dengan Bapa dalam Roh Kudus. Tidak ada yang lebih tinggi dari martabat ini, yang diberikan secara sama kepada setiap orang, yang memungkinkan kita untuk mengenakan Kristus dan dicangkokkan kepada-Nya seperti ranting-ranting pada pokok anggur. Nama "Kristen" yang dengan bangga kita sandang mengandung rahmat yang merupakan dasar kehidupan kita dan yang memungkinkan kita untuk berjalan bersama sebagai saudara dan saudari”(No. 21 DF)

 

3.     Kita Memilih Kata-Kata Dan Merenungkannya

F          Kita memilih kata-kata atau ungkapan-ungkapan singkat, atau ayat pendek, entah dari teks Kitab Suci atau dari pernyataan Para Uskup Seluruh Dunia, kemudian mendoakannya dengan suara lantang 3 kali, setiap kali diselingi dengan hening sejenak.

            Saya persilakan.....

 

4.     Kita Membiarkan Tuhan Berbicara Kepada Kita Dalam Keheningan

F          Kita berdiam diri selama 2/3 menit, dan mempersilakan Tuhan berbicara kepada kita.

 

5.     Kita Mengungkapkan Apa Yang Telah Kita Dengar Di Dalam Hati.

a.     Kita  saling  berbagi ”kata atau ayat yang direnungkan dalam hati kita” pada saat hening.

b.     Apa kata Tuhan dengan kata atau ayat singkat yang kita renungkan?

c.     Bagaimana kita telah menghayati kata atau ungkapan yang kita renungkan tadi (hendaknya tidak berkhotbah atau diskusi).

PENEGASAN:

a)     Melalui Baptisan, "umat Allah yang kudus juga turut serta dalam tugas kenabian Kristus, memberikan kesaksian hidup tentang Dia, terutama melalui kehidupan iman dan kasih" (LG 12).

b)    Melalui Baptisan, semua orang Kristen berpartisipasi dalam sensus fidei. Sensus fidei (perasaan iman/naluri iman) adalah karunia Roh Kudus yang diberikan kepada seluruh umat beriman (Gereja), yang memungkinkan mereka untuk secara intuitif mengenali, menerima, dan menghayati kebenaran iman Katolik. Ini bukan pendapat pribadi, melainkan pemahaman batiniah kolektif yang mendalam yang membuat Gereja secara keseluruhan tidak dapat sesat dalam beriman (No. 23 DF). 

c)     Baptisan tidak dapat dipahami sepenuhnya kecuali dalam konteks Inisiasi Kristen, yaitu perjalanan yang dengannya Tuhan, melalui pelayanan Gereja dan karunia Roh, memperkenalkan kita pada iman Paskah dan memasukkan kita ke dalam persekutuan Tritunggal dan gerejawi (No. 24 DF).

d)    Dalam perjalanan Inisiasi Kristen, sakramen Penguatan memperkaya kehidupan umat beriman dengan pencurahan Roh Kudus yang khusus demi kesaksian (No. 25 DF)

e)     Perayaan Ekaristi, khususnya pada hari Minggu, adalah cara pertama dan mendasar di mana Umat Allah yang kudus berkumpul dan bertemu satu sama lain. Dalam perayaan Ekaristi, "kesatuan Gereja ditandai dan diwujudkan" (UR 2).

f)      Perayaan sinodal adalah peristiwa yang merayakan persatuan Kristus dengan Gereja-Nya melalui karya Roh Kudus. Dialah yang memastikan kesatuan Tubuh Gerejani Kristus dalam kebaktian Ekaristi dan sinodal. Liturgi berarti mendengarkan Firman Allah dan menanggapi inisiatif perjanjian-Nya (No. 27 DF).

 

6.     Kita Membicarakan Dan Menentukan Tugas-Tugas Yang Kita Yakini Diserahkan Tuhan Kepada Komunitas Kita Untuk Dilaksanakan Bersama.

F    Bapak-ibu, saudara-saydari yang terkasih. Mari kita:

a.     Melaporkan tugas yang telah dilaksanakan.

b.     Tugas baru mana yang akan kita lakukan. Siapa buat apa dan bilamana.

c.     Memilih sebuah “Sabda Kehidupan.” Sabda Kehidupan dipilih dari teks Kitab Suci / Pengajaran Para Uskup oleh komunitas untuk dihayati semua anggota komunitas selama satu atau beberapa minggu ke depan.

 

7.     Kita Berdoa Bersama Secara Spontan.

F          Kita semua diundang untuk mengungkapkan doa baik itu doa pujian, doa syukur dan doa permohonan yang keluar dari hati kita secara spontan.

            Mari kita satukan semua doa kita dengan doa yang diajarkan Yesus kepada kita.

            Kita doakan doa fokus pastoral 2026 bersama-sama.....

 

C.    PENUTUP

1.     Penghormatan pada Sabda

F          Mari, kita berdiri dan memberikan penghormatan kepada Kristus, Sang Sabda, yang hadir di tengah-tengah kita.

