![]() |
| Sebelum dibawakan di KBG, para Fasilitator melakukan study modul bersama di Paroki/Wilayah |
PENGANTAR
(wajib
dibaca fasilitator)
Tidak lama lagi kepengurusan Dewan Konsultatif Pastoral Paroki (DKPP) periode 2012-2015, selesai masa jabatannya. Karena itu, mau tidak mau kita memerlukan kepengurusan baru untuk periode 2015-2018.
Sesuai dengan organ dan struktur kepengurus DKPP dalam Norma-norma Komplementer Gereja Partisipatif (NKGP) Keuskupan Pangkalpinang, kepengurusan DKPP berasal dari kepengurusan KBG. Untuk itu, proses pemilihan dilakukan di KBG-KBG kita masing-masing.
Untuk dapat melakukan proses pemilihan kepengurusan KBG-KBG kita, modul penyadaran pemilihan ini akan membantu anggota KBG-KBG untuk melakukan proses pemilihan kepengurusan KBG. Modul ini terdiri dari empat kali pertemuan secara berturut-turut. Dalam pertemuan keempat, anggota KBG merencanakan proses pemilihan dan cara melakukan pemilihan yang tepat serta perlengkapan apa saja yang dibutuhkan dalam proses pemilihan tersebut. Bahkan lebih bagus lagi, KBG-KBG menentukan hari khusus untuk pertemuan pemilihan kepengurusan yang baru itu.
Tim AsIPA Paroki berharap, supaya setiap KBG melakukan pemilihan dengan berpegang teguh pada proses penyadaran dalam modul ini. Kami pun menyadari bahwa modul pertemuan ini belum sempurna benar, namun baiklah jika kita mengikuti proses ini dulu, kemudian ada kekurangan sana-sini boleh kita bawakan dalam evaluasi proses ini untuk proses pemilihan kepengurusan KBG-KBG yang akan datang. Selamat menjalankan!
Berikut ini modul pertemuan keempat:
PERTEMUAN KEEMPAT: CARA MEMILIH PEMIMPIN
Tujuan: anggota KBG dapat menemukan cara yang terbaik untuk memilih para pemimpinnya.
A.
Pembuka
a.
Fasilitator memberi salam dan
mengajak anggota KBG untuk membuka pertemuan ini dengan sebuah lagu pembuka.
b.
Fasilitator meminta salah seorang
diantara anggota KBG untuk berdoa mengundang Tuhan.
c. Fasilitator mengundang anggota KBG untuk terlibat dalam pendalaman materi pertemuan.
B.
Pendalaman Materi
Pertanyaan
pendalaman code:
a.
Apa perbedaan cara memilih
pemimpin pada gambar 1, 2, dan 3?
b. Jika gambar 1 adalah pemimpin yang
ditunjuk, gambar 2 pemimpin sukarela dan gambar 3 pemimpin yang dipilih. Apa
keuntungan-keuntungan dan kerugian-kerugian dari ketiga gambar cara memilih
pemimpin itu?
c. Pastikan dari ketiga gambar di atas mana cara yang terbaik untuk kita, dengan melihat keuntungan dan kerugian dari setiap gambar tadi?
TAMBAHAN:
§ Pada
gambar satu, kita menemukan ‘para pemimpin yang ditunjuk’, dapat kita temukan
keuntungan dan kerugiannya sebagai berikut: Keuntungan: Mereka bisa saja
tidak diterima oleh komunitas. Kerugian: (1).Mereka tetap merupakan
”perpanjangan tangan” dari imam. (2). Mereka bisa saja hilang lenyap apabila
imam dipindahkan. (3). Mereka bisa memandang Komunitas Basis Gerejawi mereka
sebagai ”milik” mereka. (4). Mereka bisa saja menerapkan gaya kepemimpinan yang
bersifat dominatif (5). Tanggung jawab bagi kehidupan dan kegiatan-kegiatan
kelompok bisa jadi berada di tangan si pemimpin saja dan tidak muncul dari
jemaat.
§ Pada
gambar dua, dapat kita temukan ‘para pemimpin sukarela’ dengan keuntungan dan
kerugiannya sebagai berikut: Keuntungannya: (1).Orang-orang yang baik
bisa menjadi sukarelawan. (2). Mereka bisa menjadi pemimpin yang berbakti dan
memiliki motivasi yang luhur. Kerugiannya: (1). Mereka bisa saja tidak
mempunyai pengalaman sedikit pun dalam memimpin sebuah KBG. (2). Mereka bisa
saja tidak diterima anggota KBG. (3). Orang yang tidak tepat bisa saja menjadi
sukarelawan.
§ Pada gambar 3, dapat kita temukan ‘para pemimpin yang dipilih dengan keuntungan dan kerugian sebagai berikut: Keuntungannya: (1).Anggota KBG terlibat dalam memperoleh pemimpin-pemimpin. (2).Struktur kepemimpinan dibentuk segera. Kerugiannya: (1).Orang-orang yang tidak tepat dapat dipilih karena kelompok tidak memiliki pengalaman dalam kehidupan sebenarnya sebagai Komunitas Basis Gerejawi. (2). Biasanya seseorang yang lebih pandai mengeluarkan pikiran dan secara sosial lebih dikenal akan dipilih (yang bisa saja sudah memiliki sejumlah tanggung jawab) (3). Memulai dengan suatu struktur kepemimpinan yang rumit dan rinci membuat sebuah KBG menjadi formal dan mengahalangi semangat persaudaraan yang hangat.
C.
Teks Kitab Suci: Lukas 6: 12-16
12Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. 13Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: 14Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, 15Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, 16Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.
Pertanyaan
pendalaman teks Kitab Suci:
a.
Bagaimana caranya Yesus memilih
para murid-Nya menjadi 12 Rasul?
b.
Apa yang menjadikan Yesus
mempunyai kekuatan untuk menentukan 12 Rasul?
c. Apa yang menjadikan saat hening dalam teks yang kita baca tadi itu sedemikian ‘penuh makna’?
TAMBAHAN:
§ Proses
pemilihan ke-12 murid menjadi Rasul diawali oleh Yesus dengan berdoa di atas
bukit. Lama doanya semalam-malamam atau semalam suntuk.
§ Setelah
berdoa, Yesus memanggil murid-murid-Nya lalu Ia memilih 12 Rasul. Disini
terlihat sangat jelas, doa: membangun relasi-Nya dengan Bapa memiliki kekuatan
bagi Yesus, yaitu memilih 12 orang menjadi Rasul dari para murid-Nya yang
sedang berkumpul.
§ Unsur
yang paling hakiki dalam doa ialah ‘saat hening’. Didalam saat hening inilah,
terdapat beberapa makna penting: (1). Saat hening membuat Yesus bersatu dengan
Bapa-Nya. (2). Dalam saat hening itu, Yesus pun mendengarkan suara Bapa-Nya.
Jadi pilihan Yesus, juga pilihan Bapa-Nya. (3). Dalam saat hening itu,
persekutuan Yesus dengan Bapa terlaksana dalam hasil keputusan yang dibuat
Yesus dan konsekuensi yang akan muncul, yang ditanggung oleh Yesus sendiri.
D.
Aksi Nyata:
a. KBG merencanakan pemilihan
pengurus KBG-nya. Rencana-rencana yang disiapkan KBG antara lain:
§ Cara
apa yang terbaik memilih pengurus KBG?
§ Diskusikan
bahan-bahan perlengkapan apa saja yang digunakan untuk memilih pengurus KBG?
(alat-alat tulis, papan/kertas kartun untuk tulis) (Siapa saja yang menyiapkan,
kapan persiapan dimulai, bagaimana cara menyiapkan, dan lain-lain)
b. Buatlah komitmen persiapan
pemilihan dengan doa-doa pribadi di rumah atau doa-doa yang dilakukan didalam
keluarga Katolik di rumah masing-masing.
c. Diskusikan waktu khusus pertemuan KBG untuk memilih pengurus baru dalam KBG.
E.
Penutup:
a. Fasilitator mengundang anggota KBG
untuk mengungkapkan doa-doa umat berupa pujian, syukur, dan permohonan.
b. Fasilitator mengajak anggota KBG
berdoa Doa Bapa Kami, sebagai doa penyatuan semua doa yang telah diungkapkan
secara spontan.
c.
Lagu Penutup
=***=


Tidak ada komentar:
Posting Komentar