Jumat, 22 Mei 2026

MEMUNCULKAN KEPEMIMPINAN BARU DALAM KOMUNITAS BASIS GEREJAWI (KBG)

 

Anggota KBG memberikan penghormatan kepada Sang Sabda, Tuhan Yesus yang bangkit hadir ditengah-tengah mereka


PENGANTAR

(wajib dibaca fasilitator)

Tidak lama lagi kepengurusan Dewan Konsultatif Pastoral Paroki (DKPP) periode 2012-2015, selesai masa jabatannya. Karena itu, mau tidak mau kita memerlukan kepengurusan baru untuk periode 2015-2018.

Sesuai dengan organ dan struktur kepengurus DKPP dalam Norma-norma Komplementer Gereja Partisipatif (NKGP) Keuskupan Pangkalpinang, kepengurusan DKPP berasal dari kepengurusan KBG. Untuk itu, proses pemilihan dilakukan di KBG-KBG kita masing-masing.

Untuk dapat melakukan proses pemilihan kepengurusan KBG-KBG kita, modul penyadaran pemilihan ini akan membantu anggota KBG-KBG untuk melakukan proses pemilihan kepengurusan KBG. Modul ini terdiri dari empat kali pertemuan secara berturut-turut. Dalam pertemuan keempat, anggota KBG merencanakan proses pemilihan dan cara melakukan pemilihan yang tepat serta perlengkapan apa saja yang dibutuhkan dalam proses pemilihan tersebut. Bahkan lebih bagus lagi, KBG-KBG menentukan hari khusus untuk pertemuan pemilihan kepengurusan yang baru itu.

Tim AsIPA Paroki berharap, supaya setiap KBG melakukan pemilihan dengan berpegang teguh pada proses penyadaran dalam modul ini. Kami pun menyadari bahwa modul pertemuan ini belum sempurna benar, namun baiklah jika kita mengikuti proses ini dulu, kemudian ada kekurangan sana-sini boleh kita bawakan dalam evaluasi proses ini untuk proses pemilihan kepengurusan KBG-KBG yang akan datang. Selamat menjalankan!

Berikut ini modul Pertemuan kedua:

PERTEMUAN KEDUA: KEPEMIMPINAN DALAM KBG ‘BERGULIR’

Tujuan: anggota KBG menyadarkan dirinya sebagai Umat Allah dipanggil untuk menjadi pemimpin. 

A.        Pembuka

1.  Fasilitator memberikan salam dan mengajak anggota KBG untuk membuka pertemuan ini dengan sebuah lagu pembuka.

2.      Fasilitator meminta salah seorang diantara anggota KBG untuk berdoa mengundang Tuhan.

3.  Fasilitator mengundang anggota KBG untuk terlibat dalam pendalaman materi pertemuan.

B.         Pendalaman Materi

Code: mohon dibaca code berikut ini dengan sungguh-sungguh, bila perlu dibaca bersama sampai semua anggota KBG mengerti dengan lebih baik.

Santo Thomas Rasul, adalah nama sebuah KBG di Paroki St. Fransiskus Xaverius, di bagian selatan Jaftna, Sri Lanka. KBG ini anggotanya terdiri dari para nelayan, pedagang ikan dan sayur, dan petani sayur mayur. Pertemuan Sharing Injil dilaksanakan pada hari Selasa, jam 18.00. Setiap kali pertemuan di KBG, Sharing Injil menjadi agenda utama, termasuk pada bulan khusus Maria, bulan Mei dan Oktober. Sharing Injil menjadi spirit mereka yangdilaksanakan sejak tahun 2004.

Pada bulan Oktober 2011, KBG ini terjadi pergantian kepemimpinan yang terdiri dari para pengurus dan fasilitator. Ketika terjadi pemilihan kepengurusan, muncul orang-orang baru termasuk fasilitator KBG. Semua anggota KBG merasa bangga dan senang, karena muncul orang-orang baru. Tidak hanya merasa bangga dan senang tetapi tidak saling menolak, mereka menerima tugas itu sebagai sebuah pelayanan bersama Kristus.