 

Hormat: mulai (perlahan-lahan menunjukkan kepada mengarah kepadas kepada Firman Tuhan yang ditakhtakan di depan!).… Amin … (kepala diangkat perlahan-lahan).


2.     Tanda Salib

F          Dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus.... Amin.

 

3.     Lagu Penutup

F          Marilah kita tutup pertemuan ini dengan menyanyikan sebuah lagu. (pilih nyanyian yang diketahui semua).

=***=

KBG MEMAHAMI GEREJA SEBAGAI UMAT ALLAH, SAKRAMEN KESATUAN (TANGGUNGJAWAB BERSAMA DALAM MISI)

 

KBG Santa Monica Bedukang, berkumpul mensharingkan Sabda Tuhan

PERSIAPAN:

·       Doa Fokus Pastoral 2026

·       Teks Lagu Fokus Pastoral

·       Buku Puji Syukur

·       Meja pentakhta Sabda dan dua lilin

 

TUJUAN: Supaya anggota KBG memahami KBG Sebagai Cara Hidup dan Cara Kerja Dalam Tanggungjawab Bersama Melaksanakan Misi.

 

A.   PEMBUKAAN

1.     Pengantar

F          Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus.

            Pada pertemuan kita kali ini, kita akan mendengarkan Sabda Tuhan tentang perutusan kita sebagai Umat Allah di tengah dunia. Dan sebelum diutus ke dalam dunia, kita diberikan kuasa Roh Kudus oleh Kristus yang Bangkit.

           

            Bapa Uskup, Mgr. Adrianus Sunarko, OFM mengajak kita untuk berjalan bersama dengan Gereja Universal, dengan memahami Gereja sebagai Umat Allah, Sakramen Keselamatan. Bahwa keselamatan Allah itu untuk semua orang beriman, tidak untuk pribadi namun sebagai satu komunitas. (hening sejenak)

 

2.     Lagu Pembukaan

F          Mari kita siapkan hati dan budi kita, untuk memulai pertemuan kita ini dengan menyanyikan sebuah lagu pembuka. (silakan pilih lagu dari Puji Syukur yang dapat dinyanyikan oleh semua umat)

 

3.     Penghormatan pada Sabda

F          Mari, kita berdiri dan memberikan penghormatan kepada Kristus, Sang Sabda, yang hadir di tengah-tengah kita.

 

Hormat: mulai (perlahan-lahan menundukkan kepala mengarah kepada Firman Tuhan yang ditakhtakan di depan).… Amin … (kepala diangkat perlahan-lahan).

 

4.     Tanda Salib

F          Dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus.... Amin

 

 

B.    LANGKAH-LANGKAH PENDALAMAN

1.     Doa Mengundang Tuhan

F          Saya persilahkan salah seorang dari kita untuk berdoa mengundang Yesus.

 

2.     Kita Membaca Kitab Suci

F          Marilah buka Kitab Suci Perjanjian Baru, Injil Matius 28: 18-19.

            Saya ulangi, Injil Matius Bab 28, ayat 18-19.

            Saya ulangi sekali lagi, Injil Matius, Bab 28, ayat 18-19.

 

Saya persilahkan salah seorang diantara kita membacanya dengan perlahan-lahan dan dalam suasana doa serta dengan suara lantang

 

Apakah diantara kita yang memegang Kitab Suci dari versi lain baik berupa bahasa atau pun lainnya....?

 

Jika ada, silahkan membaca.

 

F          Bapak-ibu, saudara-saudari yang terkasih. Setelah kita mendengarkan Sabda Tuhan, mari kita juga mendengarkan pengajaran para Rasul melalui Bapa Uskup Seluruh Dunia. Bapa Uskup dalam Dokumen Akhir Sidang Para Uskup 2024 menegaskan tentang Gereja Sinodal sebagai berikut:

Keselamatan Allah Secara Bersama dalam satu kesatuan

«Allah berkenan menguduskan dan menyelamatkan manusia bukan secara terpisah dan tanpa ikatan di antara mereka, tetapi Ia berkenan menjadikan mereka suatu Umat yang mengakui Dia dalam kebenaran dan melayani Dia dalam kekudusan» (LG 9). Umat Allah dalam perjalanan mereka menuju Kerajaan Allah senantiasa diberi makan oleh Ekaristi, sumber persekutuan dan persatuan: «Karena hanya ada satu roti, kita, yang banyak ini, adalah satu tubuh, sebab kita semua mengambil bagian dari satu roti itu» (1Kor. 10: 17). Gereja, yang diberi makan oleh sakramen Tubuh dan Darah Tuhan, dibentuk sebagai Tubuh-Nya (bdk. LG 7): «Kamu adalah Tubuh Kristus dan masing-masing adalah anggota-anggotanya» (1Kor. 12: 27). Dihidupkan oleh kasih karunia, ia adalah Bait Roh Kudus (bdk. LG 4): Dialah, sesungguhnya, yang menghidupkan dan membangunnya, menjadikan kita semua batu-batu hidup dari bangunan rohani (bdk. 1Ptr.  2: 5; LG 6).

 

3.     Kita Memilih Kata-Kata Dan Merenungkannya

F          Kita memilih kata-kata atau ungkapan-ungkapan singkat, atau ayat pendek, entah dari teks Kitab Suci atau dari pernyataan Para Uskup Seluruh Dunia, kemudian mendoakannya dengan suara lantang 3 kali, setiap kali diselingi dengan hening sejenak.

            Saya persilakan.....

 

4.     Kita Membiarkan Tuhan Berbicara Kepada Kita Dalam Keheningan

F          Kita berdiam diri selama 2/3 menit, dan mempersilakan Tuhan berbicara kepada kita.

 

5.     Kita Mengungkapkan Apa Yang Telah Kita Dengar Di Dalam Hati.

 

a.     Kita  saling  berbagi ”kata atau ayat yang direnungkan dalam hati kita” pada saat hening.

b.     Apa kata Tuhan dengan kata atau ayat singkat yang kita renungkan?

c.     Bagaimana kita telah menghayati kata atau ungkapan yang kita renungkan tadi (hendaknya tidak berkhotbah atau diskusi).

 

PENEGASAN:

a)    Gereja sebagai Umat Allah adalah persekutuan orang beriman yang dipanggil dan disatukan oleh Kristus melalui pembaptisan, memiliki martabat sama, dan bergerak menuju Kerajaan Allah. Sebagai sakramen keselamatan, Gereja menjadi tanda dan sarana kelihatan yang menyalurkan rahmat keselamatan Allah ke dunia. 

b)    Gereja sebagai Umat Allah: Umat Allah yang dimaksudkan disini bukan sekadar organisasi, melainkan persekutuan / paguyuban / keluarga yang dikumpulkan Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Dengan ciri: anggota Gereja memiliki martabat yang sama, hukumnya cinta kasih, misinya menjadi garam dan terang dunia, dan bertujuan mencapai keselamatan kekal. Dengan landasan,  menjadi anggota Gereja melalui iman kepada Kristus dan pembaptisan. 

c)     Gereja sebagai Sakramen Keselamatan: Gereja adalah "tanda dan sarana" (alat) kehadiran Kristus yang kelihatan di bumi untuk menyatukan manusia dengan Allah. Fungsi kehadiran Gereja, menghadirkan karya keselamatan Kristus (sumber keselamatan) bagi seluruh umat manusia, bukan sekadar organisasi sosial.

d)    Melalui sakramen-sakramen, khususnya Baptis dan Ekaristi, rahmat Allah disalurkan untuk menguduskan umat. 

e)    Gereja sebagai Umat Allah yang hidup, sekarang ini di Keuskupan kita, KBG-KBG sebagai kehadiran Gereja yang konkret di tengah masyarakat. KBG adalah Gereja hidup dalam persekutuan (komuni) dan sebagai Sakramen Keselamatan, Gereja aktif menyalurkan kasih serta keselamatan Allah kepada dunia (aksi nyata). 

 

6.     Kita Membicarakan Dan Menentukan Tugas-Tugas Yang Kita Yakini Diserahkan Tuhan Kepada Komunitas Kita Untuk Dilaksanakan Bersama.

F    Bapak-ibu, saudara-saydari yang terkasih. Mari kita:

a.     Melaporkan tugas yang telah dilaksanakan.

b.     Tugas baru mana yang akan kita lakukan. Siapa buat apa dan bilamana.

c.     Memilih sebuah “Sabda Kehidupan.” Sabda Kehidupan dipilih dari teks Kitab Suci / Pengajaran Para Uskup oleh komunitas untuk dihayati semua anggota komunitas selama satu atau beberapa minggu ke depan.

 

7.     Kita Berdoa Bersama Secara Spontan.

F          Kita semua diundang untuk mengungkapkan doa baik itu doa pujian, doa syukur dan doa permohonan yang keluar dari hati kita secara spontan.

 

            Mari kita satukan semua doa kita dengan doa yang diajarkan Yesus kepada kita.

 

            Kita doakan doa fokus pastoral 2026 bersama-sama.....

 

C.    PENUTUP

1.     Penghormatan pada Sabda

F          Mari, kita berdiri dan memberikan penghormatan kepada Kristus, Sang Sabda, yang hadir di tengah-tengah kita.

 

Hormat: mulai (perlahan-lahan menunjukkan kepada mengarah kepadas kepada Firman Tuhan yang ditakhtakan di depan!).… Amin … (kepala diangkat perlahan-lahan).

 

2.     Tanda Salib

F          Dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus.... Amin.

 

3.     Lagu Penutup

F          Marilah kita tutup pertemuan ini dengan menyanyikan sebuah lagu. (pilih nyanyian yang diketahui semua).

=***=