Sabtu, 13 Desember 2014

Adven II: Ubah Arah Hidup Kepada Kristus Sebagai Pusat Hidup


Bacaan I                 : Yes. 40 : 1—5, 9—11

Bacaan                   : 2Ptr. 3 : 8—14
Bacaan Injil       : Mrk. 1: 1—8

Membangun kebersamaan dalam acara pesta KBG, 2007
Kita masuk Minggu ke-2 masa Adven. Tema bacaan suci Minggu ke-2 Adven, adalah tobat. Tobat dalam bacaan Injil, diserukan oleh Yohanes Pembaptis. Seruan Yohanes Pembaptis, secara tekstual ditujukan kepada orang Israel-Yahudi yang berdiam di wilayah Yudea dan sekitarnya. Setelah seruannya itu, orang berbondong-bondong datang kepada Yohanes dan dibaptis di Sungai Yordan. Seruan Yohanes ‘bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosa’ terungkap dalam satu peristiwa riil di Sungai Yordan yaitu ‘pembaptisan’ bagi mereka yang datang kepada Yohanes. Maka ‘pembaptisan’ yang dilakukan dan diajarkan Yohanes ialah pembaptisan yang bermakna ‘pengampunan dosa’. Makna ini, kini termasuk dalam salah satu fungsi pembaptisan yang diajarkan Gereja Katolik.

Dalam ajaran Gereja Katolik, pembaptisan yang diterima umatnya, tidak menghapus keinginan seseorang berbuat dosa lagi. Tetapi keinginan untuk berbuat dosa lagi, melekat pada diri seseorang, karena itu dalam perjalanan seseorang setelah baptis, akan jatuh lagi dalam dosa. Disinilah, fungsi Tobat, sangat penting untuk memurnikan diri kembali untuk bersatu dengan Kristus. Maka anggota Gereja Katolik, dalam masa Adven juga sangat dianjurkan untuk kembali kepada Kristus, sebagai pusat seluruh hidup kita dengan terlibat dalam ‘pengakuan dosa pribadi’ dihadapan Imam, in persona Christi atau disebut wakil Kristus.

Seruan Yohanes tentang tobat ini setiap tahun dalam masa adven selalu pada minggu ke-2, bukan pada Minggu ketiga dan keempat. Hal ini dimaksudkan bahwa persiapan untuk mengalami sukacita bersama Kristus, tidak selesai pada ‘tobat’ atau ‘pengakuan dosa pribadi’, tetapi masih berlanjut terus dan selamanya. Sehingga Gereja selalu mengajarkan masa adven ada empat minggu berturut-turut, begitu juga pada masa prapaskah.

Dengan persiapan diri yang panjang ini, sebenarnya mau mengungkapkan bahwa kita perlu menyadari diri setiap saat dan dalam segala waktu untuk mengambil arah hidup kepada Kristus. Karena, Dia senantiasa menyapa kita umat-Nya sepanjang hari dan mau mengajak kita untuk tetap bersatu dengan Dia. Karena, didalam Dia kita hidup dan bersama Dia, kita memperoleh pengampunan dosa dan hidup kekal.

Selain itu, dalam persiapan diri yang cukup panjang ini, sebenarnya kita diberi kesempatan untuk berbuat amal kasih kepada sesama kita yang miskin dan terlantar, kepada sesama kita yang membutuhkan pertolongan, dan kepada saudara-saudara kita yang dekat, dalam keluarga dan KBG. Karena dengan beramalkasih, kita menjalankan sabda-Nya: ‘Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah Ibu-Ku’ (Mrk. 3: 35). *

Senin, 08 Desember 2014

Jadwal Misa Natal 2014 Paroki Sungailiat Bangka Belitung



TEMA NATAL :
“BERJUMPA DENGAN ALLAH DALAM KELUARGA”
(Luk. 2:16)


A. GEREJA KATOLIK SANTA MARIA PENGANTARA SEGALA RAHMAT  PAROKI     SUNGAILIAT di JL. JENDRAL SUDIRMAN NO. 87 SUNGAILIAT TELPON: O717- 92268.

1. Perayaan Malam Natal, perayaan tahun ini dilaksanakan pada: Hari / Tanggal:Rabu, 24 Desember 2014, pada pukul: 19.00—21.00 WIB, yang dilayani oleh RP. Fransiskus Asisi Budiyono MSF.
2. Perayaan Natal Pagi, pada hari/tanggal: Kamis, 25 Desember 2014, pukul: 08.00—10.00 WIB, yang dipimpin oleh RP. Bernardus Windyatmoko MSF
3. Perayaan Natal Sore, pada hari/tanggal: Kamis, 25 Desember 2014, pukul: 16.00—17.30 WIB, yang dipimpin oleh RP. Bernardus Windyatmoko MSF. Misa ini khusus untuk Para Lansia.

B. GEREJA KATOLIK SANTA THERESIA DARI KANAK-KANAK YESUS - STASI PEMALI, JL. K. H. AGUS SALIM DESA AIR RUAY -  PAROKI SUNGAILIAT

1. Perayaan Malam Natal, pada hari/tanggal: Rabu, 24 Desember 2014, pukul: 19.00—21.00 WIB dan dipimpin oleh RP. Bernardus Windyatmoko MSF.
2. Perayaan Natal Pagi. Dilaksanakan pada hari/tanggal: Rabu, 25 Desember 2013, pukul: 08.00—10.00 WIB dan dipimpin oleh RP. Fransiskus Asisi Budiyono, MSF.

SELAMAT HARI RAYA NATAL 2014 DAN TAHUN BARU 2015
SELAMAT   HARI   RAYA   NATAL

Sabtu, 29 November 2014

Adven I: Hati-Hatilah...




Bacaan I      : Yes.63:16b-17;64:1,3b-8
Bacaan  II    : 1Kor.1:3-9
Bacaan Injil : Mrk.13:33-37

Fasilitator KBG, Sharing Injil Bersama Mgr. Hilarius Moa Nurak, SVD
Gereja Katolik sejagat pada Minggu ini sudah masuk dalam Tahun Liturgi Baru, masa adven pertama. Bacaan-bacaan suci minggu adven pertama ini bernada meminta kepada seluruh umat Allah: berwaspadalah, berjaga-jagalah, dan berhati-hatilah. Tema bacaan suci ini dikumandankan dalam Kitab Suci kepada kita dengan tujuan untuk kita bersiap-siap ‘menegoklah ke dalam diri dan komunitas kita untuk menyambut sukacita kegembiraan kelahiran Sang Penebus, Yesus’.

‘Hati-hatilah... atau berjaga-jagalah... atau berwaspadalah..,’ bukan hanya meminta kita menyiapkan diri secara fisik belaka. Namun, justru Allah mau menghendaki kepada umat-Nya untuk menyiapkan diri secara batin-rohani. Berhati-hatilah dan berjaga-jagalah, tidak juga membuat kita untuk menutup diri dari satu orang dengan orang lain, atau satu orang dengan satu keluarga atau komunitas atau sebaliknya.

Justru tema dasar bacaan suci minggu adven pertama ini menghendaki agar kita ‘membuka mata, membuka hati dan pikiran kita’ untuk menegok seberapa dalam karya Allah yang sedang terjadi didalam diri secara pribadi dan komunitas itu, diterima dengan tulus ikhlas dan disambut sebagai sebuah berkat dan anugerah, yang tidak untuk diri sendiri atau komunitas, tetapi justru dituntut untuk selalu saling berbagi satu terhadap yang lain.

Tema dasar yang diserukan oleh Sang Sabda melalui Penginjil Markus, lebih jauh lagi  mengharapkan umat-Nya ‘mempertahankan kualitas hidup iman yang selama ini sudah dibangun, dan mau mengubah cara hidup lama yang kurang baik yang selama ini kita lakukan. Maka satu hal penting disini ialah meminta kita untuk ‘bertobat’. Pertobatan adalah langkah awal kita untuk berjaga-jagalah. Tobat adalah rehabilitasi batin kita untuk kembali kepada pangkuan Allah. Tobat, juga berarti kerelaan hati dan budi kita untuk menyucikan ‘mangkok hati kita, agar ketika Tuan Rumah itu datang, Ia mendapatkan ‘mangkok hati’ kita dalam situasi bersih.

Dalam suasana bersih inilah, Allah akan menumbuhkan ‘tunas-tunas kehidupan baru’ berupa semangat baru, inspirasi baru, cara berpikir yang baru dan bahkan membawa efek bagi kita untuk bekerja dengan cara baru. Melayani dalam saling berbagi tidak memamerkan popularitas melainkan bahwa melayani dalam saling berbagi adalah kehendak Dia yang telah datang dan hidup diantara kita.

Dalam suasana hidup yang baru inilah ‘Bapa Kami’ seperti yang ditulis Yesaya dalam bacaan pertama, sungguh meraja didalam seluruh hidup umat-Nya. Dan Tuhan Yesus seperti yang ditegaskan Rasul Paulus dalam bacaan kedua, akan tetap tinggal dan menetap didalam seluruh diri dan proses hidup kita menjadi orang yang setia dan taat kepada ‘Bapa Kami’, Allah yang perkasa yang menjadi pusat batin kita. ***