Tuan Francis Bhayka, ketua KBG lama mengatakan demikian kepada semua anggota KBG-nya. ‘Sharing Injil’ telah menuai banyak hal. Mungkin tanpa Sharing Injil, saya yang sudah 10 tahun jadi ketua KBG, bisa saja masih ditunjuk oleh anggota KBG. Padahal menjadi pemimpin itu tugas semua Umat Allah. Anggota KBG aktif melakukan aksi nyata bersama, mulai dan menjadi terbiasa dalam sharing. Mau ikut terlibat dalam pelatihan walaupun pelatihan itu sederhana dan rela memberikan waktu untuk pelayanan dalam KBG dan Gereja Paroki.’

Salah satu ibu, Shinta Malayka yang duduk pun langsung berkomentar: Sharing Injil, cara paling sederhana orang mau melibatkan diri dalam tugas KBG dan Gereja. Jadi, Sharing Injil telah mendorong saya dan anggota yang lain untuk ‘melakukan apa yang sudah dilakukan oleh Yesus.’ Kamu tidak hanya pendengar Sabda tetapi pelaku Sabda.

Pertanyaan pendalaman code:

a.     Apa yang menjadi spirit dalam KBG St. Thomas Rasul ini?

b.    Mengapa para pengurus baru KBG ini mau memberikan dirinya untuk menjadi pelayan dalam Gereja dan KBG?

c.     Sikap-sikap apa saja yang patut kita petik dari para pengurus baru KBG St. Thomas Rasul ini?

TAMBAHAN:

§  Sharing Injil telah membawa kesadaran baru dalam diri anggota KBG St. Thomas Rasul. Mereka sadar bahwa tugas melayani dalam Gereja termasuk menjadi pemimpin atau pengurus di KBG adalah tugas semua Umat Allah. Tanpa sadar, dengan membaca Kitab Suci, dengan cara Sharing Injil, Kristus mendorong mereka melakukan apa yang dilakukan oleh Kristus. pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Mat. 28:19-20).

§  Para pengurus baru KBG St. Thomas Rasul, tidak menolak diri untuk memimpin KBG. Sikap ini muncul dari kesadaran mereka akan kuasa Roh Kudus yang diterima dalam sakramen Permandian dan sakramen Krisma. Yesus telah memberikan Roh Kudus kepada para murid, sehingga para murid mampu untuk mewartakan kabar gembira dengan penuh keberanian dan sukacita, mampu untuk menghadapi penderitaan dengan tabah dan menghadapi segala yang terjadi di dalam hidupnya dengan sukacita, kedamaian, kesabaran, kemurahan hati, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, pengendalian diri, karena apapun yang dilakukannya senantiasa berdasarkan kasih. Karena itu, para pengurus baru KBG St. Thomas Rasul harus menampakkan buah-buah Roh (Gal. 5:22-23), didalam KBG, Gereja Paroki dan dalam hidup sehari-hari.

C.     Teks Kitab Suci: Markus 12: 29-31

29Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. 30Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. 31Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."

Pertanyaan pendalaman teks Kitab Suci:

a.      Apa yang ANDA pahami tentang kasih kepada Allah?

b.     Apa bentuk konkrit dari kasih kepada Allah itu?

c.      Apa yang ANDA pahami tentang kasihilah sesamamu manusia?

d.     Apa bentuk konkrit dari kasihilah sesamamu manusia?

e.  Apakah menjadi pemimpin atau menjadi pengurus dalam KBG dan Gereja Paroki merupakan bentuk hukum utama dan hukum kedua dalam teks Kitab Suci yang kita baca tadi?

D.     Aksi Nyata:

§  Dasar spiritualitas menjadi pemimpin baik dalam KBG maupun dalam Gereja Paroki, berlandas pada hukum kasih yang disampaikan oleh Yesus. Tanpa sadar, kepemimpinan atau kepengurusan dalam KBG dan Gereja Paroki dilakukan secara bergulir. Mengapa hal ini terjadi begitu lamban didalam KBG dan Gereja Paroki kita?

§  Mengapa orang lain memilih kita menjadi pengurus atau pemimpin, tetapi kita menolak dan justru kita yang memilih orang lain? Mohon disharingkan dan berilah solusi untuk perkembangan di KBG dan Gereja Paroki!

E. Penutup:

a. Fasilitator mengundang anggota KBG untuk mengungkapkan doa-doa umat berupa pujian, syukur, dan permohonan.

b. Fasilitator mengajak anggota KBG berdoa Doa Bapa Kami, sebagai doa penyatuan semua doa yang telah diungkapkan secara spontan.

c.   Lagu Penutup

=****=

Tidak ada komentar: